Post has shared content
MENUMPUK2 HARTA...
PAKAH CERITA QORUN DALAN AL-QURAN TIDAK DIJADIKAN PELAJARAN OLEH MANUSIA...?
MENUMPUK2 HARTA...
PAKAH CERITA QORUN DALAN AL-QURAN TIDAK DIJADIKAN PELAJARAN OLEH MANUSIA...?

Post has shared content
Habaib INI BERANI SEKALI MENANTANG PDIP&POLISI INDONESIA
DI LIHAT DARI KINERJA MEREKA BENAR APA ADANYA YANG DI KATAKAN HABAIB INI,
JIKALAU BEGITU SUDAH SIAPKAH UMAT ISLAM BERJUANG MELAWAN PKI
MELAWAN KEZOLIMAN MEREKA*PENGUASA*
MEMPERTAHANKAN&MENYELAMATKAN NKRI.
mak jleep ceramahnya !

🔴 KEBRUTALAN PKI YANG TIDAK BOLEH DILUPAKAN Ayooo, Jangan Pernah Bosan Untuk Saling Mengingatkan

Bagi anak-anak muda yang sekarang jangan sampai buta dengan sejarah.siapa itu PKI, Dan jangan bangga pakai atribut Komunis.

Barang kali yang belum baca tulisan Ust.Oki berikut ini:

"Saya masih menyimpan cerita itu dari ayah dan Budhe saya. Hari itu Gontor tegang. Semua santri diliburkan.

Para Guru bersiaga, sedang para santri banyak yang terdiam, tidak tahu apa yang harus dilakukan...Kabar yang mendebarkan itu akhirnya sampai juga.

Partai Komunis Indonesia (PKI) sudah mencapai Jabung (barat Gontor). Tinggal menunggu jam saja maka mereka akan tiba di Gontor.

K.H Imam Zarkasyi dan K.H Ahmad Sahal di bantu kakak Tertua beliau berdua, K.H Rahmat Soekarto tengah berembug, bagaimana menyelamatkan para santri dan Pondok. Beliau tidak peduli nasib mereka sendiri, yang beliau-beliau fikirkan nasib para santri. Bagaimana agar mereka selamat, diungsikan kemana, bagaimana setelah itu...

Terjadilah percakapan dibawah ini (seperti yang diceritakan Budhe saya) :

"Wis Pak Sahal, penjenengan ae sing Budhal ngungsi karo santri. PKI kuwi sing dingerteni Kyai Gontor yo panjengan. Aku tak jogo Pondok wae, ora-ora lek dkenali PKI aku iki...(Sudah Pak Sahal, antum saja yang berangkat mengungsi dengan para santri. Yang diketahui Kyai Gontor itu ya antum. Biar saya yang menjaga Pesantren, tidak akan dikenali saya ini..." Kata KH Imam Zarkasyi.

Kemudian Pak Sahal menjawab :"Ora..dudu aku sing kudu ngungsi... Tapi kowe Zar, kowe isih enom, ilmu-mu leuwih akeh, bakale pondok iki mbutuhne kowe timbangan aku.. Aku wis tuwo, wis tak ladenani PKI kuwi.. Ayo pak Zar, njajal awak mendahno lek mati..." (Tidak, bukan saya yang harus mengungsi, tapi kamu Zar (karena K.H Imam Zarkasyi adalah adik kandung beliau).

Kamu lebih muda, ilmumu lebih banyak, pesantren ini lebih membutuhkan kamu daripada saya. Saya sudah tua, biar saya hadapi PKI-PKI itu. Ayo pak Zar, mencoba badan, walau sampai mati...!"

Kedua Kyai itu berusaha meminta salah satu diantara mereka untuk pergi mengungsi. Sungguh bukan nasib mereka yang difikrikan, tapi nasib para santri.

Akhirnya diputuskanlah bahwa beliau berdua pergi mengungsi dengan para santri. Penjagaan pesantren di berikan kepada K.H Rahmat Soekarto. Lurah desa Gontor sekaligus Imam Jumatan di Gontor sampai beliau wafat.

Menuju ke arah timur, kearah Gua Kusuma (masyarakat lebih mengenalnya dengan Gua Sahal). Jarak yang harus ditempuh beliau berdua dengan para santri bukan terbilang dekat, dengan kondisi jalan yang jauh dari dibilang bagus saat itu.Tapi semangat beliau berdua memang luar biasa...

Akhirnya PKI betul-betul datang.

Mereka berteriak-teriak mencari KyaiGontor..."Endi kyai-ne?? Endi Kyai-ne?? Kon ngadepi PKI kene..Asu Kabeh...!!"(Mana Kyainya, Mana Kyainya? Suruh menghadapi PKI sini, Anjing semua..!!)

Mereka mulai merusak pesantren. Gubuk-gubuk asrama santri yang terbuat dari Bambu dirusak. Kasur-kasur dibakar, buku-buku santridibakar habis. Peci, baju-baju santri yang tidak terbawa di bawa ke pelataran asrama, diinjak-injak dan dibakar. Termasuk beberapa Kitab Suci Al-Qur'an.

Suasana mencekam, PKI berusaha masuk ke Rumah KH Rahmat Soekarto (Pendopo saat ini, sekaligus Rumah TRIMURTI) sambil teriak-teriak tidak jelas..."Endi lurahe?? Gelem melu PKI po ra?? Lek ra gelem dibeleh sisannengkene..!!" (Mana Lurahnya? Mau ikut PKI apa tidak? Kalau ndak mau sembelih sekalian disini)Tapi kuasa Allah, para PKI itu seakan-akan menjumpai dinding kokoh tak terlihat.

Mereka saling dorong untuk masuk pendopo tanpa dinding itu, K.H Rahmat Soekarno terdiam dalam dzikirnya, memohon keselamatan Gontor dan para santrinya.PKI itu semakin beringas, mereka mengcung-acungkan clurit dan cangkir.Tapi tetap tidak bisa menembus barikade "pagar ghaib" yang ada di Pendopo.

Akhirnya lasykar Hizbullah dan Pasukan Siliwangi datang. Pasukan Pimpinan K.H Yusuf Hasyim, itu merangsek dan mengusir PKI dari Guntor Para PKI itu lari tunggang langgang, karena serbuan itu.

Mereka meninggalkan apa yang mereka bawa, dan akhirnya membiarkan Gontor dalam keadan porak poranda.

Sebuah pelajaran berharga... Bahwa Partai Komunis Indonesia (PKI) adalah musuh yang nyata bagi Umat Islam.

Dia bahaya laten, kita tidak boleh lengah sama sekali dan harus terus mewaspadainya. Belajar dari sejarah, Jangan sampai lupa pada sejarah...!!

Post has shared content
Originally shared by ****
Lautan Umat Muslim Indonesia Shalat Idul Fitri Jadi Viral Dunia Hingga Ke Gaza
TIDAK DI ISTIQLAL
===================================

[PORTAL-ISLAM.ID] Umat Muslim Indonesia betul-betul menjadi kebanggaan umat Islam di negara-negara lain.

Saat 7 jutaan lautan massa shalat Jum'at terbesar dunia dalam Aksi 212 di Monas, umat Islam Indonesia jadi buah bibir dunia, dan menjadi kebanggaan umat Islam yang lain di belahan penjuru dunia.

Dan hari ini di Hari Raya Idul Fitri 1438, Ahad (25/6/2017), foto-foto lautan Umat Muslim Indonesia saat menjalankan Shalat Ied
juga menjadi viral sampai ke Gaza.

Salah satunya adalah foto lautan Umat Islam Sholat Idul Fitri di Jatinegara Jakarta yang viral sampai Gaza.

"Eid prayer from Jakarta, Indonesian.
#EidMubarak," cuit @MuhammadSmiry dari Gaza yang memposting foto-foto lautan Umat Islam shalat Ied.

http://www.portal-islam.id/2017/06/lautan-umat-muslim-indonesia-shalat.html?m=1
Photo
Wait while more posts are being loaded