Post has attachment
Met malem sobit...
Photo

Post has shared content
BERIMAN KEPADA QADHA & QADHAR ALLAH SWT
1. Pengertian Qadha dan Qadar
Menurut bahasa Qadha memiliki beberapa pengertian yaitu: hukum, ketetapan,pemerintah, kehendak, pemberitahuan, penciptaan. Menurut istilah Islam, yang dimaksud dengan qadha adalah ketetapan Allah sejak zaman Azali sesuai dengan iradah-Nya tentang segala sesuatu yang berkenan dengan makhluk. Sedangkan Qadar arti qadar menurut bahasa adalah: kepastian, peraturan, ukuran. Adapun menurut Islam qadar perwujudan atau kenyataan ketetapan Allah terhadap semua makhluk dalam kadar dan berbentuk tertentu sesuai dengan iradah-Nya. Firman Allah:
Artinya: yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagiNya dalam kekuasaan(Nya), dan dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.

(QS .Al-Furqan ayat 2).

2. Hubungan antara Qadha dan Qadar
Pada uraian tentang pengertian qadha dan qadar dijelaskan bahwa antara qadha dan qadar selalu berhubungan erat . Qadha adalah ketentuan, hukum atau rencana Allah sejak zaman azali. Qadar adalah kenyataan dari ketentuan atau hukum Allah. Jadi hubungan antara qadha qadar ibarat rencana dan perbuatan.
Perbuatan Allah berupa qadar-Nya selalu sesuai dengan ketentuan-Nya. Di dalam surat Al-Hijr ayat 21 Allah berfirman, yang artinya sebagai berikut:
Artinya ” Dan tidak sesuatupun melainkan disisi kami-lah khazanahnya; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu.”
Orang kadang-kadang menggunakan istilah qadha dan qadar dengan satu istilah, yaitu
Qadar atau takdir. Jika ada orang terkena musibah, lalu orang tersebut mengatakan, ”sudah takdir”, maksudnya qadha dan qadar.

3.Kewajiban beriman kepada dan qadar
Diriwayatkan bahwa suatu hari Rasulullah SAW didatangi oleh seorang laki-laki yang berpakaian serba putih , rambutnya sangat hitam. Lelaki itu bertanya tentang Islam, Iman dan Ihsan. Tentang keimanan Rasulullah menjawab yang artinya: Hendaklah engkau beriman kepada Allah, malaekat-malaekat-Nya, kitab-kitab-Nya,rasul-rasulnya, hari akhir dan beriman pula kepada qadar(takdir) yang baik ataupun yang buruk. Lelaki tersebut berkata” Tuan benar”. (H.R. Muslim)
Lelaki itu adalah Malaikat Jibril yang sengaja datang untuk memberikan pelajaran agama kepada umat Nabi Muhammad SAW. Jawaban Rasulullah yang dibenarkan oleh Malaikat Jibril itu berisi rukun iman. Salah satunya dari rukun iman itu adalah iman kepada qadha dan qadar. Dengan demikian , bahwa mempercayai qadha dan qadar itu merupakan hati kita. Kita harus yakin dengan sepenuh hati bahwa segala sesuatu yang terjadi pada diri kita, baik yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan adalah atas kehendak Allah.
Sebagai orang beriman, kita harus rela menerima segala ketentuan Allah atas diri kita. Di dalam sebuah hadits qudsi Allah berfirman yang artinya: ” Siapa yang tidak ridha dengan qadha-Ku dan qadar-Ku dan tidak sabar terhadap bencana-Ku yang aku timpakan atasnya, maka hendaklah mencari Tuhan selain Aku. (H.R.Tabrani)
Takdir Allah merupakan iradah (kehendak) Allah. Oleh sebab itu takdir tidak selalu sesuai dengan keinginan kita. Tatkala takdir atas diri kita sesuai dengan keinginan kita, hendaklah kita beresyukur karena hal itu merupakan nikmat yang diberikan Allah kepada kita. Ketika takdir yang kita alami tidak menyenangkan atau merupakan musibah, maka hendaklah kita terima dengan sabar dan ikhlas. Kita harus yakin, bahwa di balik musibah itu ada hikmah yang terkadang kita belum mengetahuinya. Allah Maha Mengetahui atas apa yang diperbuatnya.

4.Hubungan antara qadha dan qadar dengan ikhtiar
Iman kepada qadha dan qadar artinya percaya dan yakin dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT telah menentukan tentang segala sesuatu bagi makhluknya. Berkaitan dengan qadha dan qadar, Rasulullah SAW bersabda yang artinya sebagai berikut yang artinya
”Sesungguhnya seseorang itu diciptakan dalam perut ibunya selama 40 hari dalam bentuk nuthfah, 40 hari menjadi segumpal darah, 40 hari menjadi segumpal daging, kemudian Allah mengutus malaekat untuk meniupkan ruh ke dalamnya dan menuliskan empat ketentuan, yaitu tentang rezekinya, ajalnya, amal perbuatannya, dan (jalan hidupny) sengsara atau bahagia.” (HR.Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Mas’ud).
Dari hadits di atas dapat kita ketahui bahwa nasib manusia telah ditentukan Allah sejak sebelum ia dilahirkan. Walaupun setiap manusia telah ditentukan nasibnya, tidak berarti bahwa manusia hanya tinggal diam menunggu nasib tanpa berusaha dan ikhtiar. Manusia tetap berkewajiban untuk berusaha, sebab keberhasilan tidak datang dengan sendirinya.
Janganlah sekali-kali menjadikan takdir itu sebagai alasan untuk malas berusaha dan berbuat kejahatan. Pernah terjadi pada zaman Khalifah Umar bin Khattab, seorang pencuri tertangkap dan dibawa kehadapan Khalifah Umar. ” Mengapa engkau mencuri?” tanya Khalifah. Pencuri itu menjawab, ”Memang Allah sudah mentakdirkan saya menjadi pencuri.”
Mendengar jawaban demikian, Khalifah Umar marah, lalu berkata, ” Pukul saja orang ini dengan cemeti, setelah itu potonglah tangannya!.” Orang-orang yang ada disitu bertanya, ” Mengapa hukumnya diberatkan seperti itu?”Khalifah Umar menjawab, ”Ya, itulah yang setimpal. Ia wajib dipotong tangannya sebab mencuri dan wajib dipukul karena berdusta atas nama Allah”.
Mengenai adanya kewajiban berikhtiar , ditegaskan dalam sebuah kisah. Pada zaman nabi Muhammad SAW pernah terjadi bahwa seorang Arab Badui datang menghadap nabi. Orang itu datang dengan menunggang kuda. Setelah sampai, ia turun dari kudanya dan langsung menghadap nabi, tanpa terlebih dahulu mengikat kudanya. Nabi menegur orang itu, ”Kenapa kuda itu tidak engkau ikat?.” Orang Arab Badui itu menjawab, ”Biarlah, saya bertawakkal kepada Allah”. Nabi pun bersabda, ”Ikatlah kudamu, setelah itu bertawakkalah kepada Allah”.

Dari kisah tersebut jelaslah bahwa walaupun Allah telah menentukan segala sesuatu, namun manusia tetap berkewajiban untuk berikhtiar. Kita tidak mengetahui apa-apa yang akan terjadi pada diri kita, oleh sebab itu kita harus berikhtiar. Jika ingin pandai, hendaklah belajar dengan tekun. Jika ingin kaya, bekerjalah dengan rajin setelah itu berdo’a. Dengan berdo’a kita kembalikan segala urusan kepada Allah kita kepada Allah SWT. Dengan demikian apapun yang terjadi kita dapat menerimanya dengan ridha dan ikhlas.
Mengenai hubungan antara qadha dan qadar dengan ikhtiar ini, para ulama berpendapat, bahwa takdir itu ada dua macam :

1.Takdir mua’llaq: yaitu takdir yang erat kaitannya dengan ikhtiar manusia. Contoh seorang siswa bercita-cita ingin menjadi insinyur pertanian. Untuk mencapai cita-citanya itu ia belajar dengan tekun. Akhirnya apa yang ia cita-citakan menjadi kenyataan. Ia menjadi insinyur pertanian. Dalam hal ini Allah berfirman:
Artinya: Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. ( Q.S Ar-Ra’d ayat 11)

2.Takdir mubram; yaitu takdir yang terjadi pada diri manusia dan tidak dapat diusahakan atau tidak dapat di tawar-tawar lagi oleh manusia. Contoh. Ada orang yang dilahirkan dengan mata sipit , atau dilahirkan dengan kulit hitam sedangkan ibu dan bapaknya kulit putih dan sebagainya.

Hikmah Beriman kepada Qada dan qadar
Dengan beriman kepada qadha dan qadar, banyak hikmah yang amat berharga bagi kita dalam menjalani kehidupan dunia dan mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat. Hikmah tersebut antara lain:
1.Melatih diri untuk banyak bersyukur dan bersabar
Orang yang beriman kepada qadha dan qadar, apabila mendapat keberuntungan, maka ia akan bersyukur, karena keberuntungan itu merupakan nikmat Allah yang harus disyukuri. Sebaliknya apabila terkena musibah maka ia akan sabar, karena hal tersebut merupakan ujian
Firman Allah:
Artinya:”dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah( datangnya), dan bila ditimpa oleh kemudratan, maka hanya kepada-Nya lah kamu meminta pertolongan. ”( QS. An-Nahl ayat 53).
2.Menjauhkan diri dari sifat sombong dan putus asa
Orang yang tidak beriman kepada qadha dan qadar, apabila memperoleh keberhasilan, ia menganggap keberhasilan itu adalah semata-mata karena hasil usahanya sendiri. Ia pun merasa dirinya hebat. Apabila ia mengalami kegagalan, ia mudah berkeluh kesah dan berputus asa , karena ia menyadari bahwa kegagalan itu sebenarnya adalah ketentuan Allah.
Firman Allah SWT:
Artinya: Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir. (QS.Yusuf ayat 87)
Sabda Rasulullah: yang artinya” Tidak akan masuk sorga orang yang didalam hatinya ada sebiji sawi dari sifat kesombongan.”( HR. Muslim)
3.Memupuk sifat optimis dan giat bekerja
Manusia tidak mengetahui takdir apa yang terjadi pada dirinya. Semua orang tentu menginginkan bernasib baik dan beruntung. Keberuntungan itu tidak datang begitu saja, tetapi harus diusahakan. Oleh sebab itu, orang yang beriman kepada qadha dan qadar senantiasa optimis dan giat bekerja untuk meraih kebahagiaan dan keberhasilan itu.
Firaman Allah:
Artinya : Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS Al- Qashas ayat 77)
4.Menenangkan jiwa
Orang yang beriman kepada qadha dan qadar senangtiasa mengalami ketenangan jiwa dalam hidupnya, sebab ia selalu merasa senang dengan apa yang ditentukan Allah kepadanya. Jika beruntung atau berhasil, ia bersyukur. Jika terkena musibah atau gagal, ia bersabar dan berusaha lagi.
Artinya : Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang tenang lagi diridhai-Nya. Maka masuklah kedalam jamaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah kedalam sorga-Ku.( QS. Al-Fajr ayat 27-30)
Photo

Post has shared content
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabbarralatuhu



Photo

Post has shared content
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabbarralatuhu


Photo

Post has shared content
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabbarralatuhu



Photo

Post has shared content
SAWANG-SINAWANG
(Renungan Hidup)

Aku melihat hidup orang lain begitu  nikmat.
Ternyata ia hanya menutupi kekurangannya tanpa berkeluh kesah.

Aku melihat hidup teman2ku tak ada duka dan kepedihan.
Ternyata ia hanya pandai menutupi dengan mensyukuri.

Aku melihat hidup saudaraku tenang tanpa ujian.
Ternyata ia begitu menikmati badai ujian dalam kehidupannya.

Aku melihat hidup sahabatku begitu sempurna.
Ternyata ia hanya berbahagia "menjadi apa adanya".

Aku melihat hidup tetanggaku beruntung.
Ternyata ia selalu tunduk pada sang pencipta untuk bergantung.

Maka aku merasa tidak perlu iri hati dengan rejeki orang lain.
Mungkin aku tak tahu dimana rejekiku.
Tapi rejekiku tahu dimana diriku.

Dari lautan biru, bumi dan gunung, sang pencipta telah memerintahkannya menuju kepadaku.

Sang pencipta yang Maha pengasih menjamin rejekiku, sejak 9 bulan aku dalam kandungan ibuku.

Amatlah keliru bila berkeyakinan rejeki dimaknai dari hasil bekerja. Karena bekerja adalah ibadah, sedang rejeki itu urusan-Nya.

Melalaikan kebenaran demi menghawatirkan apa yang dijamin-Nya, adalah kekeliruan berganda.

Manusia membanting tulang, demi angka simpanan gaji, yang mungkin esok akan ditinggal mati.

Mereka lupa bahwa hakekat rejeki bukan apa yang tertulis dalam angka, tapi apa yang telah dinikmatinya.

Rejeki tak selalu terletak pada pekerjaan kita, sang Pencipta menaruh berkat sekehendak-Nya.
Ikhtiar itu perbuatan...
Rejeki itu kejutan...

Dan yang tidak boleh dilupakan, tiap hakekat rejeki akan ditanya kelak.
"Darimana dan digunakan untuk apa" Karena rejeki hanyalah "Hak Pakai", bukan "Hak Milik". 

Semoga Bermanfaat


Photo

Post has attachment

TAK BISA HIDUP TANPAMU


Ragaku masih disini menyendiri berteman pilu
Sendiri mengarungi sunyi hati tak bertepi, tak berujung
Fikirku hanya dapat menerka dimensi kesakitan
Memunguti dan menata puing-puing rasa diantara renungan

Sanggupkah ku jalani kehidupan ini meski tanpamu?
Bagiku, kau telah menjadi belahan jiwa dan separuh nafasku
Saat keyakinan hatiku berbisik mesra kepada cinta
Bila kehadiranmu adalah untuk melengkapi hidupku di dunia

Sebatas senyap sunyi, sunyi, dan sunyi yang tiada jenuh
Aku merasakan wibawa kata-kata hati dan perasaan ini telah runtuh
Aku merindukan parasmu yang lugu dan dan suaramu yang lembut
Saat dimana setiap kali aku memandang dan mendengarnya membuatku nyaman tanpa kalut

Aku rindu mencium pipi dan memeluk tubuhmu
Seperti dulu, saat kita selalu bersama melalui indahnya asmara
Aku disini, merindukanmu berdiri di sisiku seperti dulu
Dan membelai rambutmu serta meluapkan seluruh dahaga rindu

Diriku berharap kau mampu merasakan yang terjadi padaku
Hatiku terbaring sekarat tak berdaya di ranjang kenangan
Seakan ingin berteriak namun ku tak kuasa melawan
Hingga pada akhirnya, ku hanya bisa ikhlas menerima kenyataan

Memang, sekarang kau sepenuhnya bukan milikku lagi
Begitu mustahil mengharapmu, apalagi merasakan kasih sayangmu
Aku tahu, bila Cinta merupakan sebuah ketulusan yang tak bisa dipaksakan
Namun cinta dan rindu ini semakin besar merenyuhkan hatiku
Aku semakin sadar, bila ku tak bisa hidup tanpamu
Photo

Post has attachment

Post has attachment

PENGHARAPAN DALAM CINTA


Orang bilang jangan takut jatuh cinta
Karena cinta adalah anugerah
Takut jatuh cinta
Selamanya hatimu akan terusik
Karena cinta akan terus memaksa
Masuk dalam hati
Tanpa disadari atau tidak
Cinta akan tumbuh tanpa pupuk

Setiap insan manusia
Akan beda memandang dunia
Seperti itupula cinta diperlakukan
Cinta itu seperti tanaman yang tumbuh di tanah gersang
Bilamana hujan turun
Cinta akan tumbuh subur
Tanpa kita bendung cinta akan meluap sendiri
Karena koderatnya ingin bermuara

Perasaan ini akan menuntun
Menemukan dermaga
Berlabuh menumpahkan rindu
Berharap kau menjadi nahkoda
Aku kapal yang kau kemudikan
Lautan adalah tempat kita menuai rindu
Badai adalah tempat kita untuk membuktikan
Mencintai karena NYA adalah kekuatan
Setinggi ombak menghempas masih ada jalan untuk menjemputmu
Ajari aku mencintai karena NYA
Menitip rindu lewat doa
Memintamu secara terhormat
Tanpa harus ada malapetaka terlebih dahulu


Photo

Post has attachment

KEDATANGANNYA ITU INDAH


"Beberapa orang datang dalam hidup kamu adalah berkat, dan sebagian datang dalam hidup kamu adalah pelajaran...."

Dan...
Mana aku tau bahwa saat ini aku sedang berada di antara dua keadaan
Keadaan yang membuat aku gusar akan sebuah masa yang mengecewakan....
Satu lagi adalah keadaan yang membuat aku bahagia tiada kepalang bahkan aku seakan merasa hidup dan penuh gairah untuk menapaki jalan yang terjal dan berliku dengan lebih semangat...
It's my life....!

Kekecewaan dan kekosonganku perlahan memudar dan terisi udara yang sejuk dan bersih dengan semilir angin sepoi menerpa wajahku penuh kelembutan...
Perlahan aku mulai tersenyum dengan keindahan terpancar dari hati...
Pandanganku berbinar dengan banyak harapan masa...

Aku dapat melihatmu penuh pesona yang kamu lukiskan dengan sempurna...
Kebekuanku mencair dikala sepasang mata dan tangan yang menggenggamku berharap indah atas diriku....

Aku dapat merasakanmu dan aku yang sama sama dalam kasmaran...
Tiada banyak kata yang mampu tertata dalam bahasa yang romantis namun kediaman dan tatapan sanggup menyusunnya menjadi bait bait terindah dalam harap dan doa setiap waktu...

Ada kegembiraan yang terselubungi kecewa...
Namun itu sudah tak lagi berarti karena setiap saat aku dapat menangkap senyum kekasihku dengan mudah....

Pelajaran yang pahit berbuah keberkahan Sang Pemilik Cinta dan Kerinduan yang tak terjamah...
Terus berharap dan menata mimpi mimpi indah yang ingin diwujudkan bersama namun tak mudah....

Tetaplah melihat padaku dengan semua hal indah yang berwarna
Ingatlah pada ucapan yang aku berikan untukmu ini dengan tanpa jawaban
" Kau adalah pelangi tanpa hujan.... Dan kau adalah kerinduan dengan banyak alasan..."

Selalulah percaya bahwa waktu terindah akan datang pada dua hati yang penuh ketulusan dan cinta karena Dia Sang Pemilik Cinta....

Walau perjalanan begitu banyak pendakian... belokan....turunan....
Percayalah....akan sampainya aku dan kamu pada tujuan yang indah bersama....


Photo
Wait while more posts are being loaded