Post has attachment
"Kadangkala orang yang paling mencintaimu adalah orang yang tak pernah menyatakan cintanya padamu karena orang itu takut kau berpaling dan menjauhinya. Namun, bila suatu saat dia hilang dari pandanganmu, baru kamu akan menyedari bahwa dia adalah cinta yang tak pernah kau sadari…."

Post has attachment
Photo

- Jika Aku Mati Hari Ini -
Tuhan..
Jika aku mati hari ini..
Apakah orang-orang yang benci sama aku, akan tertawa?
Apakah mereka akan sangat bahagia?
Apakah mereka akan merasa bebas dengan kematianku?
Apakah mereka akan mendoakanku agar masuk Neraka saja?
Dan apakah mereka masih saja membenciku?
Tuhan..
Berapa besar dosa yang harus ku bawa dari mereka?
Aku tak sanggup..!!

Tuhan..
Jika aku mati hari ini..
Apakah orang-orang yang pernah kusakiti mau memafkanku?
Apakah aku juga harus menanggung dosa-dosa orang yang ku sakiti itu?
Apakah aku tidak boleh masuk ke Surga-Mu, bila mereka belum memaafkanku?
Kalo duduk-duduk di pintu Surga-Mu, Boleh ndak?
Masih ndak boleh ya?
Kalo aku tinggal diteras aja boleh ndak?
Ayolah Tuhan..
Izinkan aku untuk ke Surga-Mu..
Aku hanya mau ke Surga-Mu saja..

Tuhan..
Jika aku mati hari ini..
Apakah teman-temanku akan berdo'a untuk ku?
Apakah mereka akan merasa kehilangan aku?
Apakah mereka akan menangis?
Apakah mereka Memintakan Surga untuk tempatku?
Apakah begitu Tuhan?
Tapi, aku ragu dengan itu semua.
Ku pikir kematianku tidaklah berarti apa-apa bagi mereka.

Tuhan..
Jika aku mati hari ini..
Apakah keluargaku telah mengikhlaskannya?
Apakah mereka akan selalu mendoakanku?

Tuhan..
Jika aku mati hari ini..
Sudah cukup seimbangkah amalan baik dan buruk ku?
Tuhan..
Aku menyadarinya..
Amalan buruk ku lah, yang kan ku bawa nantinya..
Sesak dan Pilu..

Tuhan..
Jika aku harus mati hari ini..
Cintai aku hari ini saja Tuhan..
Ya. Hari ini saja Tuhan..
Sebelum aku mati Hari ini..

Tuhan..
Jika aku Mati hari ini..
Biarkan mereka tertawa atas kematianku..
Biarkan mereka menangis atas kematianku..
Dan Biarkan Mereka Diam atas kematianku..
Biarkan saja mereka Bersikap Natural tanpa penipuan..

Tuhan..
Jika aku harus mati hari ini..
Izinkan aku mati dengan kematian yang terbaek..
Hingga aku kau bolehkan singgah di Surga-Mu..

Tuhan..
Jika hari ini lebih baik aku mati, maka ambillah aku Tuhan..
Ya. Ambil saja..

Ku kagumi kelemahanmu...
Ku cintai semua kekuranganmu...
Ituu bagiku indahhh

Kauu sosok yang tak sempurna namun bermaknaa...
Meski lemah kau tetap yang terindah...
Meski rapuhh kau tetap yang terindah...

@ Damai sekali dengerin Bondan_

Post has attachment
"Aku dan Sebuah Cerita"
Lepas terhempas...
terbentang nyanyian hati
angan terkapar tiada daya
membentur pintu langit
seketika itu... siuman
tersadar akan sebuah kenyataan
di hadapan-Mu, aku SETITIK DEBU...
tetap bangga dengan gelar HAMBA.

Dawai qalbu melagu riang
namun, sekelompok mereka...
sekelompok mereka mengasah pedang bertabur bunga
berbisik senja menutupi mega.
tidak bagi mu wahai kalian...
tameng2 masih kuat membaja.
Bismillaah...

untuk mu saudara saudari ku dumay dan dunyat...
Semoga hidayah Allah selalu melekat dalam dirimu yang bertambah-tambah.
aamiin Yaa Rabb.
Photo
Photo
19/04/17
2 Photos - View album

Post has attachment

Post has attachment

Post has attachment
Puisi:
Tetaplah Bersamaku

Karya:
Mhd. Saifullah

Tetaplah bersamaku.
Tetaplah di hati ku.
Bercerita bulan dan bintang,
tentang indah malam.

Kau pandangi aku di sana.
Bersuara nirwana bernyanyi di sini
Bangunkan satu mimpi.
Bersamamu, dan bersamamu.

Jangan pergi dari cintaku.
Aku ingin kau tetap bersamaku.
Karena aku tak mampu berdiri
untuk cinta.
Bila tanpa dirimu.
(Baca Selanjutnya....
http://www.muhammadsaifullah.com/2017/03/tetaplah-bersamaku.html)

Terima kasih sudah mau membaca puisi dan berkunjung ke blog saya.
Baca artikel lainnya hanya di http://http://www.muhammadsaifullah.com/

Post has attachment
Permainanmu: Cakrawala

Karya: Mhd. Saifullah

Beranak pinak
mereka bermain dibalik senja.
Meski hanya siluet,
tampak lebih jelas.
Cakrawala enggan bermain kata.

Ia lebih senang memaksaku,
lalu menamparku untuk berpaling
melihat para ombak bermain berguling.
Agar tak kuhantarkan perginya senja,
yang tak mungkin harus berbalik.

Lengah sedikit ku curi melirik.
Cakrawala tetap mengusik.
Mata dibendung,
beban dunia terkatung-katung.
(Baca Selanjutnya....
http://www.muhammadsaifullah.com/2016/03/permainanmu-cakrawala.html)

Terima kasih sudah mau membaca puisi dan berkunjung ke blog saya.
Baca artikel lainnya hanya di http://http://www.muhammadsaifullah.com/

Aku gagah ..tetapi aku sebenarnya lemah..
Aku sehat tetapi aku sebenarnya sakit...
Aku hidup sebenarnya aku sebenarnya mati..

Kehidupan yg menjemput kematian..
Atau kematiAn yg membangkitkan kehidupan..?
Aku pun tak tau wlau sbnarnya aku jg tau..

BagAikan bAdut jalanan..
yg membuat orang banyak tertawa gembira.
sdangkan sang badut sbnarnaya terluka..
Aku........Dia....siapa...?
Wait while more posts are being loaded