Selamat pagi parigi..

Post has attachment
Pantai Wisata "THO BULANGAS" - Buranga - Ampibabo.

Pantai yang merupakan bagian dari Teluk Tomini ini juga menjadi batas alam dari wilayah darat Desa Buranga - Ampibabo dengan Teluk Tomini. Sejak dibukanya akses darat berupa Jalan melalui program PPIP 2013, pantai Tho Bulangas semakin ramai di kunjungi masyarakat. Selain warga Buranga sendiri, prngunjung juga datang dari pusat-pusat pemukiman di luar Buranga, seperti Lemo, Ampibabo, Tomoli, Toribulu dan sekitarnya.

Hal utama yang menjadi objek kunjungan di pantai ini adalah adanya situs kuno berupa sebuah kubur yang oleh masyarakat setempat sering disebut dengan "Kubur Keramat". Dari keterangan beberapa tetua masyarakat, konon kubur ini telah ada sejak dahulu kala, sebelum moyang mereka mendiami wilayah ini. Tidak ada catatan yang menjadi rujukan tentang siapa dan kapan peristiwa penguburan ini terjadi.

Selain situs kuno tersebut, pengunjung dapat melakukan relaksasi dengan mandi/berenang di pantai ini, guna menghilangkan penat. Untuk lebih santai mengekplorasi air laut tersedia sarana karet angin yang disewakan oleh warga sekitar dengan biaya yang murah meriah. Bila lelah menikmati pemandangan asri pantai, dapat juga memanjakan lidah dengan berbagai makanan serta minuman ringan yang banyak di jual di kawasan pantai ini.

Terbukanya kawasan pantai ini, memberi dampak positif dari aspek ekonomi masyarakat lokal. Bila selama ini terkesan bahwa pemukim pesisir dianggap sebagai masyarakat marginal, maka kesan ini akan memiliki moment untuk berubah. Artinya dengan terbukanya kawasan ini maka dapat menjadi stimulant bagi pengembangan ekonomi partisipative masyarakat, yang tujuannya adalah meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat tanpa harus menadahkan tangan secara massive.

Menunjang aspek peluang ekonomi participate masyarakat tersebut, hal utama yang menjadi tanggung jawab pemerintah menurut jenjangnya adalah bagaimana menjaga stabilitas keamanan ditingkat masyarakat. Peluang ekonomi dan tumbuhnya persaingan tentulah akan menjadi faktor positif dan negatif, khususnya bagi sektor keamanan.

Untuk lebih mengenal Pantai Wisata "THO BULANGAS", sebaiknya anda mengunjungi kawasan ini.

Selamat bertamasya ....!!!.

# Guna Rasaku .



PhotoPhotoPhotoPhoto
4 Photos - View album

Tak terasa 4 tahun sudah KH. Abdurahman Wahid (GUS DUR ) meninggalkan Pertiwi tercinta, semoga arwahnya damai bersama ALLAH SWT .. semoga pula petuah, petunjuk yang diberikan oleh nya dalam menata keragaman dan keberagaman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dapat semakin di pahami, dimengerti, serta di aktualisasikan dalam kehidupan di bumi dan langit Indonesia.

Terlepas dari segala kekurangan sebagai konsekwensi wujud "Manusia"nya, Gus Dur adalah salah satu tokoh agama terbesar saat ini. Pandangannya tentang pluralisme sungguh dapat menjadi dan dijadikan suluh bagi kehidupan berbangsa dan bernegara yang akhir-akhir ini telah sampai pada taraf yang mengkhawatirkan. Telah banyak korban berjatuhan akibat kedangkalan dan kesesatan pandangan beragama, yang di akibatkan oleh negara yang tak sanggup melaksanakan kewajibannya, "melindungi dan mencerdaskan kehidupan bangsa".

Kepadamu GUS DUR, semoga engkau paham, bila duka kami karena kepergianmu, belumlah terobati. Meski demikian, kami berdoa semoga engkau bahagia disisi-NYA...!.

Post has attachment
Acara Pelantikan Kepala Desa se-Kab. Parigi Moutong dan BPD di Kecamatan Ampibabo, 17 Desember 2013.
PhotoPhotoPhotoPhoto
4 Photos - View album

Hello Kawan-kawan,..
Tahun 2013 tinggal beberapa Jam lagi akan berakhir dan masuk kebrankas penyimpanan data dan arsip. Diseberang ruang, Tahun 2014, sedang memantapkan Solek, mematut kepantasan atas deretan Tradisi dan Tragedy untuk Indonesia umumnya dan Parigi Moutong khususnya, yang dalam catatan sejarah lampau, para pesohor pikiran dan strategy, selalu percaya dan meyakini, bahwa HARAPAN disetiap RUANG dan WAKTU selalu memberi bukti dalam bentuk "TAWA" dan "TANGIS". Kita tertawa bila pikiran kita sejalan dengan fakta lapangan, disisi lain, tangis menemani kita saat fakta lapangan bertolak belakang dengan rancangan pikiran kita. Meski dibanyak tempat dan kesempatan, tak sedikit suara TAWA yang lebih MENYERAMKAN dari suara TANGIS dibawah rindangnya POHON BERINGIN.

Ditahun baru, 2014, dengan Pemimpin yang Baru, sang rakyat jelata menunggu asupan Nutrients baru, dalam bentuk program dan kebijakan, untuk meningkatkan dan memacu LIBIDO kreatitivitas dari kejenuhan dan kelelahan pola-pola yang lewat.

Akan halnya KABUPATEN PARIGI MOUTONG, kawasan ekonomi agraris di Sulawesi Tengah, yang belajar untuk mandiri, menata diri dengan segala Sumber Daya yang dimiliki, sangat berharap untuk mendapat SURPRISING PROGRAMS, yang sanggup menjadi PENGAYOM, PELINDUNG dan PELAYAN Ekonomi Rakyat, yang saat ini sedang berkutat, bergelut untuk bebas dari belitan krisis Pertanian dan Perubahan Iklim kawasan dan global. Kerja keras dan GENIUSSITAS sang PEMIMPIN Parigi Moutong sangat diharap dan dinantikan oleh rakyat jelata.

Kabupaten PARIGI MOUTONG, Tahun 2014 dengan Program dan pemimpin baru, menuju penuntasan Ketertinggalan Pembangunan diberbagai aspek kehidupan sosial, mengentaskan kemiskinan MENTAL dan MATERIAL, dalam wadah berkeadilan dan keadilan sosial.

Jayalah PARIGI MOUTONG, Jayalah INDONESIA.
2014 NEW FORCE'S ERA.

FLAME OF PARIGI MOUTONG.

Parigi Moutong, daerah dengan wilayah sangat luas yang memiliki kandungan sumber daya alam melimpah, yang dijajari oleh sumber daya manusianya yang terus berbenah. Daerah dengan status wilayah Kabupaten di propinsi Sulawesi Tengah ini tengah menggencarkan aksi pembangunan di segala bidang, seperti pendidikan, kesehatan rakyat, infrastructur, ekonomi, pertanian dan perkebunan serta kelautan.

Dengan ibukota PARIGI, Kabupaten ini memiliki wilayah laut yang luas, dimana 3/4 wilayah teluk Tomini berhadapan langsung dengan wilayah daratannya. Tentu saja hal ini menumbuhkan harapan di hati seluruh masyarakat bahwa potensi yang di kandungnya akan dapat berkontribusi serta mengiringi Parigi Moutong mencapai cita-cita sejatinya. Butuh komitmen yang kuat antara pemegang kebijakan (pemerintah), rakyat dan stake holder.

Saat ini Kabupaten Parigi Moutong memasuki fase ketiga dalam aplikasi program pembangunan dan penataan wilayah dalam siklus lima tahunan, untuk berbagai aspek kehidupan. Memang tidak mudah menggerakan pembangunan pada wilayah berpenduduk multy culture, tetapi inilah kekuatan dari Parigi Moutong.

Kejelian dan kepekaan pemimpin dalam memanfaatkan sumber daya dan mengamati gejala sosial akan menjadi penentu dari suksesnya rencana pembangunan yang sudah barang tentu harus di back up oleh Good and Clean Governance akan menjadi penentu masa depan daerah ini.

Dengan management keadilan sosial, semboyan "SONGU LARA MOMBANGU" akan dapat diwujudkan. Dengan Songu Lara Mombangu pula kita mewujudkan KEADILAN SOSIAL.

MAJU DAN JAYALAH.
Wait while more posts are being loaded