QS Al-Baqarah, 2: 26

Diriwayatkan oleh At Tabari, Allah menurunkan ayat ini sebagai bantahan atas anggapan dan perkataan segolongan orang kafir yang ingkar terhadap Al Qur'an yang mengatakan, "Allah malu menjadikan permisalan dengan dengan sesuatu yang kecil dan remeh, sekecil lalat, semut, dan makhluk kecil lainnya." Sesungguhnya, hal itu tidak pantas untuk mereka ucapkan. (Lubabun Nuqul: 8)

QS Al-Baqarah, 2: 76

Diriwayatkan oleh As Sudi bahwa ayat ini turun berkenaan denhan segolongan Yahudi yang beriman kemudian mereka nifak. Ketika masih beriman, mereka sering mendatangi orang-orang mukmin Arab dan menceritakan kebenaran Muhammad saw. dalam Taurat. Kemudian, mereka saling menyalahkan. (Lubabun Nuqul: 10)

QS Al-Baqarah, 2: 79

Ibnu 'Abbas mengatakan bahwa ayat ini turun berkaitan dengan Ahli Kitab, tepatnya para pendeta Yahudi yang mendapati dalam kitab Taurat mereka bahwa sifat-sifat nabi matanya bercelak, berambut keriting dan berwajah tampan, sifat-sifat ini sesuai dengan fisik Rasulullah saw., tapi mereka mengubahnya dengan mengatakan bahwa dalam Taurat mereka hanya tertulis orang yang berperawakan tinggi dan rambut lebih kesukuan. (Lubabun Nuqul: 10)

QS Al-Baqarah, 2: 62

Menurut Al Wahidi dari Mujahid, ayat ini berkaitan dengan Salmab Al Farisi ketika dia bertanya kepada Rasulullah tentang nasib sahabat-sahabatnya yang lebih dulu meninggal sebelum Islam. Lalu, Rasulullah bersabda bahwa mereka akan dimasukkan ke neraka. Maka dari itu, Salman berputus asa, "Sungguh, Bumi telah Kiamat." Kemudian, turunlah ayat ini sehingga Salman bersenang hati, "Seakan anugerah besar dilimpahkan kepadaku." (Lubabun Nuqul: 9)

QS Al-Baqarah, 2: 44

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa ayat ini turun berkenaan dengan segolongan Yahudi di Madinah. Di antara mereka ada yang berkata kepada menantu, kerabat, dan saudara-saudaranya agar mereka tetap dalam agama Muhammad dan menaatinya. Mereka menyuruh orang lain, tetapi diri mereka tidak melakukannya, (Lubabun Nuqul: 9)

QS Al-Baqarah, 2: 19

Dari Abdullah Ibnu Abbas dan Abdullah Ibnu Mas'ud. "Ada segolongan kamu munafik yang masuk islam setelah hijrahnya Rasulullah. Mereka seperti orang yang terjebak dalam kegelapan berusaha mencari cahaya dengan menyalakan api. Namun, setiap kali menyalakannya api itu padam. Perumpamaan mereka seperti orang yang ditimpa hujan lebat yang disertai kilat, petir, dan guruh. Orang itu selaras dengan tabiat mereka, yaitu mereka syirik lalu beriman, kemudian kembali sesat dan kafir. Mereka samar antara halal dan haram, baik dan buruk. Perumpamaan ini menggambarkan bahwa mereka adalah orang yang akan terungkap perbuatan nifaknya. (Lubabun Nuqul: 8)

QS Al-Baqarah, 2: 6-7

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir bahwa ayat 6 dan 7 ini turun sehubungan dengan kaum Yahudi Madinah yang diberi peringatan oleh Allah, tetapi mereka tetap ingkar. Allah mengunci mati hati dan pendengaran mereka. Bagi mereka siksa yang pedih. Kedua ayat ini bercerita tentang perang Ahzab. (Lubabun Nuqul: 7)
Wait while more posts are being loaded