Post has attachment
Kesadaran dan Penerimaan

Kali ini saya akan bercerita tentang salah satu proses yang pernah saya alami dan proses ini membuat perasaan marah dan kesal bertamu ke dalam diri saya. Hal ini dipicu oleh celetukan salah satu sahabat mengucapkan hal yang menurut saya kurang baik dan hal itu membuat
saya terkejut karena hal ini keluar dari pribadinya yang bisa dikatakan lebih matang dari saya meskipun itu sebuah candaan dan saya merasa sudah dipermalukan olehnya di depan teman-teman lainnya. Akhirnya saya memilih untuk diam saja saat itu sambil merasakan perasaan marah dan kesal yang bertamu ke dalam diri ini dengan senyum palsu yang saya tunjukkan kepadanya seolah-olah tidak terjadi apa-apa dengan saya. Saya memutuskan untuk menyendiri dulu dan merenungkan apa yang sedang saya alami. Akhirnya Tuhan memberikan jawaban, apa yang saya alami saat ini adalah hasil dari apa yang pernah saya lakukan dulu. Saya pernah tidak mempercayai sahabat saya yang lain untuk mengerjakan project bersama saya karena kemampuannya yang kurang. Ini seperti mengingatkan ego saya sendiri yang belum selesai yaitu hanya menginginkan hal positif saja dan membuang hal negatif. Perlahan-lahan saya mendapatkan hal lain lagi ketika saya mengubah sudut pandang saya terhadap apa yang sedang saya alami. Apa yang dikatakannya memang pantas saya dapatkan karena saya sudah bersikap kurang baik terhadapnya dan hal itu menekan tombol emosinya.
Terima kasih Tuhan atas petunjuk dan pembelajaran yang Engkau berikan kepadaku.

Setelah selesai merenung saya memutuskan untuk menerima sisi negatif yang ada pada diri saya dan sahabat-sahabat saya kemudian dilanjutkan dengan meminta maaf kepada diri saya sendiri, para sahabat yang saya cintai dan Tuhan.


Photo

Post has attachment
Photo
Wait while more posts are being loaded