TOTALITAS dalam BEBAN

“Dakwah ini tidak mengenal sikap ganda. Ia hanya mengenal satu sikap totalitas. Siapa yang bersedia untuk itu, maka ia harus hidup bersama da’wah dan da’wah pun melebur dalam dirinya. Sebaliknya, barangsiapa yang lemah dalam memikul beban ini, ia terhalang dari pahala besar mujahid dan tertinggal bersama orang-orang yang duduk. Lalu Allah SWT akan mengganti mereka dengan generasi lain yang lebih baik dan lebih sanggup memikul beban da’wah ini…”

Syahid Hasan Al Banna

Assalamu'alaikum😊
Kabar gembira
💐💐💐

Yayasan Daarul Hikmah Lampung sedang membuka program:

🎊🎊 Beasiswa Penghafal Qur'an 🎉🎉

🎓🎓 Hafal Qur'an dalam 2 tahun 📖📖


Persyaratan:
1. Mahasiswa aktif sekitar Bandar Lampung mak semester 7
2. Diutamakan memiliki hafalan minimal 1 juz
3. Berkomitmen untuk terus istiqomah menambah hafalan
4. Bersedia mengikuti dan menaati peraturan yang berlaku
5. Berkomitmen untuk mencapai target hafalan yang ditentukan
6. Mengikuti tes baca Qur'an dan wawancara (diumumkan kemudian)
7. Ikhwan dan Akhwat

👳🏻‍♀Buruan!!! kuota kita terbatas

Fasilitas dan Keunggulan
1. Bebas biaya gedung dan asrama
2. Bebas biaya pembinaan bulanan sampai hafidz 30 juz
3. Tempat nyantri yang nyaman dan kondusif untuk belajar keislaman dan menghafal
4. Diasuh oleh pengasuh yang profesional dibidangnya
5. Uang saku bulanan

Jadilah salah satu di antara golongan mulia para penghafal Qur'an😊

More info:
0899 0969 000 (Ummu Amani)

Ma'had Tahfidz Daarul Hikmah Lampung.
Jl. Sutan Jamil No 29. Gedung Meneng, Rajabasa, Bandar Lampung.

Bagi yang ingin mengambil peran bersama melahirkan para penghafal Qur'an, kami menerima Infaq Pengembangan Program Ma'had
💳 Bank BNI Syari'ah
Norek. 0584981906
Kode Bank 009
An Muhamad Kumaidi

#daarulhikmah #ppmdh #hafalqur'an #pemimpinmasadepan #santrimahasiswa #rumahkepemimpinan #rqnlampung

Assalamualaikum

#Spiritetang

Sholat Maghrib

Secara bahasa maghrib berarti waktu dan arah tempat tenggelamnya matahari. Sholat maghrib adalah sholat yang dilaksanakan pada waktu tenggelamnya matahari.
Awal Waktu Sholat Maghrib. Kaum Muslimin sepakat awal waktu sholat maghrib adalah ketika matahari telah tenggelam hingga matahari benar-benar tenggelam sempurna.

Akhir Waktu Sholat Maghrib. Para ulama berselisih pendapat mengenai akhir waktu maghrib.
Pendapat pertama mengatakan bahwa waktu maghrib hanya merupakan satu waktu saja yaitu sekadar waktu yang diperlukan orang yang akan sholat untuk bersuci, menutup aurot, melakukan adzan, iqomah dan melaksanakan sholat maghrib. Pendapat ini adalah pendapat Malikiyah, Al Auza’i dan Imam Syafi’i. Dalil pendapat ini adalah hadits yang diriwayatkan dari Jabir ketika Jibril mengajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam sholat,

“Kemudian Jibril mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi was sallam ketika matahari telah tenggelam (sama dengan waktu ketika Jibril mengajarkan sholat kepada Nabi pada hari sebelumnya) kemudian dia mengatakan, “Wahai Muhammad berdirilah laksanakanlah sholat maghrib.,

Pendapat kedua mengatakan bahwa akhir waktu maghrib adalah ketika telah hilang sinar merah ketika matahari tenggelam. Pendapat ini adalah pendapatnya Sufyan Ats Tsauri, Imam Ahmad, Ishaq, Abu Tsaur, Mahzab Hanafi serta sebahagian mazhab Syafi’i dan inilah pendapat yang dinilai tepat oleh An Nawawi rohimahumullah. Dalilnya adalah hadits ‘Abdullah bin ‘Amr rodhiyallahu ‘anhu,

“Waktu sholat maghrib adalah selama belum hilang sinar merah ketika matahari tenggelam”

Pendapat inilah yang lebih tepat Allahu a’lam.
Disunnahkan Menyegerakan Sholat Maghrib

Hal ini berdasarkan hadits Nabi shollallahu ‘alaihi was sallam dari Sahabat ‘Uqbah bin ‘Amir rodhiyallahu ‘anhu,

لاَ تَزَالُ أُمَّتِى بِخَيْرٍ – أَوْ قَالَ عَلَى الْفِطْرَةِ – مَا لَمْ يُؤَخِّرُوا الْمَغْرِبَ إِلَى أَنْ تَشْتَبِكَ النُّجُومُ

“Umatku akan senantiasa dalam kebaikan (atau fithroh) selama mereka tidak mengakhirkan waktu sholat maghrib hingga munculnya bintang (di langit)”

#Selamatetang

#JumatSehat
#JumatProduktif

“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (Al Jumu’ah: 9)

Dakwah Islam berpijak di atas dasar iman kepada Allah, amal shalih, dan persaudaraan yang mulia di antara manusia. Pagar bagi semua itu adalah keshalihan pribadi dan konsistensi diri diatas manhaj-manhaj kebaikan dan kebenaran.

Itulah prinsip-prinsip yang telah ditetapkan oleh agama-agama terdahulu, dan dibawa oleh syariat-syariatnya semenjak Nabi Adam hingga Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Allah berfirman,

“Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa Yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya).”(Asy Syura’: 13)

Dalam mengkokohkan masa depan tersebut dalam jiwa dan menancapakannya dalam hati, Islam menyandarkan pada dakwah yang tekun, ucapan yang baik, argumen yang jelas, dan bukti yang terang.

#ImamHassanAlBanna
#KhutbahJumat


“Kitab yang terletak di perpustakaan sedikit yang membacanya, tetapi seorang muslim sejati adalah laksana ‘kitab terbuka’ yang semua orang membacanya. Ke mana saja ia pergi, ia adalah ‘dakwah yang bergerak”
(As-Syahid Imam Hassan Al Banna)


MELUDAHI LANGIT

Seorang laki-laki yg berbeda paham dengan seorang Guru mengeluarkan kecaman dan kata-kata kasar, meluapkan kebenciannya kepada Sang Guru.

Sang Guru hanya diam, mendengarkannya dengan sabar, tenang dan tidak berkata apa pun.

Setelah lelaki tersebut pergi, si murid yg melihat peristiwa itu dengan penasaran bertanya:

"mengapa Guru diam saja tidak membalas makian lelaki tersebut?"_

Beberapa saat kemudian, maka Sang Guru bertanya kepada si murid:

“Jika seseorang memberimu sesuatu, tapi kamu tidak mau menerimanya, lalu menjadi milik siapa kah pemberian itu?”_

“Tentu saja menjadi milik si pemberi”_, jawab si murid.

“Begitu pula dengan kata-kata kasar itu”,_ tukas Sang Guru.

"Karena aku tidak mau menerima kata-kata itu, maka kata-kata tadi akan kembali menjadi miliknya. Dia harus menyimpannya sendiri.
Dia tidak menyadari, karena nanti dia harus menanggung akibatnya di dunia atau pun akhirat, karena energi negatif yg muncul dari pikiran, perasaan, perkataan, dan perbuatan hanya akan membuahkan penderitaan hidup”._

Kemudian, lanjut Sang Guru:

” Sama seperti orang yg ingin mengotori langit dengan meludahinya.
Ludah itu hanya akan jatuh mengotori wajahnya sendiri.

Demikian halnya, jika di luar sana ada orang yg marah-marah kepadamu, biarkan saja … karena mereka sedang membuang SAMPAH HATI mereka.

Jika engkau diam saja, maka sampah itu akan kembali kepada diri mereka sendiri, tetapi kalau engkau tanggapi, berarti engkau menerima sampah itu.”_

“Hari ini begitu banyak orang di jalanan yg hidup dengan membawa sampah di hatinya ( sampah kekesalan, sampah amarah, sampah kebencian, Egois dan lainnya )… maka jadilah kita orang yg BIJAK”_

Sang Guru melanjutkan nasehatnya :*

“Jika engkau tak mungkin memberi, janganlah mengambil”_

“Jika engkau terlalu sulit untuk mengasihi, janganlah membenci”_

“Jika engkau tak dapat menghibur orang lain, janganlah membuatnya sedih”_

“Jika engkau tak bisa memuji, janganlah menghujat”_

"Jika engkau tak dapat menghargai, janganlah menghina”_

"Jika engkau tak suka bersahabat, janganlah bermusuhan”_

Saudaraku:

Inilah saatnya kita melatih diri untuk membuang semua sampah/Ego yg ada di hati kita ...

Marilah kita renungkan untuk diri kita masing-masing : mampukah kita mengikuti nasehat dan meneladani kebijakan Sang Guru ... ?

*Have a nice Day !*🙏🏻🙏🏻

Klo dipikir, lagu cicak-cicak di dinding mengandung unsur tauhid yang luar biasa.

Coba Kita lihat syairnya..

Cicak-cicak di dinding, diam-diam merayap.
Datang seekor nyamuk..
Hap.. lalu ditangkap.

Ada yang aneh dengan lirik lagu tersebut?

Terlihat seperti tidak ada yang aneh atau biasa saja. Tapi sebenarnya, ada pelajaran tentang tauhid di dalam lirik lagu tersebut.

Bayangkan, seekor cicak yang tidak bisa terbang tapi makanannya adalah nyamuk yang bisa terbang.

Bagaimana mungkin seekor cicak bisa mendapatkan nyamuk yang sedang terbang, sedangkan si cicak hanya merayap di dinding? Right?

Ternyata..

Si cicak hanya menggantungkan total hidupnya kepada Alloh SWT. Cicak sadar tugasnya hanyalah melakukan ikhtiar untuk menjemput rezeki sesuai dengan kemampuannya meskipun tidak punya sayap dengan cara merayap di dinding. Ketika cicak mau berikhtiar itulah, Alloh yang akan mendatangkan nyamuknya untuk si cicak, hap...lalu ditangkap oleh si cicak.

Makanya lirik lagunya adalah "datang seekor nyamuk". Bukan cicak yang mendatangi si nyamuk, melainkan Alloh yang mendatangkan si nyamuk untuk si cicak. Datang seekor nyamuk itu adalah akibat dari ikhtiar si cicak yang merayap di dinding.

Jika si cicak malas-malasan dan tidak merayap di dinding, apakah mungkin Alloh akan mendatangkan nyamuk untuk si cicak?

Subhanalloh.. Saya baru sadari ternyata ada makna tersembunyi dari si pencipta lagu cicak-cicak di dinding tersebut, yaitu agar Kita lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Semoga bermanfaat..

Sekian dari Saya, Muhammad Husnan

Post has attachment
Rois FEB Unila feat FOSSI FT Unila

Post has attachment
Rois FEB Unila feat FOSSI FT Unila

🕌 ± 23 Hari Menuju Ramadhan Mubaarok

📆Kamis, 7 Sya'ban 1438 H / 4 Mei 2017 M

Selamat berpuasa Khamis, smg selalu optimis...

📚 Rasulullah SAW bersabda:

ﻣَﻦْ ﻛَﺎﻧَﺖِ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻫَﻤَّﻪُ، ﻓَﺮَّﻕَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺃَﻣْﺮَﻩُ، ﻭَﺟَﻌَﻞَ ﻓَﻘْﺮَﻩُ ﺑَﻴْﻦَ ﻋَﻴْﻨَﻴْﻪِ، ﻭَﻟَﻢْ ﻳَﺄْﺗِﻪِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﺇِﻟَّﺎ ﻣَﺎ ﻛُﺘِﺐَ ﻟَﻪُ، ﻭَﻣَﻦْ ﻛَﺎﻧَﺖِ ﺍﻟْﺂﺧِﺮَﺓُ ﻧِﻴَّﺘَﻪُ، ﺟَﻤَﻊَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻟَﻪُ ﺃَﻣْﺮَﻩُ، ﻭَﺟَﻌَﻞَ ﻏِﻨَﺎﻩُ ﻓِﻲ ﻗَﻠْﺒِﻪِ، ﻭَﺃَﺗَﺘْﻪُ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻭَﻫِﻲَ ﺭَﺍﻏِﻤَﺔٌ

“Barangsiapa yg menjadikan dunia sebagai tujuan utamanya, maka Allah akan membuat perkaranya berantakan, kemiskinan berada di depan kedua matanya, dan dunia tidaklah datang kecuali yg telah ditentukan baginya saja. Dan barangsiapa yg menjadikan akhirat (sebagai) niatnya, niscaya Allah akan memudahkan urusannya, dan menjadikan rasa kecukupan tertanam dalam hatinya, serta dunia akan datang dengan sendirinya.”
(HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

yg masih ada hutang puasa, masih ada waktu utk membayarnya... smg Allah SWT mmberi kekuatan, memudahkan, lancar serta barokah. Aamiiin.
Wait while more posts are being loaded