Kerinduanku pada cintamu, menggoda bersama wewangian surga yang semerbak harumnya. Aku melangkah mendekati kamar hatimu, merasakan kegelisahan, ketakutan, namun tak berdaya dari pandangan keagungan indah matamu yang menyinari kebun-kebun sedang bermekaran, aku berkata,”janganlah engkau menjauh dariku, sehingga aku binasa karena rindu kepadamu”.

Bagaimanapun aku harus mendapatkan apa yang selama ini kudambakan, dan kini ke taman surgamu aku datang karenanya”. Aku bersujud sambil lirih berkata, “Hatiku melihat dirimu begitu jauh dariku, tapi engkau begitu dekat di hatiku, dan aku selalu mengingatmu. Sesungguhnya orang lain tidak bisa melihat pandanganku dan aku tidak bisa melihat yang lain, Maka sesungguhnya cintaku padamu telah diikat dengan ikatan yang kuat di hatiku. Ketika aku berkata, tidak ada kata yang bisa kuucapkan kecuali namamu. Dan ketika aku diam, hatiku telah terikat oleh ikatan cintamu yang sangat kuat”

Dalam hasrat Daudku, kumohon cinta-Mu dan cinta orang-orang yang cinta kepada-Mu, cinta kepada semua amal perbuatan yang mendekatkan aku kepada cinta kepada-Mu. Kekasih, pagi ini aku punya hasrat, punya timbunan cita-cita, mengharapkan kesempurnaan takdirku bersama-Mu. menjalani detik demi detik merasakan kebahagian dan kenikmatan cintaku pada-Mu, melebih air tawar yang dingin bagi orang yang kehausan.

Di saat Shalatku, laksana aku Daud lalu kekasihku datang dan berkata,”Hai Daud, sampaikanlah kepada penduduk bumi bahwa sungguh Aku adalah Kekasih bagi orang yang mencintai-Ku; teman duduk bagi orang yang duduk bersama-Ku; teman akrab bagi orang yang akrab dengan-Ku; pilihan bagi orang yang memilih-Ku…Wahai Dawud, ingatan-Ku adalah untuk orang-orang yang ingat kepada-Ku, surga-Ku adalah untuk orang-orang yang taat kepada-Ku, dan kecintaan-Ku adalah untuk orang-orang yang rindu kepada-Ku, dan Aku adalah milik para pecinta-Ku.”

Dalam perjalanan rasa rinduku pada-Mu, semua yang kutumpahkan lewat tulisan bisu, sulit menjelaskan kerinduan cinta. untuk bertemu dengan-Mu aku takkan takut menembus setiap lapisan gumpalan awan dan samudra lautan hingga langit ke tujuh, untuk memohon,”bisakah engkau membawaku ketempat surga dan neraka tempat yang layak untuk perjumpaan dengan-Mu”. lewat sebuah jarum dan benang kujahit lapisan awan dan langit dengan amal-amal shalehku menyentuh Malaikat penjaga pintu neraka membuka pintunya.

Idris as tak sadarkan diri tak sanggup menyaksikan pemandangan neraka, api berkobar dahsyat, bunyi yang bergemuruh menakutkan dan mengerikan.”Wahai Kekasih jika aku segera meninggalkan Neraka, itu lantaran aku tidak menemukan tempat ini layak untuk perjumpaan kita”. Idris as pun segera meninggalkan neraka dengan tubuh yang lemas. Selanjutnya, Malaikat Izrail membawanya ke surga.
Terpesona, begitu indah dan menakjubkan apa yang ada di surga. Nabi Idris diberi kesempatan berkeliling, dengan diiringi oleh para bidadari yang cantik jelita dan anak-anak muda yang sangat tampan wajahnya, tiba disebuah sungai yang airnya begitu bening seperti kaca. Nabi Idris meminta izin,”bolehkah saya meminumnya?”

Lalu malaikat izrail mengizinkannya, ”Silahkan minum, inilah minuman untuk penghuni surga.” Jawab malaikat izrail. Nabi idris kemudian meminum air itu dengan nikmat. Minuman yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya, minuman yang membuatnya terikat dengan pujaanNya hingga tidak mau lagi kembali ke bumi. Hatinya sudah terpikat oleh keindahan dan kenikmatan surga milik kekasihNya. Nabi idris pun berkata ”Saya tidak mau keluar dari tempat ini, saya ingin merajut pakaian jiwa yang indah untuk kupakai saat berjumpa kekasihku disini kelak di hari kiamat nanti, andai kau usir aku dari sini aku tak akan pergi berlalu karena cintaku pada-Mu sepenuh kalbu”

Post has attachment
Wait while more posts are being loaded