8.6.148.
Juz:8,Surah:6.
Surah Al-An’am, Ayat 148:

Dalam ayat ini, Allah menceritakan tentang perkara ghaib yang akan berlaku.
Dan orang musyrik yang menyekutukan Allah akan berkata; kalau Tuhan menghendaki segala sesuatu, nescaya musyrik dan bapa-bapa mereka terdahulu tidak akan menpersekutukan Tuhan, dan tidak mengharamkan untuk diri sendiri sesuatu apa pun.
Kata-kata mereka itu terang-terang menunjukkan bahawa mereka sebenarnya adalah syrik dan kufur. Seolah-olah orang munafik itu menemplak Allah, dan menyalahkan Nya, kononnya Tuhan yang telah menetapkan pendirian kepercyaan yang ada pada diri mereka dengan kemahuan Nya, dan konon nya Tuhan yang menyuruh mengadakan pengharaman sedang mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Kalau Tuhan mahu mengubah pendirian mereka nescaya mereka tidak terlanjur dengan berpendirian seperti itu.
Demikianlah sikap orang musyrik Mekah dan Yahudi telah berdusta dengan mengeluarkan kata-kata tersebut, dan bagitulah juga caranya orang sebelumnya pada zaman lampau telah mendustakan para Rasul yang diutus Allah kepada mereka. Oleh itu biarlah mereka rasakan seksaan Allah yang akan menimpa keatas mereka diakhirat kelak.
Allah mencela pertanyaan orang munafik itu dan menyuruh Rasul Nya mengatakan kepada mereka yang musyrik munafik; tunjukkan lah kepada kami bukti dan keterangan yang dapat diterima akal dan menepati dengan syariat Allah atas kebenaran kata dan dakwaaan musyrik itu, sekiranya ada mempunyai nya, agar kami dapat bandingkan mana yang benar dan yang tidak benar dengan keterangan Allah yang sebenarnya.
Oleh itu sedikit pun tidak ada bukti yang dapat dikemukakan, bahkan apa yang munafik ikut dan menjadi pegangan hidup selama ini hanyalah persangkaan belaka, yang didirikan atas khayalan bayangan dan angan-angan kosong, dan pada dasarnya munafik itu pembohong sebagai orang yang suka mengada-adakan dusta.
.
.
previous, [G+] https://t.co/djG3qgAg9Q
via, bayucengalgmail@yahoo.com

Wait while more posts are being loaded