Post has shared content

IMPLEMENTASI KASIH SAYANG dlm kehidupan sehari hari :

1. Kasih sayang terhadap sesama

"Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang. Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan”. (Qs. Al Balad:17–18)

Jarir bin Abdullah berkata, Rosulullah bersabda, “Allah tidak akan menyayangi orang yang tidak menyayangi manusia lainnya.” (HR. Bukhori dan Muslim)

"Para pengasih dan penyayang dikasihi dan di sayang oleh Ar-Rahmaan (Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang-pen), rahmatilah yang ada di bumi niscaya kalian akan dirahmati oleh Dzat yag ada di langit ” (HR Abu Dawud dan At-Thirmidzi)

Kasih sayang terhadap kedua orang tua

Abu Hurairoh berkata: “Ada seorang laki-laki datang ke Rosulullah, lalu bertanya, Wahai Rosulullah, siapakah manusia yang paling berhak untuk kuperlakukan dengan sebaik mungkin? Rosulullah bersabda, Ibumu. Lalu ia bertanya, lalu siapa? Beliau menjawab, ibumu. Ia betanya, lalu siapa lagi? Ibumu, jawab Rosulullah. Ia bertanya lagi, lalu siapa? Bapakmu, jawab beliau. (HR. Bukhori)

Kasih Sayang terhadap suami atau istri

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah, Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” (QS.Ar-Rum:21)

Kasih sayang terhadap saudara

Anas berkata: Rosulullah bersabda, ” Tidak sempurna iman kalian sampai ia mencintai saudaranya sebagai mana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhori)

Kasih sayang terhadap anak anak

Abu Hurairoh berkata: “Sewaktu Rosulullah mencium Husain bin Ali, di dekatnya ada sahabat yang sedang duduk, bernama al-Aqro bin Habis at-Tamimi. Al-Aqro berkata, saya telah mempunyai 10 anak, tapi saya tidak pernah mencium satupun dari mereka. Rosulullah memandanginya, lalu bersabda,” Barang siapa yang tidak punya rasa kasih sayang, maka ia tidak akan disayangi.” (HR. Bukhori)

Kasih Sayang terhadap tetangga

Said bin Abi Syuraikh berkata: Rosulullah bersabda, “Demi Allah, ia tidak beriman. Allah, ia tidak beriman. Allah, ia tidak beriman. Ada yang bertanya, siapakah yang Anda maksud wahai Rosulullah? Rosulullah menjawab, Orang yang tetangganya merasa tidak nyaman dari kejahatan dan keburukannya.” (HR. Bukhori)

Kasih sayang terhadap teman

Anas bin Malik berkata: “ Aku pernah duduk di sisi Rosulullah, lalu lewatlah seorang laki-laki. Ada laki-laki lain dari suatu kaum yang berkata, Wahai Rosulullah, sungguh aku sangat mencintai (menyayangi) laki-laki itu. Rosulullah bertanya, Apakah kamu telah memberitahukan hal itu kepadanya? Laki-laki itu menjawab, Belum. Rosulullah bersabda, Berdirilah, dan beritahukanlah kepadanya. Maka laki-laki itupun berdiri menghampirinya, ia berkata, Wahai saudaraku, demi Allah, aku mencintaimu karena Allah. Lalu orang tersebut menjawab, Semoga Allah juga mencintaimu karena kamu mencintai karena-Nya.” (HR. Ahmad, no.1198)

2. Kasih Sayang terhadap hewan

"Seseorang berkata : “Wahai Rasulullah, aku menyembelih seekor kambing lantas aku merahmatinya”, Rasulullah besabda : “Bahkan seekor kambing jika engkau merahmatinya maka Allah akan merahmati engkau”, Rasulullah mengucapkannya dua kali (HR Al-Bukhari)

"Sesungguhnya Allah telah menetapkan ihsan (kebaikan) dalam segala perkara, apabila kalian membunuh maka perbaguslah dalam membunuh, dan apabila kalian menyembelih maka perbaguslah dalam menyembelih, hendaknya salah seorang diaantara kalian menajamkan pisaunya dan menenangkan binatang sesembelihannya.” (HR. Muslim)

Abu Hurairoh berkata: Rosulullah bersabda, ”Pernah ada seorang laki-laki dalam perjalanan, ia merasa sangat haus. Kemudian ia bertemu sumur dan turun ke dalamnya, ia minum air sumur lalu keluar. Tiba-tiba ada anjing yang menjulurkan lidahnya, mengendus tanah karena kehausan. Ia berkata dalam hatinya, anjing ini mengalami apa yang tadi aku alami. Lalu ia (turun ke sumur lagi) memenuhi sepatu kulitnya (dengan air), lalu ia gigit dengan mulutnya lalu keluar, selanjutnya ia memberi minum anjing tersebut. atas perbuatannya itu, Allah bersyukur padanya dan mengampuni dosanya. Para sahabat bertanya, wahai Rosulullah, apakah kita akan mendapat pahala jika menolong hewan? Beliau bersabda, “Kebaikan kepada setiap yang punya hati (makhluk hidup) ada pahalanya” (HR. Bukhori dan Muslim)

3. Kasih Sayang terhadap tumbuhan

Wasiat perang :

Janganlah kalian membunuh wanita, bayi atau orang tua lanjut usia. Dan janganlah kamu memotong pohon yang sedang berbuah. Dan janganlah kamu merusak gedung atau bangunan. Dan janganlah kamu membunuh camping atau onta kecuali untuk di makan. Dan janganlah kamu membakar lebah atau menenggelamkannya. Dan janganlah kamu korupsi, Dan janganlah kamu berkhianat.” (HR. Malik)

4. Kasih Sayang kepada lingkungan
Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al-A’raf: 56)

"Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.”(Al-Anbiyaa’: 107)

Pabila diperhatikan, konsep kasih sayang dalam Islam lebih lengkap dan komplit. Sehingga kita tidak perlu lagi konsep kasih sayang dari ragam atau ajaran filsafat kepercayaan lain.

Jika kita benar-benar mempraktikkan ajaran Islam secara kaffah (integral), maka kita akan merasakan besarnya kasih sayang dalam diri kita, dan orang lainpun merasakannya kenikmatan kasih sayang yang menjadi bagian dari ajaran Islam.

Marilah kita berusaha tebarkan kasih sayang dimuka terhadap semua penghuninya tanpa terkecuali sesuai porsi dan obyeknya...!!

Usahlah kita simpan dendam disanubari agar damailah hati kita....!!

Betapa berat hari yg kita lalui pabila seonggok dendam kita sandang...!!

Maafkan sajalah demi damai jiwa kita....!!
Usahlah kita membenci sifulan dan sifulanah.

Bukankah memaafkan itu lbh mulia dan menentramkan hati dari pd menuntut balas..?

Bukankah membalas kejahatan dg kebaikan itu lbh luhur lagi disukai oleh Tuhan...?

Bukankah berkata indah itu lbh nyaman dimulut dan ditelinga dari pd berkata keji penuh caci.....?

Bukankah tersenyum itu lbh nikmat dari pd marah", lantas mengapa kita tak berupaya tuk bersabar saja dari pd meluapkan emosi.

Pilih manakah kita dikerumuni malaikat ataukah dikerumuni syaithon....?!

Malaikat hanya mau mengerumuni si sabar...!! Pun syaithon lbh tertarik sama si pemarah kerana syetan terbuat dari api...!!

Kalo kita tak suka dipukul lantas mengapa kita brani memukul....?!

Marilah kita sayangi diri sendiri juga sesama.."

Wait while more posts are being loaded