Post has attachment
Photo

Selasa 14 Oktober 2014 “Setiap Pemberian yang Baik dan Sempurna”
Judul kita hari ini diambil dari tulisan Yakobus 1:16-17 >”Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat!  Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran”.
Meskipun dosa  melahirkan maut, Allah adalah sumber kehidupan.  Ia adalah  “Bapa segala terang” (Yakobus 1:17). Merujuk kepada penciptaan (Kejadian 1:14-18).  Allah menjadikan kita sebuah kehidupan baru, yang adalah pemberian terbesar yang kita terima  “Dari Atas” (Bandingkan ayat ini dengan Yohanes 3:3  >”Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah”).  Bagaimana ini bisa terjadi – Bahasan kemarin sudah kita bahas namun perlu diulangi kembali - Yakobus 1:14-15 >” Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut”.  Hati jasmaniah mencari jalan untuk terus berdosa dan tetap selamat.  Tetapi  Allah berkata :”Betapa liciknya hati, lebih licik dari segala sesuatu, hatinya  sudah membatu, siapakah yang dapat  mengetahuinya” (Yeremia 17:9) dan “Janganlah sesat “ (Yakobus 1:16).  Untungnya Yakobus melanjutkan gambaran yang suran ini dengan kabar baik dalam ayat 17 dan 18, yang digambarkan sebagai pemberian yang baik bagi semua – dilahirkan  kembali oleh “Firman kebenaran”.  Seperti ciptaan yang pertama (Mazmur 33:6,9), kelahiran baru terjadi melalui Firman Allah (bandingkanlah dengan Roma 10:17; 2 Kor 4:6).  Firman yang diinspirasikan (Secara literal “Allah menghembuskan “ dalam 2 Timotius 3:16), secara  unik menghembuskan napas kehidupan rohani kedalam hati setiap orang  yang terbuka untuk menerima pemberian itu.  Alkitab adalah kebenaran Allah yang diinspirasikan.  Yesus berkata : “Kuduskanlah mereka dalam kebenaran firman-Mu adalah kebenaran” (Yohanes 17:17).  Setan ingin memotong hubungan kita dengan surga melalui menuntun kita untuk meragukan Alkitab dan membuat rumit ajaran – ajaran-Nya, sama seperti yang dilakukannya terhadap Hawa  ditaman Eden (Lihat Kejadian 3:1-5). 
Kembali kepada ayat Yakobus 1:17 diatas, Paulus juga berbicara mengenai keselamatan sebagai hasil karunia Allah (Roma 3:23-24 – Efesus 2:8 - 2 Timotius 1:9).  Yakobus disini menyebutkan keselamatan adalah “Sebuah Pemberian”.  Lebih lagi, diayat 18 Yakobus membuatnya menjadi lebih jelas  bahwa “Keselamatan”, kelahiran baru ini, adalah hasil dari tujuan dan kehendak Allah kepada kita >” Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya”.  Di Alkitab kita tertulis menjadi “anak Sulung” sedangkan didalam Alkitab Bahasa Inggris – The Bible ditulisnya  >“Of his own will begat he us with the word of truth, that we should be a kind of firstfruits of his creatures” ditulis di The Bible “FirstFruit” artinya sama ini Cuma masalah terjemahan. Maksudnya sama seperti zaman bangsa Israel mula - mula,  Allah menghendaki agar semua buah pertama atau panen pertama dari musim tanam atau anak pertama (anak Sulung) adalah kepunyaan Allah (lain dengan persepuluhan).  Intinya adalah kehendak Allah agar kita selamat. Bahkan sebelum kita diciptakan, bahwa kita harus memiliki keselamatan dan kehidupan didalam Dia sekarang dan untuk kekekalan.
Bandingkan pandangan Paulus dan Yakobus dan Petrus mengenai “Kelahiran Baru”. Paulus tulis di Titus 3:5-7 >”  pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita,  supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita”.  Dan Petrus menulisnya di 1 Petrus 1:23 >”Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal”. Yesus – Paulus – Petrus dan Yakobus semuanya menulis hubungan antara “keselamatan dengan kelahiran baru”.  Seluruh kehendak Allah dalam rencana penebusan adalah untuk menghubungkan manusia yang sudah  hancur dan rusak karena dosa dengan surga.  Kerenggangan begitu besar  dan  lebar sehingga tidak ada yang manusia dapat lakukan untuk menjembataninya dengan surga.  Hanya Allah dalam wujud manusia,  Yesus yang sanggup menghubungkan surga dan dunia.  Firman yang diisnpirasikan (2 Timotius 3:16) >”Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran”.  Secara unik firman Allah sanggup menghembuskan napas kehidupan rohani kepada mereka yang hatinya terbuka untuk menerima pemberian itu.
Singkatnya “Bapa segala terang” kita itu sangat mengasihi kita,  bahkan melayani seperti kita.   Ia memberikan kita  “Setiap pemberian yang baik dan sempurna” (Yakobus 1:17) pemberian yang terbaik dari semua pemberian yaitu Yesus Kristus serta kelahiran baru yang Ia tawarkan agar kita diselamatkan.
Tuhan memberkati anda.
 
 
 
Wait while more posts are being loaded