Post has attachment

"Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahannam, dan sesungguhnya kamu akan melihatnya dengan 'ainul yaqin, kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu)."
(Q.S. Al-Takaatsur: 1-8)

ووصيناالانسان بوالديه حملته امه وهنا على وهن وفصله في عامين ان اشكرلي ولوالديك الي المصير

"Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu." (Q.S. Luqman: 14)

Kata "al-wahn" diartikan sebagai kelelahan atau kelemahan fisik dan mental. Kelemahan itu disebabkan antara lain, karena setiap hari janin bertambah besar dan berat. Selama masa kehamilan dan persalinan bermacam-macam kepayahan atau kerepotan yang dialami oleh ibu. Manusia wajib menghormati ibunya karena telah melewati proses mengandung, melahirkan, menyusui (selama 2 tahun) serta merawat anaknya. Kesemuanya itu merupakan rangkaian pengorbanan yang sulit dilukiskan kepada siapapun yang tidak mengalaminya. Oleh karena itu sangat wajar dan logis jika Allah memerintahkan tuk berbakti kepada kedua orang tuanya terlebih ibu, bahkan lebih dahsyat lagi Allah menetapkan bahwa keridhoan-Nya bergantung kepada ridho orang tua, dengan catatan orang tua tidak menyuruh anaknya untuk menyekutukan Allah dengan selain-Nya, sehingga walaupun orang tua itu kafir(non Muslim) sang anak yang beragama Islam wajib berbakti&menyayanginya.

Dalam surat al-Isra: 23-24, dapat diambil hikmah (pelajaran) yang amat berharga bagi umat manusia. Dalam ayat tersebut disebutkan 5 hal yang menjadi hak orang tua (apalagi yang telah mencapai usia lanjut) dari anak, yaitu:
1. Orang tua tidak mendapatkan "التعفيف" (at-ta'fif) dari anaknya, yakni kata-kata atau ungkapan yang menunjukkan kebosanan, kekesalan, dan ketidak sukaan, seperti atau semakna dengan ungkapan "uff" (ah!) Apalagi yang lebih kasar dari itu.
2. Tidak mendapatkan teriakan, bentakan, atau hardikan dari anaknya apalagi sampai mencaci makinya.
3. Sang anak harus selalu berkomunikasi (berbicara kepada kedua orang tuanya) dengan kata-kata yang manis, lembut, santun, enak didengar sesuai dengan adat kesopanan.
4. Mendapatkan penghormatan dan kasih sayang dalam suasana kerendahan hati dari anak.
5. Didoakan agar senantiasa memperoleh rahmat dari Allah SWT. atas jerih payahnya merawat dan membesarkan anaknya.

Keharusan seorang anak berbuat baik kepada kedua orang tuanya terutama karena merekalah yang menjadi penyebab lahir (media) dari keberadaan dan kehidupan seorang manusia di dunia.

Mari kita berbakti kepada kedua orang tua kita, baik mereka masih hidup maupun sudah meninggal. Jika mereka masih hidup, layanilah mereka sebaik-baiknya, patuhi perintahnya, buatlah mereka tersenyum bangga memiliki anak yang sholeh/sholehah. Namun, apabila mereka sudah meninggal dunia, doakanlah mereka agar Allah merahmati mereka di alam barzakh, mohonkanlah ampun, dan harapkanlah surga bagi mereka.

Semoga tulisan yang singkat ini bermanfaat untuk kita.
#Berbaktilah
#BN

Post has attachment
Islam adalah satu-satunya jalan (cara) agar manusia dapat hidup selamat (bahagia) di dunia dan di akhirat
Wait while more posts are being loaded