Post has attachment

Post has attachment

Post has attachment
Photo

Post has attachment
PhotoPhotoPhoto
2015-09-14
3 Photos - View album

Post has attachment

Post has attachment
"Aku menyerahkan sepatu ini kepadamu untuk diperbaiki, bukan untuk diajari berenang."

Post has attachment
Ketika orang-orang membicarakannya, penunggang kuda itu keluar seolah-olah dia adalah cahaya api yang menyambar. Setiap kali ada musuh yang mendekatinya, dia mengarahkan tombaknya kepada musuh itu, hingga akhirnya dia tiba di barisan kaum Muslimin, lalu mereka mengerumuninya. Mereka memberinya semangat agar dia mau memberitahukan namanya dan membuka penutup wajahnya. Khalid yang merupakan pemimpin kaum Muslimin memberikan semangat kepadanya. Namun tidak ada jawaban dari penunggang kuda itu. Ketika Khalid tetap bertanya kepadanya, dia menjawab, akan tetapi dia tidak membuka penutup wajahnya. Akhirnya penunggang kuda itu berkata, "Wahai komandan perang, aku tidak menampakkan diriku kepadamu tidak lain karena aku malu kepadamu, karena engkau adalah pemimpin besar, sedangkan aku adalah wanita pingitan. Adapun yang menyebabkan aku demikian, karena hatiku terbakar dan aku sakit hati." Khalid bertanya kepadanya, "Jadi siapakah dirimu?"

Post has attachment
Abu Bakar berkata, "Aku sudah bersumpah kepada Allah untuk tidak makan dan minum kecuali setelah bertemu Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam."

Post has attachment
Kita yakin bertemunya Ali bin Abu Thalib dan Fatimah binti Muhammad dalam sebuah ikatan rumah tangga adalah salah satu pertemuan terbaik laki-laki dan wanita sepanjang sejarah pernikahan manusia. Kita meyakini bahwa rumah tangga dua orang ini merupakan salah satu rumah tangga terbaik dan terbahagia di dunia. Kita meyakini bahwa hasil rumah tangga dua orang ini adalah salah satu hasil rumah tangga terbaik dalam blantika sejarah perkawinan manusia, al-Hasan dan al-Husain adalah bukti tidak terbantahkan.
 
Walaupun begitu, rumah tangga dua orang ini tidak steril dari perselisihan dan kemarahan salah satu pihak kepada yang lain, tetapi itu manusiawi. Sebaik-baiknya Ali dan semulia-mulianya Fatimah, keduanya tetaplah manusia biasa, apa yang terjadi pada kehidupan suami istri mungkin pula terjadi pada mereka berdua.

Semoga kisah mereka dalam artikel berikut memberi kita pelajaran berharga.
Menyikapi Perselisihan di Dalam Keluarga
Menyikapi Perselisihan di Dalam Keluarga
diana-rosmawati.blogspot.com

Post has attachment
Subhanallah, kisah ini sungguh membuat haru..
Betapa perbuatan baik itu membawa kepada kebahagiaan, rasa saling menghormati dan memiliki...
Silaturrahim itu indah....
Wait while more posts are being loaded