Post has attachment
"Bangsawan dan Baju Lapis Emas"

Dikisahkan seorang bangsawan kaya dan terhormat tinggal bersama istri dan putranya yang tampan. Sang Bangsawan setiap hari sibuk bekerja, demikian juga istrinya. Ia mempunyai berbagai kegiata
n di luar rumah sehingga putra kecilnya lebih sering ditemani oleh pengasuh. Putra bangsawan itu berusia lima tahun dan sedang tumbuh dengan segenap kenalakan dan dia mulai menggambar, mencorat-coret tanah di halaman belakan atau menggoreskan kuasnya ke berbagai permukaan yang disediakan oleh si pengasuh.

Sang Bangsawan adalah pahlawan kebanggaan kota itu. Karena jasa-jasanya membesarkan kota dan negara, maka Raja menghadiahkan sehelai kain sutera berlapis emas yang indah sekali. Suatu hari, saat si pengasuh lengah menjaga si kecil, terjadilah malapetaka. Si putra bangsawan yang melihat kain sutera emas berlapis emas yang ada diatas meja, segera menjadikannya alas untuk menggambar. Akibatnya kain sutera nan indah itu pun coreng-moreng penuh tinta hasil coretannya.
Ketika bangsawan dan istrinya tiba dirumah, dengan kegembiraan khas seorang anak, tanpa merasa bersalah sedikit pun, putra bangsawan itu memamerkan hasil coretannya di atas kain sutera emas pemberian raja.
Seketika itu sang bangsawan kaget dan meledak amarahnya. Sambil berteriak diambilnya alat pemukul.

“Dasar anak nakal, yang kamu coret-coret itu adalah sutera emas penghargaan raja!!! Rusak sudah kehormatan ayah. Tanpa berpikir panjang bangsawan itu memukuli tangan anaknya.
“ampun ayah, sakit, rengek sikecil sambil menahan sakit”
Keesokan harinya, saat si kecil dimandikan terdengar lirih suara tangis kesakitan. Pukulan Ayahnya kemarin ternyata meninggalkan luka di jarinya. Selang berapa hari putranya panas tinggi. Kemudian dibawa ke dokter, ternyata di bekas luka pukulan tadi membengkak kehitaman dan terpaksa harus di amputasi.
Setelah operasi, sang putra bilang sama ayah ibunya, jangan sedih, saya minta maaf telah membuat ayah kesal, tapi tolong Yah kembalikan tangan putra supaya putra bisa menyalami ayah untuk memohon ampun. Mendengar kata si kecil, meledaklah tangis kedua orang tuanya. Mereka sadar, penyesalan sedalam apapun tidak akan pernah mengembalikan utuh tangan anak mereka.

RENUNGAN:
Kemarahan yang tidak terkendali sesungguhnya adalah emosi yang membutakan mata hati. Tidak peduli apapun akibat dan hasilnya. Emosi yang tidak terkontrol biasanya hanya akan memperpanjang masalah. Tak jarang emosi yang berlebihan justru akan menimbulkan dampak masalah yang lain.

Tanpa kendali diri, kemarahan yang meledak-ledak, kebencian yang mengakar. Kedengkian yang mengerogoti akal sehat, dan dendam yang membara, sangat berpotensi merusak diri kita sendiri. Hubungan baik dengan sekeliling kita juga terganggu.

Hubungan dalam keluarga kita juga kadang ada masalah, begitu juga kerja sama dalam tem work kita sehari-hari, kadang ada masalah yang bisa mengakibatkan benturan antara orangtua dan anak, pimpinan dan anakbuah, atau antara pimpinan dan pimpinan. Namun yang paling penting kita tidak keluar dari focus untuk mencapai tujuan.

Emosi negatif harus kita rubah menjadi positif yang menjadi kekuatan kita. Masing-masing harus mau introspeksi diri mau menyadari kelemahan masing masing dan mau memperbaiki diri.
Ini adalah salah satu pilar yang cukup kuat untuk mensolidkan team kita menjadi team yang kuat.

“Kemarahan yang tidak terkendali sesungguhnya adalah emosi yang membutakan hati. Tidak peduli apapun akibat dan resikonya, penyesalan selalu datang belakangan"
Photo

Post has attachment
"Kisah Koki Istana"

Suatu hari, Raja Wang (dari negeri Cina) berjalan masuk ke dapur. Disana dia melihat seorang koki sedang memotong sapi yang telah mati. Gerakan sang koki sangat santai dan alamiah. Begitu pisau dihujamkan
terdengar bunyi sret..sret!! Daging dan tulang sapi langsung terlepas.

Raja Wang tidak henti-hentinya memuji dan mengangguk-anggukkan kepalanya."Bagus sekali, kamu punya keahlian yang sangat tinggi" puji Raja Wang.

Koki menjawab, "ini adalah hasil pengalaman dan latihan keras selama bertahun-tahun. Pada mulanya saya melihat seekor sapi yang utuh, tidak tahu sebaiknya harus memotong darimana".

"Sekarang, saya menggunakan hati dalam menggerakkan tangan. Saya mengikuti jalur persendian dari sapi itu, karena dalam persendian sapi ada tempat kosong. Jika pisau dimasukkan kesana, maka pisau mempunyai cukup tempat untuk bergerak dan saya akan dengan mudah memotong dagingnya. Kemudian dengan gerakan ringan, daging sapi akan langsung terpotong seperti selembar karpet yang digelar di lantai. Setelah itu pisau dibersihkan dan disimpan dengan baik"

"Saya juga berusaha agar pisau saya tidak menyentuh tempat yang susah seperti otot tulang dan daging, karena selain akan menumpulkan pisau saya, hasil potongannya juga tidak akan maksimal. Meskipun demikian, setiap kali saya menemukan tempat yang susah, saya harus tetap konsentrasi, berhati-hati dan memastikan dengan tepat, baru menusukkan pisau".

"Koki yang baik menggunakan pisau untuk memotong daging sedangkan koki yang buruk menggunakan pisau untuk memotong tulang. Pisau saya sudah 19 tahun saya gunakan dan saya sudah memotong ribuan sapi dengan pisau ini dan pisau saya tetap masih tajam seperti baru diasah karena digunakan dengan tepat".

"Penjelasanmu sangat bagus, saya memperoleh logika dan pelajaran dari perkataanmu" puji Raja Wang

RENUNGAN:
cerita dalam pecakapan antara seorang Koki dan Raja tersebut, menjadi inpirasi terhadap suatu makna, bahwa pengalaman dan kerja keras selama bekerja bertahun-tahun diharapkan akan membawa makna dan pengaruh yang sangat besar terhadap seseorang sampai pada titik untuk menampilkan keahlian yang tinggi dan tertinggi serta terus menjaga konsistensi yang tinggi pula dalam menghasilkan hasil kerja yang maksimal.

Singkat kata, produktivitas dan hasil kerja maksimal, tidak akan pernah tercapai : tanpa menjiwai dengan sepenuh hati untuk melakukan pekerjaan dan profesi, tanpa melakukan sesuai aturan baku / kita biasa sebut SOP, dan tanpa pemikiran yang terus ter-segarkan oleh ide-ide dan inovasi yang berkembang, tanpa investasi dan pengorbanan untuk belajar dan mengikuti perkembangan zaman yang positif.
Sekalipun kita mendapat kesulitan dan kendala, kita terus dan terus menghadapinya dengan strategi-strategi baru untuk membuat kita berkembang dan maju serta pada akhirnya kita akan setajam pisau yang telah digunakan selama 19 tahun oleh Sang Koki Istana dan menghasilkan potongan daging yang berkualitas.
Photo

Post has attachment
"Kisah Beruang dan Ilmuwan"

Alkisah ada dua orang ahli biologi sedang berada di lapangan untuk mencari jejak beruang liar. Tiba-tiba, beruang liar itu keluar dari sarangnya dan tepat berada di depan mereka.

Mereka berdua memanjat pohon terdekat,
tetapi beruang mulai memanjat pohon itu lebih cepat dari mereka. Ahli biologi pertama mulai melepas sepatu bot kulit hikingnya dan menarik sepasang sepatu lari dari tas punggungnya. Ahli biologi kedua memberinya tatapan penuh kebingungan dan berkata, "Apa yang sedang kamu lakukan?"

Dia menjawab, "Aku akan menghitung ketika beruang itu mendekati kita, dan kita akan melompat turun dan lari."

Orang kedua mengatakan, "Apakah kau gila? Kita berdua tahu kamu tidak dapat berlari lebih cepat dari beruang liar dewasa?"

Orang pertama berkata, "Aku tidak perlu berlari lebih cepat dari beruang itu, aku hanya perlu berlari lebih cepat dari kamu!" dengan begitu beruang pasti akan mengejar kamu bukan aku.

RENUNGAN:
Dari cerita diatas kadang tanpa kita sadari kita tidak tahu apakah tindakan yang dilakukan oleh orang pertama adalah tindakan cerdik atau tindakan egois yaitu mengumpankan teman satu team demi keselamatannya sendiri.

Dalam sebuah pekerjaan seringkali kita menemukan beruang ganas yang mengobrak-abrik dan mengancam suasana nyaman yang kita alami. Kesolidan dan kekompakan team menjadi pertaruhannya.

Tindakan yang paling mudah kadang kita mengumpankan orang lain dan menyalahkan oranglain sementara dengan begitu kita punya kesempatan untuk melarikan diri sekencang-kencangnya bebas dari tanggungjawab.

Menurut kacamata kebaikan, Tindakan yang dilakukan oleh orang pertama itu adalah tindakan pengecut, mencari kambing hitam, mengorbankan orang lain dan mementingkan diri sendiri. Seharusnya sebagai team,mereka secara bersama-sama berusaha bekerja sama untuk berpikir, bertindak untuk bagaimana caranya untuk menghalau beruang.

Pekerjaan yang baik selalu tidak mudah, menghadapi masalah sebesar seperti menghadapi beruang tentulah tidak gampang, karena bisa jadi itu masalah hidup dan mati. Pertimbangannya ada dihati nurani atau kepentingan sesaat.
Namun sebagai team yang kompak dan solid, kita harus bisa bekerja sama untuk menghadapi beruang.

Beruang kita ibaratkan masalah yang sedang kita hadapi. Kita harus yakin dengan team akan bisa menghadapi dan menyelesaikannya dengan baik.
Photo

Post has attachment
"Give Me Five Minutes"

Anda pernah mendengar atau mengenal kisah tokoh yang bernama Napoleon Bonaparte?
Jika belum, Napoleon Bonaparte sering diasosiasikan sebagai jenderal perang Prancis terhebat pada zamannya. Namun, catatan hitam akan kekal
ahannya di Waterloo atas tentara Inggris yang dipimpin oleh Duke of Wellington membuat banyak orang bertanya-tanya apa yang menjadi penyebab kekalahan jenderal yang sangat disegni ini ? Beberapa wartawan bertanya, “Pak Jenderal, bisa anda ceritakan mengapa tentara Inggris mengalahkan Anda di pertempuran waterloo?

Apakah mereka memiliki tentara yang lebih kuat ?” Dari kegelapan penjara terdengar suara dingin Napoleon yang berkata “Tidak.” Wartawan itu betanya lagi dengan penuh keingintahuan, “Apakah karena mereka memiliki senajat yang canggih?” Sekali lagi Napoleon menjawab, “Tidak.” Wartawan itu bertanya lagi, “Kalau begitu, mengapa Anda kalah pada pertempuran itu?” Keheningan berlangsung cukup lama sampai akhirnya Napoleon memberikan jawaban yang patut kita simak dalam kehidupan kita. Napoleon menjawab, “ Tentara Perancis kalah dari tentara Inggris karena tentara Inggris berperang lima menit lebih lama dibandingkan tentara kami.”

Tentu cara berperang saat ini sangat berbeda jauh dibandingkan dengan zaman Napoleon. Namun, ada satu kenyataan yang tidak berubah sampai saat ini, yaitu mereka yang berperang dan mampu berjuang lebih lamalah yang akan memenangkan pertandingan.

Didalam kehidupan ini, kita sering diperhadapkan dengan hal-hal yang penuh kekecewaan dan kegagalan, dan hal-hal ini sering membatasi pandangan kita terhadap kesuksesan yang sebentar lagi sebenarnya bisa kita raih.

Permasalahan yang terjadi setiap waktu dan setiap harinya dalam perjalanan hidup ketika menjalankan tugas dan pekerjaan atapun dalam menghadapi lingkungan sosial atau hubungan profesional, seringkali kita berpikir sangaaaat.. sulit untuk menyelesaikannya dan akhirnya membuat kita berpikir....ya sudahlah...,bagaimana lagi....,memang begini keadaannya.....,mau apa lagi...., dijalani saja....Tanpa disadari dan bukan merupakan keinginan kita, namun hal ini merupakan ekspresi berpikir dari diri kita ketika menghadapi sebuah kebuntuan..

Thomas Edison bahkan mengingatkan bahwa kelemahan terbesar dari diri kita adalah ketika kita menyerah, dan cara yang paling pasti untuk meraih kesuksesan adalah dengan mencoba sekali lagi, dan terus mencoba berkali-kali...dan hadapilah hidup ini lima menit lebih lama lagi.

"Setiap kali anda berpikir ingin menyerah, ingatlah bahwa tentara Inggris bertempur lima menit lebih lama lagi."

A hero is No Braver than Anyone Else; He is Only Brave
Five Minutes Longer (Ralph Waldo Emersen)
Photo

Post has attachment
"Kisah Si Buta (yoo yen un) dan Piano"

Piano punya alunan suara yang sangat indah dan bahkan bisa dijadikan semacam terapi musik untuk ketenangan jiwa. Karena itu, alat musik yang satu ini disukai banyak orang, baik anak-anak maupun or
ang dewasa. Begitu pula bagi sosok muda belia bernama Yoo Ye-Un ini. Karena kecintaannya, bocah yang baru berusia lima tahun ini seolah tak bisa lepas dari piano.

Yang lebih fantastis, ternyata Yoo adalah seorang pianis handal yang tunanetra alias tak bisa melihat, bahkan mungkin ia tak tahu wujud pianonya itu sendiri. Tapi, mengandalkan intuisi dan pendengarannya, Yoo berhasil menjadi seorang pemain piano belia layaknya manusia normal. Kondisi inilah yang membuat ratusan penonton takjub-bahkan banyak yang berlinang air mata-saat menyaksikan Yoo mendentingkan piano.

Yoo memang sangat berbeda dengan anak pada usianya. Di usianya yang masih belia-ditambah memiliki keterbatasan pengelihatan sejak lahir-Yoo mampu memainkan karya-karya spektakuler dari komponis besar seperti Mozart, Chopin, maupun Beethoven. Yang mengherankan, hanya dengan sekali mendengar, ia dapat memainkan komposisi musik tersebut dengan sangat baik.

Karena kehebatannya, sebuah acara pencarian bakat bertajuk Star King di sebuah televisi di Korea menobatkannya menjadi pemenang. Ia pun mendapatkan hadiah sebesar satu juta won atau setara dengan Rp 9,1 miliar. Yoo juga diberi julukan "Jenius Mozart berumur lima tahun". Dengan kemenangannya di ajang kontes Star King, ia kini dikenal di mana-mana. Rekamannya juga dikirimkan ke Pandora TV, sebuah situs video streaming yang memungkinkan aksinya bisa dilihat di seluruh dunia.

Kemahiran Yoo memang seperti bakat dari alam. Hal ini mengingatkan kita pada sosok Hee Ah Lee yang juga jago bermain piano, meski jari kedua tangannya hanya ada empat. Kedua sosok ini menjadi gambaran nyata bahwa keterbatasan fisik bukanlah alasan untuk tak berkarya.

Yoo sendiri menurut beberapa tulisan disebut sudah mulai bisa memainkan piano sejak usia tiga tahun. Saat itu, Park Jung Soon, ibu angkatnya sangat terkejut dengan permainan piano Yoo. Sebab, ia tak merasa pernah mengajari Yoo bermain piano.

Dalam salah satu aksinya, Yoo yang sejak kecil sudah ditinggalkan orangtua kandungnya mampu membuat penonton berlinang air mata. Saat itu ia membawakan lagu You Were Born to be Loved. Barangkali inilah tumpahan hati yang tertuang dalam sebuah dentingan piano dari seorang anak yang tak mengenal putus asa. Meski buta, ia tetap berkarya sehingga itulah yang mengundang keharuan semua yang melihatnya.

Orangtua angkat Yoo sendiri tidak menyangka akan mendapatkan reaksi yang luar biasa dari orang banyak. Kini, Yoo telah tampil di berbagai negara. Tawaran bantuan pun mengalir seperti bantuan untuk menyembuhkan mata Yoo. Sayangnya, hingga kini, operasi yang telah dilakukan belum berhasil. Sampai sekarang Yoo masih tidak dapat melihat.

Walaupun dengan keterbatasan pengelihatan, Yoo mampu membuat dunia kagum padanya. Jari-jarinya yang lentik dapat memainkan piano dengan sangat indah. Keterbatasannya tidak menjadi penghalang bagi dirinya untuk berkarya. Sebuah kemampuan dan semangat luar biasa yang dimilikinya.
Photo

Post has attachment
"Ellie Si Cebol Dari Inggris"

Eleanor Simmonds atau Ellie adalah seorang anak Inggris. Ia mengidap penyakit achondroplasia. Akibatnya, tubuhnya tidak bisa berkembang dengan normal. Saat ini, pada usia 14 tahun, tinggi badann
ya hanya 1,23 meter, dengan berat badan 43 kilogram.

Namun, janganlah memandang remeh dirinya. Ia sangat berbakat, percaya diri, dan prestasinya LUAR BIASA! Ialah wakil termuda Inggris Raya untuk Paralimpik 2008 di Beijing, China. Paralimpik adalah kejuaraan olahraga khusus untuk orang yang cacat fisik dan penglihatan.

Ellie berlaga di lima nomor perorangan cabang olahraga renang. Berbekal impian meraih medali Paralimpik, ia harus bertanding dengan orang-orang dewasa yang usianya jauh di atasnya. Hasilnya? Ellie sukses meraih dua medali emas di nomor gaya bebas 100 meter dan 400 meter!

Bahkan, pada nomor 400 meter, Ellie berhasil mengalahkan Nyree Lewis (28 tahun) - senior sekaligus sumber inspirasinya. Karena Nyree-lah, Ellie tertarik menjadi atlet renang.

Prestasi Ellie terdengar sampai telinga Ratu Inggris Elizabeth II. Ratu berkenan memberinya penghargaan "Member of the Order of the British Empire" (MBE). MBE adalah gelar untuk kelas terbawah dalam susunan bangsawan Kerajaan Inggris Raya. Penghargaan atau gelar ini diberikan untuk warga Inggris Raya yang bisa mengharumkan nama negerinya.

Ellie menerima medali ini langsung dari tangan Ratu Elizabeth II pada Rabu, 18 Februari 2009. Betapa bangganya, Ellie! Apalagi ia menjadi orang termuda sepanjang sejarah, yang dianugerahi penghargaan MBE.

Prestasi dan penghargaan tentu membuat kehidupan Ellie dan keluarganya menjadi lebih baik.

Puaskah Ellie? Tidak! Dua pekan setelah mengukir prestasi gemilang di Beijing, dia sudah sibuk belajar di sekolah dan tentu saja, latihan renang.

"Saya latihan pagi dua jam sebelum berangkat sekolah dan dua jam lagi sepulang sekolah," ujar Ellie. "Liburnya hari Minggu saja. Saat itu saya memulihkan kondisi dan bermain dengan teman-teman." Sekadar tahu, Ellie memang sudah terbiasa dengan kerja keras. Ia mulai latihan renang sejak usia 5 tahun dan ikut lomba sejak usia 10 tahun. Baginya, renang sangat menyenangkan. Dari olahraga air inilah, semangat hidupnya membara.

Apa target besar dan menantang berikutnya? Ellie ingin menambah prestasinya di Paralimpik 2012, yang akan diadakan di London, Inggris. Ia ingin mendapat medali emas di semua nomor! "Keluarga dan teman-teman, yang tahun lalu tidak bisa datang ke Beijing, akan bisa mendukung impian saya secara langsung!
Photo

Post has attachment
"Kisah Orang Yang Pandai Berdebat"

Pada jaman dahulu, ada seorang pria yang berteman dengan orang yang pandai berdebat. Pada saat itu, ia yakin bahwa temannya itu berbakat (pandai bicara), dan ia tidak terlalu memikirkan hubungan antara keba
ikan dan kejahatan. Seiring waktu, pria ini bertemu dengan banyak orang lain yang mengalami penghinaan dan mereka tidak membantah atau melawan. Saat itulah ia menyadari perbedaan besar antara kedua jenis orang ini.

Suatu hari, ketika membaca buku klasik Dao De Jing (Tao Te Ching) dari Lao Zi, diutarakan bahwa “orang suci melakukan sesuatu namun tidak bertempur demi hal itu”. Dia tiba-tiba tercerahkan pada fakta bahwa kecerdikan orang dalam hal berdebat bukanlah merupakan talenta (bakat) seseorang, malah sesungguhnya kerendahan hati dalam menerima hal apapun barulah tingkat seseorang yang lebih tinggi.

Lao Zi berkata, "Orang Baik Tak Suka Berdebat, Orang yang Suka Berdebat Bukan Orang Baik.” Lebih lanjut ia memaparkan bahwa “Kata-kata jujur mungkin tidaklah enak didengar, namun kata-kata yang enak didengar, belum tentu merupakan kejujuran.” Orang yang suka berdebat mungkin tidak memiliki pengetahuan yang luas, sementara orang-orang yang yang berpengetahuan dan kaya pengalaman mungkin tidak suka berdebat.”

Tersadarkan oleh kebajikan, yang paling penting adalah tindakan, bukan kata-kata. Anda tidak perlu memperdebatkan kebenaran yang lebih tinggi setiap hari. Karena perdebatan pada kenyataannya hanya kata-kata, sedangkan perbuatan lurus barulah yang mengungkapkan intisari sejati seseorang. Setiap kebenaran dan prinsip yang lurus hanya dapat diwujudkan secara terus menerus dan kultivasi sejati.

Selain itu, dalam kitab suci yang berbeda, Konfusius berkata, "Orang bijaksana lambat dalam bicara tapi cepat dalam tindakan". "Orang bijaksana makan, namun tidak sampai kekenyangan. Mereka hidup, namun tidak mencari kesenangan. Mereka pandai dan berpengetahuan, namun berhati-hati dengan apa yang mereka katakan.”

Mereka berdua, Konfusius, Lao Zi dan Master spiritual besar lainnya, setuju bahwa apa pun yang kita lakukan, apakah kita meningkatkan moralitas kita atau terlibat dalam kegiatan sosial, kita harus bekerja keras tanpa banyak berdebat, membantah, menuntut dan komplain.

RENUNGAN:
Jika kita berpikir tentang hal ini dengan hati-hati, orang baik dengan kemampuan besar dan keterampilan tidak perlu mengambil sikap dengan pendirian orang lain. Dia tidak perlu untuk membuktikan pendapatnya. Bahkan dalam menghadapi fitnah atau serangan pribadi, dia dapat berdiri tegak dan tindakannya tetap tidak tercela.

Mereka yang selalu dapat bertahan dalam penghinaan dan mereka yang dapat terus melakukan hal lurus dengan diam-diam tanpa memikirkan imbalan atau pengakuan, alam pikirannya meningkat lebih tinggi daripada mereka yang memiliki batin yang terikat pada kesuksesan duniawi semata. Orang baik tidak membutuhkan sanjungan ataupun pujian untuk mendapatkan respek dari orang lain.

Sebaliknya, mereka yang selalu berargumen dan berdebat setiap hari, tidak memiliki kebijaksanaan yang besar, meskipun mereka mungkin tampak terampil. Orang bijaksana akan berpikir sebelum ia berbicara. Dalam berbicara juga harus menghindari berbicara keras dan kalimat kosong, tidak mengkritik orang lain dengan cara apapun, tapi tulus dan baik kepada semua. Harus selalu menghindari perbedaan pendapat di depan orang lain dan sama sekali tidak menghina orang lain. Inilah ciri-ciri orang lurus dan tingkat tinggi. Jadi, jelas bahwa kita semua harus sedikit bicara, dan banyak kerja. (Erabaru/art)
Photo

Post has attachment
"Gadis Penjaja Kue"

Suatu hari, tampak seorang pemuda tergesa-gesa memasuki sebuah restoran karena kelaparan sejak pagi belum sarapan. Setelah memesan makanan, seorang anak penjaja kue menghampirinya, "Om, beli kue Om, masih hanga
t dan enak rasanya!"

"Tidak Dik, saya mau makan nasi saja," kata si pemuda menolak.

Sambil tersenyum si anak pun berlalu dan menunggu di luar restoran.

Melihat si pemuda telah selesai menyantap makanannya, si anak menghampiri lagi dan menyodorkan kuenya. Si pemuda sambil beranjak ke kasir hendak membayar makanan berkata, "Tidak Dik, saya sudah kenyang."

Sambil terus mengikuti si pemuda, si anak berkata, "Kuenya bisa dibuat oleh-oleh pulang, Om."

Dompet yang belum sempat dimasukkan ke kantong pun dibukanya kembali. Dikeluarkannya dua lembar ribuan dan ia mengangsurkan ke anak penjual kue. "Saya tidak mau kuenya. Uang ini anggap saja sedekah dari saya."

Dengan senang hati diterimanya uang itu. Lalu, dia bergegas ke luar restoran, dan memberikan uang pemberian tadi kepada pengemis yang berada di depan restoran.

Si pemuda memperhatikan dengan seksama. Dia merasa heran dan sedikit tersinggung. Ia langsung menegur, "Hai adik kecil, kenapa uangnya kamu berikan kepada orang lain? Kamu berjualan kan untuk mendapatkan uang. Kenapa setelah uang ada di tanganmu, malah kamu berikan ke si pengemis itu?"

"Om, saya mohon maaf. Jangan marah ya. Ibu saya mengajarkan kepada saya untuk mendapatkan uang dari usaha berjualan atas jerih payah sendiri, bukan dari mengemis. Kue-kue ini dibuat oleh ibu saya sendiri dan ibu pasti kecewa, marah, dan sedih, jika saya menerima uang dari Om bukan hasil dari menjual kue. Tadi Om bilang, uang sedekah, maka uangnya saya berikan kepada pengemis itu."

Si pemuda merasa takjub dan menganggukkan kepala tanda mengerti. "Baiklah, berapa banyak kue yang kamu bawa? Saya borong semua untuk oleh-oleh." Si anak pun segera menghitung dengan gembira.

Sambil menyerahkan uang si pemuda berkata, "Terima kasih Dik, atas pelajaran hari ini. Sampaikan salam saya kepada ibumu."

Walaupun tidak mengerti tentang pelajaran apa yang dikatakan si pemuda, dengan gembira diterimanya uang itu sambil berucap, "Terima kasih, Om. Ibu saya pasti akan gembira sekali, hasil kerja kerasnya dihargai dan itu sangat berarti bagi kehidupan kami."

RENUNGAN:
Ini sebuah ilustrasi tentang sikap perjuangan hidup yang POSITIF dan TERHORMAT. Walaupun mereka miskin harta, tetapi mereka kaya mental! Menyikapi kemiskinan bukan dengan mengemis dan minta belas kasihan dari orang lain. Tapi dengan bekerja keras, jujur, dan membanting tulang.

Jika setiap manusia mau melatih dan mengembangkan kekayaan mental di dalam menjalani kehidupan ini, lambat atau cepat kekayaan mental yang telah kita miliki itu akan mengkristal menjadi karakter, dan karakter itulah yang akan menjadi embrio dari kesuksesan sejati yang mampu kita ukir dengan gemilang.
Photo

Post has shared content
Apik..dan langka di zaman saiki..kawin~cerai..kawin lagi..cerai lagi
Inspirasi pagi.... 
Photo

Post has attachment
"Tiga Renungan Hidup"

Ada 3 hal dalam hidup yang tidak akan kembali :
1. Waktu
2. Kata-kata
3. Kesempatan

Ada 3 hal yang dpt menghancurkan hidup seseorang :
1. Kemarahan
2. Keangkuhan
3. Dendam

Ada 3 hal yang tidak boleh hilang :

1. Harapan
2. Keikhlasan
3. Kejujuran

Ada 3 hal yang paling berharga :
1. Kasih Sayang
2. Cinta
3. Kebaikan

Ada 3 hal dalam hidup yg tidak pernah pasti :
1. Kekayaan
2. Kejayaan
3. Mimpi

Ada 3 hal yang membentuk watak seseorng :
1. Komitmen
2. Ketulusan
3. Kerja Keras

Ada 3 hal yang membuat kita sukses :
1. Tekad
2. Kemauan
3. Fokus

Ada 3 hal yang tidak pernah kita tahu :
1. Rezeki
2. Umur
3. Jodoh/Karma

Ada 3 hal yang dalam hidup ini pasti :
1. Tua
2. Sakit
3. Mati

Dan ada 3 hal yang harus dilakukan skrng :
1. Baca
2. Renungankan
3. Share ke yang lain :)
Photo
Wait while more posts are being loaded