Post has attachment
Liputan National Geographic tentang arti kematian bagi etnis Toraja.

Post has attachment
Photo

Post has attachment
Photo

Post has attachment
Orang Toraja dan Kuda nya.

Pada masa lalu hingga awal-awal kedatangan Belanda ke Toraja, Kuda merupakan pilihan utama untuk transportasi orang maupun barang. Para pembesar-pembesar di Toraja umumnya mahir menunggang kuda, demikian juga missionaris dan guru-guru yang didatangkan Belanda masih menggunakan kuda untuk mengunjungi kampung-kampung di Toraja. Pedagang-pedagang Bugis juga menggunakan kuda untuk mengangkut barang dagangan dari/ke toraja.

Sayang sekali, sejak mulai dibangun jalan raya dan kendaraan bermotor mulai masuk Toraja, keberadaan kuda makin dipinggirkan. Tidak banyak lagi orang toraja yang memelihara kuda, apalagi yang bisa menunggang kuda. Padahal kontur dan kondisi alam Toraja sangat baik untuk menjadikan kuda sebagai andalan transportasi ke pelosok-pelosok.

Foto: Patung Pongtiku menunggang kuda.
Lokasi: Art Center Rantepao Toraja Utara. 
Photo

Post has attachment
Gunung Kandora, salah satu gunung yang paling sakral dalam kepercayaan tradisional orang Toraja.
Photo

Post has attachment
Bangunan Lumbung tradisional Toraja yang disebut "Alang" berjajar rapi di taman hotel Misiliana di Toraja.
Photo
Wait while more posts are being loaded