Post has attachment

Post has attachment

Post has attachment

Post has attachment

Post has attachment

Post has attachment

Post has attachment

Post has attachment

Post has attachment
Sistem Pengumpanan Rayap

Sistem pengumpanan rayap adalah cara memberantas rayap yang sangat ampuh diterapkan pada rumah yang sudah jadi dan sudah terkena serangan rayap. Dalam hal ini sistem pengumpanan rayap dapat memberantas koloni rayap secara total. Maksudnya koloni rayap itu harus sampai tereliminasi total hingga pada rayap reproduktif (ratu dan raja rayap).

Perlu diketahui bahwa koloni rayap itu terdiri dari 4 jenis rayap yaitu jenis rayap reproduktif (Ratu dan Raja), Rayap jenis pekerja dan rayap jenis prajurit.

Penanganan rayap yang sudah naik ke dalam rumah harus dilakukan dengan sabar karena akan memakan waktu yang cukup lama. Estimasi waktu yang diperlukan untuk mengeliminasi total koloni rayap adalah sekitar 3 - 6 bulan.

Post has attachment
Penyemprotan Anti Rayap

CV Jakarta Inti Nusa memberikan jasa pengerjaan anti rayap untuk di rumah, ruko, pabrik, kantor dll.

Cakupan Hama : Semua Jenis Rayap Tanah (Subterranean Termites)
Metode : Chemical Barier System ( system chemical/system suntik )
Termite Baiting System ( System Umpan )

A. Chemical Barier System ( CBS )
Aplikasi CBS dapat dilakukan untuk bangunan yang belum berdiri (Pra Konstruksi) maupun bangunan yang sudah jadi (Post Konstruksi) menggunakan Termitisida yang terpilih sehingga selain mengeliminasi rayap yang ada system ini juga sekaligus melindungi serangan rayap dikemudian hari.

Untuk pengerjaan rayap pada rumah yang sudah jadi (Post-Construction) proses pengerjaan adalah sebagai berkut :

a. Foundation Treatment (Pondasi)
Ditujukan untuk membuat lapisan penghalang agar koloni rayap di bawah tanah tidak bisa masuk ke bangunan melalui pondasi/lantai.

Tahapan pelaksanaannya sebagai berikut :
i. Dilakukan pengeboran lantai (diameter 8 mm) pada kedua sisi dari dinding pondasi setiap 30-40 cm, dengan 5 ltr larutan/m1 sesuai kondisi di lapangan.
ii. Larutan termitisida kemudian diinjeksikan ke tiap lubang ±(2 liter) sehingga membentuk ikatan lapisan penghalang di dalam tanah.
iii. Dilakukan penutupan lubang dengan semen berwarna serupa dengan warna lantai.

b. Soil Treatment (Lantai tanah)
Ditujukan untuk melindungi seluruh lantai bangunan dari kemungkinan naiknya rayap ke atas di kemudian hari.
Tahapan pelaksanaannya sebagai berikut :
i. Penyemprotan dilakukan setelah proses urugan tanah selesai dan diratakan untuk membuat lantai kerja. Penyemprotan juga bisa dilakukan saat tanah urug sudah ditimbun dengan pasir lantai kerja.
ii. Dilakukan penyemprotan pada lapisan teratas tanah urug pada lantai bangunan sebanyak + 5 liter/m2.

c. Wood Treatment (Kayu)
Ditujukan untuk melapisi kayu dengan termitisida sebelum di-finishing untuk mencegah adanya serangan di kemudian hari.
Tahapan pelaksanaannya sebagai berikut :
i. Dilakukan pelaburan/penyemprotan termitisida pada seluruh kusen kayu yang belum di cat pada bangunan, sesuai tahapan pembangunan.
ii. Dilakukan pelaburan/penyemprotan termitisida pada seluruh kayu struktur atap yaitu pada kuda-kuda dan plafon sebelum dipasang dengan tujuan agar pelaburan/penyemprotan dapat lebih menyeluruh.
iii. Larutan termitisida yang akan disemprotkan pada kayu itu sebanyak 0,3 ltr/m2.


B. Termite Baiting System ( TBS )
Aplikasi Termite Baiting System) TBS dilakukan apabila system CBS tidak dapat dilakukan atau dianggap system CBS tidak dapat maksimal di suatu tempat. Adapun system TBS ini adalah pemasangan umpan di jalur aktif rayap yang diharapkan rayap aktif jenis pekerja yang ada memakan umpan yang dipasang dan mentransfer ke seluruh koloni sehingga satu koloni tereliminasi.

Metode : Termite Baiting System (TBS) dengan menggunakan metode pengumpanan.
Cakupan hama : Rayap Tanah (Subterranean Termite) jenis Coptotermes Sp dan rayap jenis macro / micro.

PROSEDUR PEKERJAAN
a. Installation
Dilakukan pemasangan sistem pengumpanan pada lokasi :
Above-Ground Station (AG) dimana stasiun umpan yang dipasang langsung pada bangunan yang terserang. (hanya dipasang jika sudah ada serangan rayap aktif). Berisikan racun rayap berbentuk tissue yang disukai rayap.

b. Monitoring
Dilakukan pemeriksaan rutin pada In-Ground Station tiap 2 minggu sekali. Jika ditemukan adanya serangan rayap aktif pada kayu umpan, maka kayu umpan diganti dengan recuit II. Monitoring juga dilakukan pada Above-Ground Station untuk memastikan apakah umpan telah termakan dan jumlah umpan masih mencukupi sampai monitoring selanjutnya. Pada saat melakukan monitoring, dilakukan pula inspeksi pada area disekitar station dan area kritikal lainnya untuk mengetahui adanya infestasi rayap baru.

c. Elimination
Dilakukan pemeriksaan rutin & penambahan tissue di dalam In-Ground & Above-Ground Station tiap 2 minggu sampai koloni rayap habis tereliminasi (umumnya 3-6 bulan)

d. Monitoring Lanjutan
Setelah proses eliminasi koloni selesai, teknisi akan tetap melakukan monitoring pada Above-Ground Station dan mengganti Recruit II pada In-Ground Station dengan WMD / kayu umpan kembali.
Wait while more posts are being loaded