Post has attachment
Aku lupa menghitung.Sudah beberapa kali Rindu menggangu ketenangan ku dan ketenangan mu.

Sudah berbagai cara ku damaikan ia dengan waktu. Tapi tetap saja ia enggan menyatu.

Kapadamu tuan, rinduku terus bejatuhan, mata mu yang teduh senyum mu yang surgawi

tak pernah ku ingkari. Semoga disana kau tetap menjaga hati.Seperti ak disini yang begitu menjaga mu dengan sangat hati-hati.

Sebentar, boleh aku sedikit mengeluh kepada mu? andai saja saat ini juga kau bisa temani aku, duduk disampingku lalu mendegarkan celoteh ku, aku ingin bercerita banyak hal kepadamu, tapi jarak masih menjadi sesuatu yang belum sanggup kita taklukkan, maafkan aku yang sering kali mengutuk jarak di antara kita. Tapi tenang saja untuk mu aku slalu setia.

Kau pasti tau, Rindu ku atas mu tak pernah pilu,tapi rindu ini slalu menggangu ku maafkan aku yang telah gagal merawat rindu ini. padahal aku tau di waktu sibuk mu kau memikirkan ku segala hal demi kebaikan kau.

Termasuk urusan rindu dan dimanapun saat ini keberadaan mu berjanjilah untuk selalu menjaga diri. Hati dengan hati-hati tidaklah perlu berjanji kepada ku anggaplah itu janji kepada diri mu sendiri.

Semoga sibuk mu dan sibuk ku hari ini dihitung oleh Tuhan sebagai sibuk yang memperjuangkan masa depan.

Kiranya kau lelah percayalah! Tidak sekalipun Tuhan menginginkan kita untuk menyerah.
Photo

Post has attachment
Hari ini aku masih merindukan mu

masih berharap esok atau lusa

bisa bertemu.

Jangankan untuk menepis bayanganmu,untuk sekedar menghilangkan

pemikiran tentang mu saja aku tak bisa.

terlalu sulit bahkan terlalu naif jika aku harus

berbohong aku memang rindu.

Kau yang hanya menjadi ilusi

di setiap hari.membumbung pada

langit-langit mimpi

Menghias sunyi,melontarkan asa

yang hampir mati.

Hari ini aku merindukan mu

entah esok apa masih begitu?

Sebab yang namanya rindu

menguras waktu,juga pemikiran-pemikiran

tentang indahnya jika suatu

saat bisa bersua dengan mu.

AH aku hampir saja

lelah.jika saja aku tak benar-benar

ingin mempertahankan mungkin

rasa ini sudah berhenti di tengah jalan

dan kisah-kisah yang kita

torehkan akan usai tanpa kelanjutan

Post has attachment
Hari ini aku masih merindukan mu

masih berharap esok atau lusa

bisa bertemu.

Jangankan untuk menepis bayanganmu,untuk sekedar menghilangkan

pemikiran tentang mu saja aku tak bisa.

terlalu sulit bahkan terlalu naif jika aku harus

berbohong aku memang rindu.

Kau yang hanya menjadi ilusi

di setiap hari.membumbung pada

langit-langit mimpi

Menghias sunyi,melontarkan asa

yang hampir mati.

Hari ini aku merindukan mu

entah esok apa masih begitu?

Sebab yang namanya rindu

menguras waktu,juga pemikiran-pemikiran

tentang indahnya jika suatu

saat bisa bersua dengan mu.

AH aku hampir saja

lelah.jika saja aku tak benar-benar

ingin mempertahankan mungkin

rasa ini sudah berhenti di tengah jalan

dan kisah-kisah yang kita

torehkan akan usai tanpa kelanjutan

Post has attachment
Senja, tanpa jingga yang menggelora.

aku dan kau, duduk diantara sunyinya mimpi.

mencoba merangkai angan, kembali bertukar fikiran agar mimpi tak sampai henti

inginnya sih aku selalu dengan mu

menikmati setiap detik waktu dengan cerita dan juga tawa.

Tapi sang waktu, ia enggan menyatu

bagaimanapun ada jarak yang memang harus berpadu.

Kau dengan harapan mu, Pun aku dengan hati yang kurang yakin akan mampu menggenggam mimpi.

kau pernah bilang. "Lanjutkan saja pendidikan mu. jadi dosen atau jadi guru.

Biar aku yang kerja"

Macam sudah tau masa depan saja. Aku hanya tersenyum menanggapi ucapan mu. Untuk pertama kalinya aku tersentuh. Sungguh kau adalah harapan ku

Bisa bersanding dengan mu adalah cita-cita ku.

penulis diary
penulis diary
penuliscurahanhati.blogspot.com

Mba...ko dsini blm memposting novel Bintang ya.??

Post has attachment
novel terbaru penulis best seller kita!!!!
Photo

Mau dibiarkan bagaimana, anugrah yang harusnya ak rasakan tak pernah ak dapatkan dengan semestinya, banyak orang yang bilang. Semua hub itu harus ada pengorbanan dan saling mempertahankan, namun semua ini berbeda denganku. Pengorbanan yang ak berikan tak pernah berbuah manis, ikhlas memang tak harus diucapkan tapi sudah muak akan hal ini, akan pengorbanan yang tak pernah dapat disambut dengan pengorbanan juga. Untuk itu apa yang harud dipertahankan..? APA..?
Kurasa tak ada, semua memang kata hati tapi kali ini mungkin hati juga sudah cukup lelah. Hati ini tak menjerit atau protes akan keputusan yang ak ambil...
Sekarang ak ingin menuju kehidupan yang lebih baru, bersama teman teman yang bisa membuat canda tawa ini merekah kembali, mengembalikan semua fokus menuju masa depan yang cerah...
Sekarang ak sedang berusaha mengejar tiket emas itu, terbang ke JEPANG dan menemukan senyum kebanggaan bapak...
Ya Allah bantu ak menutup hati ini dan menguburnya serta menggantinya dengan senyum kebersamaan dan keberhasilan kami yang sedang berjuang ya Allah, mudahkanlah segala langkah kami, berikan kelancaran dalam jalan kami...
Jangan palingkan muka, hati dan fokus ini ke hal-hal yang kali ini belum terlalu penting untuk membangun kesuksesanku ini ya Allah...
Jangan biarkan semua yang sisah payah ak bangun, roboh begitu saja hanya karena nafsu yang tak pantas ku persembahkan pada orangtuaku ya Allah...
Ak percaya semua rencana indah telah Kau persiapkan selama ak berusaha dan berdoa kepadaMu...
Bismillahitawakkaltu, semoga keindahan tercipta dibalik sesuatu yang selalu ak usahakan..amiin

Selamat pagi teman semua.. Izin bergabung di grup ini ya. Oh iya, apakjah ada disini yang menyukai sastra? Silahkan singgah di blog Dyah, di : purboarum.blogspot.co.id :) Ditunggu salamnya yaa.. FB : Dyah Larasati. Dan mohon komentarnya juga atas ersensi buku Tere Liye nyaa.. :) Siip! ;)

Selalu saja ketika siluet senja datang ada setumpuk kisah yang berulang tepat ketika aku melihat foto wajahmu yang natural dengan rambut yang terurai, mungkin kau memperlihatkan sisi lain dari dirimu memperlihatkan wajah tanpa mengenakan krudung kesukaanmu atau entahlah sebab fotomu tak berbicara padaku, mungkin ini hanya percakapan bisu buatku. Tetapi ada hal yang harus kau tahu pada sebuah kisah di balik tulisan foto yang telah kau berikan padaku sejam saat kau pergi di gerimis malam yang jatuh waktu itu. dalam gerimis yang lembut aku menuliskan "aku menyimpanmu disetiap lembar-lembar musim yang gugur pada senja yang paling sunyi". Itulah mengapa senja selalu saja diam ketika aku mulai menyelami kesuramannya.
‪#‎Semiotika_Senja‬

Post has attachment
Musim Semi Telah Tiba!
Wait while more posts are being loaded