Tingkatkan Pengawasan Pengambilan Air Tanah
Kamis, 16 April 2015 | 17:13 WIB
Kekurangan cadangan air tanah dan kerusakan pada bangunan dan infrastruktur, merupakan dua faktor akibat pengambilan air tanah besar-besaran di Cekungan Bandung. Pengambilan air tanah secara besar-besaran, juga dapat mempercepat penurunan permukaan air tanah.
Menurut Kepala Badan Geologi Surono yang harus mengawasi kondisi ini adalah Dinas Pertambangan dan Energi. Pengawasan itu, meliputi pendataan industri yang memanfaatkan air tanah dalam jumlah yang besar termasuk jumlah sumur yang dimiliki dan debit air yang diperlukan.
“Hal ini, bukan sebagai bentuk dari upaya pemerintah menyulitkan kalangan industri. Negara, harus memiliki informasi valid tentang cadangan air yang dimiliki,” tandas  Surono usai Seminar Implikasi Pembatalan Undang-undang No. 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air terhadap Pengelolaan Air Tanah di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Jln. Ganesha, Bandung, Kamis (16/4/2015).
Ia menegaskan, pengambilan air tanah secara besar-besaran di Jakarta sudah memprihatinkan. Air tanah diambil terus-menerus. Selain itu, intrusi air tanah terjadi akibat pemompaan air tanah dan sumur dalam secara besar-besaran.
“Kita tidak ingin itu terjadi di cekungan Bandung. Oleh karena itu pengawasannya harus betul,” kata Surono.
Ia menjelaskan, jika penurunan permukaan air tanah sudah terkategori parah, dapat dilihat dengan kasat mata. Contohnya tembok yang retak, bangunan dan jalan yang amblas.
Gerakan politik
Dalam kesempatan tersebut, hadir Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsudin. Ia mengatakan, untuk mengembalikan pemanfaatan sumber daya air untuk kepentingan masyarakat diperlukan gerakan politik.
“Banyak pihak yang memaksa negara  membuka pemanfaatan air untuk pasar bebas. Sehingga, pihak swasta dapat mengekploitasinya secara besar-besaran,” tandas Din.
Ia meminta, negara kembali memungsikan dirinya sebagai pengelola sumber daya air untuk kepentingan bangsa. Pengelolaan oleh BUMN atau BUMD juga harus diperkuat. “Bahkan, kampus didorong untuk memberikan kontribusi terkait teknologi pemanfaatan air atau pun manajemen pengelolaannya,” kata Dien.
Hj. Eli Siti Wasliah.
Sumber dari: http://www.galamedianews.com/bandung-raya/18176/tingkatkan-pengawasan-pengambilan-air-tanah-.html

Wait while more posts are being loaded