Post has attachment
Tahukah kalian kenapa kereta Odong-odong ini parkir di Masjid Cheng Hoo Sempusari-Jember !!!!
Photo

Masjid Nurul Huda Gudang Karang-Rambigundam Kecamatan Rambipuji Jember- sekitar Bulan Agustus 2016 lalu antara Takmir dan Warga Masyarakat telah bulatkan tekad TOLAK aliran Wahabi-Yahudi/ Wahabi dan kini bergantoi Kedok dengan nama Salaf-2an yang selama ini berupaya adakan kegiatan di Masjid Nurul Hudha.
Sikap ini karena selama ini ikut prihatin adanya Missionaris-missionaris Wahabi Yahudi di pelbagai Kota termasuk di Aceh, Samarinda, Pasuruan, Madura, Malang dsb yang berceramah bahwa Allah itu punya Kaki, apalagi juga disertai upaya-upaya menebar kebencian dan mengadu-domba umat Islam. Keprihatinan tersebut antara lain disampaikan Ahmad dan Basuki warga Kaliputih Rambipuji yang selama ini pernah ikuti ceramah para Ustad/Missionaris Wahyudi tersebut, yang berupaya artikan Al-Qur`an secara Otodikdak sehingga membingungkan warga, apalagi aliran Wahabi yangkini berganti Kedok dengan nama Salaf2-an ini dan juga nama-nama lain, sebenarnya tergolong aliran GAYA BARU (Abad 17)- sehingga hanya akui beberapa ulama` pendahulunya hanya itu-itu saja.
Hasil investigasi komunitas Aswaja Al Barokah Jember selama ini juga mencatat Penolakan Wahabi di Jember juga terjadiDi Mushoola AT_Taubah Perum Kramat 2 Kelurahan Kranjingan- Kecamatan Sumbersari Jember, Masjid Perum Tegal Besar Permai I Kecamatan Kaliwates dan salah satu Masjid di Belakang SMPN Jenggawah.
Dengan demikian kalangan Asdi Jember juga miliki fisi penolakan yang sama dengan Aswaja di Kota-kota lain di Indonesia(Al-Bharokah 2016)
Wait while more posts are being loaded