Post has attachment
KRONOLOGIS BANJIR BANDANG MENERJANG MASYARAKAT BAHOMAKMUR

Siaran Pers Jatam Sulteng

Pada Senin dinihari tanggal 08 Juni 2015 pukul 03.00, Hujan mulai mengguyur Desa Bahomakmur Kec. Bahodopi, Kab. Morowali, Sulawesin Tengah cukup deras dan disusul dengan Banjir Bandang pukul 11.00. Ketinggian air mencapai 1,5 Meter hingga 2 Meter. Hingga rilis ini dikeluarkan, sudah ratusan rumah warga yang terendam banjir, dan 10 diantaranya hanyut entah kemana, khususnya Rumah Saudara Anton ludes bersama isinya.

Ratusan Warga yang terkena banjir Bandang diseputaran desa Bahomakmur, kini mengungsi kerumah kerabat dan tetangga mereka yang kebetulan tak terkena banjir. Ratusan ternak sapi yang dimilki oleh warga setempat telah hanyut terbawa banjir, kerugian lainnya adalah semua barang elektronik, peralatan rumah tangga, lahan pertanian yang dimiliki oleh warga yang rumahnya terendam banjir tak bisa terselamatkan.
Hingga kini pemerintah Kab. Morowali belum tampak dilapangan, masyarakat khususnya desa Bahomakmur terus berada dalam ketakutan, karena hujan saat ini kembali turun dengan derasnya, khawatir jika banjir tersebut semakin membesar.
Perlu diketahui bahwa banjir yang melanda Desa Bahomakmur ini tercatat sudah 3 (tiga kali), peristiwa banjir seperti ini baru terjadi sejak tahun 2010, sejak PT. Bintang Delapan Mineral melakukan aktivitas dihulu sungai Bahodopi tersebut. Dan tanggal 29 Mei 2015 kemarin, Presiden Jokowi meresmikan pabrik pemurnian PT. SMI diwilayah ini, dan PT. Sulawesi Mining Investment sendiri adalah perusahaan patungan antara PT. BDM dan PT. Dixing dari Cina.

Selasa 9 Juni 2015

Sabar Mukoramah/ 082292728247 (Warga Bahomakmur)
Syahrudin A. Douw/ 085241199222 (Jatam)
Photo

Post has attachment

Post has attachment
Pernyataan Sikap Bersama
KPRI Wilayah Sulteng, PRP Komite Kota Palu, SMIP ST, SNTP
Bencana Banjir di Kecamatan Bahodopi Akibat Keserakahan Korporasi Kapitalis TambangBerikan Perlindungan Sosial Transformatif Bagi Korban Banjir di Kecamatan Bahodopi

Post has attachment
Momen-momen yg perna kami lakukan sejak SMIP-ST berdiri, silahkan ikuti kami selanjudnya.
PhotoPhotoPhotoPhotoPhoto
2015-06-08
14 Photos - View album

Kita adalah orang-orang yg beruntung dapat sekolah, dan masih bisa meneruskannya hingga perguruan tinggi. Tetapi masih ada jutaan saudara (i) kita yg hanya bisa menonton seragam-seragam yg kita gunakan. Mereka bukan tidak suka (ingin) sekolah. Namun untuk sekolah mereka harus berfikir 1000 kali, karena makan saja mereka harus banting tulang, bahkan mereka hanya bisa makan sisa-sisa makanan yg dibuang dijalanan, atau di warung-warung. Sudah 69 tahun lamanya kita terbebas dari kolonialisme, bangsa kita sudah diproklamirkan MERDEKA, namun bagi mayoritas manusia di Indonesia, belumlah merdeka dari penindasan dan kemiskinan. Itulah sebabnya kita hadir sebagai kaum mudah yg punya keinginan untuk merdeka, bukan sekedar ingin belajar jauh dari itu kita hadir untuk membebaskan belenggu yg selama ini mengikat kaki, tangan dan menutup mulut kita.
Wait while more posts are being loaded