Post has shared content

Post has attachment

JENGAH DENGAN NESTAPA


Aku tak sanggup berkata apapun setelah kedustaan yang ku ungkap
Hanya ada satu tuhan yang sanggup mengampuni doasaku
ZAT NYA adalah tempat manusia lemah kembali

Ampuni aku karna telah berdusta
Ampuni aku karena telah mencabik diriku dengan dosa
Jadikan aku keluar dari lilitan yang mencabik diriku yang kubuat
Bersihkan lukaku
Basuh aku dengan kasihsayangmu yang indah
Buat aku bersujud dan mengemis cintamu
Buat aku menjadikanMU kekasihku
Ini tentang cinta yang takkan musnah bersama dunia
Tentang cinta yang takkan hancur bersama ujung waktu alam semesta

Aku mengemis kebahagiaan sejati darimu pencipta dan pemilik ku

Ampuni aku yang tenggelam di lumpur dosa

Kepada yang mendetakkan jantung ini


Dunia, 20 October, 2015.
Amir Benthalib
#PenaCandu

USAHA UNTUK KATA YANG MURKA


Ini adalah kegelapan...
Kegelapan yang dimaksudkan untuk menerangi...
Bagaimana bisa, padahal itu sungguh kegelapan untuk segala arti..

Semuanya ingin bersuara
Karena semuanya menganggap ini terang..
Tapi memang bukan tidak bisa bersuara dalam gelap
Karena keduanya dimensi yang berbeda
Tetapi bersatu untuk sebuah arti

Yang lebih memiliki penguasaan terhadap indera dari organik2 yang ada di sekitar organnya menjadi penguasa paradigma
Sehinga membentuk piramida
Yang di bawah dari yang di atas akan menganggap dirinya melebur dengan eksistensialisme makna
Padahal selalu dicocok untuk mengikuti kendali!!!

Sadarlah bahwa kita berada pada kegelapan samudra!!!!

Saling berteriak dan membunuh
Saling membungkam dan membunuh jiwa untuk menjadi media
Saling menindas untuk berkuasa
Kita adalah serigala pemangsa, perkataan itu agaknya mewakili

Ini semua realitas tak terelakkan menurut opini ku
Karna realitas dan fakta menjadi semu oleh sebab pembangkangan!!!

Ujungnya bagi yang mengerti kita harus mengakui
Mengakui ini semua dan menjalani kenyataan yang perih
Tetapi keberanian menjadi kapal selam atau hanya sekedar sekoci untuk mengarungi samudra kehidupan yang gelap

Termenung untuk mati


Bandung, 9 October, 2015
Amir Benthalib
#PenaCandu

angin semilir dini hari, dengan secangkir kopi hangat melengkapi hidup yang saat ini merasakan kerinduan pada seseorang yang sedang tertidur lelap.. 
Wait while more posts are being loaded