Post is pinned.Post has shared content
To all forces...
.
Untuk semua Pasukan Muslim Cyber Army (MCA)
.
Terlihat sejak bulan September 2017, JASMEV (Jokowi Ahok Social Media Volunteer) yang sudah kita tumbangkan lewat Aksi Bela Islam, kini mengubah strategi untuk melawan kita. :/
.
Mereka berpura-pura untuk menjadi MCA, lalu memposting fitnah tentang Rezim Jokowi. Supaya kita ikut terpancing membagikan postingan mereka.
Tujuannya untuk merusak citra Muslim Cyber Army, supaya MCA dibenci oleh masyarakat dan ditindak secara hukum. :/
.
Jadi, untuk menyikapi itu. Ada beberapa hal yg mesti kita perhatikan:
-Jangan sembarangan membagikan postingan orang lain.
-Periksa terus profil akun yang membuat postingan itu. :/
.
Silahkan copas postingan saya ini, lalu posting di beranda mu. Supaya tidak ada lagi yang terjerat strategi mereka. :/
.
.
Aksi Bela Islam!
Aksi Bela Islam!
Aksi Bela Islam!
Allah Allahu Akbar...
Photo

Post has shared content
Kekejaman Syiah di Syiria terhadap Ahlussunnah Waljamaah ..
Mencabut Jenggot ..
Hayoooo Siapa yg lagi Benci jenggot ?????

Post has attachment

Post has shared content
Faizal Assegaf: Jokowi Panik jika Titiek Soeharto Ganti Setnov.

GARDA KEADILAN Sabtu, November 18, 2017

Menuver KPK yang super agresif menyeret Ketum Golkar, Setya Novanto, ke penjara, suka atau tidak, terkait dinamika dan peta pertarungan politik jelang Pilpres 2019.

Terlebih kasus Setnov muncul pasca-kekalahan narapidana penista Alquran alias Ahok pada Pilgub DKI Jakarta yang berakibat makin merosotnya elektabilitas Jokowi.

Menurut Ketua Progres 98, Faizal Assegaf, andai Ahok menang di Pilgub DKI, mustahil Istana akan membiarkan Setnov dan Golkar diobok-obok KPK. “Setnov akan diperlakukan istimewa seperti Ketum PDIP Megawati yang diduga terlibat skandal BLBI dan Ketum NasDem Surya Paloh yang disinyalir terkait kasus pemberian kredit Bank Mandiri Rp.160 miliar,” jelasnya lewat keterangan tertulis, Sabtu (17/11/2017).

Kenyataan itu, lanjut Faizal, makin mempertegas bahwa Jokowi bertindak diskriminasi terhadap Parpol koalisi atas dasar kalkulasi dan parameter politik untung-rugi. Di mana kasus-kasus korupsi dijadikan sebagai bargaining politik.

Wajar bila publik menuding Jokowi telah menjadikan hukum sebagai intrumen kekuasaan untuk menyingkirkan kawan maupun lawan politiknya demi memuluskan ambisinya di Pilpres 2019,” imbuh Faizal yang juga inisiator Presidium Alumni 212.

Bisa jadi, kata Faizal, bila arus desakan publik menuntut KPK menyeret Megawati, Luhut Binsar Panjaitan dan Surya Paloh dalam dugaan kasus KKN, maka Jokowi akan tampil merestui. “Namun sejauh ini pukulan balik tersebut belum dilakoni Golkar maupun kekuatan oposisi.

Ihwal kasus Setnov sebenarnya menyimpan energi politik destruktif terhadap kekuasaan Jokowi. Langkah politik Jokowi melalui KPK akan menjadi kontradiktif bila desakan Munaslub partai berlogo pohon beringin itu menghadirkan Titiek Soeharto sebagai Ketum Golkar.

Tentu Jokowi dan mitra koalisinya akan panik. Sebab sudah terbaca, restu Istana kepada KPK mentersangkakan Setnov secara otomatis menargetkan pergantian Ketum Golkar maupun Ketua DPR,” papar Faizal.

Merujuk pada opini yang berkembang, Jokowi telah merestui dua nama pengganti Setnov, yakni Luhut Binsar Panjaitan dan Airlangga Hartarto. Kedua politisi Golkar tersebut selain berada dalam kabinet, juga memiliki hubungan yang kuat dengan jaringan konglomerat taipan.

Sementara di internal Golkar, mayoritas kader dan elitnya mulai kian bergerak mengusung Titiek Soeharto. Titiek merupakan representasi dari aspirasi arus bawah dan sekaligus kekuatan Candana yang diyakini dapat mengembalikan citra Golkar yang kian terpuruk

Bila kader Golkar solid mendukung Titiek Soeharto di Munaslub, maka Golkar dapat diselamatkan dari upaya intervensi Istana. Tentu ihwal itu jelas menjadi pukulan telak kepada rezim Jokowi,” tambah Faizal.

Selain itu, kehadiran Titiek sebagai perempuan pertama memimpin Golkar sangat menyegarkan. Akan menjadi magnet politik yang luar biasa. Terlebih Titiek Soeharto dan kekuatan pendukungnya menarik Golkar dari koalisi rezim Jokowi.

Intinya, memastikan Golkar kembali bergabung dengan Gerindra, PKS termasuk kini PAN yang mulai pelan-pelan mengambil jarak dengan Jokowi. Penyatuan kekuatan ketiga partai tersebut juga dapat menarik partai lainnya dan melebur dengan berbagai elemen rakyat yang beropisisi dengan rezim Jokowi.

Hasilnya, Jokowi dengan segala skanario politik liciknya akan terkunci. “Ambisinya untuk melanjutkan kekuasaan di Pilpres 2019 rontok di tengah jalan. Bola panas itu sangat dinantikan oleh rakyat!” tuntas Faizal Assegaf.

Sumber: Fajar
Photo

Post has attachment
Photo

Post has shared content

Ancaman bagi negara yang sesungguhnya adalah Jokowi

Perlahan tapi pasti negara ini akan tergadai

#Save_Indonesia
#Lengserkan_Jokowi

Photo

Post has attachment
Detik2 kecelakaan setov nabrak tiang listrik...

Post has attachment
Photo

Post has shared content
Penjelasan perang dunia ke 3 subtitel indonesia oleh Syaikh Anwar Al Awlaki

Al Madi Media
Syaikh Anwar Al Awlaki Indonesia

Post has attachment
Ini ada tulisan dari fb Tengku Zulkifli Usman..
Analisa yang cerdas menurut saya.. Skrg semua mata tertuju pada SN..
Drama KPK versus pak Nov justru menunjukkan wajah asli rezim
KPK yang rusak parah, tapi cari kambing hitam buat dijadikan korban
KPK sangat bobrok, tapi kita seolah sepakat bahwa pak Nov yang salah
Dalam konstitusi kita, DPR tidak punya hak mengelola anggaran, dia hanya mensetting anggaran
Sedangkan hak pengguna anggaran adanya ditangan Jokowi, kita lupa itu
Ditangan Jokowi lah Ratusan triliun uang negara gak jelas, coba tanya BPK siapa yang bikin keuangan negara kacau
Jangan tanya KPK, karena KPK adalah alat pencitraan rezim untuk menutupi kegagalannya urus negara
Festivalisasi kasus pak nov ini adalah sikap cuci tangan rezim jokowi yang sedang sekarat
Sampai sampai semua rakyat dipalak agar kas negara sehat, memang beginilah ciri ciri rezim malas dan dungu
Tapi untk menutupi wajah nya, mereka bikin drama seolah rezim ini sehat, eksekutif sehat, yang bikin negara hancur bukan jokowi tapi DPR, begitu arah nya
Rezim semakin panik, saat penerimaan pajak tidak mencapai target, minus 400an Triliun
Padahal waktu yang tersedia adalah hanya dua bulan, bukan cari solusi tapi malah bikin drama jemput pak nov tengah malam
Rezim ini sedang frustasi, terakhir pinjam dana ke jepang lagi, karena negara terancam shut down
Mereka sok sok an mau ngejar pelaku korupsi e ktp bernilai 2Triliunan itu
Tapi korupsi pelindo II yang menurut BPK negara rugi 4Triliunan gak ada kabarnya
Apakah karena kasus korupsi pelindo II melibatkan orangnya JK jadi tetap aman?
Terus kasus kasus seperti sumber waras pada kemana? Ditelan segitiga bermuda? KPK kalian sedang ngapain?
Saya gak maksud bela pak Nov dalam e ktp, tapi beginikah cara kita memberantas korupsi? Merusak semua sistem hukum kita yang mahal demi pencitraan 2019?
Bukankah dalam kasus e ktp, selain pak nov, nama gub jateng dan gub sulut dari PDIP juga disebut? Pada kemana mereka?
Bukankah nama ketua KPK saat ini juga disebut juga terlibat? Mana penyelidikan dan penyidikannya? Dimulai saja gak
Lama lama kita lupa esensi utama drama ini, kita digiring oleh media partisan yang nonstop live membius kita semua
Agar kita sepakat dalam ketidakwarasan ini, lalu kita lupa biang kerok bencana ini yaitu akibat rezim dungu yang tak bertuhan dan tak punya rasa malu
Photo
Wait while more posts are being loaded