Post has attachment


Tolong Menolong dalam Kebaikan Saja Tak Cukup

Tentu kita tidak asing dengan ayat Al-Qur’an tentang ajakan untuk saling menolong dalam kebaikan. Yaitu firman Allah swt,

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (QS.al-Ma’idah:2)

Namun ada hal menarik yang jarang tersentuh saat kita membahas ayat ini. Apakah itu?

Jika kita perhatikan, ayat ini tidak hanya mengajak kita untuk saling membantu dalam kebaikan, tapi juga melarang kita untuk saling membantu dalam pelanggaran dan dosa. “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa.”

Bergandengannya kata “kebaikan” dan “takwa” ini memberi pelajaran bahwa saling tolong menolong dalam kebaikan saja tidak cukup. Harus disertai pula dengan saling membantu untuk menahan diri dari dosa dan pelanggaran.

Hal ini diperkuat dengan potongan ayat selanjutnya, “dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.”

Karena itu upaya untuk saling mengajak kepada kebaikan harus selalu disertai dengan saling membantu untuk mencegah keburukan.

Semoga bermanfaat….

Photo

Post has attachment

Mungkin aku takut karena merasa kesepian. Tidak, bukan hanya karena saat ini aku sedang melajang. Lebih dari itu, aku benar-benar merasa kehilangan teman-teman. Di usiaku yang sekarang, sahabat memang datang dan pergi. Tapi jika ada di samping pun, aku tetap merasa asing dan sendiri.

Tolong, Tuhan, ingatkan aku bahwa sebenarnya Kau sahabat terbaikku. Aku tak pernah sendirian, karena kau mengerti aku dan selalu mendengarkan. Aku mohon, ingatkan aku untuk selalu dekat kepadaMu. Supaya aku selalu bersandar dan berbagi cerita dengan-Mu, sehingga aku tak perlu lagi merasa kesepian seperti ini.

Photo
Wait while more posts are being loaded