Post has attachment

Post has attachment
Photo

Post has attachment
Manfaat Kegiatan Export-Import Dalam Perdagangan Internasional
Lanjut..!!! klik Aja....

Export-import merupakan sebuah aktivitas penjualan barang atau produk keluar negeri dan pembelian barang atau produk dari luar negeri. Dimana mereka atau badan usaha yang melakukan penjualan barang keluar negeri disebut eksportir, keutungan yang didapatkan oleh pemerintah dalam aktivitas ekspor adalah memperoleh devisa. Sedangkan bagi badan usaha yang memiliki aktivitas mendatangkan produk atau barang dari luar negeri ke dalam negeri disebut importir. Sampai saat ini negara yang paling banyak mengimpor barang di Indonesia adalah negara Jepang.

Berbagai Komoditas Export dan Import Indonesia

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa terdapat dua jenis barang yang di eksport ke luar negeri yaitu :

1. Minyak bumi dan gas alam atau Migas

Produk atau barang yang termasuk migas yaitu oli, bensin, minyak tanah, solar dan elpiji

2. Non Migas

Produk atau barang yang termasuk non migas adalah kopi, kopra, coklat, dan karet (hasil perkebunan dan pertanian), kayu lapis, minyak kelapa sawit, konveksi, pupuk, kertas, meubel dan bahan-bahan kimia (hasil industri), dan biji batu bara, biji nikel dan biji tembaga untuk hasil tambang.

Latar belakang dilakukannya aktivitas ekspor adalah karena banyaknya permintaan dari luar negeri akan berbagai barang dan produk migas maupun nonmigas, sehingga selain eksportir bisa mendapatkan keuntungan juga negara diuntungkan dengan mendapatkan devisa.

Sedangkan latar belakang dilakukannya aktivitas perdagangan impor adalah karena tidak tersedianya bahan mentah yang cukup di dalam negeri untuk memproduksi barang-barang yang akan dijual dipasaran, harga barang atau bahan import lebih murah dibandingkan bila memproduksi sendiri barang tersebut, dan kebutuhan dalam negeri akan produk tersebut terlalu tinggi sehingga produsen tidak mampu mencukupi kebutuhan masyarakat, sehingga langkah terakhir yang ditempuh adalah dengan mengimpor barang dari luar negeri.

Secara garis besar komoditas barang atau produk impor di Indonesia, terbagi atas 3 jenis, yaitu :

1. Barang modal

Perkembangan teknologi di Indonesia masih sangat terbatas bila dibandingkan dengan negara Jepang dan Amerika, maka kegiatan impor beberapa barang-barang modal yang bertujuan untuk menghasilkan barang yang lainnya, seperti : alat telekomunikasi, peralatan transportasi atau kendaraan, peralatan listrik dan yang lainnya.

2. Bahan penolong atau bahan baku

Dalam memproduksi sebuah barang diperlukan beberapa bahan baku, baik yang telah dioleh menjadi barang setengah jadi, maupun barang jadi, barang-barang ini diperlukan untuk memperlancar proses produksi, seperti : bahan bangunan, bahan kimia, obat-obatan, pupuk, alat-alat listrik dan yang lainnnya.

3. Barang konsumsi

Barang konsumsi merupakan jenis barang yang bisa langsung digunakan untuk berbagai kebutuhan manusia, seperti pakaian, kosmetik, bahan tekstil, makanan, minuman, buah-buahan, susu, beras dan yang lainnya.

Badan usaha atau perusahaan yang dapat melakukan aktivitas perdagangan export-import adalah badan usaha yang melakukan aktivitas produksi, perusahaan eksport dan import besar, perusahaan perdagangan eceran yang termasuk dalam skala besar.

Selain komoditas export-import ada beberapa faktor yang memberikan pengaruh yang cukup besar pada perkembangan perdagangan internasional dalam sebuah negera, yaitu :

1. Kebijakan perdagangan luar negeri pemerintah

Kebijakan pemerintah yang memberikan kemudahan kepada eksportir dan importir, akan semakin mendorong dan meningkatkan perdagangan internasional. Penyerdehanaan dan kemudahan prosedur eksport dan impor barang, penghapusan berbagai biaya ekspor dan pengawasan terhadap berbagai pungli, pemberian fasilitas dan penyediaan sarana eksport dan import akan semakin membuat kegiatan perdagangan internasional semakin mudah berkembang.

2. Keadaan ekonomi atau pasar di dalam negeri dan luar negeri

Semakin besar penawaran dan permintaan dari berbagai negara terhadap berbagai jenis barang yang akan di ekspor, maka akan semakin mempengaruhi harga dari barang tersebut. Bila sebuah barang atau produk jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah permintaan, maka harga dari komoditas eksport atau import tersebut akan cenderung mengalami kenaikan. Dan sebaliknya bila jumlah barang melimpah dan permintaan tetap atau cenderung turun, maka kemungkinan harga barang tersebut akan mengalami penurunan.

3. Kepiawaian eksportir dan importir dalam memanfaatkan berbagai peluang yang ada

Salah satu sifat yang harus dimiliki oleh seorang pengusaha sukses adalah piawai mencari dan memanfaatkan berbagai peluang yang ada di pasar. Kreativitas mereka dalam memperluas pemasaran merupakan hal yang wajib dimiliki oleh seorang eksportir, karena kunci keberhasilan dari sebuah perusahaan export-import adalah memiliki keahlian dalam strategi pemasaran.

Berbagai Manfaat Kegiatan Export dan Import dalam Perdagangan Internasional

Berikut ini beberapa manfaat kegiatan export-import dalam perdagangan internasional, yaitu:

1. Mempererat jalinan persahabatan antar negera

Adanya rasa saling membutuhkan dan saling membantu dalam memenuhi kebutuhan antar negara pada akhirnya akan membuat hubungan antar negara menjadi semakin dekat dan cenderung membuahkan berbagai peraturan yang saling menguntungkan antar negara, sehingga pada akhirnya semakin mempererat persahabatan antar negara.

2. Meningkatkan teknologi dan produktivitas usaha

Aktivitas export-import barang akan membuat saling tukar informasi dan ilmu pengetahuan tidak terhindarkan, kelebihan sebuah negara dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dapat membaginya dengan rekan usaha untuk semakin meningkatkan hasil produksi. Penggunaan teknologi yang lebih modern akan lebih meningkatkan produktivitas usaha dalam menciptakan berbagai barang atau produk.

3. Menciptakan lapangan kerja

Peningkatan jumlah produksi untuk berbagai barang konsumsi baik yang di ekspor maupun di impor akan membuat perusahaan membutuhkan tenaga kerja baru, sehingga pada akhirnya dapat menciptakan lapangan kerja baru atau mengurangi pengangguran.

4. Meningkatkan pendapatan devisa negara

Untuk aktivitas ekspor dalam perdaganan internasional maka setiap negara akan memperoleh devisa untuk setiap barang yang dijual di luar negeri, bahkan ada beberapa negara yang mengandalkan sumber pemasukan dari pajak ekspor dan impor.

6. Menciptakan spesialisasi dan efesiensi

Dalam aktivitas export-import atau perdagangan internasional akan membentuk spesialisasi, dimana beberapa negara tidak perlu memproduksi beberapa jenis barang yang dibutuhkan, karena dapat membelinya dari negara lain dengan harga yang relatif lebih murah, dan bagi negara yang telah mendapatkan barang atau produk yang di impor akan dapat meningkatkan hasil produksinya dengan lebih efesien dibandingkan bila harus mengolah dan memproduksi sendiri bahan mentah.

Selain manfaat ada juga dampak negatif yang harus dihadapi oleh negara-negara yang terlibat dalam kegiatan export-import dalam perdagangan internasional, diantaranya adalah :

1. Berpotensi menciptakan persaingan yang tidak sehat di dalam perdagangan internasional

2. Kecenderungan suatu negara menjadi tergantung pada negara lain

3. Membuat banyak industri kecil tidak mampu bersaing, sehingga membuat mereka harus gulung tikar

4. Meningkatkan resiko pola konsumsi masyarakat yang mengikuti pola konsumsi di negara-negara maju.

5. Dapat meningkatkan resiko penjajahan ekonomi dari negara-negara yang lebih maju, karena ketergantungan pada berbagai barang import.

6. Dapat membuat harga berbagai bahan mentah di pasaran domestik naik, karena bahan mentah lebih banyak dikirim keluar negeri karena harganya yang lebih mahal, sehingga membuat bahan-bahan migas dan non migas menjadi berkurang.

Semoga uraian singkat diatas dapat memberikan tambahan informasi yang bermanfaat seputar manfaat yang dapat dirasakan oleh sebuah negara terhadap perkembangan perdagangan internasional atau export-import.


sumber: http://www.seputarukm.com
Photo

Post has attachment
10 PERTANYAAN MENGENAI EKSPOR DAN BEA MASUK
Lanjutin deh bacanya...!!!

1. Apa yang dimaksud dengan kegiatan ekspor?

Ekspor adalah proses trnsportasi barang atau komoditas dari suatu negara ke negara lain secara legal, umumnya dalam proses perdagangan. Proses ekspor pada umumnya adalahtindakan untuk mengeluarkan barang atau komoditas dari dalam negeri untuk memasukannya ke negara lain. Ekspor barang secara besar umumnya membutuhkan campur tangan dari bea cukai di negara pengirim maupun penerima.

2. Jelaskan keuntungan yang diperolah dari kegiatan ekspor!

Keuntungan ekspor antara lain adalah :

1). Memperluas Pasar bagi Produk Indonesia

Kegiatan ekspor merupakan salah satu cara untuk memasarkan produk Indonesia ke luar negeri. Contohnya batik Indonesia yang mulai dikenal di dunia, jika permintaan batik di luar negeri meningkat maka produsen batik di indonesia akan semakin luas pemasaranya. Dengan demikian, kegiatan produksi batik di Indonesia akan semakin berkembang.

2). Memperluas Lapangan Kerja

Kegiatan ekspor akan membuka lapangan kerja bagi masyarakat. hal ini berhubungan dengan semakin luasnya pasar produk indonesia.kegiatan produksi di dalam negeri akan meningkat. Semakin banyak pula tenaga kerja yang dibutuhkan sehingga lapangan kerja semakin luas.

3). Menambah Devisa Negara

Devisa adalah masuknya uang asing ke negara kita. Uang asing yang masuk ke negara kita tersebut dapat kita gunakan untuk membayar barang- barang dan jasa dari luar negeri (barang impor).

3. Jelaskan perbedaan ekspor langsung dan tidak langsung!

a. Ekspor langsung adalah cara menjual barang atau jasa melalui perantara/ eksportir yang bertempat di negara lain atau negara tujuan ekspor. Penjualan dilakukan melalui distributor dan perwakilan penjualan perusahaan

b. Ekspor tidak langsung adalah teknik dimana barang dijual melalui perantara/eksportir negara asal kemudian dijual oleh perantara tersebut. Melalui, perusahaan manajemen ekspor ( export management companies ) dan perusahaan pengekspor ( export trading companies ).

4. Sebutkan kelebihan dan kelemahan ekspor langsung!

Keuntungannya, : produksi terpusat di negara asal dan kontrol terhadap distribusi lebih baik.

Kelemahannya, :biaya transportasi lebih tinggi untuk produk dalam skala besar dan adanya hambatan perdagangan serta proteksionisme.

5. Sebutkan kelebihan dan kelemahan ekspor tidak langsung!

Kelebihannya, :sumber daya produksi terkonsentrasi dan tidak perlu menangani ekspor secara langsung.

Kelemahannya, : kontrol terhadap distribusi kurang dan pengetahuan terhadap operasi di negara lain kurang

6. Apa yang dimaksud dengan Bea Masuk?

Bea masuk adalah pungutan negara berdasarkan undang-undang yang dikenakan terhadap barang yang memasuki daerah pabean. Sebagai salah satu jenis pajak berdasar asas domisili. Bea masuk menggunakan sistem tarif advalorum yang besarnya diatur oleh Menteri Keuangan dan dicantumkan dalam Harmonized System. Barang yang diimpor ke Indonesia wajib membayar bea masuk sebelum dikeluarkan dari kawasan pabean, kecuali dalam beberapa hal tertentu yang diatur dalam undang-undang.

7. Jelaskan secara singkat mengenai perhitungan bea masuk!

Jenis dan kondisi barang impor akan sangat memengaruhi pengenaan bea masuknya.Bea masuk atas barang impor dihitung dari unsur harga barang (Cost), unsur Asuransi (Insurance) dan biaya angkut (Freight) yang dikonversi dalam satuan kurs Rupiah dengan nilai tukar yang berlaku pada hari dihitungnya bea masuk tersebut. Hasil perhitungan dari ketiga unsur tersebut disebut Nilai Pabean yang selanjutnya besarnya bea masuk akan didapatnya dengan dikalikan besaran bea masuk.

8. Dalam mengamankan hak negara berupa pungutan bea masuk, cukai, pajak maka dibutuhkan data yang dimuat dalam dokumen pabean berupa?

 Nama dan alamat pengirim barang (eksportir/shipper)

 Nama dan alamat penerima barang (receiver/consignee)

 Isi Koli atau Kontainer (uraian jenis barang yang diangkut)

 Jumlah, jenis, merk, nomer koli atau jenis, ukuran, nomer, jumlah kontainer.

 Harga barang atau nilai barang

 Pelabuhan tujuan

 Perkiraan waktu akan berangkat (estimate time of departure)

9. Apa yang dimaksud dengan bea masuk anti dumping?

Bea Masuk Anti Dumping : Bea yang dikenakan terhadap barang impor dalam hal harga ekspor dari barang tersebut lebih rendah dari nilai normalnya.

10. Dalam undang undang no. 17 tahun 2006 dan uu no 10 tahun 1995 tentang kepabeanan pasal 27 ayat (1) disebutkan bahwa pengembalian dapat diberikan terhadap sebagian atau seluruh bea masuk yang telah dibayar atas?

a. Kelebihan pembayaran bea masuk sebagaimana dimaksud dalam pasal 16 ayat (5) dan pasal 17 ayat (3) atau karena kesalahan tata usaha.

b. Impor barang sebagaimana dimaksud dalam psal 25 dan pasal 26.

c. Impor barang yang karena alasan tertentu barang tersebut harus diekspor kembali atau dimusnahkan di bawah pengawasan pejabat bea dan cukai.

d. Impor barang yang sebelum diberikan persetujuan impor untuk dipakai kedapatann jumlah yang sebenarnya lebih kecil dari yang telah dibayar bea masuknya, cacat, bukan barang yang dipesan atau berkualitas lebih rendah,atau

e. Kelebihan pembayaran bea masuk akibat putusan pengadilan pajak.

Please visit for another inform

http://www.trisula.co.id

http://www.efisienlogistik.com


Photo

Post has attachment

Post has attachment

Post has attachment
Photo
Wait while more posts are being loaded