Post has attachment
REKAMAN Suara MENDESAH Sambil GITUAN Pas Pesen KFC

Cinta Dampingi Nafsu
Episode 1

Aku seorang gadis yang pada saat ini berumur 20 tahun. Dan terlintas di benakku pada masa lalu. Saat usiaku 11 tahun pada saat aku kelas 6 SD. Aku menyukai seorang anak laki-laki yang tak lain adalah teman sekolah ku sendiri. Tidak hanya sekolah kita yang sama, tapi kita tinggal di kompleks yang sama. Memang pada saat itu bisa dikatakan hanya Cinta monyet. Tapi aku begitu menyukainya pada saat itu. Dan aku sempat mengirimkan surat padanya dengan sebuah permen pengantarnya (haha). Aku menitipkan kepada adiknya. Ternyata dia marah dan melempar permen yang ku berikan (adeknya yang makan). Aku tidak tau apakah dia tidak menyukai caraku atau tidak meyukaiku. Yaaa jelas aku sedikit marah dan malu, tapi aku bersikap santai saja setelah itu. Seolah-olah tak ada yang terjadi.
Berlalunya waktu kami pun lulus dan melanjutkan pendidikan yang berlainan. Aku memilih sekolah yang jauh dari rumah. Dan aku pun sekolah di sebuah pesantren yang jauhnya dari rumah sekitar 4 jam menggunakan mobil. Aku disana tinggal di asrama. Tujuan ortu ku agar aku berubah ke yang lebih baik, karena aku sedikit pembuat onar. Setelah lulus MTS aku tetap melanjutkan SMA di pesantren yang sama. Dan pada saat kelas X aku pacaran dengan seorang pria untuk pertama kalinya (cinta bersemi di putih abu-abu). Itu terjadi pada saat aku liburan dirumah, ada pria yang baru bekerja disana. Aku yang meminta nomor hp nya ke teman ku dengan alasan pertama untuk iseng aja. Setelah aku beri tahu siapa aku, besoknya dia nembak aku (door) lewat sms. Tentu saja aku tidak mau. Dia ajak ketemuan nih, ya udah aku ladenin. Kita ketemu di belakang kompleks (dikebun sawit). Dia mengungkapkan kalau dia ngajak aku pacaran, aku terima. Bukan karena aku suka dia, dan aku juga yakin dia nembak aku bukan karena dia suka. Masa Cuma 1 hari kenal lewat hp aja udah suka, gak mungkin kan. Alasan aku nerima dia ya biar pacaran aja (haha). Kita pacaran gak ada yang tau (hanya kita). Dan kita juga LDRan, karena aku masih sekolah. Bertahan sih untuk beberapa bulan sampe aku liburan lagi dirumah. Dan kita ketemuan ditempat yang sama dimana dia nembak aku dulu. Entah kenapa pada saat itu aku sangat ingin bersama dia. Awalnya yang tidak suka, karena dia melakukan berbagai perhatian aku pun dikit demi sedikit menyukainya. Di pertemuan itu kita duduk di bawah pohon sawit yang sejuk. Lama mengobrol kita semakin dekat dengan dunia nyata pacaran. Karena selama ini kita pacaran jarak jauh tanpa ada rasa sayang sama sekali.
Dibawah pohon sawit yang sejuk itu aku bersandar di bahunya sambil memejamkan mata dan meletakkan tanganku di pahanya. Aku merasakan nafasnya yang tidak karuan, tapi aku santai seolah-olah tidak tahu apa-apa. Dia tidak bergerak sama sekali, mungkin deg-degan atau apalah. Sekian lama aku seperti itu aku pun bergerak seolah-olah tertidur dan mengganti posisiku dengan meletakkan tangan kiriku di lingkaran pinggulnya dan menggeser kepalaku di lehernya. Walaupun dia hanya diam tapi aku menikmati posisi itu. sekian lama hening diapun bicara “dek ngantuk ya?” aku menganggukkan kepalaku. Dan dia bergeser mendekati batang sawit dengan hati-hati agar aku tidak terganggu dan bersandar. Mungkin dia lelah menahan sandaranku. dia menyandarkan kepalanya ke batang sawit dan aku mengikuti gerakannya dan menoleh ke atas, tak sengaja hidung dan bibirku menyentuh lehernya. Sebenarnya aku kaget, tapi aku diam seolah benar tertidur. Aku mengangkat kaki kiriku dan meletakkan di atas kakinya. Dan posisiku pada saat itu setengah menidurinya. Aku bernafas di lehernya dan aku merasakan dia tidak tahan ingin bersamaku. Dia merebahkan badannya ke belakang dengan sangat hati-hati sambil memegang kepalaku agar tidak jatuh. Lututku merasakan adik kecilnya yang mengeras. Aku tak kuat menahan nafsuku, dan aku perlahan mengecup lehernya. Tak ku sangka dia mengangkat kepalaku, membawa bibirku padanya. Dia melumat lembut bibirku sehingga aku pun terbuai olehnya dan aku membalas ciuman nya. saat berciuman itu aku mengangkat tubuhku ke atas tubuhnya. Dan aku merasakan bagian bawah tubuh kami bersentuhan. Entah apa fikiran ku saat itu, aku tidak ingin melepaskannya. Kedua tangannya bergerak memegang pinggulku, yang pada saat itu aku mengerti apa maksudnya. Aku menggoyangkan pinggulku perlahan seirama dengan ciuman mesra yang kami lakukan. Ahhh pada saat itu aku merasa dalam kamar bersamanya. Dia membuka kedua kakinya, dan kaki ku diluar pinggulnya. Kami tetap seirama menikmati ciuman dan goyangan pinggul kami yang perlahan itu..



Bersambung....

Cinta Dampingi Nafsu
Episode 2

Tanpa di sadari kami tersenyum sambil berdiri dan beranjak pulang. Kejadian hari itu membuat hati ku berbunga-bunga sepanjang hari. Aku merasakan cinta dari ciuman lembutnya. Selepas kejadian itu hubungan kami semakin romantis. Tak ada kebongan antara kami. Namanya juga anak ABG (haha). Ketika sore hari pulang dari latihan badminton dia menjemputku. GOR tempat aku latihan lumayan jauh dari rumah. Aku tersenyum melihat dia ada di gerbang, dia balas tersenyum. Sampe di gerbang “gimana latihannya dek?” aku tersenyum “luar biasa, apalagi pulangnya dijemput”. Kitapun otw rumah. Ditengah perjalanan aku memegang pinggulnya dan perlahan melingkarkan tanganku pada pinggulnya. Walaupun kemarin kami sudah melakukan cumbuan remaja, tapi masih ada sedikit gerogi memulainya lagi. Aku menyandarkan tubuhku di punggungnya. Tidak lama kemudian dia menghentikan motornya di tempat yang sepi. Aku terbangun dari sandaranku tanpa bertanya apa-apa. Dia berbalik arah menatapku sambil mendekatkan mukanya ke muka ku. Aku hanya diam menunggu apa yang akan dia lakukan. Dia pun mengecup keningku, aku memejamkan mata. lalu dia turun dari motornya dan memegang bahuku. Dia hanya menatap ku tersenyum. Akupun memegang pinggulnya dan menariknya mendekat. Bajunya tergeser ke atas sehingga aku merasakan hangat pinggulnya. Aku semakin menggeser bajunya dan menggerakkan jemari ku di pinggulnya. Dia semakin mendekat dan mengecup bibirku sambil memindahkan tangannya ke pinggulku. Jujur aku sangat teransang pada saat itu. aku sangat menikmati ciuman dan belaiannya. Sambil berciuman itu aku turun dari motor dan menarik pinggulnya, dan tubuh kami menempel. Dia semakin memainkan mulutnya di bibirku sambil mendorong pinggulnya ke arahku. “aaahhhh” aku sangat ingin melakukannya lagi, lagi, dan lagi. Akupun menggoyangkan pinggulku bersamaan dengan pinggulnya. Dia memelukku erat, mencium leherku. Akupun balas pelukannya dan mengadah ke atas, seolah menyerahkan leherku padanya. Dengan pelukan erat itu dia mendorong pinggulnya ke pinggulku berkali-kali. Dan pada saat aku dalam kerangsangan yang luar biasa di melumat bibirku dan menggendongku. Aku kaget kenapa dia menggendongku. Ternyata dia pindah tempat. Disana ada tiang listrik, dan dia menyandarkanku kesana, dan memelukku lagi. Dia membuka kakinya, dan melekatkan pinggulnya ke pinggulku. Memang dia lebih tinggi dariku, jadi untuk melakukan itu sangat gampang. Dengan dia membuka kakinya, tingginya hampir sama denganku, dan bibirku sejajar dengan bibirnya. Dia memainkan pinggulnya di pinggulkan dengan irama dari bawah ke atas, ternyata itu sangatlah ampuh untuk menaikkan nafsu, karena adik kecilnya semakin dekat dengan punyaku. Juga pada saat itu dia memakai celana bola, tentu semakin terasa banget. Dadanya yang bidang itu bersentuhan pula dengan dadaku yang membuat nafsuku semakin menjadi. “aaahh bang, adek gak tahan bang”. Aku melontarkan kata-kata itu (oh my God). Aku yang pada saat itu memakai celana levis panjang menurunkan hingga lutut, dia langsung respon dengan mengelus lembut paha belakangku dan melekatkan pinggulnya ke pinggulku. Dia menghentikan ciumannya, dan giliran aku yang mengejar dan melumat lembut bibirnya yang sexi itu. saat ciuman itu dia menurunkan celananya. Aku melepas ciumanku dan menatapnya. Diapun bingung kenapa aku melepaskan bibirku dari bibirnya. aku terus menatap dan mendekatinya perlahan, aku memegang bahunya dan menyandarkan dia ke tonggak listrik tempat aku bersandar semula. Aku menggeser kakinya dengan kakiku, sehingga kakinya terbuka. Aku mendekati dan mengecup bibirnya, perlahan aku pegang pinggulnya dan terus turun ke adik kecilnya. Adiknya cukup besar bagi seorang gadis sepertiku. Aku membelai dan memainkan tanganku disana. Nafsunya semakin melonjak sehingga adik kecilnya itu mengeras. Akupun terus memainkan bibirnya dengan mulutku dan mendekatkan pinggulnya ke pinggulku. Kami saling bernafsu dan saling mencumbu. Tetapi kami tidak sampai membuka semua pakaian. Kami hanya saling memuaskan nafsu kami dengan seks remaja seperti itu. lelah, dan kami beranjak pulang sore itu.


Bersambung....

Heuheuheu

Post has attachment

Post has attachment
Mainkan Sabung ayam bersama kami di website terpercaya kami :
BolaVita. net / sabungayam.top / dewasabungayam. com
Hanya Dengan Modal 50rb saja
Kami Juga Menyediakan Permainan Berkelas Dunia :
BOLA, SABUNG AYAM, TOGEL, KASINO, POKER !!!
whats up : 6281377055002
BBM: D8C363CA (NEW)
Gabung Bersama kami : Bolavita. net
Photo

Post has shared content

Post has attachment
bagaimana menurut anda tentang posisi seks missionaris? sebagian menganggapnya luar biasa.. ini alsannya!http://www.onterapi.com/misionaris-menjadi-posisi-favorit/
namun, banyak juga yang menganggap sebagai posisi membosankan
http://www.onterapi.com/posisi-misionaris-sangat-membosankan/

Post has attachment

Post has attachment
Wait while more posts are being loaded