189 Photos - Jan 2, 2012
Photo: Photo: Photo: Manusia purba (Zaman Mezolitik).
Lukisan dinding Museum La Galigo, Makassar.
http://nurkasim49.blogspot.comPhoto: Manusia purba (Zaman Mezolitik).
Lukisan dinding Museum La Galigo, Makassar.
http://nurkasim49.blogspot.caPhoto: Manusia purba hidup dalam goa batu (Zaman Mezolitik).
Lukisan dinding Museum La Galigo, Makassar.
http://nurkasim49.blogspot.dePhoto: Tengkorak Homo Sapiens, hidup 40000 - 25000 tahun yang lalu yang mendiami Indonesia.
Koleksi Museum Mulawarman, Tenggarong, Kalimantan Timur.
http://nurkasim49.blogspot.frPhoto: Tengkorak Homo Sapiens, hidup 40000 - 25000 tahun yang lalu yang mendiami Indonesia.
Koleksi UPTD Museum Negeri Propinsi Sulawesi Utara di Manado.
http://nurkasim49.blogspot.inPhoto: Tengkorak Homo Sapiensis.
Koleksi Museum Mulawarman, Tenggarong, Kalimantan Timur.
http://nurkasim49.blogspot.itPhoto: Arca Buddha Dipankara, ditemukan di Sikendeng,Mamuju, Indonesia tahun 1921. Arca ini berasal dari seni Amaravati, India Selatan yang berkembang pada abad ke 2 hingga 5 Masehi.
http://nurkasim49.blogspot.inPhoto: Patung Terakotta terbuat dari tanah liat, ditemukan di Bantaeng, Indonesia.
http://nurkasim49.blogspot.inPhoto: Kora-kora, Jenglot atau biasa disebut Batara Karang, jenis kelamin betina panjang 40 cm.
https://nurkasim49.blogspot.inPhoto: Kora-kora, Jenglot atau biasa disebut Batara Karang, jenis kelamin betina, panjang 15 cm.
https://nurkasim49.blogspot.nlPhoto: Kora-kora, Jenglot atau biasa disebut Batara Karang, jenis kelamin jantan, badan bagian bawah berupa ular, tinggi 10 cm dilihat dari samping kanan.
http://nurkasim49.blogspot.itPhoto: Kora-kora, Jenglot atau biasa disebut Batara Karang, jenis kelamin jantan, badan bagian bawah berupa ular, tinggi 10 cm dilihat dari samping kiri.
http://nurkasim49.blogspot.itPhoto: Kapak terbuat dari batu.
Koleksi Museum La Galigo, Makassar.
http://nurkasim49.blogspot.comPhoto: Bilah (alat pemotong) dari batu, ditemukan di Belae, Pangkajenne dan Kepulauan (Pangkep).
Koleksi Museum La Galigo, Makassar.
http://nurkasim49.blogspot.comPhoto: Kapak corong, terbuat dari perunggu.
Koleksi Museum La Galigo, Makassar.
http://nurkasim49.blogspot.comPhoto: Kapak asah.
Koleksi Museum Mulawarman, Tenggarong, Kalimantan Timur.
http://nurkasim49.blogspot.comPhoto: Keramik abad XIV.
http://nurkasim49.blogspot.chPhoto: Mangkuk kramik kuno, asal Jepang.
http://nurkasim49.blogspot.jp/2011/12/iv.htmlPhoto: Guci keramik abad XIV.
Koleksi Museum Mulawarman, Tenggarong, Kalimantan Timur.
http://nurkasim49.blogspot.czPhoto: Mangkuk keramik abad XIV, hasil penggalian penduduk tahun 1963 di Pinrang.
http://nurkasim49.blogspot.dePhoto: Tempat air  atau tempayan keramik Dinasti Ching, abad XVIII. Bempa (Bugis), Gumbang (Makassar).
http://nurkasim49.blogspot.caPhoto: http://nurkasim49.blogspot.dkPhoto: "Rakkapeng" atau Anai-anai, alat pemotong tangkai padi.
http://nurkasim49.blogspot.co.idPhoto: Palungeng (Bugis) atau Lesung kayu, alat untuk menumbuk beras. Alat penumbuk disebut "Alu" panjang 2m dan diameter 6-7 cm dibagian tengah dan dikedua ujungnya berdiameter 8-9 cm
http://nurkasim49.blogspot.co.idPhoto: Tempat air minum yang disebut "Bila".  berasal dari buah Bila atau buah Maja (Aegle marmelos).
http://nurkasim49.blogspot.co.idPhoto: Alat rumah tangga dari tulang, sendok nasi.
http://nurkasim49.blogspot.dkPhoto: Peta Pujananting (Pujananti atau Sunra Riaja), Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.
Sumber peta : http://www.barrukab.go.id/ind/kec/pujananting.jpg
Lihat Sejarah Kota Makassar : http://nurkasim49.blogspot.fi/2011/12/ii.htmlPhoto: Situs Benteng Tallo, yang dibangun Karaeng Loe ri Sero, Raja Tallo Pertama (1460-1490). Situs ini ada 8 (delapan) titik, terletak di Mangarabombang dan muara Sungai Tallo, Makassar, Indonesia.
http://nurkasim49.blogspot.nl/2011/12/ii.htmlPhoto: Kompleks makam raja-raja Tallo. Dalam kompleks ini terdapat 96 makam, hanya 22 makam sudah diidentifikasi dan diberi nama.
http://nurkasim49.blogspot.nl/2011/12/i.htmlPhoto: Makam Raja Tallo ke-7 I-Manginyarrang Karaeng Kanjilo Sultan Mudaffar (1598-1641), (kanan).
http://nurkasim49.blogspot.gr/2011/12/ii.htmlPhoto: Makam Raja Tallo ke 9, I-Mallawakkang Karaeng Kanjilo Sultan Abdul Kadir.
http://nurkasim49.blogspot.nl/2011/12/i.htmlPhoto: Makam Raja Sanrobone Pertama, Dampang Panca Belong.
Lokasi : Sanrobone, Takalar, Indonesia.
Dampang Panca Belong bersaudara dengan Dampang Kurawu, Dampang Ko'mara, dan Dampang Bulusaraung.
http://nurkasim49.blogspot.gr/2011/12/ii.htmlPhoto: Papan pemberitahuan di depan Makam Panca Belong di Sanrobone, Takalar.
http://nurkasim49.blogspot.grPhoto: Makam raja-raja Sanrobone.Lokasi : Sanrobone, Takalar, Indonesia.
http://nurkasim49.blogspot.co.uk/2011/12/ii.htmlPhoto: Benteng Sanrobone, Takalar, Indonesia, dibangun pada tahun 1515-1520.
http://nurkasim49.blogspot.ae/2011/12/ii.htmlPhoto: Benteng Sanrobone, Takalar, Indonesia, dibangun pada tahun 1515-1520.
http://nurkasim49.blogspot.aePhoto: Situs Benteng Sanrobone, Takalar, Indonesia, dibangun pada tahun 1515-1520.
http://nurkasim49.blogspot.nl/2011/12/ii.htmlPhoto: Situs Benteng Sanrobone, Takalar, Indonesia, dibangun pada tahun 1515-1520.Photo: Benteng Sanrobone, Takalar, Indonesia, dibangun pada tahun 1515-1520.
http://nurkasim49.blogspot.ca/2011/12/i.htmlPhoto: Benteng Sombaopu, dibangun pada tahun 1525.
Lokasi : Desa Sombaopu, Kecamatan Barombong, Kab.Gowa, Indonesia.
http://nurkasim49.blogspot.co.id/2011/12/ii.htmlPhoto: Benteng Sombaopu, dibangun pada tahun 1525.
Lokasi : Desa Sombaopu, Kecamatan Barombong, Kab.Gowa, Indonesia.Photo: Benteng Sombaopu, dibangun pada tahun 1525.
Lokasi : Desa Sombaopu, Kecamatan Barombong, Kab.Gowa, Indonesia.
http://nurkasim49.blogspot.nl/2011/12/i.htmlPhoto: Ukuran dan bentuk batu-bata Benteng Sombaopu.
Terdapat 14 ukuran :
Terbesar : 43 x 24 x 7,5 cm
Sedang : 29 x 17 x 3,5 cm
Terkecil : 16 x 6 x 3 cm
Bahan dari tanah liat, dikerjakan dengan tehnik cetakan.
http://nurkasim49.blogspot.nl/2011/12/ii.htmlPhoto: Aksara Bugis - Makassar (naskah kuno) yang tertulis diatas daun lontar (Borassus flabellifer), disimpan dalam penggulung.
Sejak tahun 1538, huruf lontara mengalami perkembangan sebagai berikut:
a. Lontara Toa (Lontara Jangang-jangang), pada masa Raja Gowa ke-9 Tumparrisi Kallonna (1510-1546), terdiri dari 18 huruf;
b. Lontara Bilang-bilang, pada masa Raja Gowa ke-14 Sultan Alauddin (1593-1639), terdiri dari 19 huruf;
c. Lontara Baru, yang memperbaharui tidak diketahui, terdiri dari 23 huruf.
http://nurkasim49.blogspot.sg/2011/12/ii.htmlPhoto: Perahu layar Pinisi (miniatur).
http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/ii.htmlPhoto: Perahu layar Pinisi (miniatur).
http://nurkasim49.blogspot.nl/2011/12/ii.htmlPhoto: Benteng Ujung Pandang (Rotterdam), dibangun pada tahun 1545. Dilihat dari luar (depan).
http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/ii.htmlPhoto: Benteng Ujung Pandang (Rotterdam), dibangun pada tahun 1545. Dilihat dari atas Bastion Bone.Photo: Makam Raja Gowa ke 11, I-Tajibarani Daeng Marompa Karaeng Data (1565).
Lokasi : Katangka, Sungguminasa, Gowa, IndonesiaPhoto: Teks pintu masuk Makam Raja Gowa ke 11, I-Tajibarani Daeng Marompa Karaeng Data (1565).Photo: Syekh Yusuf Tuanta Salamaka (lukisan).
(lahir 3 Juli 1626 - wafat 23 Mei 1699).
http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/ii.htmlPhoto: I-Mallombasi Muhammad Bakir Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangape Sultan Hasanuddin (lukisan).
[lahir 12 Januari 1631 - wafat 12 Juni 1670].
http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/ii.htmlPhoto: La Tenritatta Petta MalempeE Gemmena Daeng Serang To' Appatunru Arung Palakka, Raja Bone ke-14 (1667-1696), lahir di Lamatta, Mario Riwawo, Soppeng, 15 September 1634 – wafat di Bontoala, Makassar, 6 April 1696 dan dikebumikan di Katangka, Gowa.
http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/ii.htmlPhoto: La Maddukelleng, Raja Pasir (1726-1736) dan Arung Matowa Wajo ke 34  (6 Nopvember 1736-1765).
Sumber gambar: SK Kompas, Senin, 26 Februari 1996 (diedit).
http://nurkasim49.blogspot.fr/2011/12/ii.htmlPhoto: Makam Aji Imbut Gelar Sultan Muhammad Muslihuddin (1780-1816) Raja ke 15 Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, pendiri Kota Tenggarong, cucu La Maddukelleng, Arung Matowa Wajo ke 34 (1736 - 1765).
Makam Sultan Muhammad Muslihuddin berdampingan dengan makam permaisurinya, Aji Tatin Ratu Agung Kesuma Ningrat.
Lokasi : Tenggarong, Kalimantan Timur, Indonesia.
http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/ii.htmlPhoto: Senjata jenis pistol yang digunakan tentara VOC pada abad 17.
Koleksi Museum La Galigo, Makassar.
http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/ii.htmlPhoto: Senjata jenis pistol yang digunakan tentara VOC pada abad 17.
Koleksi Museum La Galigo, Makassar.
http://nurkasim49.blogspot.com/Photo: Makam raja-raja Gowa, Makam Sultan Hasanuddin (kanan)
Lokasi : Katangka, Sungguminasa, Gowa, Indonesia.Photo: Kompleks Makam bangsawan kerajaan Gowa.
Lokasi : Katangka, Sungguminasa, Gowa, Indonesia.Photo: Makam La Tenritatta Petta MalempeE Gemmena Daeng Serang To' Appatunru Arung Palakka, Raja Bone ke-14 (1667-1696) dan isterinya I-Mangkawani Daeng Talele.
Lokasi : Katangka, Sungguminasa, Kabupaten Gowa.
http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/ii.htmlPhoto: Makam raja-raja Luwu berbentuk kubah (lokko).
Dalam kubah yang berukuran 10mx10m ini terdapat 37 makam raja-raja Luwu, dan yang terakhir dimakamkan adalah Hj.Andi Bau Tenri Padang Opu Datu, Datu Luwu ke 38,  wafat di Makassar 28 Juli 1994.
Lokasi :  Palopo, Sulawesi Selatan, Indonesia, (Foto April 2012).
http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/ii.htmlPhoto: Makam raja-raja Luwu dalam kubah (lokko) di Kota Palopo.
Dalam kubah yang berukuran 10mx10m ini terdapat 37 makam, (Foto April 2012).Photo: Makam Syekh Yusuf.Lokasi : Lakiung, Sungguminasa, Gowa.Makam Syekh Yusuf ada 5 (lima) tempat, yaitu : 1. Puncak bukit Macassar, Cape Town, Afrika Selatan; 2. Srilanka; 3. Lakiung, Sungguminasa, Gowa, Indonesia; 4. Banten, Jawa Barat; 5.Sumenep, Madura, Jawa Timur. Makam Syekh Yusuf di Lakiung adalah sisa-sisa jasad Syekh Yusuf yang didatangkan dari Afrika Selatan pada tanggal 5 April 1705 atas permohonan Raja Gowa ke 19 I-Mappadulung Karaeng Sanrobone Sultan Abdul Djalil (1677-1709) tanggal 26 Pebruari 1704 kepada Gubernur-Jenderal VOC Willem van Outhoorn di Batavia.
http://nurkasim49.blogspot.ae/2011/12/ii.htmlPhoto: Makam Kuno.
Makam Sitti Fatimah Arungnge La Pute Arung Lembang, anak perempuan La Makkasau. Makam ini telah berubah dari bentuk aslinya. Sebelumnya, pintu masuk hanya berukuran 50 x 50cm, tanpa jendela, berlantai pasir, ketinggian dalam bangunan 150cm. Makam berbentuk kubah dan hanya satu makam dengan satu nisan dari kayu berada di tengah bangunan. Bagian atas makam ditumbuhi sebuah pohon besar sejenis beringin yang menutupi sebagian atap bangunan.
Lokasi : Kajuanging, Desa Sabbangparu, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang.
http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/ii.htmlPhoto: Makam Abdul Ma'mur Khatib Tunggal atau Dato' (Datuk) Ribandang.Lokasi : Kalukubodoa, Kecamatan Tallo, Makassar.Datuk ri Bandang mengislamkan Raja Tallo I-Mallingkaang Daeng Manyonri Karaeng Katangka pada malam Jumat tanggal 22 September 1605  atau 9 Jumadil-awal 1014 H. Datuk ri Bandang bersama Tuan Tunggang Parangan juga ke Kutai mengajarkan Agama Islam.
http://nurkasim49.blogspot.ae/2011/12/ii.htmlPhoto: Makam I-Lo'mo ri Antang.
Lokasi : Antang, Kec. Manggala, Makassar, Indonesia.
I-Lo'mo ri Antang adalah salah satu penyebar agama Islam di Kerajaan Gowa dan Tallo.
http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/ii.htmlPhoto: Pangeran Diponegoro (lukisan).(lahir 11 Nopember 1785 - wafat 8 Januari 1855 di Makassar).
http://nurkasim49.blogspot.ae/2011/12/iii.htmlPhoto: Makam Pangeran Diponegoro dan permaisurinya Raden Ayu Ratu Ratna Ningsih.
Terletak di Jalan P.Diponegoro, Kelurahan Melayu, Kecamatan Wajo, Makassar.
http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/iii.htmlPhoto: Masjid Tua Djami Palopo.
Lokasi : Palopo, Sulawesi Selatan, Indonesia.
Masjid ini didirikan tahun 1604 M pada masa Datu Luwu XVI Pati Pasaung Toampanangi Sultan Abdullah dan dikerjakan oleh Pong Mante yang makamnya terdapat dalam masjid tersebut. Masjid ini masih utuh dan termasuk masjid tua terbaik di Indonesia. (Foto 1988).
http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/ii.htmlPhoto: Raja Gowa I-Makkulau Karaeng Lembangparang (13 Mei 1895 - 25 Desember 1906).
http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/ii.htmlPhoto: I-Makkulau Dg.Serang Karaeng Lembang Parang Raja Gowa ke-34 (13 Mei 1895 - 25 Desember 1906), (duduk di kursi paling kiri) ketika menerima Raja Bima Sultan Ibrahim (1881-1915) di Ballalompoa Jongaya.Photo: Peti jenasah I-Makkulau Karaeng Lembangparang, Raja Gowa ke-34, diturunkan dari kapal yang mengangkut dari Pare-pare, dan diterima dalam suatu acara militer di Pelabuhan Makassar.
Tanggal 25 Desember 1906, ditengah malam I-Makkulau Karaeng Lembangparang jatuh ke dalam jurang di Kampung Warue, Sidenreng, dan meninggal dunia di tempat itu. Mayatnya baru ditemukan sesudah beberapa hari untuk kemudian dikemas menurut agama Islam dan dimasukkan kedalam peti jenasah untuk selanjutnya dibawa ke Pare-pare. Dari Pare-pare diangkut dengan kapal ke Makassar, yang kemudian dikebumikan di dalam Masjid Babul Firdaus Jongaya, Gowa.
https://nurkasim49.blogspot.co.id/2011/12/iii.htmlPhoto: Ballalompoa (Istana Raja Gowa) dibangun tahun 1936.
Lokasi : Sungguminasa, Gowa, Indonesia.
http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/iii.htmlPhoto: Payung Kebesaran Kerajaan Gowa La’lang Sipue (replika).La'lang sipue terbuat dari daun lontar (Borassus flabellifer).Dipakai pada saat pelantikan raja Gowa.
http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/ii.htmlPhoto: Mahkota Kerajaan Gowa disebut Salokoa (replika).Terbuat dari emas murni seberat 1.768 gram, permata berlian 250 butir. Bentuknya menyerupai kerucut bunga teratai dengan 5 kelopak daun.
http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/ii.htmlPhoto: Makam Raja Bone ke 30 Sultanah Fatimah We Banri Gau Arung Timurung Datu Citta MatinroE ri Bolampare’na  (1871–1895) di Lalengbata (Kompleks Makam raja-raja Bone), belakang Masjid Al - Mujahidin, Bone.
http://nurkasim49.blogspot.nl
Lihat peta Wikimapir.org  http://wikimapia.org/#lang=en&lat=-4.536094&lon=120.329838&z=19&m=b&search=museum%20Photo: La Pawawoi Arung Segeri (Raja Bone 1895-1905) dalam keadaan luka pada kaki sebelah kiri digendong turun dari rumah penduduk saat ditangkap tanggal 18 Nopember 1905 dan dibawa ke Pare-pare, selanjutnya diasingkan ke Bandung tanggal 14 Desember 1905. Paling kiri,  Letnan Carel Hendrik Eilers [1870-1959]
La Pawawoi meninggal dunia tanggal 11 Januari 1911 dan dimakamkan di Mangga Dua, Jakarta. Pada tanggal 10 Juli 1974 kerangka jenasahnya di pindahkan ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.
Sumber gambar : Tropen Museum Amsterdam
(Professor Heather Sutherland, Vrije Universiteit, Amsterdam - University of Sydney, NSW Australia).
http://nurkasim49.blogspot.huPhoto: La Pawawoi Arung Segeri, Raja Bone (1895-1905) dalam keadaan luka pada kaki sebelah kiri ketika ditangkap disebuah hutan di Bulu Awo (239 km utara Makassar) daerah Pitumpanua, Wajo pada tanggal 18 Nopember 1905. Dalam foto, La Pawawoi (duduk di tengah) didampingi tiga orang perempuan dari keluarganya sedang dikelilingi tentara KNIL yang bersenjata lengkap yang akan diantar ke Makassar melalui pelabuhan Parepare.
Di belakang La Pawawoi adalah Letnan Carel Hendrik Eilers (1870-1959), Di kanan di sebelah kanan Eilers adalah Sersan Marks.
https://nurkasim49.blogspot.co.idPhoto: Rumah Raja Bone La Pawawoi yang disita oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1907.
Pada tahun 1914, rumah ini dibawa ke Semarang, Jawa Tengah mewakili Pameran Paviliun "Celebes" (Sulawesi). Setelah pameran, dikembalikan ke Makassar dan ditempatkan di  sudut Hospitalweg dan Marosweg, Makassar (sebelah timur Lapangan Karebosi) yang kemudian ditempati  Kantor Kehutanan dan Museum Belanda
http://nurkasim49.blogspot.ca/2011/12/ii.htmlPhoto: Duduk di depan (dari kiri) : I-Tjoneng Karaeng Mandjalling, I-Mappanjukki, H. Van der Wall (Controller), Assisten Controller, I-Mangimangi, Karaeng Barangmamase, Bakeng (anak pelihara Karaeng Barangmamase)
Berdiri di belakang (dari kiri) : Karaeng Lembang Parang, Kadi Gowa, Karaeng Popo, Karaeng Lengkese, Karaeng Katapang (Karuwisi). Tempat di depan Kantor Onderafdeeling Gowa, Sungguminasa. (Foto tahun 1924). Koleksi pribadi.
http://nurkasim49.blogspot.ie/2011/12/iii.htmlPhoto: I-Mappanjukki, I-Bunta Karaeng Mandalle, Karaeng Ribura'ne, Arung Barru I-Djonjo, I-Pangerang Daeng Rani (Putra I- Mappanjukki). Sedang anak di depan I-Mappanyukki, kemungkinan adalah Bau Massepe, putra I-Mappanjukki. (Foto tahun 1924).
Tempat di rumah I-Tjincing Daeng Makkilo Karaeng Lengkese Jongaya, Gowa (Tahun 1971 dibangun Gedung PPSP-IKIP yang kemudian tahun 1986 ditempati SMA Negeri 11 Makassar). Koleksi pribadi.
http://nurkasim49.blogspot.co.id/2011/12/iii.htmlPhoto: Mara'dia Mamuju,  Djalalu Amanna Indar (1908 - 1950).
Kerajaan Mamuju masuk dalam Afdeeling Mandar meliputi Onder-afdeeling Majene, Balangnipa-Binuang, Binuang dan Pitu Ulunna Salu, Mamuju, dengan ibukotanya di Majene.
Djalalu Ammana Indar bersama dengan Ramang Patta Lolo (Mara'dia Majene), Andi Baso (Mara'dia Balangnipa atau Balanipa), Pawelai (Mara'dia Cenrana),  Tenralipu (Mara'dia Pambauang atau Pamboang),  Lamaga (Aru Malolo Binuang), Abdul Hafid (Mara'dia Tappalang  atau Tapalang) turut serta dalam pembentukan Gabungan Celebes (Sulawesi) di Watampone, Bone tanggal 18 Oktober 1948 yang dihadiri 30 pemerintah kerajaan di Sulawesi.
Mara’dia Mamuju, Mandar:
1820 – 1840 Ammana Komba
1840 – 1860 Tomappelei Kasu Ditana
1860 – 1870 Panre
1870 – 1890 Nai Latang (pr)
1890 – 1895 Na E Sukur
1895 – 1908 Karanene
1908 – 1950 Djalalu Amanna Indar.
Sumber gambar : Tropen Museum Amsterdam (diedit).
https://nurkasim49.blogspot.co.idPhoto: Mara'dia Tapalang atau Tappalang, Pattana Pantang Abdul Hafid (1934 – 1936).
Kerajaan Tapalang adalah salah satu kerajaan dari Pitu Ba'bana Binanga yang berpemerintahan sendiri (Zelfbestuurder).
Tampak dalam gambar, Pattana Pantang Abdul Hafid (pakaian hitam) diapit dua pejabat Hindia Belanda, dan disebelah kanan (berkacamata baju hitam) Mara'dia Mamuju Djalalu Amanna Indar di Tapalang.
Abdul Hafid, bersama dengan Ramang Patta Lolo (Mara'dia Majene), Andi Baso (Mara'dia Balangnipa atau Balanipa), Pawelai (Mara'dia Cenrana),  Tenralipu (Mara'dia Pambauang atau Pamboang),  Lamaga (Aru Malolo Binuang), Djalalu Ammana Indar (Mara'dia Mamuju) turut serta dalam pembentukan Gabungan Celebes (Sulawesi) di Watampone, Bone tanggal 18 Oktober 1948 yang dihadiri 30 pemerintah kerajaan di Sulawesi.
Mara’dia Tapalang, Mandar:
1850 – 1860 Tomappelei Asuginna
1860 – 1867 Puwa Caco Tomanggang Gagallang Patta ri Malunda
1867 – 1889 Na E Sukur
1889 – 1892 Pabanari Daeng Natonga
1892 – 1908 Andi Musa Paduwa Limba
1908 – 1934 Bustari Patani Lantang
1934 – 1950 Pattana Pantang Abdul Hafid.
Sumber gambar : Tropen Museum Amsterdam (diedit).
https://nurkasim49.blogspot.co.idPhoto: Mara'dia Pamboang atau Pambauang, Tenralipu (1934-1952) di Majene, bersama isteri dan anak yang baru lahir di Majene, tahun 1932.
Oderafdeling Madjene masuk dalam wilayah Afdeling Mandar tahun 1900. Wilayah ini sekarang menjadi Provinsi Sulawesi Barat dengan ibukota di Mamuju.
Tenrilipu, bersama dengan Ramang Patta Lolo (Mara'dia Majene), Andi Baso (Mara'dia Balangnipa atau Balanipa), Pawelai (Mara'dia Cenrana),  Abdul Hafid (Mara'dia Tapalang),  Lamaga (Aru Malolo Binuang), Djalalu Ammana Indar (Mara'dia Mamuju) turut serta dalam pembentukan Gabungan Celebes (Sulawesi) di Watampone, Bone tanggal 18 Oktober 1948.
Mara’dia Pambauang, Mandar yang dihadiri 30 pemerintah kerajaan di Sulawesi.
1845 - 1850 Madusila
1850 - 1855 Jalangkara Cenrana
1860 - 1866 Madusila
1866 - 1888 ---
1888 - 1907 I Latta
1907 - 1920 Simanangi Pakarama
1920 - 1934 Andi Batari (pr)
1934 - 1952 Tenralipu
Sumber gambar : Tropen Museum Amsterdam (diedit).
https://nurkasim49.blogspot.co.idPhoto: Arayang Balanipa, Andi Baso Pabiseang ketika berkunjung ke rumah Asisten Residen di Mamuju, tahun 1938.
Mara’dia (Raja) Balanipa, Mandar.
........ - 1850 Kabong Tomatindo di Lekopadia
1850 - 1862 Passaleppa Ammana I Bali
1862 - 1870 ---
1870 - 1871 Tomelloli Manawari (Pertama)
1871 - 1872 Kape Tokape
1872 - 1873 Maradia Kape
1873 - 1880 Tomelloli Manawari (Kedua)
1880 - 1885 Sanggariya Tonaung Anjoro (Arayang ke-49)
1885 - 1906 Tomelloli Manawari (Ketiga) (Arayang ke-50)
1908 - 1927 Laju Kakanna I Doro Tomatindo di Judda (Arayang ke-51)
1927 - 1947 Andi Baso Pabiseang (Arayang ke-52, Regent 1929), suami Hj. Andi Depu
1950 - 1957 Hj. Andi Depu (pr) (Arayang ke-53, Regent), putri Arayang ke-51 Laju Kakanna I Doro.
Sumber gambar : Tropen Museum Amsterdam (diedit).
https://nurkasim49.blogspot.co.idPhoto: Andi Mappanyukki foto bersama dengan Karaeng Barombong, di Jongaya, Gowa.
http://nurkasim49.blogspot.roPhoto: H.Sawedi Daeng Tompo, Gallarang Kalibone, Pangkajenne.
http://nurkasim49.blogspot.sk/2011/12/iii.htmlPhoto: H.Abdul Madjid Daeng Sirua, Arung Rajang (1947-1952) 
Foto 1949 di Pare-pare.
http://nurkasim49.blogspot.twPhoto: H.Abdul Madjid Daeng Sirua,, Pabbicara (Tomarilaleng) Arung Leppangang, Sawitto  (1915 - 1932) Petta Sengngeng (pr) yang sudah uzur yang juga adalah cucu menantunya. 
Pada tahun 1947-1952 diangkat menjadi Arung Rajang (1947-1952) menggantikan Massappaile.
Dalam pembangunan pertama Jembatan Lasape, Sungai Saddang, tahun 1928, beliau pengawas pekerja pembangunan jembatan Lasape. Diantara mandor pekerja jembatan adalah dua bersaudara yaitu Mallari dan  Tabbulu, asal Bungi-Batulappa. Tahun 1932 beliau kembali ke Kampung Bungi dan menetap di Kampung Karamae (Bujung-batu), Maroneng.
Abdul Madjid Daeng Sirua lahir 1850 di Pulau Kulambing (Pangkajenne dan Kepulauan), wafat 11 Januari 1961 di Bungi-Batulappa, Pinrang. Foto 1954.
http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/iii.htmlPhoto: Foto keluarga H.Abdul Madjid Daeng Sirua, Arung Rajang (1947-1952), tahun 1936.
Tempat : Bola-panceE, Bungi-Batulappa. Bola PanceE  dibagian depan mempunyai tiang 30 buah, ukuran masing-masing tiang 40x40 cm,
Rumah ini dulu didirikan di Rajang, setelah Tuan Langsa Rajang (Jaksa Rajang) pindah ke Pare-pare, rumah ini diserahkan kepada sepupu satukalinya, H.Abdul Madjid Daeng Sirua, dan dipindahkan ke Bungi.
http://nurkasim49.blogspot.comPhoto: Accera kalompoang di Ballalompoa Barombong, Gowa, Indonesia.
http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/iii.htmlPhoto: Accera kalompoang di Ballalompoa Barombong, Gowa, Indonesia.Photo: Regeerings Reglement 1854.
http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/iii.htmlPhoto: http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/iii.htmlPhoto: Photo: Al-Qur'an, ukuran 20x14 cm, berstempel tahun 1889 Masehi tertera di halaman belakang, milik Raja Bone, H.Andi Mappanyukki, yang mungkin juga milik Raja Gowa, I-Makkulau Karaeng Lembangparang,Photo: Al-Qur'an, ukuran 20x14 cm, berstempel tahun 1889 Masehi tertera di halaman belakang, milik Raja Bone, H.Andi Mappanyukki, yang mungkin juga milik Raja Gowa, I-Makkulau Karaeng Lembangparang.Photo: Buku nama-nama pejabat Hindia Belanda tahun 1931-1936. Dalam halaman 17,  nama pejabat Hindia Belanda di Kota Makassar, Malang, Medan, dan Menado.Photo: J.E. Damrink, Walikota Makassar (Burgemeester van Makassar) yang pertama, menjabat dari 15 Agustus 1918 - 1927. Dambrink adalah seorang seniman theater dan musik. Kota Makassar mulai dibangun sesuai dengan Stad Plan (Rencana Kota) yang disusun pada waktu itu. Salah satu urusan pangkal yang menjadi kewenangan Gemeente Makassar adalah urusan jalan-jalan kotapraja, penerangan jalan dan hal-hal yang sehubungan dengan lalu lintas 
Lihat nama-nama Walikota Makassar: https://nurkasim49.blogspot.co.id/2012/01/walikota-makassar.html
https://nurkasim49.blogspot.co.id/2011/12/iii.htmlPhoto: Surat pemberian tanah yang ditandatangani Andi Mappanyukki, ex Datu Suppa (atas) dan I-Pangempang Dg. Narang Karaeng Kaballokang (bawah), tertanggal 2 Ramadan 1332 Hijriah atau 25 Juli 1914 Masehi, hari Senin, teks: tulisan Lontara dalam Bahasa Bugis.
Teks awal tertulis "MAJEPPU IA ANDI MAPPANYUKKI PURAE DATU RI SUPPA MARENGNGI SURE ATAJANGENG ..." artinya "Benar saya Andi Mappanyukki pernah jadi Datu Suppa memberikan surat keterangan ..."
Melihat teks tersebut, bahwa pada tahun 1914 sudah digunakan nama gelar "Andi".Photo: Doa ketika terjadi  wabah penyakit dalam suatu kampung. Penjelasan doa dalam bahasa Makassar (bagian dari buku himpunan doa-doa)Photo: Catatan harian Raja Bone Andi Mappanyukki tahun 1937.
Dalam catatan harian tulisan Lontara bahasa Makassar, tanggal 4 Januari 1937, Senin, yang artinya kurang lebih disebutkan "Jam 08.00 menuju Pallantikang untuk menghadiri pelantikan Karaeng (Raja Gowa Andi Mangi-mangi) dengan 7 (tujuh) mobil sedan. Salokoa (Mahkota Kerajaan) diserahkan. Dihadiri Luwu, Soppeng, Wajo, Lima Ajattaparang, Lima Massenrempulu, Tallu Batupappa, Tujuh Baba-binanga. Pukul 13.00 disumpah."Photo: Catatan harian Raja Bone Andi Mappanyukki tahun 1937 dalam tulisan Lontara bahasa Makassar.
http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/iii.htmlPhoto: Catatan harian Andi Mappanyukki tahun 1946.
Dalam catatan harian tulisan Lontara bahasa Makassar, tanggal 13 Nopember 1946, jam 05.00 sore ditangkap bersama anaknya Andi Pangerang petta Rani dan dimasukkan ke Tangsi Gowa (sekarang telah dibangun Hotel Sahid). Dalam tahanan itu Andi Mappanyukki bertemu dengan anaknya Bau Massepe dari Parepare yang lebih duluan ditahan di Tangsi Gowa.
Pada tanggal 19 Desember 1946, hari Jumat, Andi Mappanyukki bersama Andi Pangerang Petta Rani dipindahkan ke Rantepao.
http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/v.htmlPhoto: Catatan harian Andi Mappanyukki dari tanggal 13 Nopember 1946 sampai 22 Mei 1950.Photo: Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota Makassar Tahun Anggaran 1942.
http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/iii.htmlPhoto: Mata uang VOC (Verenigde Oost-Indische Compagnie) tahun 1602-1799.
Mata uang koin VOC ini bukanlah diedarkan tahun 1790 tetapi cetakan ulang pada masa pemerintahan Raja Willem-II di Belanda (1840 - 1844). Cetakan ulang menggunakan Muntteken : Ster (bintang) terdiri atas tiga jenis pecahan yang semuanya berbahan tembaga dengan motif yang sama tetapi diameter dan beratnya saling berbeda:
- 1/2 duit (1.81 gram)
- 1     duit (3.62 gram)
- 2     duit (6.18 gram)
http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/ii.htmlPhoto: Mata uang Dinasti Qing 1644-1911.
http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/ii.htmlPhoto: Mata uang Mata uang Hindia Belanda (Netherlands Indies - Indonesia)
http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/iii.htmlPhoto: Mata uang Mata uang Hindia Belanda (Netherlands Indies - Indonesia)
http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/iii.htmlPhoto: Mata uang Mata uang Hindia Belanda (Netherlands Indies - Indonesia)
http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/iii.htmlPhoto: Mata uang Mata uang Hindia Belanda (Netherlands Indies - Indonesia)
http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/iii.htmlPhoto: Uang kertas pada masa pendudukan Tentara Jepang  (Dai Nippon) di Indonesia.
http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/iv.htmlPhoto: Uang kertas Rp 1000 Republik Indonesia tahun  1958 yang dipotong nilainya (senering) dari Rp 1000 menjadi Rp 1.
http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/v.htmlPhoto: Uang kertas Rp 1 Republik Indonesia tahun 1961, setelah pemotongan nilai uang (senering) dari Rp 1000 menjadi Rp 1 pada tahun 1961.
http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/v.htmlPhoto: Helm tentara Hindia Belanda.
Koleksi : UPTD Museum Negeri Propinsi Sulawesi Utara di Manado.
http://nurkasim49.blogspot.com/Photo: Peta penyerangan Tentara Jepang ke Indonseia dalam Perang Dunia II 1941-1945
Lihat: https://nurkasim49.blogspot.co.id/2011/12/iv.htmlPhoto: Pantai tempat pendaratan pasukan dan mesin perang Angkatan Laut Jepang (Kaigun). Pendaratan pasukan terdiri dari 2 grup pasukan, Pasukan Grup 2 mendarat di Barombong tanggal 8 Pebruari 1942 pukul 23,40 dan pasukan Grup 1 mendarat di Sampulungan Lompo, Jonggoa, Aeng Batu-batu tanggal 9 Pebruari 1942 pukul 03.30.

http://nurkasim49.blogspot.jp/2011/12/iv.htmlPhoto: Hasan Basri Pasolong [1923 - Maret 2016], Lo'mo Sampulungan.
Salah satu saksi pada saat pendaratan Pasukan Jepang dari Angkatan Laut  (Kaigun) di Sampulungan, pada tanggal 8-9 Pebruari 1942.
http://nurkasim49.blogspot.jp/2011/12/iv.htmlPhoto: Pendaratan tentara Jepang di Indonesia pada masa Perang Dunia II di Pasifik. Di Makassar, tentara Jepang dari Angkatan Laut (Kaigun) mendarat di Kampung Sampulungan dan Barombong pada tanggal 9 Februari 1942, dan tanggal 10 Februari 1942 Makassar dan sekitarnya dapat dikuasai.
Sumber gambar: UPTD Museum Negeri Propinsi Sulawesi Utara di Manado.
http://nurkasim49.blogspot.jp/2011/12/iv.htmlPhoto: Bekas lapangan terbang Panyangkalang, Limbung yang dibangun Tentara Kekaisaran Jepang tahun1943.
http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/iv.htmlPhoto: Makam Lentan Haji Umar Feisal Kobayashi Tetasuo di Makassar
http://nurkasim49.blogspot.jpPhoto: Tugu peringatan atas tewasnya 34 prajurit Tentara Dai Nippon (Jepang) pada Perang Dunia II di Makassar setelah akhir Perang Dunia II di Makassar. Tugu ini terletak di Tello Baru, Kelurahan Panaikang, Makassar.
Salah satu prajurit yang tewas adalah Mr Noboru Doi, dieksekusi pada tanggal 30 Oktober 1947 di Makassar oleh Pengadilan Militer Belanda,
Lihat Sejarah Kota Makassar : http://nurkasim49.blogspot.jp/2011/12/iv.htmlPhoto: Tugu peringatan atas tewasnya 34 prajurit Tentara Dai Nippon (Jepang) di Pengadilan Militer Belanda di Makassar 1947-1948.Photo: Tugu peringatan atas tewasnya 34 prajurit Tentara Dai Nippon (Jepang) pada Perang Dunia II di Makassar 1942-1945.
Pada tugu tertulis : KIRANYA TEMPAT INI MENJADI PERTEMUAN ABADI PERDAMAIAN DAN SALING PENGERTIAN, TIDAK SENJATA DAN PERSENJATAAN".
Lihat Sejarah Kota Makassar : http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/iv.htmlPhoto: Lukisan Kamp Mariso atau biasa juga disebut Kamp Bambu yang dibuat sendiri oleh para tahanan. Lukisan tertanggal 28 Agustus 1945Photo: Denah Kamp Kampili.
Tempat tahanan perempuan dan anak-anak umur 13 tahun kebawah.
Lokasi: Kampung Kampili, Gowa, 15 km selatan Makassar.
http://nurkasim49.blogspot.co.id/2011/12/iv.htmlPhoto: Rekapitulasi tentara Jepang kepada Sekutu di Kampili, Gowa, bulan Septeber 1945, setelah Jepang dinyatakan kalah dala Perang Dunia II.
Lihat: https://nurkasim49.blogspot.co.id/2011/12/iv.htmlPhoto: Abdul Hamid Dg.Magassing,  Walikota Makassar 24-12-1946 sd 27-12-1949.
Lihat Sejarah Kota Makassar: https://nurkasim49.blogspot.co.id/2011/12/v.htmlPhoto: Berdiri di depan dari kiri ke kanan: Andi Pangerang Petta Rani, Andi Sodji Datu Kanje'nne (isteri Andi Abdullah Bau Massepe Datu Suppa, Andi Mappanyukki, Ir. Soekarno (Presiden RI), Andi Djemma Datu Luwu, Padjonga Daeng Ngalle Karaeng Polombangkeng,  Makkaraeng Daeng Manjarung.
Berdiri di belakang dari kiri ke kanan: Soegandi (ADC Presiden RI),  Lanto Daeng Pasewang,  Daeng Labbang.
http://nurkasim49.blogspot.hk/2011/12/v.htmlPhoto: H.Andi Mappanyukki bersama kudanya Sanrego yang dipelihara sejak tahun 1957.
Raja Bone I tanggal 17 Mar 1931 - Februari 1946
Reja Bone II tanggal  Mei 1950 - 21 Mei 1960.
H.Andi Mappanyukki dilahirkan pada tahun 1885 di Jongaya, Gowa, wafat 18 April 1967 di Jongaya, Gowa dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Panaikang, Makassar.Photo: Andi Patotori Petta Datu lahir tahun 1886 di Bone, putra Raja Bone ke 29 Andi Banri Datu Citta dengan Andi Bangkung Magguliga Karaeng Popo Arung Palakka. Andi Patotori saudara kembar dari perempuan Andi Besse Apala Daeng Bau.
Andi Patotori dimakamkan di Pekuburan Arab Makassar.
http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/iii.htmlPhoto: Rumah kediaman H. Andi Mappanyukki, Raja Bone ke 32, dibangun tahun 1935, terletak di Jalan Kumala Nomor 160 Makassar.
Di rumah ini, pada tanggal 15 Oktober 1945 diadakan pertemuan raja-raja Sulawesi Selatan yang melahirkan Deklarasi Jongaya, dan rumah ini dijadikan pusat perlawanan rakyat Sulawesi Selatan mendukung Gubernur Sulawesi Dr.G.S.S.J.Ratulangi.
http://nurkasim49.blogspot.com/Photo: Istana Datu Luwu. dibangun tahun 1920.
Lokasi : Palopo, Sulawesi Selatan, Indonesia.
http://nurkasim49.blogspot.ruPhoto: Andi Djemma Datu Luwu bersama permaisuri Andi Tenripadang Opu Datu ketika tiba di Makassar tanggal 1 Maret 1950 setelah dibebaskan dari pengasingan.  Andi Djemma diasingkan ke Ternate tahun 1946.Photo: Andi Djemma, Datu Luwu ke 36,lahir 15 Januari 1901 di Palopo, Luwu,  wafat tanggal 23 Pebruari 1965 pukul 20.30 di atas pangkuan Paharuddin Dg. Liwang di rumah Andi Mappagiling Karaeng Karuwisi, Jln. Andi Mallombasang, Jongaya, Gowa.
http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/v.htmlPhoto: Hj.Andi Bau Tenri Padang Opu Datu, Datu Luwu ke 38
lahir di Gowa thn 1928, wafat di Rumah Sakit Pelamonia, Makassar, tanggal 28 Juli 1994 pukul 21.45.
http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/v.htmlPhoto: Andi Bau Alamsyah Djemma BaruE, Datu Luwu ke-37
Lahir di Palopo 27 Maret 1951, wafat pada hari Senin, 19 September 1988 pukul 18.00 di rumah mertuanya, H.Andi Patarai, mantan Sekretaris Daerah Propinsi Sulawesi Selatan di Jln. Sawerigading No.2 Makassar. Andi Alamsyah Djemma BaruE, wafat karena penyakit tumor pada paha kiri bagian dalam yang diderita selama 5 (lima) bulan. Dimakamkan di pekuburan raja-raja Luwu di Lokkoe, Palopo.
http://nurkasim49.blogspot.comPhoto: Andi Djemma Datu Luwu ke 36, meninggal dunia di Jongaya, Gowa tanggal 23 Pebruari 1965 pukul 20.30 dan disemayamkan di Masjid Babul Firdaus, Jongaya, Gowa tanggal 24 Pebruari 1965 dihadiri oleh Menteri Perindustrian Ringan RI Brigjen M.Yusuf dan isteri. Andi Djemma dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Panaikang, Makassar.
http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/v.htmlPhoto: Peringatan 40 hari wafatnya Andi Bau Alamsyah Djemma  BaruE Datu Luwu ke-37 di Palopo, 29 Oktober 1988 oleh masyarakat adat Rongkong, Kabupaten Luwu. Nampak dibelakang Masjid Tua Jami.
Masyarakat adat Rongkong terkenal dengan budaya dan kesenian beraneka ragam, sebahagian telah mendekati kepunahan.
http://nurkasim49.blogspot.comPhoto: Peringatan 40 hari wafatnya Andi Bau Alamsyah Djemma  BaruE Datu Luwu ke-37 di Pekuburan Lokkoe, Palopo, 29 Oktober 1988 oleh masyarakat adat Rongkong, Kabupaten Luwu.
Masyarakat adat Rongkong terkenal dengan budaya dan kesenian beraneka ragam, sebahagian telah mendekati kepunahan.
http://nurkasim49.blogspot.comPhoto: Pasukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada masa revolusi di Pinrang.Photo: Pasukan Tentara Keamanan Rakyat.Photo: Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada masa revolusi.
http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/v.htmlPhoto: Usman Balo ketika berada di Malimpung, Pinrang.
Usman Balo adalah salah satu pejuang kemerdekaan tahun 1945 dan selanjutnya bergerilya bersama dengan pasukannya Tentara Keamanan Rakyat (TKR) di Enrekang, Sidenreng, Rappang, dan Pinrang. Usman Balo meninggal dunia di Makassar pada tanggal 5 Mei 2006.
http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/v.htmlPhoto: TKR (Tentara Keamanan Rakyat) pada masa revolusi.
Dari kiri : Lempa, M.Kasim, Hamid.
http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/v.htmlPhoto: Andi Pangerang Petta Rani, Andi Depu Maraddia Arajang Balanipa, dan Andi Tenripadang Opu Datu (Isteri Andi Djemma Datu Luwu) menerima penghargaan Warga Kota Terhormat Kotamadya Ujung Pandang, di Kantor Balai Kota Ujung Pandang, tanggal 29 Maret 1974.
http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/v.htmlPhoto: Andi Pangerang Petta Rani, Andi Depu Maraddia Arajang Balanipa, dan Andi Tenripadang Opu Datu (Isteri Andi Djemma Datu Luwu).Andi Pangerang Petta Rani menjabat Gubernur Militer Sulawesi tahun  1956-1960, lahir di Mangasa, Gowa, 14 April 1903, wafat 12 Agustus 1975 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Panaikang, Makassar.Photo: Rumah Andi Pangerang Petta Rani (Gubernur Militer Propinsi Sulawesi, 1956-1960),terletak di Jongaya, Makassar, Indonesia. Rumah ini dibangun tahun 1930 dan dibeli oleh Andi Pangerang Petta Rani tahun 1934 dari H.Bimbi.
http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/v.htmlPhoto: Keris panglima pasukan kerajaan Gowa.Photo: Poke (tombak) pusaka kerajaan Barombong, Gowa.
http://nurkasim49.blogspot.co.idPhoto: Poke (tombak) pusaka kerajaan Barombong, Gowa.
http://nurkasim49.blogspot.co.idPhoto: Panji kerajaan Barombong, Gowa.Photo: Apel pegawai, di depan Kantor Kecamatan Tamalate, Kabupaten Gowa, tahun 1970, sebelum wilayah Tamalate masuk Kota Ujung Pandang (Makassar)
http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/vi.htmlPhoto: Latihan Hansip (Pertahanan Sipil) di Sungguminasa, Gowa.Photo: Terminal angkutan, Kota Ujung Pandang (Makassar), tahun 1972.
http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/vi.htmlPhoto: Serah terima jabatan Walikota Makassar dari Aroeppala ke M.Dg.Patompo tanggal 8 Mei 1965 di Balai Kota Makassar, Jalan Balaikota No.8 Makassar.
http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/vi.htmlPhoto: H.M.Daeng Patompo (Walikotamadya Ujung Pandang 8- 5-1965 sd. 4-7-1978)Photo: Rapat perluasan Kota Ujung Pandang Bupati Maros, Bupati Pangkep, Walikota Makassar, Bupati Gowa, dan Bupati Takalar, bertempat di Kantor Walikota Makassar.
http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/vi.htmlPhoto: Rapat perluasan Kota Ujung PandangBupati Maros, Bupati Pangkep, Walikota MakassarBupati Gowa, dan Bupati Takalarbertempat di Kantor Walikota Makassar.
http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/vi.htmlPhoto: Peta Kota Makassar sebelum perluasan tahun 1971, luas 21 km2.1. Kec.Makassar; 2. Kec.Bontoala; 3. Kec.Ujung Pandang; 4. Kec.Ujung Tanah; 5. Kec.Wajo; 6. Kec.Mariso; 7. Kec.Mamajang; 8. Kec.Tallo.
http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/vi.htmlPhoto: Peta Kota Makassar setelah perluasan tahun 1971, luas 175,77 km2.
http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/vi.htmlPhoto: Lambang Kota Makassar 1932-1953, ditetapkan dalam Verordening totvaststelling van het wapen der Gemeente Macassarvan 30 Juni 1931 afgekondigd in het E.B ddo,10 Februari 1932 Nomor 7 (Javasche Courant Nomor 11).
http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/iii.htmlPhoto: Lambang Kota Makassar
Peraturan Daerah Kota Makassar No. 45/D.P.R.D. tanggal 21 Desember 1953
https://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/vi.htmlPhoto: Lambang Kota
Kotamadya Ujung Pandang 1972-1999.
Lambang Kota Makassar sebelumnya, teks KOTAMADYA U.PANDANG dalam lambang tertulis KOTAPRADJA MAKASSAR tanpa pita dan teks dibawah lambang.
http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/vi.htmlPhoto: Apel penyerahan Piagam Parasamya Purnakarya Nugrahaoleh Menteri Perindustrian RI, M.Yusuf di Stadion Mattoanging, tanggal 2 September 1974.http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/vi.htmlPhoto: Apel korps pegawai Kotamadya Ujung Pandang dengan Komandan Upacara H.B.Muh.Kasim (Kepala Wilayah Kecamatan Tamalate).di Lapangan Karebosi, Ujung Pandang, (gambar : barisan Kepala Dinas,Unit/Bagian, dan Kepala Wilayah Kecamatan).Photo: Penyerahan Mobil Pemilu 1977 kepadaKepala Wilayah Kecamatan Kotamadya Dati II Ujung Pandang olehSekretaris Kotamadya Dati II Ujung Pandang Drs.H.Moehammad Said.
http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/vi.htmlPhoto: Panglima Kodam XIV Hasanuddin dan Kepala Wilayah Kecamatan Tamalate Kotamadya Dati II Ujung Pandang, H.B.Muh.Kasim, mengunjungi lokasi banjir di Tanggul Patompo, Tamalate, MakassarPhoto: Para Kepala Kecamatan Wilayah dan staf Sub Direktorat Pemerintahan Kotamadya Dati II Ujung Pandang.Photo: Para Kepala Kecamatan Wilayah dan staf Sub Direktorat Pemerintahan Kotamadya Dati II Ujung Pandang.Photo: Kepala Sub Direktorat Pemerintahan Kotamadya Dati II Ujung Pandang, Nursina Sipato,SHpada acara kepramukaan di Lingkungan Parang Tambung, Tamalate.Photo: Abustam, Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Ujung Pandang (4-7-1978 sd. 4 -7-1983).Photo: Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Propinsi Sulawesi Selatan Andi Oddang meninjau pemukiman penduduk di Lingkungan Cambaya, Kecamatan Ujung Tanah didampingi Walikotamadya KDH Tingkat II Ujung Pandang Abustam dan Camat Ujung Tanah H.B.Muh.Kasim, setelah peresmian KIP Urban III Tahap Pertama tanggal 1 Oktober 1980.Photo: Drs. Baharuddin Tjenreng (tengah), Sekretaris Kotamadya Kepala Daerah Tingkat II Ujung Pandang, periode 1978-1983.Photo: Monumen Mandala, Makasar, yang diresmikan oleh Presiden Soeharto tanggal 19 Desember 1995. Tanggal ini dipilih sesuai peristiwa yang terjadi pada tanggal 19 Desember 1948 atas penyerangan Tentara Belanda ke Ibukota RI Yogyakarta, dan tanggal 19 Desember 1961 dicetuskannya Trikora (Tri Komando Rakyat) di YogyakartaPhoto: JANCY RAIB
Walikotamadya Ujung Pandang (8- 8-1983 sd.  8- 8-1988) pada acara penutupan kursus Bendaharawan Rutin/ProyokPhoto: SUWAHYO.
Walikotamadya Ujung Pandang (8-8-1988 sd,.15-11-1993)Photo: Pada hari Jumat tanggal 9 Juni 1995 Piala Adipura yang pertama, diarak menuju Kantor Walikota Ujung Pandang oleh barisan pakaian adat Sulawesi Selatan.Photo: Piala Adhipura yang diperoleh Kota Ujung Pandang,sebagai kota terbersih di Indonesia tahun 1996 (yang kedua kalinya). Penerimaan Piala Adipura ini diterima dari Gubernur KDH Tingkat I Sulawesi Selatan pada hari Senin tanggal 17 Juni 1996 jam 10.00 dan diterima langsung oleh H.A.Malik B.Masry di Gubernuran Sulawesi Selatan.http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/vi.htmlPhoto: Photo: Photo: Photo: Photo: Photo: Photo: Makam Raja Gowa ke 11, I-Tajibarani Daeng Marompa Karaeng Data (1565).Lokasi : Katangka, Sungguminasa, Gowa, Indonesia.http://nurkasim49.blogspot.com/2011/12/sejarah-dan-perkembangan-pemerintahan.html