Post is pinned.
CORENG HITAM WAJAH PERADILAN

Oleh : Risaldus Barut


Dalam opersasi Tangkap Tangan (OTT) yang di lakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) dalam tiga bulan terakhir ini berhasil menangkap Panitera pengadilan Negri Jakarta Pusat, PN Jakarta Utara dan PN Bandung.
Tertangkapnya tiha Panitera dalam waktu tiga bulan tetakhir ini sangat mencoreng wajah Peradilan Indonesia. Seringnya oknum yang bekerja di lembaga Pengadilan terjerat kasus suap membuat Wakil Presiden Jusuf Kala angkat bicara dan mengatakan " Peradilan perlu di evaluasi secara menyeluruh "
Dia menambahkan bahwa kasus suap bisa terjadi pada siapa saja yang bekerja di lembaga Pengadilan. Karena itu peradilan perlu bahkan harus di evaluasi.
Kasus tersebut di atas telah menunjukan kepada kita (warga Negara Indonesia) bahwa hukum di Indonesia bisa di perjual_ belikan, dan kalau begini sudah modelnya maka rakyat kecil akan sangat sulit mendapatkan keadilan karena faktor ekonomi.

jika pelaksanaan peradilan masih tetap seperti ini : "Hakim memutuskan perkara berdasarkan banyak sedikitnya Uang" tentu ini sangat melenceng dari tugas dan pranan hakim sebagai penegak keadilan dan penegak hukum.
Tidak dapat di sangsikan lagi bahwa tugas pokok hakim adalah mengadili menurut hukum setiap perkara yang di ajukan kepadanya dengan seadil adilnya, dengan tidak membeda bedakan orang berdasarkqn suku, Agama,Ras dan golongan, jabatan dan kekayaan (vide pasal 5 ayat (1) UU NO 4 THN 2004 ), Hal ini di dukung oleh pasal 4 ayat (1) yang menegaskan bahwa " Peradilan di lakukan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa" . Dari penjelasan pasal di atas dapat kita simpulkan bahwa kasus suap yang terjadi dalam lembaga pengadilan tentu sudah melenceng dan menyimpang dari tugas dan pranannya dan tentu hal ini sangqt mencoreng wajah peradilan.


Jadilah orang yang taat pada hukum
Wait while more posts are being loaded