Post has shared content
Promo tanpa Dp hub 081315459605
Cluster real eatate flora permata residence lokasi legok dekat pabrik LG
Dp hanya 0 jt selama masa promo
type 36/60 dgn 2kmr tidur plus 1 kmr mandi

Lokasi
10 mnt stasiun parung pjg
15 mnt ke BSD city
15 mnt ke karawaci
15 mnt pemda tiga raksa
Photo

Allah maha meringankan, Allah maha memudahkan, jum'at berkah jgn lewatkan bersedekah!!! Bank Mandiri. Rek 176 0000 58 7475 an. Yayasan miftahul dhuafa dan yatim

Post has attachment
Allah maha meringankan, Allah maha memudahkan, jum'at berkah jgn lewatkan bersedekah!!! Bank Mandiri. Rek 176 0000 58 747 5 an. Yayasan miftahul dhuafa dan yatim
Photo

Post has attachment
Bersedekah Bank Mandiri. Rek 176 0000 58 747 5 an. Yayasan miftahul dhuafa dan yatim
Photo

Post has attachment
Bersedekah Bank Mandiri. Rek 176 0000 58 747 5 an. Yayasan miftahul dhuafa dan yatim
Photo

Post has attachment
Bersedekah Bank Mandiri. Rek 176 0000 58 747 5 an. Yayasan miftahul dhuafa dan yatim
Photo

Post has attachment
BERSEDEKAH
Bank Mandiri. Rek 176 0000 58 747 5 an. Yayasan miftahul dhuafa dan yatim

“Orang yang membiayai kehidupan para janda dan orang-orang miskin, bagaikan orang yang berjihad fii sabiilillaah.” –Saya (perawi) kira beliau bersabda-, “Dan bagaikan orang yang shalat tanpa merasa bosan serta bagaikan orang yang berpuasa terus-menerus.” (HR. Muslim. Shahih)
Sahabat, kita sering terjebak paradigma bahwa orang miskin memerlukan uluran bantuan dari orang kaya. Akan tetapi bagaimana jika ternyata paradigma ini keliru? Bagaimana jika kenyataannya justru orang kayalah yang membutuhkan uluran bantuan dari si miskin?
Mungkin banyak yang membantah fakta ini, sayangnya fakta tetaplah fakta dan takkan berubah, maka yang perlu diperbaiki adalah paradigma kita, mulai sekarang berpikirlah bahwa justru kita yang membutuhkan orang-orang miskin!
Untuk apa? Bagaimana orang miskin bisa membantu kita? Simak beberapa hadits berikut ini:
“Kalian hanyalah mendapat pertolongan dan rezeki dengan sebab adanya orang-orang lemah dari kalangan kalian.” (HR. Bukhari)
Subhanallah, ternyata rezeki dan pertolongan Allah yang kita peroleh sangat mungkin disebabkan doa dari orang-orang miskin, atau agar kita tergerak hati untuk menolong kaum dhuafa. Jadi amatlah lucu jika kita merasa rezeki Allah kita peroleh disebabkan kepandaian dan kerja keras kita sendiri!
“Sesungguhnya Allah menolong ummat ini dengan sebab orang-orang lemah mereka di antara mereka, yaitu dengan doa, shalat, dan keikhlasan mereka.” (HR. An Nasa’i)
Jelas bahwa doa, shalat, dan keikhlasan orang-orang yang lemah, orang-orang yang miskin, menjadi penyebab Allah menolong kita. Oleh sebab itulah kita perlu untuk mendorong saudara-saudari kita yang lemah ekonominya agar terus berada dalam keimanan pada Allah. Karena merekalah yang mampu mendatangkan pertolongan Allah untuk umat ini!
Bukankah banyak kaum dhuafa yang menggadaikan keimanan hanya karena kelaparan, kemiskinan, kemelaratan, ketidakmampuan, sedangkan kita yang memiliki kelebihan rezeki enggan membantu mereka dengan dalih tak ingin membuat orang miskin malas?! Astaghfirullah.
Namun yang perlu dipahami dan diluruskan adalah hakikat mengenai kemiskinan itu sendiri. Jangan salah paham mengira kemiskinan identik dengan pengemis dan peminta-minta, simaklah sabda Rasulullah mengenai siapa itu yang dimaksud dengan orang miskin:
“Orang miskin itu bukanlah mereka yang berkeliling meminta-minta kepada orang lain agar diberikan sesuap dan dua suap makanan dan satu-dua butir kurma.”
Para sahabat bertanya: “Ya Rasulullah, (kalau begitu) siapa yang dimaksud orang miskin itu?”
Beliau menjawab,”Mereka ialah orang yang hidupnya tidak berkecukupan, dan dia tidak mempunyai kepandaian untuk itu, lalu dia diberi shadaqah (zakat), dan mereka tidak mau meminta-minta sesuatu pun kepada orang lain.” (HR. Muslim)
Dari hadits di atas kita bisa menggarisbawahi definisi orang miskin bukanlah pengemis atau peminta-minta, bisa jadi rekan kerja atau kerabat kita sendiri termasuk dalam golongan miskin ketika gaji yang diperolehnya tak mampu mencukupi kehidupan diri dan keluarganya, dan ia terlibat sejumlah utang, namun ia enggan meminta-minta pada sekitarnya.
Sahabat, ketahuilah bahwa kita perlu menambah kepekaan diri agar bisa mendeteksi siapakah orang miskin yang ada di sekitar kita yang sekiranya bisa kita bantu agar Allah menurunkan rezeki dan pertolongannya berlipat-lipat untuk kita.
Selalu ingat bahwa sesungguhnya kitalah yang memerlukan orang miskin untuk mengangkat derajat kita di hadapan Allah. Wallaahualam. 
Photo

Post has attachment
Bersedekah Bank Mandiri. Rek 176 0000 58 747 5 an. Yayasan miftahul dhuafa dan yatim
Photo

“Orang yang membiayai kehidupan para janda dan orang-orang miskin, bagaikan orang yang berjihad fii sabiilillaah.” –Saya (perawi) kira beliau bersabda-, “Dan bagaikan orang yang shalat tanpa merasa bosan serta bagaikan orang yang berpuasa terus-menerus.” (HR. Muslim. Shahih)
Sahabat, kita sering terjebak paradigma bahwa orang miskin memerlukan uluran bantuan dari orang kaya. Akan tetapi bagaimana jika ternyata paradigma ini keliru? Bagaimana jika kenyataannya justru orang kayalah yang membutuhkan uluran bantuan dari si miskin?
Mungkin banyak yang membantah fakta ini, sayangnya fakta tetaplah fakta dan takkan berubah, maka yang perlu diperbaiki adalah paradigma kita, mulai sekarang berpikirlah bahwa justru kita yang membutuhkan orang-orang miskin!
Untuk apa? Bagaimana orang miskin bisa membantu kita? Simak beberapa hadits berikut ini:
“Kalian hanyalah mendapat pertolongan dan rezeki dengan sebab adanya orang-orang lemah dari kalangan kalian.” (HR. Bukhari)
Subhanallah, ternyata rezeki dan pertolongan Allah yang kita peroleh sangat mungkin disebabkan doa dari orang-orang miskin, atau agar kita tergerak hati untuk menolong kaum dhuafa. Jadi amatlah lucu jika kita merasa rezeki Allah kita peroleh disebabkan kepandaian dan kerja keras kita sendiri!
“Sesungguhnya Allah menolong ummat ini dengan sebab orang-orang lemah mereka di antara mereka, yaitu dengan doa, shalat, dan keikhlasan mereka.” (HR. An Nasa’i)
Jelas bahwa doa, shalat, dan keikhlasan orang-orang yang lemah, orang-orang yang miskin, menjadi penyebab Allah menolong kita. Oleh sebab itulah kita perlu untuk mendorong saudara-saudari kita yang lemah ekonominya agar terus berada dalam keimanan pada Allah. Karena merekalah yang mampu mendatangkan pertolongan Allah untuk umat ini!
Bukankah banyak kaum dhuafa yang menggadaikan keimanan hanya karena kelaparan, kemiskinan, kemelaratan, ketidakmampuan, sedangkan kita yang memiliki kelebihan rezeki enggan membantu mereka dengan dalih tak ingin membuat orang miskin malas?! Astaghfirullah.
Namun yang perlu dipahami dan diluruskan adalah hakikat mengenai kemiskinan itu sendiri. Jangan salah paham mengira kemiskinan identik dengan pengemis dan peminta-minta, simaklah sabda Rasulullah mengenai siapa itu yang dimaksud dengan orang miskin:
“Orang miskin itu bukanlah mereka yang berkeliling meminta-minta kepada orang lain agar diberikan sesuap dan dua suap makanan dan satu-dua butir kurma.”
Para sahabat bertanya: “Ya Rasulullah, (kalau begitu) siapa yang dimaksud orang miskin itu?”
Beliau menjawab,”Mereka ialah orang yang hidupnya tidak berkecukupan, dan dia tidak mempunyai kepandaian untuk itu, lalu dia diberi shadaqah (zakat), dan mereka tidak mau meminta-minta sesuatu pun kepada orang lain.” (HR. Muslim)
Dari hadits di atas kita bisa menggarisbawahi definisi orang miskin bukanlah pengemis atau peminta-minta, bisa jadi rekan kerja atau kerabat kita sendiri termasuk dalam golongan miskin ketika gaji yang diperolehnya tak mampu mencukupi kehidupan diri dan keluarganya, dan ia terlibat sejumlah utang, namun ia enggan meminta-minta pada sekitarnya.
Sahabat, ketahuilah bahwa kita perlu menambah kepekaan diri agar bisa mendeteksi siapakah orang miskin yang ada di sekitar kita yang sekiranya bisa kita bantu agar Allah menurunkan rezeki dan pertolongannya berlipat-lipat untuk kita.
Selalu ingat bahwa sesungguhnya kitalah yang memerlukan orang miskin untuk mengangkat derajat kita di hadapan Allah. Wallaahualam. (SH)
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *
Comment
Name *
Email *
Website
Post Comment
     
Posted on 17 October 2015 by Ayu Lupika
24 total views, 4 views today
Article: Artikel
  

INFO MENTOR

Miliarder Hong Kong "Li Ka-Shing": Di Dunia Ini Ada "3 Jenis" Uang Misterius, Semakin Kamu Habiskan, Semakin Banyak Kamu Dapat!

Yuk lihat, sehebat apa 3 jenis uang itu?

Jenis Pertama:
Uang Untuk Investasi Diri.
Uang untuk belajar dan mengembangkan diri harus dikeluarkan!

Kalau hari ini kamu membuang Bill Gates ke pedalaman Afrika, dan ditinggalin tanpa uang sepeser-pun, percayalah, dengan cepat, Bill Gates akan tetap kaya lagi.
Ini karena semua modal dia, sudah ditaruh di otaknya.

Jika otak miskin, hidup-pun akan miskin,
dengan kata lain, mengeluarkan uang untuk otak sendiri, adalah investasi yang paling aman,
kemana saja gak bakal kelaparan.
Meskipun kamu akan bilang,
"buat makan sehari-hari aja gak cukup, banyak utang, mana ada uang untuk belajar lagi? Lagian, sudah belajar pun gak langsung kelihatan hasilnya!"

Orang semacam ini selamanya gak bakal menginvestasikan uangnya di otak sendiri.
Sebenarnya, jika kamu benar-benar miskin, otak adalah aset terbesar kamu untuk kembali bangkit.
Itu mengapa kamu harus benar-benar berinvestasi disini.

Kita melihat banyak orang yang berjuang hanya untuk memenuhi kebutuhan, seluruh hidup mereka dihabiskan untuk mengisi lubang hitam besar yang tidak akan pernah penuh.
Hal ini karena mereka tidak mampu melangkah mundur dan melihat bahwa kesulitan hidup mereka sebenarnya karena ketidakmampuan mereka untuk belajar dan mencari terobosan untuk berkembang.

Orang yang pintar akan mengerti bagaimana belajar melalui pengalaman orang lain,
dan menghindari kesalahan yang sama.
Jadi, untuk belajar dan mengembangkan diri, harus rela menghabiskan uang,
bahkan sampai meminjam uang sekalipun!
Karena dia pasti akan memiliki banyak jalan untuk mengembalikannya.

Jadi, jika kamu menghadapi kesulitan,
ingatlah, tidak ada kata terlambat untuk belajar.
Kapan saja bisa mulai!
Mungkin banyak yang bilang tidak punya uang,
sebenarnya, orang semacam ini pasti sudah tidak sedikit membuang uang secara sia-sia.
Kalo memang pengen berubah, tapi untuk biaya pendidikan saja pelit,
gimana ada kemampuan yang cukup untuk menghadapi kesulitan?
Orang yang bijak, harus memahami hal ini.


Jenis Kedua:
Uang Untuk Berbakti.

Uang untuk berbakti pada orang tua harus dikeluarkan.
Mungkin banyak yang berpikir, buat diri sendiri saja sudah tidak cukup,
bahkan masih banyak utang, bagaimana bisa secara rutin memberikan uang pada orang tua?;
Ada juga yang bilang, di rumah tidak kekurangan uang, papa dan mama punya cukup uang,
tidak perlu memberikan uang pada orang tua!
Tidak peduli bagaimana keadaan ekonomi orang tua mu,
uang untuk berbakti pada orang tua harus diberikan secara rutin.
Semiskin apapun, sebulan sekali harus menyisihkan uang untuk orang tua!

Semiskin apapun orang tua mu, dia tetap membesarkan mu.
Coba pikir, apakah karena banyaknya utang, gak cukup uang, lalu orang tua mu akan meninggalkan mu?
Semiskin apapun, mereka pasti tetap akan membesarkan mu, iya kan?
Jadi kalo sekarang kamu mengembalikannya, itu memang sebuah keharusan.
Bagaimana boleh, hanya ketika punya uang baru memberikan, dan saat tidak punya uang tidak memberikan?

Sebenarnya, mungkin kamu tidak tahu,
Berbakti pada orang tua itu ibarat sebuah "restu alami",
Relasi yang baik dengan orang tua akan meningkatkan kekuatan restu.
Seseorang kalau tidak memiliki restu,
seumur hidup tidak akan lancar dalam mengerjakan apapun.

Berbakti pada orang tua, juga sekaligus untuk diri sendiri.
Jadi, jika dilihat dari sudut pandang lain,
uang untuk berbakti bukan saja hanya untuk kebaikan orang tua,
tapi juga untuk diri sendiri!

Kalau tidak percaya, coba lihat orang sekitar kamu,
lihat orang-orang yang sudah 24 kali ganti pekerjaan,
apakah hidup mereka sudah berbakti?
Orang yang dari muda mengerjakan sesuatu sering gagal,
hidup tidak lancar, relasi dengan orang tua pasti ada masalah.

Menurut data yang ada, 500 pengusaha tersukses di dunia,
adalah orang-orang yang berbakti pada orang tua!
Jadi ingat, semiskin apapun kamu, uang untuk berbakti tidak boleh dihemat!


Jenis Ketiga:
Uang Untuk Amal.

Asal ada uang lebih, donasikan lah itu.
Di dunia ini, selamanya pasti ada orang yang lebih 『kurang beruntung』 dari kita.
Karenanya, peliharalah kebiasaan beramal.

Jika kamu memiliki tanggungan, sisihkanlah 2% dari pendapatan-mu untuk didonasikan.
Jika tidak ada tanggungan, berilah 5% dari pendapatan-mu untuk didonasikan.

Uang itu harus berputar, jangan membuat uang hanya berhenti diri mu sendiri, berikanlah pada orang yang pernah membantumu.

Jika kamu adalah bos, ingatlah bahwa keberhasilan hari ini merupakan buah dari kerja sama seluruh karyawan mu. Memberikan bonus pada mereka adalah hal yang seharusnya.

Dan amal terbesar adalah ketika kamu melakukan pekerjaan yang baik dengan rasa syukur.
Amal besar lainnya adalah senyuman dan kesabaran mu terhadap orang yang menyakti mu.

Ketiga hal tsb, merupakan kunci pembuka rejeki Anda, yang akan membuat Tuhan makin memberkati hidupmu.

Akhir kata, jika kamu merasa artikel ini bermanfaat, jangan lupa bagikan kei teman-teman di sekitar mu.
Ini juga merupakan bentuk amal loh!
Bersedekah
Bank Mandiri. Rek 176 0000 58 7475 an. Yayasan miftahul dhuafa dan yatim
Wait while more posts are being loaded