Post has attachment
Nampaknya segala sesuatu di barak pasukan khusus padepokan ini memang sudah selesai ngger ” berkata Ki Waskita kemudian,” apakah kesatuan-kesatuan yang direncanakan sudah mulai bergabung di barak?”

“Ki Lurah Kertawirya dan Ki Lurah Sanggabaya sudah mulai berada di dalam barak ketika pengembangan pasukan khusus sudah dimulai. Termasuk juga Ki Lurah Partajaya yang membawa para petugas untuk membangun juga sudah menempatkan beberapa kelompok dari pasukannya untuk bergabung dengan pasukan yang lain di barak,” kata Agung Sedayu lalu,” dengan bantuan para pemimpin prajurit yang sudah berada di dalam barak maka latihan-latihan untuk menyusun tataran bagi para prajurit juga sudah mulai dapat dilaksanakan.”

“Oh,” Ki Gede Menoreh mendesah kagum dengan kecepatan Ki Rangga Agung Sedayu dalam mengembangkan kemampuan pasukan khusus Mataram yang berkedudukan di Tanah Perdikan Menoreh. Kemudian,” angger Agung Sedayu, apakah ada kemungkinan peningkatan kegiatan di barak itu karena keadaan yang berkembang di Panaraga?”

Ki Rangga Agung Sedayu menarik nafas dalam-dalam. Ia memang dapat membayangkan, jika pada akhirnya Mataram harus mengirimkan pasukan segelar sepapan untuk memadamkan gejolak yang terjadi di Panaraga.

“Ki Gede,“ berkata Ki Rangga,“yang kita harapkan, adalah sebuah penyelesaian dengan menghindari benturan kekerasan. Aku sendiri berharap bahwa perang tidak akan pernah terjadi dalam gejolak yang terjadi di Panaraga. Akan tetapi segala sesuatunya terserah Panembahan Hanyakrawati.”

KI Gede Menoreh mendengarkan penuh seksama dengan sesekali mengangguk dalam-dalam. Begitu pula Ki Wakita yang seakan-akan melihat isyarat yang biasanya terlihat oleh mata batinnya. Kemudian Ki Rangga melanjutkan,“ nah, untuk itulah aku mengharapkan kedatangan Glagah Putih dan Rara Wulan yang sedang berhubungan terus menerus dengan Ki Patih Mandaraka. Aku berharap ia akan banyak mendapat keterangan tentang perkembangan keadaan di Panaraga meskipun terus terang, bahwa jalur kekuasaan keprajuritan belum begitu jelas sejak Pangeran Jayaraga berada di Panaraga. Namun demikian masih tetap ada kemungkinan yang tersembunyi dari pengamatan petugas sandi, terutama Glagah Putih dan Rara Wulan. Seperti halnya jalur kekuasaan di Pajang yang telah dibayangi oleh Kakang Panji.”

Post has attachment
Sejenak kemudian mereka menyadari bahwa perempuan yang mereka kenal dengan nama Ranti sebenarnyalah bukan sekedar seorang perempuan yang lemah.

Orang bertubuh tinggi besar itu kemudian meloncat surut dan menebar pandangan ke sekelilingnya. Ketiga orang lainnya pun serentak mengikuti kawannya. Kemudian mereka membentuk garis setengah lingkaran berhadapan dengan Rara Wulan. Agaknya mereka tidak mengetahui bahwa ada seseorang yang melakukan pengamatan dengan tajam di belakang mereka. Glagah Putih yang berada di belakang mereka itu lantas mengurungkan niatnya untuk menampakkan diri dan membantu Rara Wulan.

Lalu berkatalah orang yang rambutnya ubanan kepada orang-orang yang kembali ke halaman depan,” hei kalian orang yang merasa lebih suci dari kami, apakah kalian telah menyadari bahwa memang sudah sepantasnyalah perempuan ini dapat dibungkam selamanya? Apakah kalian telah menyadari bahwa kehadiran perempuan ini sebenarnyalah telah merusak tatanan serta bebrayan yang sudah kita lakukan selama ini?”

Tidak ada seorang pun yang menyahut ucapan orang ubanan itu. Sebenarnyalah mereka kembali ke halaman depan karena tertarik pada perkembangan yang terjadi. Mereka mengira perempuan itu akan menjerit ketakutan dan suara Nyi Kanthil akan semakin terdengar menyayat hati.

“Ingatlah tujuan dan maksud kalian sejak berada di rumah ini. Kalian dengan sadar telah menjadikan Pangeran Ranapati sebagai junjungan, lebih dari seorang Panembahan Hanyakrawati maupun Pangeran Jayaraga. Kalian meyakini Pangeran Ranapati lebih berhak atas tahta Mataram karena itulah kita sekarang berada di rumah ini untuk satu tujuan,” kata orang yang rambutnya ubanan kemudian,” lalu apakah kalian akan meninggalkan rumah ini begitu saja? Bukankah kalian telah mendengar janji Pangeran Ranapati jika kelak nantinya kalian akan meraih kamukten?”
Wait while more posts are being loaded