Post has attachment

Post has attachment

Post has shared content
assalamualaikum warrahmatulahi wabarrokatuh..

santun sore shabatku semua..apa kbr.?
smoga sehat dn baek"aja,slalu ada dlm lindungan Allah subhanahu wa ta,ala..aamiinn.
Photo

Post has shared content
JANGAN PERNAH MERASA AMAN DARI DOSAMU
Kita semua tau bagaimana Zulaikha mempersiapkan segalanya dengan sangat matang agar tidak ada orang yang mengetahui rencananya merayu Yusuf.

Pintu-pintu berlapis telah tertutup rapat dan tiada seorang pun yang bisa mendengar ataupun melihat. Namun apa yang terjadi?

Yusuf menolak ajakan Zulaikha dan aib tersebut tersebar ke seluruh penjuru Negeri Mesir.

Allah Subhanahu wata'ala berfirman,

‎وَقَالَ نِسْوَةٌ فِي الْمَدِينَةِ امْرَأَتُ الْعَزِيزِ تُرَاوِدُ فَتَاهَا عَن نَّفْسِهِ

Dan wanita-wanita di kota berkata: “Isteri Al Aziz menggoda bujangnya untuk menundukkan dirinya (kepadanya).”
(QS.Yusuf:30)

⚡Maka jangan pernah merasa aman dengan rencana Allah apabila kita sedang bermaksiat kepadanya.

⚡Sepintar apapun kita menutupinya, suatu saat akan terbuka. Sehebat apapun kita menyembunyikannya, suatu saat akan terbongkar.

Sayyidina Ali bin Abi tholib pernah berpesan,

إِتَّقِ الْمَعَاصِي فِي الخَلَوَاتِ فإِنَّ الشَّاهِدَ هُوَ الْحَاكِم

“Takutlah dengan maksiat dalam kesendirian. Karena yang menyaksikannya adalah yang akan menghakimi.”

Karena itu jangan pernah merasa aman dari siksa Allah ketika kita terus bermaksiat. Karena kita tidak pernah tau kapan siksa itu akan datang. Apakah disaat kita tidur? Atau disaat kita bersenda gurau? Atau disaat kita kita sedang sedang bersantai.

Allah Subhanahu wata'ala berfirman,

‎أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَىٰ أَن يَأْتِيَهُم بَأْسُنَا بَيَاتًا وَهُمْ نَائِمُونَ

Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur?

‎أَوَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَىٰ أَن يَأْتِيَهُم بَأْسُنَا ضُحًى وَهُمْ يَلْعَبُونَ

Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain?

‎أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ ۚ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ

Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.
(QS.al-A’raf:97-99)

Marilah kita berusaha untuk menjauhi maksiat dan tidak hanya sibuk menutupi dan menyembunyikannya. Marilah kita berusaha menghindari dosa walau tak seorang pun yang melihat kita.

Oleh:Ustadz Muhammad bin Alwi
Semoga Allah menjauhkan kita dari siksa-Nya.
Photo

Post has shared content
Kitab Suci Yang Orisinil Bukan Imitasi

Adakah Kebenaran Yang Orisinil Didalam Kitab Suci Yang Ada Saat Ini? Seharusnya Bisa Dipahami Dengan Kebenaran Sejati Yang Ada Pada Setiap Diri Kita, Hati Yang Orisinil Yang Kita Miliki!

Setiap agama memiliki kitab suci sebagai tuntunan hidup bagi umatnya. Kitab suci diakui adalah berisi wahyu Tuhan yang disampaikan melalui manusia kepercayaanNya, sabda-sabda suci Para Nabi, dan wejangan manusia bijak pada jamannya.

Al-Qur’an, Injil, Tripitaka, Weda, Tao Te Cing, Su Si, dan Taurat adalah dianggap kitab suci oleh umat masing-masing agama yang memiliki kitab suci tersebut.

Seperti kita ketahui kitab-kitab suci yang pada saat ini adalah ditulis sekian lama setelah Para Suci yang menyebarkan ajarannya telah wafat. Karena pada saat itu semuanya disampaikan secara lisan.

Dengan kata lain kitab-kitab tersebut ada bukan pada saat manusia yang mengajarkan masih ada.

Tetapi adalah atas upaya dari para pengikutnya yang percaya untuk menuliskannya dalam tulisan kemudian.

Mengetahui kenyataan ini, tentunya timbul pertanyaan, apakah semua kitab suci, seluruhnya tertulis sesuai seratus persen dengan apa yang disampaikan? Tidak ada penambahan dan pengurangan disana-sini!

Pada kenyataannya setiap umat beragama tentu juga menyakini kebenaran kitab sucinya adalah orisinil. Benar begitu adanya. Tidak terbantahkan!

Dengan berbagai dukungan bukti dan penelitian yang sahih. Walaupun dikemudian hari ditemukan juga bukti dan kebenaran yang baru untuk membantah kebenaran yang ada.Tetapi akan selalu ada untuk mempertahankan kebenaran yang ada.

Tentu saja ini adalah kebenaran yang terjadi, walaupun saya juga mengetahui tidak semuanya bersikap demikian.

Bukan masalah orisinil atau tidak, yang terpenting adalah apakah pengajaran didalamnya sesuai dengan kebenaran yang dapat diterima sesui hati nurani?

Bagi saya, kebenaran yang bisa dituliskan dalam deretan huruf-huruf belumlah dapat mewakili kebenaran yang sesungguhnya. Paling tidak hanya mampu untuk mendekati kebenaran. Karena masih akan muncul kebenaran lagi.

Buktinya masih sering terjadi penafsiran-penafsiran yang berbeda terhadap sebuah ayat saja. Bahkan terkadang bertolak belakang antara satu dengan yang lain penafsirannya. Tetapi kedua belah pasti merasa tafsirannya yang paling benar.

Lalu, apakah penting untuk mempertanyakan dan membuktikan bahwa kitab sucinya adalah yang paling orisinil?

Sekali lagi saya berkeyakinan semua ini berhubungan dengan keyakinan dan persepsi dari kita semua pada dasarnya. Bila niat awal kita untuk mempelajari adalah untuk kebenaran sebuah kitab suci, maka kita akan menemukan kebenarannya.

Tetapi bila tujuannya adalah untuk menemukan kesalahannya, maka kesalahanlah yang pasti akan kita temukan. Karena kebenaran dan kesalahan telah terpersepsi sebelumnya.

Sebenarnya kebenaran yang sesungguhnya dan tak terkatakan terdapat dalam diri setiap manusia. Bila telah tersadarkan, maka kebenaran telah menjadi miliknya dan ia tidak perlu menemukannya lagi di dalam kitab-kitab suci. Yang suatu saat bisa saja akan musnah.

Kitab suci yang paling orisinil adalah ketika hati nurani telah tercerahkan menjadi terang benderang kembali seperti sediakala.

Inilah kesadaran yang dapat saya renungkan!
Photo
Commenting is disabled for this post.

Post has shared content
Jangan Menyingkat Assalamualaikum, Berbahaya!

Sebagai seorang muslim, menjawab salam adalah wajib. Tapi ternyata kita seharusnya jangan menyingkat Assalamualaikum, berbahaya!

Merasa artikel ini bermanfaat? Jangan ragu bagikan ke teman-temanmu juga ya sebagai amal baikmu! Share>>>



https://islamdetikini.blogspot.com/2017/08/jangan-menyingkat-assalamualaikum.html#&&

Post has shared content
⚠Jangan Menangis karena urusan Dunia,menangislah karena Takut kepada Allah⚠
Saudaraku yang insyaallah dirahmati oleh Allah Subhanahu wata'ala?Menangis karena takut kepada Allah, menangis karena syukur kepada Allah, semua bentuk tangisan karena Allah Subhanahu wata'ala merupakan salah satu sikap Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Mari kita simak hadist riwayat Ibnu Hibban dari kisah Ubaid bin Umar, ketika ia bertemu dengan isteri Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam, Aisyah radhiallahu anha dan bertanya, "Wahai Aisyah beritakanlah kepadaku, saaat-saat yang paling engkau kagumi dari hidup Rasulullah shallallahu alaihi wasallam?"
Aisyah terdiam agak lama, lalu berkata, "Suatu malam, Rasul pernah mengatakan, "Ya Aisyah, biarkan aku menyembah Allah subhanahu wata'ala malam ini."

Aisyah mengatakan, "Demi Allah, aku ingin sekali berada dalam di dekatmu. Tapi aku juga sangat ingin dengan sesuatu yang menyenangkanmu." Rasulullah shallallahu alaihi wasallam lalu pergi berwudhu dan mendirikan shalat.

Aisyah menceritakan, bahwa sepanjang shalatnya, "Rasulullah sholallohu alaihi wasallam terus-menerus menangis." Dijelaskannya, "Rasul saat duduk dalam shalatnya terus menerus menangis sampai basah janggutnya. Lalu beliau tetap menangis sampai air matanya menyentuh tanah." Hingga datanglah Bilal mengumandangkan azan subuh.

Saat Bilal melihat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menangis, ia pun bertanya, "Wahai Rasulullah, kenapa engkau menangis? Bukankah Allah subhanahu wata'ala telah mengampuni seluruh dosamu yang terdahulu dan yang akan datang?" Rasulullah saw menjawab, "Apakah aku tidak menjadi hamba yang bersyukur? Sungguh malam ini telah turun firman Allah subhanahu wata'ala. Celakalah bagi orang yang membacanya tapi ia tidak memikirkan kandungannya " Surat Ali imran : 190-191 "


Hasan Al Bashri suatu ketika melewati seorang pemuda yang sedang tertawa terbahak-bahak. Pemuda itu sedang duduk berada di tengah teman-temannya. Hasal Al Bashri mendekatinya dan bertanya, "Anak muda, apakah engkau telah melewati as shiraat (jembatan)?" Pemuda itu menjawab, "belum." Hasan Al Bashri bertanya lagi, "Apakah engkau tahu kelak di surga atau neraka kah tempat kembalimu?" Pemuda itu menjawab lagi. "tidak tahu." Hasan Al bashri lalu mengatakan, "Mengapa engkau tertawa sampai seperti ini?!"

Sungguh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berpesan, "Takkan tersentuh api neraka, seseorang yang menangis karena takut kepada Allah...(HR.Turmudzi)

Tangisan karena Allah adalah salah satu dari tujuh tangisan yang di sebutkan Yazin bin Maisarah rahimahullah. Menurutnya, Tangisan itu ada tujuh: "Tangisan senang, Tangisan sedih, Tangisan takut, Tangisan riya, Tangisan sakit, Tangisan syukur, Tangisan takut karena Allah."

Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma mengatakan, "Air mataku menetes karena takut kepada Allah, itu lebih ku sukai daripada bershadaqah seribu dinar."

Mari kita bertanya pada diri kita sendiri :
Berapa banyak tetesan air mata kita yang keluar selain karena Allah?
Berapa banyak tetesan air mata kita yang jatuh karena takut kepada Allah?

Semoga kita termasuk golongkan Orang-orang yang menangis karena takut kepada Allah Subhanahu wata'ala, Aamiin
_______________ 🍁🍁🍁 _______________
Photo
Commenting is disabled for this post.

Post has attachment
Assallamu'allaikum warrahmatullahi wabarrakatuh
Bismillahir rahmanir rahim

Pesan dari sahabat di wa
Semoga kita dapat lebih memahaminya

JADILAH

ORANG YG TAK TERSENTUH API NERAKA

Rasulullah bersabda :

ﻋَﻦِ ﺍﺑْﻦِ ﻣَﺴْﻌُﻮﺩٍ، ﻋَﻦِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ - ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ،ﻗَﺎﻝَ : ﺃَﻻَ ﺃُﺧْﺒِﺮُﻛُﻢْ ﺑِﻤَﻦْ ﺗُﺤَﺮَّﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﻨَّﺎﺭُ؟ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ : ﺑَﻠَﻰ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ، ﻗَﺎﻝَ : ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﻫَﻴِّﻦٍ، ﻟَﻴِّﻦٍ، ﻗَﺮِﻳﺐٍ، ﺳَﻬْﻞٍ

"Maukah kalian aku tunjukkan orang yang Haram baginya tersentuh api neraka?"

Para sahabat berkata, "Mau, wahai Rasulallah!"

Beliau menjawab:

"( yang Haram tersentuh api neraka adalah) orang yang Hayyin, Layyin, Qarib, Sahl."

(H.R. At-Tirmidzi dan Ibnu Hiban).

1. Hayyin

Orang yang memiliki ketenangan dan keteduhan lahir maupun batin.

Tidak labil dan gampang marah, penuh pertimbangan.

Tidak mudah memaki, melaknat serta teduh jiwanya..

2. Layyin

Orang yang lembut dan santun, baik dalam bertutur-kata atau bersikap.

Tidak kasar, tidak semaunya sendiri .

Tidak suka memarahi orang yang berbeda pendapat dengannya.

Tidak suka melakukan pemaksaan pendapat.

Lemah lembut dan selalu menginginkan kebaikan untuk sesama manusia

3. Qarib

Akrab, ramah diajak bicara, menyenangkan bagi orang yang diajak bicara.
Dan murah senyum jika bertemu.😊😊😊

4. Sahl

Orang yang tidak mempersulit sesuatu.

Selalu ada solusi bagi setiap permasalahan.

Tidak suka berbelit-belit, tidak menyusahkan dan tidak membuat orang lain lari serta menghindar.

Inilah bingkai akhlaq yang mulia...

Semoga Allah taqdirkan kita memiliki akhlaq tersebut... aaamiiiiin

#mawar_putih
Bumiraflesiajumat28/04/17
Photo
Commenting is disabled for this post.

Post has shared content

Post has shared content
Wait while more posts are being loaded