Post is pinned.Post has attachment
SENDU HATI.



Jika hati di sapa sendu
Jika jiwa terkabut rindu
Tuhan tempat mengadu
Tangan menari merantai puisi syahdu


Sendu hati.....
Tetes air duka pun merias pipi
Dada terkoyak serpihan sunyi
Merobek semua manisnya asmara dan mimpi


Sendu hati selubung jiwa
Mempusara semua kata mesra
Dalam batin bersyair nestapa
Menikam relung batin oleh duri lara


Oh mengapa sendu hati ini
Di kala mimpi berbunga surgawi
Di kala harap meniti asmara sejati
Haruskah ku hempas diri dalam sayat hati?






Wassalam



Prof Hengki Halim PhD MPsi MMin Theo
Photo

Post has shared content

*ABI, UMI...INILAH DOA NANDA *
================================================



Salam Al'aika.
Bismillah, Allahummaj'alniy binta bi birrul walidainiy... . Yaa Allah, berilah kesehatan pada kedua orang tuaku, bapak ibuku. Curahkan hidayahMu pada ku, pada bapak ibuku, keluarga serta kerabatku. . Aku tau, setiap manusia yg berumur pasti akan dikembalikan lagi seperti masa kanaknya. Sifatnya, tingkahnya bahkan pola pikirnya. ku berharap, Kau mampukan aku untuk mengurusnya, menjaganya serta merawatnya dengan penuh keikhlasan. . sabarkan aku dalam baktiku pada mereka, Karena hati mereka yg dulu tegar, kini mulai sensitif. Tingkah mereka yg dulu tegas, kini mulai pasif. Pikiran mereka yg dulu terasa paling benar, kini mulai pesimis. Pendengaran mereka pun sudah berkurang, penglihatan mulai mengunang, emosi mulai tak terkendali. . Bukankah dulu aku kecil tak berdaya? Bukankah mereka yang menjadikanmu dewasa dan mengerti banyak hal? . Semoga Allah memberikan kesabaran yang tiada batas dalam baktiku untuk mengasihi mencintai menyayangi kedua orang tuaku, selalu tersenyum seperti ketika mereka merawatku dulu, tiada letih, tiada pamrih. Allah, cintai bapak ibuku, kasih sayangi mereka layaknya mereka mengasihi serta menyayangiku ketika aku masih kecil... Aamiin . .


Abi, Umi.
Makasih atas cinta Abi cinta Umi yang tiada ujung dan batas..

.
.#Salam Sayang Selalu
Ananda



+Hengki Halim​ dan. +Shethie Khiem


Cucunda :
+Diko Hernowo
#Naura Savina Tunggadewi Liem
#Valentinus Christanto Limanuel
Photo

Post has shared content
*POTRET AYAH & IBU DI MATA
SANG PROFESOR *
💜💜⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪💜💜
===============^^^^====================



👉 AYAH 👈
➡➡➡➡➡➡➡💜💜⬅⬅⬅⬅⬅⬅⬅


Kalau menurutku pribadi ayah adalah sosok malaikat sama seperti ibu. Dan ayah adalah pahlawan keluargaku.Aku yakin ayah juga memperhatikan aku dari kejauhan sana. Kangen banget rasanya kalau tiap ingat sosok ayah ,aku harap jika ayah dapat mendengarku aku ingin mengatakan bahwa aku sangat merindukan kehadirannya.Ayah Aku menghargai segala pengorbananmu Akan ku balas jasamu yang indah itu Janji manis ku pada mu.Ayahku adalah pria yang paling hebat yang pernah ada,Aku harap ayah disana bisa mendengar tangisan dari anaknya yang sedang merindukannya ini Ayah bagiku adalah sosok yang sangat berharga, bijaksana, dan sangat penyayang sehangat pelukan ayah, semanis senyuman ayah. Aku rindu semua kenangan bersama ayah Tugas hidupmu begitu berat tapi kau tak pernah menyerah demi kebahagiaan anak-anakmu.. terimakasih ayah..Terimakasih ayah telah mengajarkanku untuk bisa menjadi seseorang yang berarti di dalam hidup ini.Terimakasih sudah menjadi seseorang yang terbaik didalam hidupku ayah..
Aku hanya ingin bisa membahagiakan kau dan ibu ayah.. doakan aku ayah..

◾◾◾◾◾◾🌟🌟🌟◾◾◾◾◾◾◾◾◾◾


👉👉 IBU 👈👈
⤵↔↔↔↔↔↔↔↔🌹🌹🌹↔↔↔↔↔↔↔⤴

Jika aku tidak bisa membahagiakan ibuku, setidaknya aku tidak membuat ibuku malu karena hal yang aku lakukan.Tuhan, terimakasih engkau telah memberikan ibu yang tegar dan selalu sayang aku. Aku sayang sama ibu,ibu engkau bagai malaikat tak bersayap yang pernah aku kenal, ibu engkau adalah hal terindah yang aku miliki Tidak ada yang spesial dihati ini selain IBU Aku bangga mempunyai seorang ibu sepertimu
Bu, Aku tidak akan ada disini tanpa dirimuKasih sayang yang tanpa mengharapkan balasan serta tak akan terbalas adalah kasih sayang seorang ibu.
Ibu maafkan aku, selama ini aku belum bisa membalas kasih sayangmu dan belum bisa membahagiakanmu
Memiliki seorang ibu adalah anugerah terindah bagiku Ibu, aku bangga memiliki seorang ibu sepertimu
Ibu, namamu akan selalu aku kenang, ada ataupun tiadanya dirimu Ibu I heart you aku akan selalu bersama ibu sampai dewasa nanti Aku berjanji suatu saat aku akan pernah membuat ibu bangga karena hal yang aku lakukan Ibu selalu menjadi yang terbaik dihatiku ini Bu, terimakasih atas kasih sayang yang telah kau berikan kepadaku Ibu selalu menjadi yang terbaik dihatiku iniBu, aku ingin memelukmu dan berkata terimakasih sudah merawatku dari kecil hingga saat ini Bu, aku bangga memiliki ibu yang selalu sayang dengan aku

✨❇❇❇❇❇❇❇❇🌠🌠❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇✨

*AYAH ...IBU....KALA RAGA MU.TELAH TIADA KALA SUKMAMU.TELAH.DI.SURGA CERITA TENTANGMU KEKAL DI JIWA *

🌼===============💝💝💝=================🌼


✌👉 Salam dan.Doa


Prof DR Hengki.Halim.Ph.D M.Psi M.H M.Min Theo
Photo

Post has shared content

*UKIRAN BATIN SANG AYAH *
================================


Wahai...
Anakku memang ayah tidak mengandungmu namun darahku mengalir dalam darahmu, namanya melekat di namamu.
Memang ayah tidak melahirkanmu, memang ayah tidak menyusuimu namun dari setiap tetesan keringatnyalah semua air susu yang kau minum itu.

Nak, memang ayah tidak menjagamu setiap saat namun tanpa kau tahu aku selalu menyebut namamu dalam setiap doaku.

Nak, mungkin ibu lebih kerap menelpon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi apakah kau tahu, bahwa sebenarnya ayahlah yang mengingatkan ibu untuk meneleponmu?

Nak, mungkin saat kau sakit ibulah yang memelukmu namun tahukah nak,jika hujan serta badai.ayah terjang demi mendapatkan obat untukmu?

Nak, saat kau ulang tahun mungkin ibumu yang memasak masakan.istimewa untukmu namun tahukah Nak jika ayahmu mengumpulkan uang sakunya demi tersajinya hidangan istimewa di hari istimewamu nak.

Nak, ingatlah sayang ..
Surga itu.ada di.telapak kaki ibumu...namun.dalam.batin terdalamku.selalu.ada doa tulus bak.aliran air surga yang mengalir tanpa henti.....

Nak, mungkin kelak.saat aku renta tak.bertenaga dan ingatanku mulai memudar kau akan anggap aku manusia renta yang hanya membuatmu susah, namun ingatlah Nak, dalam keriput kulitku,dalam memutihnya mahkotaku dan dalam hilangnya ingatanku.tersimpan ribuan kisah bagaimana cinta kasih.itu bak hujan yang tanpa henti membasahi.perjalanan hidupmu

Nak, aku.hanya berpesan.....
Kelak jika.usia menutup kisahku...kenanglah..ayahmu sebagai bagian lukisan kehidupanmu yang terbingkai indah di dinding jiwamu..

Terimakasih anakku, buka dan.baca terus ini.saat rindu memanggilmu, aku.ada di setiap kata demi kata Nak, tersenyum indah di helai helai kata keabadian...


=============💝💝💝💝=============


Salam...terkasih
Untukmu nak
#Diko Hernowo
#Erin.Karina
#Valentinus Christanto Limanuel

〰〰〰〰♣♣♣♣♣〰〰〰〰

Dari
Papah,


Prof DR Hengki Halim Ph.D M.Psi M.H. M.Min Theo
Photo

Post has shared content

RENUNGAN KEMANUSIAAN *
=================================


Kemanusiaan selalu dekat dan bersanding dengan hati nurani..
Ia bersetubuh dengan Kalbu yg melahirkan Keikhlasan..
Ia bercengkerama dengan bathin yang melukiskan Keridloan...
Ia tumbuh dan mengakar dengan eratnya kebersamaan...
Ia rimbun dengan ikhtiar dan refleksi diri...

Kemanusiaan bukanlah sekedar ornamen tunggal dari ke'manusiawian'...
Ia selalu sejajar dengan hakekat kehidupan....proses belajar dan kepedulian..
Ia tidak tumbuh karena kedengkian..
Pun tidak hadir karena kesombongan dan keakuan...
Ia damai menyentuh ruang hati menyatukan kebijakan dan kebajikan...
Ia damai membuka mata...
Ia damai membuka telinga...
Ia dama membuka logika...
Ia damai membuka rasa..
dan Ia akan selalu damai pada rasa manusia yang disatukan oleh Esa...

Kemanusiaan bukanlah sekedar jajaran aksara tanpa makna..
Ia menyelami rasa simpati dan empati..
Ia adalah kebijaksanaan hakiki...
Yang akan terus tumbuh dan mengakar dalam kehidupan manusia...
Manusia yang akan selalu mengenal Manusia...
Untuk menjunjung nilai kemanusiaan....
Memanusiakan manusia.....

**PIKIRKAN APA YANG KAMU RASAKAN SEBELUM
KAMU BERTINDAK PADA SESAMAMU *


Salam ...


Prof DR Hengki Halim Ph.D M.Psi M.H M.Min Theo
Photo

Post has shared content

Sebuah Renungan | Muhasabah Diri



** SIAPA YANG PALING BERHARGA
DI HIDUP KITA ???

==========================================


Salam Sejahtera....
Ya inilah suatu pertanyaan yang harus kita jawab dengan sejujur-jujurnya, siapa orang yang paling berharga dalam hidup kita semua? Selaku umat Islam tentunya Allah dan Rasul-Nya adalah yang paling berharga dan tak mungkin ternilai dengan materi. Namun setelah Allah dan Rasul-Nya, siapa lagi kiranya yang berharga dalam hidup kita? Yang patut kita sayangi, yang patut kita cintai?

Mereka adalah kedua orang tua kita, mereka yang telah membesarkan dan mendidik kita hingga dewasa ini, mereka yang bekerja keras memeras keringat demi membiayai putra-putrinya. Rela menahan lapar demi mengenyangkan perut anak-anaknya, rela menahan kantuk ketika si kecil menangis di malam hari.

Mereka senantiasa menampakkan muka ceria ketika berhadapan dengan putra-putrinya yang berbuat salah, mereka menahan sakit ketika anaknya sakit. Sungguh besar jasa mereka, mereka senantiasa membasuh muka dengan air wudhu dikala malam untuk memanjatkan doa agar anaknya menjadi anak yang sholeh-sholehah. Tahukah kita, ketika ibu kita melahirkan kita kedunia ini, beliau berada di persimpangan antara hidup dan mati, bahkan beliau rela meninggal demi menyelamatkan nyawa bayi.
Tahukah kita bagaimana perasaan ayah kita ketika istrinya akan melahirkan?
Beliau pun berada diantara dua pertanyaan, bagaimana keadaan istri dan anaknya.
Bagaimana kalau istrinya meninggal?
bagaimana pula kalau anaknya yang meninggal?

Sungguh tak terkira pengorbanan mereka, namun sudahkah kita mendoakan mereka semua?
ya sekedar mendoakan, suatu hal yang mungkin dianggap ringan, namun banyak yang dilewatkan. Sudahkah kita mampu membalas jasa-jasa orang tua kita?

Begitu banyak pertanyaan yang bisa kita dapatkan kala mendengar kata “kedua Orang Tua”, cobalah kita sedikit membayangkan wajah keduanya yang sudah sayup karena keletihan yang terus ditahannya karena inginkan putra-putrinya tersenyum.
Sudahkah kita curahkan cinta dan kasih sayang kita kepada mereka?

Sekarang terkadang kita lebih banyak mencurahkan cinta dan kasih sayang kepada yang namanya “pacar” yang belum halal buat kita, pernahkah kita terpikir, bagaimana perbandingan penggunaan pulsa antara untuk orang tua dengan si doi? ya kadang kita tidak adil terhadap mereka, kadang kita lebih perhatian kepada “pacar” ketimbang orang tua kita, padahal setiap detik, setiap menit, setiap jam, setiap hari orang tua kita menunggu kabar dari anaknya, bagaimana keadaannya, apakah sehat selalu, namun kita lebih enak ngobrol or ber sms ria dengan si doi, yang tentunya itu mengandung dosa karena belum halal.

Marilah kita semua merubah kembali pola hidup kita, mari kita berikan kasih dan cinta kita kepada kedua orang tua ketimbang kepada “pasangan tak halal”, mari kita buktikan bahwa dalam setiap desah nafas kita terhimpun doa untuk kedua orang tua kita.

Saudaraku, mari kita berikan kasih sayang kepada orang tua kita, tidak hanya pada hari Ibu saja kita mengucapkan selamat.

Akhirnya mari kita doakan kedua orang tua kita, dengan hati yang khusyuk agar Allah senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada kedua orang tua kita, mari kita berikan perhatian lebih kepada kedua orang tua kita ketimbang pada “pasangan tak halal”…

ROBBIGHFIRLII WALIWAALIDAYYA WARHAMHUMAA KAMAA ROBBAYAANII SHOGHIIROO*

“ Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa ayah ibuku, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku sewaktu aku masih kecil ”

Ya Allah, limpahkanlah sholawat kepada Nabi Muhammad, hamba-Mu dan utusan-Mu, juga kepada keluarganya, istimewakan mereka dengan kesejahteraan-Mu yang paling mulia serta rahmat, keselamatan dan keberkehan-Mu

Istimewakan pula Ya Allah, kedua orang tuaku dengan kemuliaan dan kesejahteraan-Mu, Wahai yang Maha Penyayang

Ya Allah, berilah aku untuk mengetahui apa yang mesti aku lakukan kepada keduanya, berilah aku kemampuan mengetahui semua kewajiban itu secara sempurna
Lalu bawalah aku menuju kepada apa yang Engkau tunjukkan, berilah aku kemampuan melaksanakannya sesuai yang Engkau putuskan padaku sehingga aku tak luput mengamalkan apa yang telah Engkau ajarkan padaku, tidak pula diberatkan oleh beban kewajiban yang Engkau limpahkan kepadaku

Ya Allah, buatlah aku takut kepada kedua orang tuaku seperti rasa takut kepada penguasa yang tegas, buatlah aku berbakti kepada keduanya sebagaimana kebajikan seorang ibu yang pengasih
Jadikan ketaatanku dan kebaktianku kepada kedua orang tuaku sebagai rasa kasih yang lebih menyenangkan hati daripada tidurnya orang-orang yang mengantuk dan lebih terasa segar di dada, daripada segarnya minuman orang-orang yang haus sehingga aku bisa mendahulukan keinginan mereka daripada keinginanku sendiri
Dan mengutamakan keridhaannya daripada keridhaanku sendiri dan menganggap banyak kebaikannya kepadaku meskipun itu sedikit dan menganggap sedikit kebaktianku kepada mereka meskipun banyak

Ya Allah, rendahkanlah suaraku di hadapan mereka, hiasilah ucapanku dengan kata manis kepadanya, lembutkanlah setiap tingkah dan kelakuanku, isilah hatiku dengan rasa kasih sayang kepadanya, biarlah aku tetap menyertainya dan tetap merindukannya

Ya Allah, balaslah kebaikan mereka atas pendidikan yang diberikan padaku, dan berilah ganjaran penghargaan kepada mereka karena telah memuliakanku, serta peliharalah mereka sebagaimana mereka memeliharaku di waktu kecil

Ya Allah, apapun yang mnimmpa mereka apakah itu berupa kesalahan yang aku perbuat, tingkah laku yang tidak menyenangkan mereka atau kelalaian yang aku perbuat, jadikanlah itu semua sebagai penebus dosa-dosa mereka, pengangkat derajat mereka, penambah kebaikan mereka, Wahai yang Mahakuasa merubah segala kesalahan menjadi kebaikan yang berlipat ganda

Ya Allah, apapun kesalahan yang mereka perbuat padaku berupa perkataaan atau perbuatan yang kelewat batas atau menyia-nyiakan hakku atau melalaikan kewajibannya, maka semua itu aku serahkan segala yang baik kepada mereka
Dan aku mengharap Engkau mengampuni kesalahan mereka, aku tidak menuduh mereka, tidak pula melalaikan berbakti kepada mereka dan tidak pula mencela segala yang diperbuatnya kepadaku, karena merekalah yang justru berhak atas diriku sendiri, yang lebih mulia berbuat baik kepadaku, yang merupakan karunia besar buatku, daripada aku menuntut keadilan atau membalas mereka sesuai perbuatannya

Bagaimana Ya Illahi, panjangnya masa mereka mengurusku?, bagaimana pula beratnya kelelahan mereka dulu dalam menjaga dan memeliharaku?, bagaimana pula pengorbanan mereka dulu dalam melapangkan hidupku?
Sungguh besar jasa mereka dalam mengurus kepentinganku, aku tak mampu membalas kebaikan mereka hanya dengan melaksanakan semua kewajibanku kepada mereka, dan aku tidak mampu memenuhi semua kewajiban berbakti kepada mereka

Ya Allah, limpahkanlah sejahtera kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, Wahai Yang terbaik dimintai pertolongan, tolonglah aku, Wahai Yang terbaik dimintai harapan, tunjukilah aku jalan yang benar, janganlah Engkau mesukkan aku ke dalam golongan orang yang durhaka kepada ayah dan ibuku, hari dimana semua jiwa akan dibalas sesuai dengan amal perbuatannya dan mereka tidak akan dizalimi

Ya Allah, limpahkanlah sejahtera kepada Nabi Muhammad dan keluarganya serta keturunannya, istimewakan pula kedua orang tuaku sebagaimana Engkau berikan kepada ayah dan ibu dari hamba-hamba-Mu yang beriman Wahai yang Maha Penyayang

Ya Allah, Janganlah Engkau membuatku lupa mengingat kedua orang tuaku di setiap akhir solatku dan di setiap saat di malam hariku dan di setiap waktu di siang hariku

Ya Allah, limpahkan sejahtera kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, ampunilah aku dengan doaku kepada mereka, ampunilah pula mereka dengan kebaktianku kepadanya sebuah ampuanan yang pasti, relakan keduanya dengan syafaatku ini, sebuah kerelaan yang meyakinkan, bawalah mereka dengan kemuliaan-Mu ke tempat yang aman dan tenteram

Ya Allah, bila ampunan-Mu Engkau dahulukan kepada mereka, maka berikanlah mereka kesempatan memberi syafaat kepadaku, dan jika ampunan-Mu ENgkau dahulukan kepadaku, maka berilah aku kesempatan untuk memberi syafaat kepada mereka, sehingga kami bisa berkumpul dengan kasih sayang-Mu di negeri kemuliaan-Mu dan di tempat maghfirah-Mu

Sesungguhnya Engkau Pemilik Karunia yang agung dan Pemilik keberkahan yang tak pernah henti, Engkau Maha Pengasih dari semua yang mengasihi


Ya Alloh betapa hamba ini.penuh dosa
Saat hamba membiarkan orang tua berduka
Meneteskan air mata karena hamba
Meneteskan sejumlah risau akan masa depan hamba
Meneteskan helai helai sedih akan hidup hamba kala mereka tiada
Namun hamba justru tak.peduli pada mereka
Kala mereka sakit hamba sibuk dengan bisnis hamba.
Kala mereka kesepian hamba sibuk dengan dunia maya
Ya Alloh.Ya Tuhanku, jika masih.ada waktu.
Izinkan hamba mencium kakinya
Izinkan hamba memeluknya
Izinkan hamba membuatnya tersenyum sepanjang waktu.

Ya Alloh, terangi.hati kedua orang tua hamba oleh cinta kasihMu ya Alloh,agar Mulialah tempat yang beliau pijak...di bumi.dan di.surga
Amien...Amien ya Robaalamin



Wasallam,


Prof DR Hengki Halim Ph.D M.Psi MH M.Min Theo
.
Photo

Post has shared content
Renungan :** INILAH Tujuan Pernikahan yang Banyak
Dilupakan Pasangan Suami ~ Istri **
===================================================


#Apa tujuan sebuah pernikahan?
Tentunya ada berbagai macam jawaban yang bisa diutarakan. Ada yang tujuannya untuk melahirkan keturunan, ada yang tujuannya untuk menjaga kesucian, tujuan untuk bersenang-senang dengan pasangan. Namun ada satu tujuan pernikahan yang biasanya banyak dilupakan oleh pasutri, apakah itu?

Yap, tujuan menambah kedekatan pada Allah. Tidak banyak pasutri yang mau mengevaluasi pernikahannya, sudahkah pernikahannya itu menambah kedekatan masing-masing diri suami dan istri pada Allah? Atau justru setelah menikah, Allah makin jauh dari hati mereka karena saling sibuk. Yang suami sibuk bekerja, yang istri sibuk mengurus anak.
“Dan Allah menjadikan bagimu pasangan (suami atau isteri) dari jenis kamu sendiri dan menjadikan anak dan cucu bagimu dari pasanganmu, serta memberimu rizki dari yang baik. Mengapa mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah?” (QS. An-Nahl : 72)
Mengapa banyak pasutri melupakan tujuan pernikahan yang satu ini? Penyebabnya berbagai macam, tapi yang paling pasti adalah begitu hebatnya godaan syetan terhadap pasangan suami istri, sehingga mereka berfokus pada hal-hal remeh dan sepele seperti kurangnya penghasilan suami, cemburu buta, posesif, pihak ketiga dan lain sebagainya.
Satu hal lagi, pernikahan menjadi jauh dari Allah karena kurangnya tarbiyah/pendidikan islam dalam diri pasutri tersebut.
Berikut ini beberapa pertanyaan yang bisa kita layangkan pada diri sendiri setelah menikah sekian lama:
1. Apakah ibadah wajib saya menjadi lebih baik dan intens setelah menikah?
2. Apakah hati saya semakin tenang dan tenteram setelah pernikahan?
3. Apakah saya telah menyadari bahwa masalah dalam rumahtangga pasti dirasakan setiap pasutri, memang dihadirkan oleh Allah agar keimanan makin kuat dan pernikahan makin lekat?
4. Apakah saya telah menjalankan semua kewajiban saya sebagai istri/ibu dengan baik?
5. Apakah saya semakin bijak dalam bersikap, ataukah masih sering mementingkan diri sendiri dan sulit mengendalikan ego?
6. Apakah saya menjadi lebih paham ajaran agama setelah menikah, atau justru semakin buta dan tuli dari pemahaman agama?
Jawaban pertanyaan-pertanyaan tersebut bisa memperlihatkan apakah pernikahan makin menjadikan diri kita dekat pada Allah (terlihat dari hati yang tenang, ibadah makin intens, sikap yang bijak, bertanggungjawab) atau justru menjauhkan kita dari Allah? Misalnya karena pasangan mengajak berbuat maksiat. Evaluasi diperlukan agar bisa mengetahui posisi kita di hadapan Allah, lalu melakukan berbagai hal untuk mengoreksi dan memperbaiki kondisi tersebut.

#Semoga kita senantiasa ingat bahwa segala sesuatu di dunia ini hanyalah ujian, termasuk pernikahan, dan bahwasanya mendekat pada Allah merupakan suatu tujuan yang tidak boleh diabaikan.


Salam.dan Doa


Prof DR Hengki.Halim PhD MPsi MH MMin Theo
Photo

Post has shared content
#Mengenang Abi Yang Tercinta...
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

AYAH KU TULIS CINTAKU PADAMU DENGAN TETES AIR MATA KERINDUAN, AYAHHHHH!!!!!!!
===============================================


Ayah, ini ...tulisankanku yang ku untai di iringi air mata...

Ayah, kala sepi memeluk hati.. aku ingin bertemu denganmu, memelukmu, merasakan hangatnya dekapanmu, mendengar nasehatmu, melihat senyummu, merasakan amarahmu, melihat sikap kerasmu.

Karena apa?
Karena aku tidak pernah merasakan itu selama ini. Semau hal tentang mu hanya bisa ku dengar dari cerita-cerita mereka. Seandainya Tuhan memberikan satu hari untuk ku bersamamu, aku hanya ingin menyampaikan kata-kata cinta ku ini pada mu ayah. Aku harap Ayah bisa bahagia mendengarkannya.

1. Ayah, aku bahagia saat kita bermain masak-masakan di ruang tamu dekat lemari, tapi bolehkah kita mengulangnya walau hanya sekali saja?
Tak banyak kenangan bersama Ayah yang tinggal di memoriku. Tapi Tuhan itu sangat baik padaku Ayah, Dia menyisakan satu kenangan ini di memoriku. Bermain masak-masakan dengan mu adalah kegiatan yang selalu aku tunggu setiap malam waktu itu. Aku ingat terakhir kita ermain masak-masakan, aku memasak mie instan buat Ayah.
Bolehkah aku memasak lagi buat mu Ayah?

2. Ayah aku tahu, diam-diam Ayah selalu memperhatikanku dan memelukku saat aku terlelap dalam tidurku
Walau kita sekarang di dunia yang berbeda, tapi aku tahu pasti saat aku menangis, engkau datang menghapus air mata ku dengan kelembutan cinta mu.

Saat aku putus asa dan ingin menyerah, engkau datang memegang tanganku dan membisikkan kata-kata semangat di telingaku.

Saat aku disakiti oleh dunia, engkau datang menyakinkan ku bahwa ada seeorang yang gak akn pernah menyakiti ku yaitu Ayah


3. Ayah, apakah kamu tahu kalau aku sering membicarakan mu pada Tuhan dalam doa ku?
Ayah..
aku gak pernah menyalahkan siapapun karena ayah terlalu cepat meninggalkan ku
aku gak pernah menyalahkan keadaan maupun Tuhan
aku malah meminta pada Tuhan biar menjaga Ayah di sisi-Nya,memberikan tempat terindah di kerajaan-Nya
Dalam doa ku aku selalu bercerita kepada Tuhan tentang rasa rindu ku pada Ayah, dan aku yakin Tuhan telah menyampaikan semuanya pada Ayah
karena aku percaya Ayah telah bahagia bersama Tuhan

4. Ayah,
Walau kita tidak banyak memiliki moment indah bersama tapi bagiku Ayah adalah cinta pertama ku dan akan abadi selamanya

Ayah memang tak mengajariku berjalan, bermain sepeda, tak mengantarkan ku saat pertama kali masuk sekolah, tak ada di samping saat aku wisuda, dan tak memarahi ku saat aku berbuat salah.
Bukan karena Ayah tak mau, tapi waktulah yang gak memberika kesempatan buat Ayah untuk melakukan itu.
Tapi waktu yang singkat itu cukup membuktikan kalau Ayah adalah pria terbaik yang dikirimkan Tuhan buat aku

5. Ayah, setiap aku datang ke tempat ini tanpa sadar air mata ku jatuh, tapi asal Ayah tahu itu bukan air mata kesedihan tapi itu adalah air mata kerinduan

Rindu yang teramat dalam yang kurasakan pada mu Ayah, tidak bisa lagi disampaikan lewat kata-kata.
Mungkin hanya bisa dijelaskan dengan air mata ini
Tapi hanya tak ingin terlihat lemah, aku berusaha menahan air mata ini dengan senyuman

6. Walau fotomu telah usang, tapi cintaku padamu tak akan pernah usang dan akan selalu abadi

Ayah…
Foto ini memang telah usang karena sudah terlalu lama, tapi cinta ini tak mungkin usang.
foto ini adalah satu-satunya yang tertinggal, dengan foto ini aku bisa melihat senyum mu yang manis itu Ayah
melalui foto ini, aku bisa melihat betapa gantengnya dirimu ayah


7. Ayah, kini semua kisah berlalu tanpa kehadiran mu, tapi rinduku tak berkurang sedikitpun dimakan waktu

Seandainya ada waktu sedikit saja bertemu dengan mu dan walau itu hanya dalam mimpi, aku hanya ingin memelukmu dan merasakan hangatnya dekapan mu Ayah
Ayah…
aku sangat mencintaimu meski aku tak pernah mengatakan langsung padamu Ayah

Love you so much, Dad.

**AYAH, SETIAP NAMAMU KU SEBUT AIR MATAKU MENYAKSIKAN BETAPA ENGKAU.SOSOK MANUSIA YANG MULIA DI HIDUPKU.**
AYAHHHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!!



Salam


Prof DR Hengki PhD MPsi.MH MMin Theo
Photo

Post has shared content

SECARIK DARI AYAH UNTUK ANANDA
===================================================


#Salam Al'aika.....
Nak, ayah tahu kamu menghadapi banyak kesulitan dan lebih sedikit kesempatan dariku, dan kamu adalah anak yang sangat mandiri, hampir tidak tergantung kepada siapapun. Ayah hampir tidak tahu apakah kamu membutuhkan kehadiranku.

Ayah hanya bisa menyuruhmu mengerjakan apa yang menurut ayah harus kamu kerjakan tanpa mengetahui apa yang kamu sukai. Ayah membiarkanmu menang dalam game di komputer dan beberapa permainan… tapi kamu berjuang dengan sungguh² sampai akhirnya bisa mengalahkan ayah. Anakku, kamu lebih dewasa dari umurmu…
Banyak momen dalam foto ketika kamu tumbuh kembang karena ayah hampir tidak ada di sisimu. Ayahmu ini lebih banyak tidak menepati janjinya, walau aya berusaha untuk memenuhi keinginanmu.

Pergi untuk keperluannya dibanding untuk bermain dan bersamamu, walau pasti lebih menyenangkan bersamamu, nak. Ayah tahu kamu bosan untuk bermain di komputer peganganmu sejak kecil, tapi ayah ingin kamu tetap bermain di komputermu itu.

Ayahmu ini merasa hampa tanpa sadar ketika kamu pergi bermain dengan teman²mu…. Ayahmu sadar ini adalah akhir masa kecilmu.

Ayah tak tahu apa yang harus dilakukan ketika kamu akan hadir, semuanya berubah, menjadi indah ketika dirimu hadir, nak.

Ayah ingin kamu tahu semua jawaban atas pertanyaan dalam benakmu, tapi mungkin ayah sedang tidak di sampingmu.

Ayah sulit menghadapi tubuhnya yang semakin berat dan besar, penampilannya semakin tidak teratur, dan tidak jelas. Ayah tahu kamu akan mengenali ayah bagaimanapun penampilannya.

Ayah ingin membantumu mengerjakan pekerjaan rumah dari sekolah untuk dikerjakan.

Ayah telah terjebak atas perilakunya sendiri, keinginannya sendiri, dan atas suatu pencarian yang tidak jelas dan tak berujung.

Ayah akan berusaha memberimu tempat terbaik di dunia ini, ketika kamu ingin menyaksikan pertandingan sepakbola kesukaanmu, nak… suatu hari nanti.

Ayahmu ini tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit. Kamu ingat, nak? ayahmu ini menungguimu tidak tidur semalaman ketika kamu sakit, ketika hanya kamu dan ayah di rumah? Siapa tahu kamu membutuhkan ayah di malam-malam itu.

Ayah menganggapmu anak yang mandiri, dewasa dan independen. Ayah ingin sekali memberitahu apa yang harus kamu lakukan, nak, tapi ayah malu padamu yang lebih tepat waktu, untuk mengantarmu pergi ke sekolah tepat waktu. Maafkanlah ayah pada saat pertamakali mengantarkamu pergi ke sekolah pada saat itu … ayah hanya ingin kamu mandiri, walau pada akhirnya kamu adalah anak yang sangat mandiri.

Ayah akan berhenti melakukan apa yang ia sedang kerjakan jika kamu ingin bicara dengannya, anakku. Segala cara akan kutempuh untuk membiayaimu sekolah. Ayah senang mendengarkan nasehat darimu, anakku. Ayah mungkin akan marah jika kamu melakukan kesalahan berulang, tapi ayah akan sangat malu jika kamu ingatkan kebiasaan buruknya.

Ayah mengatakan ,, tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu
sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan”

Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan
sesuatu persis seperti caranya….
Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri….
karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya.

Ayah tidak suka untuk meneteskan air mata ….
ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama
kalinya,dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya

ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu…ketika kau mimpi akan dibunuh monster… tapi…..ternyata dia sangat khawatir, ketika anak kesayangannya di jalan tak memberi kabar selama beberapa jam.

Ayah ingin sekali berkata padamu, nak :” kalau kau ingin mendapatkan
pedang yang tajam dan berkwalitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu,jika kau ingin mendaptkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya”

Untuk masa depan anak lelakinya Ayah berpesan: ,,jadilah lebih kuat
dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang
lebih baik dari ibumu, berikan yang lebih baik untuk menantu dan
cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu”

Ayah bersikeras,bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik
daripada kamu dulu…. Ayah ingin sekali bisa membuatmu percaya diri…
karena ia percaya padamu… Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik…. Dan terpenting adalah… Ayah tidak pernah menghalangimu untuk mencintai Tuhan, bahkan dia akan membentangkan seribu jalan agar kau dapat menggapai cintaNya, karena diapun mencintaimu karena cintaNya.


Salam.Terkasih,
Dari Ayahanda....



Prof DR Hengki Halim PhD MPsi MH MMin Theo
Photo

Post has shared content

*POTRET SUAMI IDEAL DALAM
RUMAH TANGGA*
==============================================

#Assalamualaikum WrWb......
Menjadi suami dan bapak ideal dalam rumah tangga? Tentu ini dambaan setiap lelaki, khususnya yang beriman kepada Allah Ta’ala dan hari akhir. Dan tentu saja ini tidak mudah kecuali bagi orang-orang yang dimudahkan oleh Allah Ta’ala.

Sosok kepala rumah tangga ideal yang sejati, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pernah bersabda:

«خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِى»

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik (dalam bergaul) dengan keluarganya dan aku adalah orang yang paling baik (dalam bergaul) dengan keluargaku”1.

Karena kalau bukan kepada anggota keluarganya seseorang berbuat baik, maka kepada siapa lagi dia akan berbuat baik? Bukankah mereka yang paling berhak mendapatkan kebaikan dan kasih sayang dari suami dan bapak mereka karena kelemahan dan ketergantungan mereka kepadanya?2. Kalau bukan kepada orang-orang yang terdekat dan dicintainya seorang kepala rumah tangga bersabar menghadapi perlakuan buruk, maka kepada siapa lagi dia bersabar?.

Imam al-Munawi berkata: “Dalam hadits ini terdapat argumentasi yang menunjukkan (wajibnya) bergaul dengan baik terhadap istri dan anak-anak, terlebih lagi anak-anak perempuan, (dengan) bersabar menghadapi perlakuan buruk, akhlak kurang sopan dan kelemahan akal mereka, serta (berusaha selalu) menyayangi mereka”

==============================================
#Potret Kepala Keluarga Ideal Dalam Al-Qur-an
==============================================

Allah Ta’ala menggambarkan sosok dan sifat kepala keluarga ideal dalam beberapa ayat al-Qur-an, di antaranya dalam firman-Nya:

{الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ}

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum perempuan, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka” (QS an-Nisaa’: 34).

Inilah sosok suami ideal, dialah lelaki yang mampu menjadi pemimpin dalam arti yang sebenarnya bagi istri dan anak-anaknya. Memimpin mereka artinya mengatur urusan mereka, memberikan nafkah untuk kebutuhan hidup mereka, mendidik dan membimbing mereka dalam kebaikan, dengan memerintahkan mereka menunaikan kewajiban-kewajiban dalam agama dan melarang mereka dari hal-hal yang diharamkan dalam Islam, serta meluruskan penyimpangan yang ada pada diri mereka4.

Dalam ayat lain, Allah Ta’ala berfirman:

{وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِسْمَاعِيلَ إِنَّهُ كَانَ صَادِقَ الْوَعْدِ وَكَانَ رَسُولا نَبِيًّا. وَكَانَ يَأْمُرُ أَهْلَهُ بِالصَّلاةِ وَالزَّكَاةِ وَكَانَ عِنْدَ رَبِّهِ مَرْضِيًّا}

“Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam al-Qur’an. Sesungguhnya dia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang rasul dan nabi. Dan dia (selalu) memerintahkan kepada keluarganya untuk (menunaikan) shalat dan (membayar) zakat, dan dia adalah seorang yang di ridhoi di sisi Allah” (QS Maryam: 54-55).

Inilah potret hamba yang mulia dan kepala rumah tangga ideal, Nabi Ismail ‘alaihissalam, sempurna imannya kepada Allah, shaleh dan kuat dalam menunaikan ketaatan kepada-Nya, sehingga beliau ‘alaihissalam meraih keridhaan-Nya. Tidak cukup sampai di situ, beliau ‘alaihissalam juga selalu membimbing dan memotivasi anggota keluarganya untuk taat kepada Allah, karena mereka yang paling pertama berhak mendapatkan bimbingannya5.

Demukian pula dalam ayat lain, Allah Ta’ala berfirman:

{وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا}

“Dan orang-orang yang berkata: “Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati (kami), dan jadikanlah kami imam (panutan) bagi orang-orang yang bertakwa” (QS al-Furqaan: 74).

Dalam ayat ini Allah Ta’ala memuji hamba-hamba-Nya yang beriman karena mereka selalu mendokan dan mengusahakan kebaikan dalam agama bagi anak-anak dan istri-istri mereka. Inilah makna “qurratul ‘ain” (penyejuk hati) bagi orang-orang yang beriman di dunia dan akhirat6.

Imam Hasan al-Bashri ketika ditanya tentang makna ayat di atas, beliau berkata: “Allah akan memperlihatkan kepada hambanya yang beriman pada diri istri, saudara dan orang-orang yang dicintainya ketaatan (mereka) kepada Allah. Demi Allah, tidak ada sesuatupun yang lebih menyejukkan pandangan mata (hati) seorang muslim dari pada ketika dia melihat anak, cucu, saudara dan orang-orang yang dicintainya taat kepada Allah Ta’ala”.

==============================================
#Beberapa Sifat Kepala Rumah Tangga Ideal
==============================================

1. Shalih Dan Taat Beribadah
=========================

Keshalehan dan ketakwaan seorang hamba adalah ukuran kemuliaannya di sisi Allah Ta’ala, sebagaimana dalam firman-Nya:

{إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ}

“Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu” (QS al-Hujuraat: 13).

Seorang kepala rumah tangga yang selalu taat kepada Allah Ta’ala akan dimudahkan segala urusannya, baik yang berhubungan dengan dirinya sendiri maupun yang berhubungan dengan anggota keluarganya. Allah Ta’ala berfirman:

{وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجاً. وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ}

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan baginya jalan keluar (dalam semua masalah yang dihadapinya), dan memberinya rezki dari arah yang tidak disangka-sangkanya” (QS. ath-Thalaaq:2-3).

Dalam ayat berikutnya Allah berfirman:

{وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْراً}

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya kemudahan dalam (semua) urusannya” (QS. ath-Thalaaq:4).

Artinya: Allah Ta’ala akan meringankan dan memudahkan (semua) urusannya, serta menjadikan baginya jalan keluar dan solusi yang segera (menyelesaikan masalah yang dihadapinya)

Bahkan dengan ketakwaan seorang kepala rumah tangga, dengan menjaga batasan-batasan syariat-Nya, Allah Ta’ala akan memudahkan penjagaan dan taufik-Nya untuk dirinya dan keluarganya, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

“Jagalah (batasan-batasan/syariat) Allah maka Dia akan menjagamu, jagalah (batasan-batasan/syariat) Allah maka kamu akan mendapati-Nya dihadapanmu”9.

Makna “menjaga (batasan-batasan/syariat) Allah” adalah menunaikan hak-hak-Nya dengan selalu beribadah kepada-Nya, serta menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya10. Dan makna “kamu akan mendapati-Nya dihadapanmu”: Dia akan selalu bersamamu dengan selalu memberi pertolongan dan taufik-Nya kepadamu11.

Penjagaan Allah Ta’ala dalam hadits ini juga mencakup penjagaan terhadap anggota keluarga hamba yang bertakwa tersebut.


2. Bertanggung Jawab Memberi Nafkah
Untuk Keluarga
==================================

Menafkahi keluarga dengan benar adalah salah satu kewajiban utama seorang kepala keluarga dan dengan inilah di antaranya dia disebut pemimpin bagi anggota keluarganya. Allah Ta’ala berfirman:

{الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ}

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum perempuan, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka” (QS an-Nisaa’: 34).

Dalam ayat lain, Allah Ta’ala berfirman:

{وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ}

“Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf” (QS al-Baqarah: 233).

Dalam hadits yang shahih, ketika Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam ditanya tentang hak seorang istri atas suaminya, beliau  bersabda: “Hendaknya dia memberi (nafkah untuk) makanan bagi istrinya sebagaimana yang dimakannya, memberi (nafkah untuk) pakaian baginya sebagaimana yang dipakainya, tidak memukul wajahnya, tidak mendokan keburukan baginya (mencelanya), dan tidak memboikotnya kecuali di dalam rumah (saja)”13.

Tentu saja maksud pemberian nafkah di sini adalah yang mencukupi dan sesuai dengan kebutuhan, tidak berlebihan dan tidak kurang. Karena termasuk sifat hamba-hamba Allah Ta’ala yang bertakwa adalah mereka selalu mengatur pengeluaran harta mereka agar tidak terlalu boros adan tidak juga kikir. Allah Ta’ala berfirman:

{وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَامًا}

“Dan (hamba-hamba Allah yang beriman adalah) orang-orang yang apabila mereka membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan mereka) di tengah-tengah antara yang demikian” (QS al-Furqaan:67).

Artinya: mereka tidak mubazir (berlebihan) dalam membelanjakan harta sehingga melebihi kebutuhan, dan (bersamaan dengan itu) mereka juga tidak kikir terhadap keluarga mereka sehingga kurang dalam (menunaikan) hak-hak mereka dan tidak mencukupi (keperluan) mereka, tetapi mereka (bersikap) adil (seimbang) dan moderat (dalam pengeluaran), dan sebaik-baik perkara adalah yang moderat (pertengahan)14.

Ini semua mereka lakukan bukan karena cinta yang berlebihan kepada harta, tapi kerena mereka takut akan pertanggungjawaban harta tersebut di hadapan Allah Ta’ala di hari kiamat kelak. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang umurnya kemana dihabiskannya, tentang ilmunya bagaimana dia mengamalkannya, tentang hartanya; dari mana diperolehnya dan ke mana dibelanjakannya, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakannya”


3. Memperhatikan Pendidikan Agama
Bagi Keluarga
====================================

Ini adalah kewajiban utama seorang kepala rumah tangga terhadap anggota keluarganya. Allah Ta’ala berfirman:

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ}

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu” (QS at-Tahriim:6).

Ali bin Abi Thalib radhiallahu’anhu, ketika menafsirkan ayat di atas, beliau berkata: “(Maknanya): Ajarkanlah kebaikan untuk dirimu sendiri dan keluargamu”16.

Syaikh Abdurrahman as-Sa’di berkata: “Memelihara diri (dari api neraka) adalah dengan mewajibkan bagi diri sendiri untuk melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, serta bertobat dari semua perbuatan yang menyebabkan kemurkaan dan siksa-Nya. Adapun memelihara istri dan anak-anak (dari api neraka) adalah dengan mendidik dan mengajarkan kepada mereka (syariat Islam), serta memaksa mereka untuk (melaksanakan) perintah Allah. Maka seorang hamba tidak akan selamat (dari siksaan neraka) kecuali jika dia (benar-benar) melaksanakan perintah Allah (dalam ayat ini) pada dirinya sendiri dan pada orang-orang yang dibawa kekuasaan dan tanggung jawabnya”17.

Dalam sebuah hadits shahih, ketika shahabat yang mulia, Malik bin al-Huwairits radhiallahu’anhu dan kaumnya mengunjungi Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam selama dua puluh hari untuk mempelajari al-Qur-an dan sunnah beliau, kemudian Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda kepada mereka: “Pulanglah kepada keluargamu, tinggallah bersama mereka dan ajarkanlah (petunjuk Allah Ta’ala) kepada mereka”18.

4. Pembimbing Dan Motivator
==========================

Seorang kepala keluarga adalah pemimpin dalam rumah tangganya, ini berarti dialah yang bertanggung jawab atas semua kebaikan dan keburukan dalam rumah tangganya dan dialah yang punya kekuasaan, dengan izin Allah Ta’ala, untuk membimbing dan memotivasi anggota keluarganya dalam kebaikan dan ketaatan kepada Allah Ta’ala.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Ketahuilah, kalian semua adalah pemimpin dan kalian semua akan dimintai pertanggungjawaban tentang apa yang dipimpinnya…seorang suami adalah pemimpin (keluarganya) dan dia akan dimintai pertanggungjawaban tentang mereka”19.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mencontohkan sebaik-baik teladan sebagai pembimbing dan motivator. Dalam banyak hadits yang shahih, beliau Shallallahu’alaihi Wasallam selalu memberikan bimbingan yang baik kepada orang-orang yang berbuat salah, sampaipun kepada anak yang masih kecil.

Beliau Shallallahu’alaihi Wasallam pernah melihat seorang anak kecil yang berlaku kurang sopan ketika makan, maka beliau Shallallahu’alaihi Wasallam menegur dan membimbing anak tersebut, beliau Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Wahai anak kecil, sebutlah nama Allah (ketika hendak makan), makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah (makanan) yang ada di depanmu”20.

Dalam hadits lain, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pernah melarang cucu beliau, Hasan bin ‘Ali radhiallahu’anhu memakan kurma sedekah, padahal waktu itu Hasan masih kecil, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Hekh hekh” agar Hasan membuang kurma tersebut, kemudian beliau Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Apakah kamu tidak mengetahui bahwa kita (Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dan keturunannya) tidak boleh memakan sedekah?”21.

Imam Ibnu Hajar menyebutkan di antara kandungan hadits ini adalah bolehnya membawa anak kecil ke mesjid dan mendidik mereka dengan adab yang bermanfaat (bagi mereka), serta melarang mereka melakukan sesuatu yang membahayakan mereka sendiri, (yaitu dengan) melakukan hal-hal yang diharamkan (dalam agama), meskipun anak kecil belum dibebani kewajiban syariat, agar mereka terlatih melakukan kebaikan tersebut22.

Memotivasi anggota keluarga dalam kebaikan juga dilakukan dengan mencontohkan dan mengajak anggota keluarga mengerjakan amal-amal kebaikan yang disyariatkan dalam Islam.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Semoga Allah merahmati seorang laki-laki yang bangun di malam hari lalu dia melaksanakan shalat (malam), kemudian dia membangunkan istrinya, kalau istrinya enggan maka dia akan memercikkan air pada wajahnya…”23.

Teladan baik yang dicontohkan seorang kepala keluarga kepada anggota keluarganya merupakan sebab, setelah taufik dari Allah Ta’ala untuk memudahkan mereka menerima nasehat dan bimbingannya. Sebaliknya, contoh buruk yang ditampilkannya merupakan sebab besar jatuhnya wibawanya di mata mereka.

Imam Ibnul Jauzi membawakan sebuah ucapan seorang ulama salaf yang terkenal, Ibrahim al-Harbi24. Dari Muqatil bin Muhammad al-‘Ataki, beliau berkata: Aku pernah hadir bersama ayah dan saudaraku menemui Abu Ishak Ibrahim al-Harbi, maka beliau bertanya kepada ayahku: “Mereka ini anak-anakmu?”. Ayahku menjawab: “Iya”. (Maka) beliau berkata (kepada ayahku): “Hati-hatilah! Jangan sampai mereka melihatmu melanggar larangan Allah, sehingga (wibawamu) jatuh di mata mereka”25.


5. Bersikap Baik Dan Sabar Dalam Meng
hadapi Perlakuan Buruk Anggota Keluarganya
==============================================

Seorang pemimpin keluarga yang bijak tentu mampu memaklumi kekurangan dan kelemahan yang ada pada anggota keluarganya, kemudian bersabar dalam menghadapi dan meluruskannya.

Ini termasuk pergaulan baik terhadap keluarga yang diperintahkan dalam firman Allah Ta’ala:

{وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا}

“Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak” (QS an-Nisaa’: 19).

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Berwasiatlah untuk berbuat baik kepada kaum wanita, karena sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk (yang bengkok), dan bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah yang paling atas, maka jika kamu meluruskannya (berarti) kamu mematahkannya, dan kalau kamu membiarkannya maka dia akan terus bemgkok, maka berwasiatlah (untuk berbuat baik) kepada kaum wanita”26.

Seorang istri bagaimanapun baik sifat asalnya, tetap saja dia adalah seorang perempuan yang lemah dan asalnya susah untuk diluruskan, karena diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok, ditambah lagi dengan kekurangan pada akalnya. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

“إن المرأة خلقت من ضلع لن تستقيم لك على طريقة”

“Sesungguhnya perempuan diciptakan dari tulang rusuk (yang bengkok), (sehingga) dia tidak bisa terus-menerus (dalam keadaan) lurus jalan (hidup)nya”27.

Dalam hadits lain Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menyifati perempuan sebagai:

“…ناقصات عقل ودين”

“…Orang-orang yang kurang (lemah) akal dan agamanya”28.

Maka seorang istri yang demikian keadaannya tentu sangat membutuhkan bimbingan dan pengarahan dari seorang laki-laki yang memiliki akal, kekuatan, kesabaran, dan keteguhan pendirian yang melebihi perempuan29. Oleh karena itulah, Allah Ta’ala menjadikan kaum laki-laki sebagai pemimpin dan penegak urusan kaum perempuan.

Seorang laki-laki yang beriman tentu akan selalu menggunakan pertimbangan akal sehatnya ketika menghadapi perlakuan kurang baik dari orang lain, untuk kemudian dia berusaha menasehati dan meluruskannya dengan cara yang baik dan bijak, terlebih lagi jika orang tersebut adalah orang yang terdekat dengannya, yaitu istri dan anak-anaknya. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Janganlah seorang lelaki beriman membenci seorang wanita beriman, kalau dia tidak menyukai satu akhlaknya, maka dia akan meridhai/menyukai akhlaknya yang lain”


6. Selalu Mendoakan Kebaikan Bagi Anak
Dan Istrinya
=====================================

Termasuk sifat hamba-hamba Allah Ta’ala yang beriman adalah selalu mendoakan kebaikan bagi dirinya dan anggota keluarganya. Allah Ta’ala berfirman:

{وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا}

“Dan orang-orang yang berkata: “Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati (kami), dan jadikanlah kami imam (panutan) bagi orang-orang yang bertakwa” (QS al-Furqaan: 74).

Dalam hadits yang shahih, ketika Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menjelaskan tentang kewajiban seorang suami terhadap istrinya, diantaranya: “…Dan tidak mendokan keburukan baginya”

Maka kepala keluarga yang ideal tentu akan selalu mengusahakan dan mendoakan kebaikan bagi anggota keluarganya, istri dan anak-anaknya, bahkan inilah yang menjadi sebab terhiburnya hatinya, yaitu ketika menyaksikan orang-orang yang dicintainya selalu menunaikan ketaatan kepada Allah Ta’ala32.

Penutup

Demikianlah, semoga tulisan ini bermanfaat dan menjadi motivasi bagi orang-orang yang beriman, khusunya para kepala keluarga, untuk menghiasi dirinya dengan akhlak yang terpuji ini, untuk menjadikan mereka meraih kemuliaan dan kebahagiaan sejati di dunia dan akhirat bersama anggota keluarga mereka, dengan taufik dari Allah Ta’ala.

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين


=================================================

Salatiga,05 Mei 2017
Wassallam,


Prof DR Hengki Halim PhD MPsi MH MMin Theo
Photo
Wait while more posts are being loaded