Post has shared content
PhotoPhotoPhotoPhotoPhoto
11/16/17
7 Photos - View album

Post has shared content
Apa yang kita dapat, itulah pemberian yang terbaik dariNya.
Meskipun pemberian itu berbentuk ujian atau nikmat.
Bersangka baiklah padaNya 😊

Photo

Post has shared content
💞💕 ISI LEMARI ATAU KUNCI LEMARI? 💕💞

Bismillahirrahmanirrahiim..

Manakah yang dahulu dipikirkan? Isi lemari atau kunci lemari?

Andaikata ada sebuah lemari kaca penuh dengan makanan lezat tapi terkunci rapat, manakah yang dahulu dipikirkan? Isi lemari atau kunci lemari?

Bagi siapapun yang normal tentu mereka akan berupaya mencari kuncinya terlebih dahulu. Karena mati-matian ingin menikmati isi lemari, tapi kalau tidak tahu kuncinya sama aja menyiksa diri, membuat penderitaan tiada akhir, didera keinginan yang tidak akan tercapai.

Kenyataan hidup pun tidak jauh berbeda dengan perumpamaan di atas. Sehebat apapun keinginan seseorang menikmati hidup bila nggak tau kuncinya, maka kebahagiaan hanya akan menjadi angan-angan belaka.

Kalau pun merasa mendapat kebahagiaan, sesungguhnya hanyalah semu belaka atau bagai mengejar bayang-bayang. Nggak akan pernah terkejar.

Sayang, sebagian orang lebih sibuk memikirkan isi lemari daripada sibuk mengetahui dan menguasai kuncinya. Itulah kenapa kok hidup ini menjadi sulit untuk bahagia, selalu menjadi perpindahan dari was-was, takut, cemas, gelisah, bingung, tegang, pening dan seabreg kegalauan yang lain.

Kunci pembuka lemari nikmat itu namanya "SYUKUR." Artinya siapa pun yang tidak tahu cara mensyukuri nikmat dengan benar, maka tipislah harapannya dapat menikmati hidup dengan benar.

Memiliki kemampuan bersyukur berarti pula dapat mengikat nikmat yang ada, serta mengundang nikmat yang lebih besar yang belum dirasakan sebelumnya, sesuai janji Allah :

"Dan ingatlah Tuhanmu memaklumkan, sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim [14] : 7).
Photo

Post has shared content
Mengapa Sebaiknya Mengatakan "Fii Amanillah" daripada "Selamat atau Hati2 di jalan"?

Jika ada anggota keluarga kita yg akan pergi meninggalkan rumah utk bekerja atau pergi ke suatu tempat, biasanya kita akan dgn refleks mengucapkan "Selamat Jalan", "Goodbye", "Titi Dj", "Sampai jumpa", dan lain-lain.

Ternyata dlm Islam, ada kata yg sebanding bahkan jauh lebih baik artinya dibandingkan selamat jalan, yaitu FII AMANILLAH. Mengapa kita sebaiknya mengatakan fii amanillah pada orang yang akan bepergian?

Islam menawarkan pengganti yg lebih baik bagi kita saat mengucapkan ketika akan berpisah yaitu fii amanillah yg artinya: (semoga engkau) dalam lindungan Allah SWT.

Hal inilah yg menunjukkan rasa peduli kita saat saudara atau anggota keluarga kita akan pergi dgn mengucapkan fii amanillah, artinya kita juga sedang mendoakannya, agar ketika dlm perjalanan ia selalu dilindungi Allah.

Perlindungan yg Allah berikan pada hamba-Nya berupa perlindungan dari musibah, dari sakit atau hal buruk lainnya.

Islam menunjukkan budaya yg saling mencintai sesama muslim, berdoa bagi keselamatan orang yg kita sayangi, tentu lebih tinggi nilainya dibandingkan hanya mengatakan "Titi Dj, selamat jalan, sampai jumpa, dan lainnya".

Perkataan fii amanillah ini, bukan sekedar perkataan ikut-ikutan, yg ingin terlihat arab-araban. Tapi kita melakukannya atas dasar kepahaman, atas dasar keagungan Allah Swt Yang Maha Melindungi hamba-Nya.

Karena makna yang terkandung di dalamnya bukan hanya sekedar ucapan untuk mengakhiri pertemuan, tapi juga mendoakan saudara kita agar diberikan perlindungan oleh Allah.

Doa yg kita panjatkan adalah bukti cinta dan sayang kita pd saudara kita.

Mari kita budayakan kata2 dan juga doa2 terbaik utk saudara kita.
🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻

Semoga bermanfaat.
Photo

Post has shared content
Assalamu Alaikum wr wb
Shbt hati yg di Rahmati Allah..
Smg kt bisa mngikuti sunnah Rosulullah ya...

SUNNAH NABI ITU MEMANG SUPER.

1. B.A.B duduk, beresiko tinggi terkena wasir/ambeien. BAB jongkok lebih bersih dan menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.

2. Kencing berdiri beresiko prostat dan batu ginjal. Kencing jongkok lebih bersih dan menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.

3. Enzim di tangan membantu makanan lebih mudah dicerna. Dibanding dengan besi, kayu, atau plastik, makan dengan tangan lebih bersih, fitrah dan menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.

4. Makan dan minum berdiri dapat mengganggu perncernaan. Dengan duduk lebih santun dan menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.

5. Makan di kursi, masih kurang menyehatkan. Dengan duduk di lantai, tubuh akan membagi perut menjadi 3 ruang: udara, makanan dan air, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.

6. Makan buah setelah makan (cuci mulut) kurang bagus bagi lambung, karena ada reaksi asam. Yang sehat adalah makan buah sebelum makan, membantu melicinkan saluran pencernaan dan membuatnya lebih siap, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.

7. Tidur tengkurep tidak bagus untuk kesehatan, bahkan itu tidurnya syetan. Tidur menghadap kanan lebih menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.

8. Banyak Rahasia Sunnah yg telah diteliti para pakar, dari segi hikmah, manfaat, dan kesehatan. Benarlah yg dikatakan: di balik sunnah ada kejayaan. Bagi kita, jika misalnya belum tahu manfaatnya, terus saja semangat mengikuti adab dan tuntunan Rasul. Manfaat itu efek samping, motivasi utamanya adalah mengikuti adab dan tuntunan Rasul.

9. Seorang dokter Eropa berkata: jika semua manusia mengamalkan 3 sunnah saja (sunnah makan, sunnah di Kamar Mandi, dan sunnah tidur), maka harusnya saya berhenti jadi dokter karena tidak ada pasien..

Subhanallah....

Cintailah sunnah Nabi, tidak hanya adab2 sehari tapi seluruh apa yang telah Rasullah tetapkan dalam Dien Islam .. "Mau yg disukai atau tidak".

Jangan lupa ya Like & Sharenya jika dirasa bermanfaat..
Photo

Post has shared content
Assalamu'alaikum . .

WANITA YANG MEMBUAT RASULULLAH SAW MENANGIS
(merinding bacanya....) Ayo disimak biar tahu apa sebabnya ??
====================================

Dikisahkan dari Imam Ali bin Abi Thalib Karromallahu Wajhahu:
"Suatu hari, aku dan Fatimah melihat Nabi sedang menangis tersedu- sedu. Lalu kami bertanya:”Ya Rosulullah, apa yang membuatmu menangis seperti ini” .
Rosulullah menjawab:”Di malam Mi’raj

, aku melihat sekelompok wanita dari umatku dalam keadaan tersiksa dengan siksaan yang pedih hingga membuatku menangis.
Aku melihat perempuan dalam keadaan rambutnya tergantung dan otaknya mendidih.
Aku melihat perempuan yang lidahnya terjulur dan disiram dengan air neraka yang panas. Dan sebagian lagi memakan dagingnya sendiri, di bawah badan mereka ada api yang menyala, dan sebagian lagi kaki dan tangan dalam keadaan terikat, sedangkan ular dan kalajengking mengelilinginya. Dan wanita yang lainnya dalam keadaan tuli dan bisu dan dia ditaruh dalam peti yang penuh dengan api yang menyala. Otaknya keluar dari hidungnya dan badannya robek-robek sampai terpisah dari tulangnya.
Dan berbagai siksaan-siksaan yang aku lihat di sana.”

Lalu Fatimah bertanya,
”Ya Rosulullah, mengapa mereka di siksa oleh Allah SWT sedangkan mereka adalah wanita-wanita yang beriman ?”.
Rosulullah menjawab:
“Wahai Puteriku, wanita yang digantung rambutnya, adalah wanita yang tidak memakai Jilbab padahal kebenaran sudah disampaikan kepadanya, wanita yang lidahnya terjulur dan digunting dengan gunting raksasa adalah wanita yang menyakiti hati suaminya,
wanita yang payudaranya di gantung adalah wanita yang tidak mau tidur dengan suaminya, wanita yang kakinya di gantung adalah wanita yang keluar dari rumah tanpa seizin suaminya, Wanita yang memakan dagingnya sendiri adalah wanita yang merias dirinya untuk orang lain, wanita yang kakinya diikat dan di kelilingi ular dan kalajengking adalah wanita yang sholat dengan pakaian najis serta tidak mandi setelah haid atau bersenggama. Wanita yang tuli dan bisu adalah wanita yang berbuat zina dan anak-anaknya diserahkan pada suaminya, wanita yang menggunting badannya sendiri adalah wanita yang membanggakan diri sendiri pada orang lain, wanita yang badannya dan mukanya terbakar dan dia memakan ususnya serta semua isi perutnya adalah wanita yang menyuruh orang lain berbuat zina, wanita yang kepalanya kepala babi dan badannya badan keledai adalah wanita yang suka berbohong dan mengadu domba, dan wanita2 telanjang yang bermuka anjing lalu api neraka dimasukkan dari duburnya dan keluar dari mulutnya adalah wanita yang suka bernyanyi ditempat-tempat maksiat. ”

Suatu hari Aisyah datang menghadap Nabi dan bertanya:
”Ya Rasulullah ,siapa yang paling berhak terhadap seorang perempuan?”
Nabi menjawab:” Suaminya”.
Aisyah bertanya: “ siapa yang paling berhak terhadap seorang laki-laki”
Nabi menjawab:”Ibunya”.

Dalam suatu riwayat Muadz bin Jabal datang dari syam lalu dia sujud dihadapan rosululloh. Rosulullah bertanya:
”Apa yang sedang kamu lakukan”. Muadz menjawab:
” Ini adalah adat buat kami, apabila seorang pemimpin datang, kami harus bersujud kepada pemimpin tersebut, dan akupun ingin bersujud padamu ya Rosululloh”.
Lalu Rasulullah bersabda:
”Janganlah kalian bersujud terhadap sesama manusia. Dan seandainya sujud terhadap manusia itu diperbolehkan, maka aku akan memerintahkan perempuan untuk sujud pada suaminya. Dan aku bersumpah atas nama Allah tidak ada perempuan yang mengerjakan hak Allah kecuali dia mengerjakan hak-hak suaminya”.

Kerisauan Rasulullah kepada kita ummatnya tidak terbatas ruang dan waktu, Beliau sangat mengkhawatirkan umatnya hingga dalam shalatnya pun kaki beliau bengkak hanya untuk mendoa’akan bagaimana seluruh manusia bisa selamat.

wAllahu a'lam...
Photo

Post has shared content
Originally shared by ****
#BAGAIMANA_SHOLAT_KITA??

لبِسْـــــــمِ أللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ 
اَلٔسَّلَامُ عَلَٔيْكُمْ وَرَحْمَةُاللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ 
 
Shalat merupakan sarana paling utama bagi manusia untuk dapat selalu berinteraksi dengan Penciptanya.

Rasulullah SAW bersabda, "Hal yang paling membuatku senang adalah SHALAT’.
Dengan shalat beliau merasakan suatu kenikmatan yang tiada banding, berdialog dengan ALLAH SWT.

Dalam kitab Nashoih Dinniyah, Habib Abdullah Alhaddad mengibaratkan SHALAT sebagaimana kepala pada manusia.
Manusia mustahil dapat hidup tanpa kepala.
Demikian halnya semua perbuatan baik manusia akan sia-sia jika tanpa disertai SHALAT.

Shalat merupakan parameter diterima atau tidaknya amal perbuatan manusia.
#Rasulullah_SAW bersabda, "Pertama yang diperhitungkan pada hari kiamat adalah shalat.. Jika shalatnya diterima, maka seluruh amal sholehnya diterima, namun jika shalatnya ditolak, maka seluruh amal solehnya ditolak pula"

Namun shalat kita pada masa sekarang ini tidaklah seperti shalat para salaf terdahulu yang penuh khusyu’ dan khidmat.
SHALAT kita merupakan shalat yang selalu dipenuhi kelalaian dan kealpaan.

Firman ALLAH SWT:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَقْرَبُوا الصَّلَاةَ وَأَنْتُمْ سُكَارَى حَتَّى تَعْلَمُوا مَا تَقُولُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan.”

"Bersungguh-sungguhlah memperbaiki Sholat kita, sebab memperbaiki Sholat sama dengan memperbaiki hidup kita."

Lalu,, Bagaimana dengan shalat kita?

Semoga kita semua termasuk golongan orang2 yang khusyuk, ikhlas dan istiqomah untuk sll mengerjakan Shalat

Aamiin... Insya Allah..*
Photo

Post has shared content

Post has attachment

Post has shared content
"APAKAH YANG KITA PIKIRKAN SETELAH BANGUN TIDUR?"

Sahabatku, apa yang anda pikirkan pagi ini setelah bangun tidur?
Jawabannya pasti macam-macam, ada yang sedang memikirkan pekerjaan numpuk di kantor, memikirkan harga dan dollar yang naik terus, memikirkan hutang, yang masih muda mungkin memikirkan belum mempunyai pasangan, belum punya pekerjaan. Yang suda punya rumah mobil masih kurang, memikirkan mau kemana hari ini, mau makan apa dimana dan lain-lain masih banyak lagi.

Semua yang dipikiran adalah lebih berorientasi pada diri sendiri, duniawi dan kemaslahatan pribadi. Itu tidak apa, tapi harus ingat kampung abadi yaitu akhirat.

Rasulullah Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

“Barangsiapa yang bangun di pagi hari namun hanya dunia yang dipikirkannya, sehingga seolah-olah dia tidak melihat hak Allah dalam dirinya, maka Allah akan menanamkan 4 penyakit dalam dirinya :

• Kebingungan yang tiada putusnya,
• Kesibukan yang tidak ada ujungnya,
• Kebutuhan yang tidak terpenuhi, dan
• Keinginan yang tidak tercapai."
(HR. Ath Thabrani).

Karenanya tidak heran, jika di pagi hari yang cerah ini, banyak orang yang sudah stress, bingung, resah, gelisah, takut dan berbagai penyakit dunia lainnya, karena pikirannya hanya untuk dunia saja.

Maka mulailah pagi harimu dengan menjaga hak Allah pada diri masing-masing, dan bersyukur karena Dia masih memberi umur dan kesempatan untuk hidup, dengan demikian Allah akan menjaga ‘dunia’ mu.

Apa yang perlu dikhawatirkan, jika anda telah mendapatkan yang lebih baik dari dunia dan seisinya?

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

“Dua rakaat shalat sunnah subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.”(HR. Muslim 725).

Apa yang anda takutkan, jika Allah yang Maha Memiliki alam semesta ini telah menjamin harimu?

“Barangsiapa yang shalat subuh, maka dia berada dalam jaminan Allah…” (HR. Muslim no. 163).

Dan apa yang perlu diresahkan, jika dengan dzikir pagimu, Allah akan mengangkat derajatmu?

“Maukah kamu aku tunjukkan perbuatanmu yang terbaik, paling suci di sisi Raja-mu (Allah), dan paling mengangkat derajatmu; lebih baik bagimu dari infak emas atau perak, …” Beliau bersabda : “Dzikir kepada Allah Yang Maha tinggi.” (HR. At-Tirmidzi no. 3377).

Dengan berdzikir, maka pagimu akan menjadi lebih indah dan berseri.

“…Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d : 28).
Lalu tutup pagimu dengan sholat dhuha, bersedekah untuk 360 persendianmu, maka Allah akan mencukupimu hingga sore hari.

“Allah Ta’ala berfirman :
Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan 4 raka’at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang.” (HR. Ahmad (5/286).

“Manusia memiliki 360 persendian. Setiap persendian itu memiliki kewajiban untuk bersedekah.
”Para sahabat pun mengatakan, “Lalu siapa yang mampu bersedekah dengan seluruh persendiannya, wahai Rasulullah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas mengatakan, “Menanam bekas ludah di masjid atau menyingkirkan gangguan dari jalanan. Jika engkau tidak mampu melakukan seperti itu, maka cukup lakukan shalat Dhuha dua raka’at.” (HR. Ahmad, 5 : 354).

Betapa tenang dan damainya pagi hari, jika kita mulai dengan memelihara hak Allah.

Wallahu a’lam bish showwab
Photo
Wait while more posts are being loaded