Post has shared content
Doa Berlindung Dari Kemungkaran Akhlak, Amal Dan Hawa Nafsu

اَللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ مُنْكَرَاتِ الأَخْلاَقِ وَالأَعْمَالِ وَالأَهْوَاءِ

Allaahumma innii a'uudzu bika min munkarootil akhlaaq wal a'maal wal ahwaa'

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kemungkaran akhlak, amal dan hawa nafsu.

HR. Tirmidzi no. 3591, shahih.

Faedah:

1. Dalam doa ini kita meminta perlindungan dari akhlak yang jelek.
Doa ini mencakup kita meminta berlindung dari akhlak yang jelek dari sisi syari'at. Termasuk pula kita meminta perlindungan pada Allah dari sesuatu yang dikenal jelek secara batin.

2. Doa ini mencakup berlindung dari akhlak mungkar seperti begitu takjub dengan diri sendiri, sombong, berbangga diri, hasad dan melampaui batas.

3. Doa ini mencakup kita berlindung pada Allah dari amalan yang mungkar, yaitu amalan yang zhohir atau ditampakkan.

4. Doa berlindung dari amal yang mungkar mencakup zina, minum khomr dan bentuk keharaman lainnya.

5. Doa ini juga mencakup meminta perlindungan pada keinginan atau nafsu yang mungkar. Dan kebanyakan hawa nafsu mengantarkan kepada kejelekan, itulah umumnya.

6. Doa berlindung dari keinginan atau nafsu yang mungkar mencakup berlindung dari aqidah yang jelek, niatan-niatan yang batil dan pemikiran yang sesat.

7. Doa ini mendorong kita agar berakhlak yang mulia dan beramal yang sholih.

Photo

Post has shared content
Menanamkan Tauhid dan Aqidah yang Benar kepada Anak

Suatu hal yang tidak bisa dipungkiri bahwa tauhid merupakan landasan Islam. Apabila seseorang benar tauhidnya, maka dia akan mendapatkan keselamatan di dunia dan akhirat. Sebaliknya, tanpa tauhid dia pasti terjatuh ke dalam kesyirikan dan akan menemui kecelakaan di dunia serta kekekalan di dalam adzab neraka. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan mengampuni yang lebih ringan daripada itu bagi orang-orang yang Allah kehendaki” (An- Nisa: 48)

Oleh karena itu, di dalam Al-Quran pula Allah kisahkan nasehat Luqman kepada anaknya. Salah satunya berbunyi,

يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar”.(Luqman: 13)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri telah memberikan contoh penanaman aqidah yang kokoh ini ketika beliau mengajari anak paman beliau, Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam At-Tirmidzi dengan sanad yang hasan. Ibnu Abbas bercerita,

Pada suatu hari aku pernah berboncengan di belakang Nabi (di atas kendaraan), beliau berkata kepadaku: “Wahai anak, aku akan mengajari engkau beberapa kalimat: Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau akan dapati Allah di hadapanmu. Jika engkau memohon, mohonlah kepada Allah. Jika engkau meminta tolong, minta tolonglah kepada Allah. Ketahuilah. kalaupun seluruh umat (jin dan manusia) berkumpul untuk memberikan satu pemberian yang bermanfaat kepadamu, tidak akan bermanfaat hal itu bagimu, kecuali jika itu telah ditetapkan Allah (akan bermanfaat bagimu). Ketahuilah. kalaupun seluruh umat (jin dan manusia)berkumpul untuk mencelakakan kamu, tidak akan mampu mencelakakanmu sedikitpun, kecuali jika itu telah ditetapkan Allah (akan sampai dan mencelakakanmu). Pena telah diangkat, dan telah kering lembaran-lembaran.

Perkara-perkara yang diajarkan oleh Rasulllah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Ibnu Abbas di atas adalah perkara tauhid.

Termasuk aqidah yang perlu ditanamkan kepada anak sejak dini adalah tentang di mana Allah berada. Ini sangat penting, karena banyak kaum muslimin yang salah dalam perkara ini. Sebagian mengatakan bahwa Allah ada dimana-mana. Sebagian lagi mengatakan bahwa Allah ada di hati kita, dan beragam pendapat lainnya. Padahal dalil-dalil menunjukkan bahwa Allah itu berada di atas arsy, yaitu di atas langit. Dalilnya antara lain,

“Ar-Rahman beristiwa di atas ‘Arsy” (Thaha: 5)

Makna istiwa adalah tinggi dan meninggi sebagaimana di dalam riwayat Al-Bukhari dari tabi’in.
(wiramandiri)



Photo

Gaung "TANGKAP AHOK!!"

gaung "ADILI AHOK !!"

Gaung "PENJARAKAN PENISTA AL QURAN"

Gaung "BOIKOT SARI ROTI!!"

Gaung "BOIKOT METRO TV!!"

Gaung dan slogan-slogan pembangkit ghirroh membela islam kini sudah mulai redup.....


Yang ada adalah gaung "OM TOLELOT OM"

Dan itu merebak ke penjuru dunia dengan dibesar2kan ooeh media2 mainstream....

Duhai umat islaaam.... Kenapa kalian menjadi GENERASI BIAWAK?

Sebuah generasi diakhir zaman yang sudah dijelaskan oleh Rasul Alloh Muhammad Shollallohu 'alaihi wasallam
sebagai generasi yang selalu meniru & mengikuti yahudi dan nasharani serta kuffar lainnya?

Bertaqwalah kepada Alloh ayyuhal muslimuuun.... Engkau akan ditanya tentang pembelaan kalian kepada islam... Tapi bagaimana jika jari yang senantiasa kalian gunakan untuk menulis di medsos bersaksi dan berkata dihadapan Alloh,
"Om tolelot om"...

Subhanalloh...
Astaghfirulloh...
Ini adalah perang opini... Jangan mau dibelokkan sehingga jargon yang susah payah dibangun redup kemudian hilang....

Jangan pernah ikut meramaikan " om tolelot om"...
Bertaqwalah kepada Alloh.

Post has attachment

Post has attachment

Post has attachment
Wait while more posts are being loaded