3 Masalah UKM Indonesia

Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan mengatakan, kendala pertama yang dihadapi oleh sektor UKM adalah persoalan pembiayaan untuk modal. Masalah ini tak hanya terjadi di Indonesia saja, melainkan menjadi sebuah masalah klasik sektor UKM di dunia.

Permasalahan yang kedua adalah teknologi. Menurut Syarief, beberapa UKM masih belum mampu mengotimalkan teknologi yang ada, contohnya internet dan unsur teknologi lain yang berkaitan. Syarief berharap dengan selesainya KTT APEC 2013, ada hasil konkret yang didapat untuk pengembangan UKM di Asia Pasifik.

Kelemahan ketiga adalah pemasaran. Ini pun memiliki keterkaitan erat dengan teknologi. Cara pemasaran UKM masih dinilai konvensional, padahal dengan memanfaatkan teknologi seperti internet, UKM memiliki cara lain dalam melakukan pemasaran.

----

Semoga hal ini dapat menginspirasi kita untuk lebih kreatif mengembangkan solusi tehnologi yang dapat membantu pertumbuhan UKM di Indonesia. 

800 UKM Siap Rambah Pasar Malaysia

Jakarta - Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia berpeluang mengembangkan bisnisnya hingga ke Malaysia. Sebanyak 800 pengusaha UKM siap berangkat ke negeri jiran tersebut pada 2-5 Oktober 2013.

Sebanyak 800 pelaku UKM ini diberangkatkan guna memberikan pembelajaran kepada para pelaku UKM di luar negeri sehingga bisa membaca persaingan bisnis dan membuka peluang usaha di luar pasar Indonesia.

"Harapannya, para UKM bisa siap bersaing menghadapi Asean Economic Community (AEC) 2015, para pelaku UKM juga diharapkan dapat melihat peluang untuk memasarkan produk Indonesia di Malaysia," ujar Asisten Presiden Direktur PT Sinde Budi Sentosa, Jony Yuwono, selaku pihak yang memberangkatkan para UKM ini dalam siaran pers, Rabu (2/10/2013).

Menurut data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, 99,99% dari total usaha di Indonesia adalah UKM yang tercatat berjumlah 56 juta. UKM sebanyak itu sudah menyerap 107 juta tenaga kerja atau 97,16% dari total tenaga kerja di Indonesia dan menyumbang Rp 4,3 triliun atau 58% persen terhadap PDB 2011.

"Di 2015 tidak ada lagi kata-kata belum siap untuk menghadapi AEC, UKM merupakan salah satu kunci keberhasilan pertumbuhan ekonomi Indonesia, untuk itu UKM diharapkan mampu bersaing," ungkap Menteri UKM Syarief Hasan.

Syarief mengatakan, tekanan ekonomi global yang mengakibatkan lemahnya rupiah menjadi salah satu faktor UKM di Indonesia masih kalah dengan UKM China, India dan Amerika Serikat.

Meski demikian tekanan ekonomi global yang menyebabkan melemahnya rupiah, diharapkan tidak menyurutkan semangat para pengusaha UKM untuk terus mengembangkan lini usahanya.

"Meski kita masih dibawah, China, India dan Amerika, namun UKM Indonesia masih mampu bersaing dan masih menjadi market leader di pasar domestik," kata Syarief.
(ang/ang) 

Post has shared content

Potensi market cloud untuk SME masih sangat besar, banyak pemain cloud provider dari luar yang sudah ingin masuk ke market SME di indonesia.

Perlu solusi khusus untuk menjaga kestabilan di indonesia sendiri, jangan sampai lari ke luar negeri.

Ada ide dan saran ?

Banyak orang Indonesia yang HEBAT dibidang IT. Anda mungkin salah satunya. Silahkan bergabung dengan komunitas ini dan jadikan Indonesia menjadi lebih HEBAT lagi dimasa yang akan datang... 
Wait while more posts are being loaded