Post has attachment
MENGAPA WANITA HARUS BERHIJAB?

Pertanyaan ini sangat penting namun jawabannya justru jauh lebih penting. Satu pertanyaan yang membutuhkan jawaban yang cukup panjang. Jilbab atau hijab merupakan satu hal yang telah diperintahkan oleh Sang Pembuat syariat. Sebagai syariat yang memiliki konsekwensi jauh ke depan, menyangkut kebahagiaan dan kemashlahatan hidup di dunia dan akhirat. Jadi, persoalan jilbab bukan hanya persoalan adat ataupun mode fashion Jilbab adalah busana universal yang harus dikenakan oleh wanita yang telah mengikrarkan keimanannya. Tak perduli apakah ia muslimah Arab, Indonesia, Eropa ataupun Cina. Karena perintah mengenakan hijab ini berlaku umum bagi segenap muslimah yang ada di setiap penjuru bumi.

Berikut kami ulas sebagian jawaban dari pertanyaan di atas:

Pertama : Sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan RasulNya.

Ketaatan merupakan sumber kebahagian dan kesuksesan besar di dunia dan akherat. Seseorang tidak akan merasakan manisnya iman manakala ia enggan merealisasikan, mengaplikasikan serta melaksanakan segenap perintah Allah dan RasulNya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

وَمَن يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

“Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” [Al Ahzab:71]


Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

ذَاقَ طَعْمَ الإِيماَنِ مَنْ رَضِيَ بالله رَباًّ وَبالإسْلامِ دِيْناً وَبِمُحَمَّدٍ رَسُوْلًا.

“Sungguh akan merasakan manisnya iman, seseorang yang telah rela Allah sebagaiRabb, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai Rasul utusan Allah.” [HR Muslim].



Kedua : Pamer aurat dan keindahan tubuh merupakan bentuk maksiat yang mendatangkan murka Allah dan RasulNya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

وَمَن يَعْصِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلاَلاً مُّبِينًا

“Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” [Al Ahzab:36].


Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

كُلُّ أُمَّتِي مُعَافىً إلاَّ المُجَاهِرُن.

“Setiap umatku (yang bersalah) akan dimaafkan, kecuali orang yang secara terang-terangan (berbuat maksiat).” [Muttafaqun alaih].

Sementara wanita yang pamer aurat dan keindahan tubuh sama artinya dia telah berani menampakkan kemaksiatan secara terang-terangan.

Ketiga : Sesungguhnya Allah memerintahkan hijab untuk meredam berbagai macam fitnah (kerusakan).

Jika berbagai macam fitnah redup dan lenyap, maka masyarakat yang dihuni oleh kaum wanita berhijab akan lebih aman dan selamat dari fitnah. Sebaliknya, masyarakat yang dihuni oleh wanita yang gemar bertabarruj (berdandan seronok), pamer aurat dan keindahan tubuh, sangatlah rentan terhadap ancaman berbagai fitnah dan pelecehan seksual serta gejolak syahwat yang membawa malapetaka dan kehancuran yang sangat besar. Jasad yang bugil jelas akan memancing perhatian dan pandangan berbisa. Itulah tahapan pertama bagi penghancuran dan pengrusakan moral dan peradaban sebuah masyarakat.

Keempat : Tidak berhijab dan pamer perhiasan akan mengundang fitnah bagi laki-laki.

Seorang wanita apabila memamerkan bentuk tubuh dan perhiasannya di hadapan laki-laki non mahram, jelas akan mengundang perhatian kaum laki-laki hidung belang dan serigala berbulu domba. Jika ada kesempatan mereka pasti akan memangsa dengan ganas laksana singa sedang kelaparan.

Seorang penyair berkata,

نظرة فإبتسامة فسلام * فكلام فموعد فلقاء.

“Berawal dari pandangan lalu senyuman kemudian salam disusul pembicaraan lalu berakhir dengan janji dan pertemuan.”

Kelima : Seorang wanita muslimah yang menjaga hijab, secara tidak langsung ia berkata kepada semua kaum laki-laki, “Tundukkanlah pandanganmu, aku bukan milikmu dan kamu juga bukan milikku. Aku hanya milik orang yang dihalalkan Allah bagiku. Aku orang merdeka yang tidak terikat dengan siapapun dan aku tidak tertarik dengan siapapun karena aku lebih tinggi dan jauh lebih terhormat dibanding mereka.”

Adapun wanita yang bertabarruj atau pamer aurat dan menampakkan keindahan tubuh di depan kaum laki-laki hidung belang, secara tidak langsung ia berkata, “Silahkan anda menikmati keindahan tubuhku dan kecantikan wajahku. Adakah orang yang mau mendekatiku? Adakah orang yang mau memandangku? Adakah orang yang mau memberi senyuman kepadaku? Ataukah ada orang yang berseloroh, “Aduhai betapa cantiknya dia?”

Mereka berebut menikmati keindahan tubuhnya dan kecantikan wajahnya hingga mereka pun terfitnah.

Manakah di antara dua wanita di atas yang lebih merdeka? Jelas, wanita yang berhijab secara sempurna akan memaksa setiap lelaki untuk menundukkan pandangan mereka dan bersikap hormat ketika melihatnya, hingga mereka menyimpulkan bahwa dia adalah wanita merdeka, bebas dan sejati.

Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan hikmah di balik perintah mengenakan hijab dengan firmanNya.

ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلاَ يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

“Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Pengasih.” [Al Ahzab : 59]

Wanita yang menampakkan aurat dan keindahan tubuh laksana pengemis yang merengek-rengek untuk dikasihani. Tanpa sadar mereka rela menjadi mangsa kaum laki-laki bejat dan rusak. Dia menjadi wanita terhina, terbuang, murahan dan kehilangan harga diri dan kesucian. Dan dia telah menjerumuskan dirinya dalam kehancuran dan malapetaka hidup.

SYARAT-SYARAT HIJAB
Hijab sebagai bagian dari syariat islam, memiliki batasan-batasan jelas. Para ulama pembela agama Allah telah memaparkan dalam tulisan-tulisan mereka seputar kriteria hijab. Setiap mukminah hendaknya memperhatikan batasan syariat berkaitan dengan hijab ini. Menjadikan Kitabullah dan Sunnah NabiNya sebagai dasar rujukan dalam beramal, serta tidak berpegang kepada pendapat-pendapat menyimpang dari para pengekor hawa nafsu. Dengan demikian tujuan disyariatkanya hijab dapat terwujud, bi’aunillah.

Diantara syarat-syarat hijab antara lain:

Pertama : Hendaknya menutup seluruh tubuh dan tidak menampakkan anggota tubuh sedikitpun selain yang dikecualikan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلاَيُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلاَّمَاظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ

“Dan katakanlah kepada wanita-wanita mukminat, hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka dan janganlah menampakkan perhiasan mereka kecuali yang biasa nampak dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dada mereka.” [An Nuur:31].

Dan juga firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

يَآأَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلاَبِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلاَ يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللهُ غَفُورًا رَّحِيمًا {59}* لَّئِن لَّمْ يَنْتَهِ الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ وَالْمُرْجِفُونَ فِي الْمَدِينَةِ لَنُغْرِيَنَّكَ بِهِمْ ثُمَّ لاَيُجَاوِرُونَكَ فِيهَآ إِلاَّ قَلِيلاً

“Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.” [Al Ahzab : 59].

Kedua : Hendaknya hijab tidak menarik perhatian pandangan laki-laki bukan mahram.

Agar hijab tidak memancing pandangan kaum laki-laki maka harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

🔸Hendaknya hijab terbuat dari kain yang tebal tidak menampakkan warna kulit tubuh.

🔸Hendaknya hijab tersebut longgar dan tidak menampakkan bentuk anggota tubuh.

🔸Hendaknya hijab tersebut bukan dijadikan sebagai perhiasan bahkan harus memiliki satu warna bukan berbagai warna dan motif.

🔸Hijab bukan merupakan pakaian kebanggaan dan kesombongan. Berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut.

من لبس ثوب شهرة في الدنيا ألبسه الله ثوب مذلة يوم القيامة ثم ألهب فيه النار.

“Barangsiapa yang mengenakan pakaian kesombongan di dunia maka Allah akan mengenakan pakaian kehinaan nanti pada hari kiamat kemudian ia dibakar dalam Neraka.” [HR Abu Daud dan Ibnu Majah, dan hadits ini hasan]

🔸Hendaknya hijab tersebut tidak diberi parfum atau wewangian. Dasarnya adalah hadits dari Abu Musa Al Asy’ary Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

أَيُّماَ امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَليَ قَوْمٍ لِيَجِدوُا رِيْحَهَافهي زَانِيَةٌ.

“Siapapun wanita yang mengenakan wewangian lalu melewati segolongan orang agar mereka mencium baunya, maka ia adalah wanita pezina.” [HR Abu Daud, Nasa’i dan Tirmidzi, dan hadits ini Hasan]



Ketiga : Hendaknya pakaian atau hijab yang dikenakan tidak menyerupai pakaian laki-laki atau pakaian wanita kafir.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ.

“Barangsiapa yang menyerupai kaum maka dia termasuk bagian dari mereka.” [HR Ahmad dan Abu Daud]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutuk laki-laki yang mengenakan pakaian wanita serta mengutuk wanita yang berpakaian seperti laki-laki. [HR Abu daud Nasa’i dan Ibnu Majah, dan hadits ini sahih].

Catatan :

Syaikh Albani dalam kitabnya Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah Fil Kitab Was Sunnah mengatakan, menutup wajah adalah sunnah hukumnya (tidak wajib) akan tetapi yang memakainya mendapat keutamaan. Wallahu a’lam

Tulisan ini saya tujukan kepada saudari-saudariku seiman yang sudah berhijab agar lebih memantapkan hijabnya hanya untuk mencari wajah Allah. Juga bagi mereka yang belum berhijab agar bertaubat dan segera memulainya sehingga mendapat ampunan dari Allah Azza wa Jalla.

Wallahu waliyyut taufiq
__________________
(Ummu Ahmad Rifqi )

Maraji’:
- Al Afrah, Ahmad bin Abdul Aziz Hamdani.
- Tanbihaat Ahkaami Takhtasu Bil Mukminaat, Dr. Shalih Fauzan bin Abdullah Al Fauzan.
- Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah Fil Kitabi Was Sunnah, Syaikh Nashiruddin Al Albani.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 04/Tahun VII/1424H/2003 Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 08121533647, 08157579296]

Almanhaj.or.id
PhotoPhotoPhoto
Hijab
3 Photos - View album

Post has attachment
APA ARTI ALIF LAM MIM DALAM AL-QUR'AN?

Fatwa Asy Syaikh Muhammad Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah

Huruf muqatha’ah sejatinya tidak ada yang aneh sama sekali. Karena Allah Ta’ala berfirman,

بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُبِين

"(Al-Qur’an itu diturunkan) dengan bahasa arab yang jelas.” (QS. Asyu’ara: 195)

Dan kita tahu bahwa huruf-huruf ini, selama tidak dirangkai dalam satu kata, dia tidak memiliki makna.

Qaf tidak memiliki makna, Shad tidak memiliki makna, Nun tidak memiliki makna, Alif Lam Mim juga tidak memiliki makna. Ini semua, berdasarkan tata bahasa Arab, tidak memiliki makna.

Jika ada orang Arab mengatakan kepada anda, 'Qaf' dan yang ia maksudkan adalah huruf hijaiyah. Apakah huruf ini memiliki makna? Tentu tidak.

Ketika Allah Ta’ala menegaskan kepada kita bahwasanya Al-Qur’an diturunkan dengan bahasa Arab yang jelas, kita bisa memahami bahwa huruf muqatha’ah itu tidak memiliki makna.

Setelah kita memahami ini, ada satu masalah yang lain, bagaimana mungkin di dalam Al-Qur’an terdapat ayat yang tidak memiliki makna padahal Al-Qur’an itu adalah kebenaran?

Kita jawab,

Benar huruf muqatha’ah tidak memiliki makna secara teksnya, akan tetapi dia memiliki makna dari sisi tujuan dan substansinya. Tatkala Allah Ta’ala berfirman, Qaf, Nun, Shad dan huruf muqatha’ah lainnya seakan-akan Allah mengatakan,

“Kitab yang agung ini, yang diturunkan kepada kalian wahai orang Arab, tidak lah datang dengan huruf-huruf yang baru. Akan tetapi huruf-huruf yang terdapat dalam Al-Qur’an adalah huruf-huruf yang kalian gunakan untuk menyusun bahasa kalian sendiri, meskipun demikian, kalian tidak mampu membuat tiruannya.”

Oleh karena itulah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan,

“Tidak ada satupun surat yang diawali dengan huruf muqatha’ah kecuali ayat setelahnya disebutkan tentang Al-Qur’an atau perkara ghaib yang tidak diketahui kecuali dengan wahyu."

Apakah kalian faham dengan kaidah ini? Mari kita sebutkan mulai dari yang pertama:

Dalam surat Al Baqarah,

الم . ذَلِكَ الْكِتَاب

Alif lam mim. Kitab (Al-Qur'an) ini“ (QS. Al Baqarah: 1-2)

Dalam surat Ali Imran,

الم . اللَّهُ لا إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ

Alif lam mim. Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya.” (QS. Ali Imran 1-2)

Dalam surat Al A’raf,

المص . كِتَابٌ أُنزِلَ إِلَيْكَ

Alif lam mim shad. Ini adalah sebuah kitab yang diturunkan kepadamu.” (QS. Al A’raf: 1-2)

Dalam surat Yunus,

الر . تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ الْحَكِيمِ

Alif lam ra. Inilah ayat-ayat Al-Qur'an yang mengandung hikmah.” (QS. Yunus:1-2)

Dalam surat Hud,

الر . كِتَابٌ أُحْكِمَتْ آيَاتُهُ ثُمَّ فُصِّلَتْ مِنْ لَدُنْ حَكِيمٍ خَبِيرٍ

Alif lam raa. (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu.” (QS. Hud: 1-2)

Dalam surat Yusuf,

الر . تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ الْمُبِينِ

Alif laam raa. Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al-Qur'an) yang nyata (dari Allah).” (QS. Yusuf 1-2)

Dalam surat Ibrahim,

الر . كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنْ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ

Alif laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang.” (QS. Ibrahim :1-2)

Dalam surat Ar Rum

الم . غُلِبَتْ الرُّومُ . فِي أَدْنَى الأَرْضِ

Alif laam miim. Telah dikalahkan bangsa Rumawi, di negeri yang terdekat.” (QS. Ar Rum : 1-3)

Akan tetapi setelah ayat ini disebutkan perkara ghaib (kejadian yang akan datang-pen) yaitu,

وَهُمْ مِنْ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُونَ

“Dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang.” (QS. Ar Rum: 3)

Ilmu ghaib tidaklah diketahui kecuali dengan turunnya wahyu.

Dalam surat Al Ankabut,

الم . أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لا يُفْتَنُونَ
Alif lam mim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: 'Kami telah beriman', sedang mereka tidak diuji lagi?” (QS. Al Ankabut 1-2)

Setelah huruf muqatha’ah dalam surat ini memang tidak disebutkan tentang Al-Qur’an akan tetapi disebutkan tentang siapakah sajakah yang membawa keimanan (dan ini terkait keimanan kepada wahyu).

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لا يُفْتَنُونَ . وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: 'Kami telah beriman', sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka.” (QS. Al Ankabut 2-3)

Kesimpulannya, huruf-huruf muqatha’ah secara teksnya tidaklah memiliki makna, akan tetapi memiliki substansi, tujuan dan hikmah yang agung.

Yaitu Al-Qur’an ini yang datang kepada kalian wahai orang Arab datang dengan apa? Datang dengan huruf-huruf baru yang tidak kalian ketahui ataukah dengan huruf-huruf yang kalian gunakan untuk menyusun bahasa kalian sendiri? Jawabannya yang pertama atau kedua? yang kedua. Dan ini sangat jelas.

Tentang masalah ini telah dijelaskan Mujahid bin Jabir rahimahullah, seorang tabi’in yang paling alim dalam menafsirkan Al-Qur’an. (Silsilah Al Liqa Asy Syahri 3)


Murojaah: Ustadz Ammi Nur Baits
PhotoPhotoPhoto
Keajaiban Belajar Al-Qur'an
3 Photos - View album

Post has attachment
PUJIAN ALLAH UNTUK RASULULLAH ﷺ

Allah telah memuji Nabi Muhammad ﷺ dengan pujian yang tidak pernah diberikan kepada orang selainnya.

Allah memuji akalnya

مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَى

“Kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak (pula) keliru.” (QS.An-Najm:2)

Allah memuji penglihatannya

مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغَى

“Penglihatannya (Muhammad) tidak menyimpang dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya.” (QS.An-Najm:17)

Allah memuji lisannya

وَمَا يَنطِقُ عَنِ الْهَوَى

“Dan tidaklah yang diucapkannya itu menurut keinginannya.” (QS.An-Najm:3)

Allah memuji hatinya

مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَأَى

“Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.” (QS.An-Najm:11)

Allah memuji dadanya

أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ

“Bukankah Kami telah Melapangkan dadamu (Muhammad)?” (QS.Asy-Syarh:1)

Allah menjunjung tinggi sebutannya

وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ

“Dan Kami Tinggikan sebutan (nama) mu bagimu.” (Asy-Syarh:4)

Allah memuji lemah lembutnya

بِالْمُؤْمِنِينَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ

“Penyayang terhadap orang-orang yang beriman.” (QS.At-Taubah:128)

Allah memuji keseluruhannya

وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ

“Dan sesungguhnya engkau benar-benar, berbudi pekerti yang luhur.” (QS.Al-Qalam:4)

Allah bersumpah atas kehidupannya

لَعَمْرُكَ إِنَّهُمْ لَفِي سَكْرَتِهِمْ يَعْمَهُونَ

(Allah Berfirman), “Demi umurmu (Muhammad), sungguh, mereka terombang-ambing dalam kemabukan (kesesatan).” (QS.Al-Hijr:72)

Allah memuji keutamaannya

وَكَانَ فَضْلُ اللّهِ عَلَيْكَ عَظِيماً

“Karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu itu sangat besar.” (QS.An-Nisa’:113)

Sungguh lisan ini begitu lemah untuk membicarakan keagungannya. Bagaimana kita akan membicarakan seorang makhluk yang telah dipuji langsung oleh Yang Maha Sempurna?
PhotoPhotoPhoto
Mengenal Pribadi Agung Nabi Muhammad SAW
3 Photos - View album

Post has attachment
Kisah Para Nabi

Penerbit : Ummul Qura
Penulis : Ibnu Katsir
Ukuran : 17,5 x 24,5 cm
Tebal : 962 halaman
ISBN` : 978-602-7637-09-2

Banyak kisah para nabi dan rasul yang munkin pernah kita ketahui. Namun, cukup banyak pula diantara kisah-kisah tersebut tidak memiliki sumber periwayatan yang jelas. Buku karya Ibnu Katsir, ulama besar pakar tafsir dan tarikh ini mencoba hadir dengan menutupi “kelemahan” ini. Dengan metode ilmiah standar dan berpedoman pada penjelasan-penjelasan dalam Al-Qur’an, hadits-hadits, dan atsar yang shahih, kisah-kisah Israiliyat yang kurang berdasar pun telah ditapis oleh Penulis.

Kisah para nabi dan rasul dalam buku ini tersaji berdasarkan topik-topik inti yang mewakili episode sejarah para nabi dan rasul. Semua ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan sosok 25 nabi dan rosul yang telah dikenal dan disepakati juga disajikan berikut tafsirnya. Selain itu, Penulis juga menjelaskan kisah-kisah nabi lain yang tidak disebutkan dalam Al-Qur’an namun telah dikuatkan kisah dan keberadaannya oleh riwayat-riwayat yang shahih.

Kelebihan buku ini dibandingkan buku Qashashul Anbiya’ versi lainnya terletak pada tahqiq dan takhrij yang dilakukan oleh Prof. Dr. Abdul Hayy Al-Farmawi, guru besar tafsir dan Ulumul Qur’an dari Universitas Al-Azhar, Kairo. Dengan demikian, buku ini hadir lebih sistematis dan lebih kaya informasi, dengan tetap menjaga orisinalitas dan keautentikan kitab aslinya. Jadi, rasanya tak berlebihan jika karya Ibnu Katsir ini termasuk koleksi yang “harus” ada dalam daftar pustaka kita, sebagai pendamping kitab tafsir beliau yang telah dikenal.

#kisahparanabi #kisah31nabi #kisahnabidanrasul #qashashulanbiya #ummulqura #aqwamgroup #ibnukatsir #tokobuku #bukuislam #bukubagus #bukuoriginal #bukubaru
KISAH PARA NABI
KISAH PARA NABI
facebook.com

Post has attachment
Al-LU’LU WAL MARJAN

Penerbit : Ummul Qura
Penulis : Muhammad Fuad Abdul Baqi
Ukuran : 17,5 x 24,5 cm
Tebal : 1184 halaman
ISBN` : 978-602-98968-0-0

Kitab Al-Lu’lu’ Wal Marjan yang merupakan himpunan hadits sahih dari kitab Shahih Al-Bukhori dan Shahih Muslim adalah kitab yang paling sahih setelah Al-Qur’an. Predikat ini layak disandang karena keseluruhan hadits yang terkandung di dalamnya berpredikat shahih muttafaq ‘alaih atau telah disepakati oleh Imam Bukhori dan Imam Muslim.

Buku yang kini berada dihadapan Anda ini adalah versi terjemahannya. Selain menyajikan keseluruhan hadits, nilai lebih dari buku ini adalah dilengkapi dengan beberapa fitur pendukung seperti:
~ Rekomendasi para ulama perihal buku ini.
~ Biografi Imam Bukhori, Imam Muslim, dan tujuh perawi hadits terbanyak.
~ Pengantar singkat seputar ilmu musthalah hadits.
~ Penjelasan singkat terhadap beberapa hadits yang perlu dijelaskan.
~ Indeks Hadits

#alluluwalmarjan #muttafaqalaih #ummulqura #aqwamgroup #tokobuku #bukuislam #bukubagus #bukuoriginal #bukubaru

Post has attachment
BIOGRAFI 60 SAHABAT NABI SAW

Penerbit : Ummul Qura
Penulis : Khalid Muhammad Khalid
Ukuran : 17 x 24 cm (hard cover)
Tebal : 608 halaman
ISBN` : 978-602-98968-8-6

Buku Rijalun haular Rasul ini memiliki beberapa keistiewaan, yang membuatnya semakin populer dan melekat di hati banyak orang, diantarannya:

+ Ditulis dengan gaya sastra yang halus, sehingga dengan itu penulis mampu mentransfer cerita para sahabat kepada pembaca dengan pemaparan yang menarik dan tidak membosankan. Didukung pula dengan teknik bahasa yang piawai dalam pemilihan kalimat yang mampu mengaduk-aduk perasaan; seolah-olah pembacanya hidup bersama para tokoh yang agung tersebut, dari satu tokoh ke tokoh lainnya.

+ Selain bahasanya yang lembut dan susunan katanya yang istimewa, buku ini menggunakan ungkapan yang jelas dan style yang mempesona. Tidak sulit bagi pembaca untuk memahaminya, seberapapun tingkat kepandaian atau wawasannya.

+ Pemaparan buku ini memang dibatasi pada peristiwa-peristiwa terpenting dari kehidupan 60 sahabat dalam satu jilid saja. Hanya yang paling menonjol yang dimuat.

+ Buku ini mampu menutup celah kekurangan tentang kisah-kisah para sahabat, yang selama ini tidak di temukan di buku-buku Islam, karena penulisan sejarah pada umumnya tidak mampu menyatukan antara suatu kisah dan teknik penulisan modern, yang sesuai dengan konteks pembaca saat ini.

Beberapa faktor dan keistimewaan tersebut mampu membuat buku ini menempati posisi yang tinggi di hati kaum muslimin. Hampir bisa dipastikan tidak ada perpustakaan Timur Tengah yang nihil dari buku ini.

#biografi60sahabatnabi #ummulqura #aqwamgroup #tokobuku #bukuislam #bukubagus #bukubaru #bukuoriginal

Post has attachment
Biografi Imam Syafi’i

Penerbit : AQWAM
Penulis : Abdul Azis Asy-Syinawi
Ukuran : 15 x 23 cm
Tebal : 334 halaman
ISBN` : 978-979-039-283-0

Ia lahir 150 H ,tahun kematian Imam Abu Hanifah ,Imam madzhab fikih tertua. Saat masih mengandungnya, sang bunda bermimpi unik. Dari (maaf) farjinya keluar bintang terang, yang kemudian jatuh berkeping dimesir. Setiap negrei mendapat kepingan tersebut.

Yakin bahwa anaknya akan menjadi orang penting, sepeninggal ayahnya, Ibunda Imam Syafi’i membawanya pulang dari gaza kemekah, kampung leluhurnya, kakeknya Syafi’i pernah bertemu Rasullah SAW saat masih kecil. Sedangkan Ayahnya, Sa’ib adalah pembawa bendera bani hasyim pada perang badar, ia tertawan kaum muslimin , lalu menebus dirinya dan masuk Islam.

Sinar ilmunya membuat ia dicintai khalifah harun Al rasyid, sehingga beberapa ulama di Iraq merasa iri. Merekapun mengajukan beberapa pertanyaan fikih yang aneh-aneh untk mengujinya. Pertanyaan demi prtanyaan d jawab dengan tangkas oleh Imam Syafi’i. Anda dapat menyimak kecerdasan Imam Syafi’i beikut ijtihad-ijtihad fikihnya dalam buku ini.

#biografiimamsyafii #aqwam #tokobuku #bukuislam #bukubagus #bukuoriginal #bukubaru

Post has attachment
Malam Pertama di Alam Kubur

Kematian itu pasti, ia tidak melesat meski hanya sedetik. Namun demikian, tak seorangpun tahu, kapan hari “H” nya. Ia bisa datang menyergap dengan tiba-tiba. Ia misteri. Karenanya, setiap orang mestinya selalu siap. Dan tentu, husnul khatimah harus menjadi pilihan. Untuk mencapai itu, harus melalui jalan syari’at; dengan menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan Allah Ta’ala. Tanpanya, husnul khatimah itu nihil. Bukankah, perahu tak akan berjalan di daratan?

Buku yang hadir di hadapan pembaca adalah kompilasi dari tiga tulisan ulama-ulama terkemuka dari Nejd. Di dalamnya, sarat dengan tadzkirah untuk mengingat kematian. Kita memang perlu nasehat, karena hiruk pikuk dunia kadang melalaikan. Bukankah, sudah menjadi sunnatullah bagi setiap orang Iman itu pasang surut?, kadang bertambah dan kadang berkurang? Karenanya kita perlu pupukan, terutama ketika kondisi keimanan kita mengalami saat-saat kritis.

Kelebihan buku ini, para penulis tidak sekedar menuliskan sebuah teori-teori definitif, tapi sebentuk nasehat naratif dengan gaya bertutur, reflektif, penuh bahan renungan yang keluar dari bahasa hati, di kokohkan dengan ibrah dari kisah-kisah pilihan. Karenanya, buku ini tidak hanya enak di baca, tapi juga kita akan dibawa hanyut oleh perjalanan hati para penulis.


Tebal : 136 halaman
Penulis : Syaikh Muhammad Husain bin Ya’qub
Penerbit : AQWAM
Ukuran : 15 x 23 cm (soft cover)
ISBN : 978-979-3653-01-9

Order & info 082136902702 (Phone/Whatsapp)

#malampertamadialamkubur #tokobuku #bukuislam #aqwam #bukuoriginal #bukubaru #bukubagus

Post has attachment
9 Langkah Mudah Menghafal Al-Quran

Penulis : Majdi Ubaid Al-Hafizh
Halaman : 244 Halaman (Soft Cover)
Ukur / Berat : 17 x 24 cm
Penerbit : AQWAM
ISBN : 978-979-039-331-8

Sebenarnya, menghafal AlQuran dan mengamalkanya adalah impian hidup kita sebagai seorang muslim, bahkan agenda terpenting hidup kita.Tapi kita sering beralasan tidak memiliki waktu dan kemampuan sehingga sampai saat ini kita tak kunjung berusaha untuk menghafal Al Quran.

Penulis telah menelaah sebagian besar buku yang ditulis tentang teknik menghafal Al-Quran, dan menyimpulkan bahwa semua buku tersebut masih memerlukan sebuah buku yang ditulis berdasarkan ilmu modern.Terutama tentang riset otak manusia, kekuatan ingatan, dan teori belajar modern. Dalam praktiknya, penulis juga telah menggelar seminar dan pelatihan menghafal Al-Quran melalui metode belajar modern dan berhasil secara efektif.

Gaya bahasa yang dipakai dalam buku ini sangat komunikatif, seolah penulis sedang bertutur langsung didepan kita, mengajak kita, bertanya kepada kita, dan memandu kita. Satu hal lagi, “9 langkah” yang dipaparkan di dalam buku ini sangat realistis untuk diterapkan, baik untuk anak, remaja, maupun orang tua.

#9langkahmudahmenghafalalquran #tipshafalalquran #menjadihafizh #aqwam #tokobuku #bukuislam #bukubagus #bukuoriginal #bukubaru

Post has attachment
Doa Mustajab dalam Al-Qur’an

Tebal : 120 halaman
Penulis : Anas Habibi
Penerbit : AQWAM
Ukuran : 13 x 19,5 cm (soft cover)
ISBN : 978-979-039-090-4

Tiada yang mustahil jika anda berdoa!

Suatu kali, Maryam, ibu Nabi Isa a.s menerima karunia dari Allah berupa buah-buahan musim panas, padahal kala itu sedang musim dingin. Dan, menerima buah-buahan musim dingin, padahal kala itu sedang musim panas.

Peristiwa ini tertangkap oleh Nabi Zakariya a.s yang telah sekian lama menanti lahirnya seorang anak. Beliau pun berdoa memohon kepada Allah agar di karuniai seorang anak keturunan yang shaleh. Dan beberapa waktu kemudian, lahirlah Yahya a.s. selain itu Nabi Zakariya a.s telah lanjut usia, badan dan tulang sudah lemah. Bahkan istri beliau selain lanjut usia juga mandul. Demikianlah, tak ada yang mustahil bila Allah berkehendak.

Masih banyak lagi doa mustajab lainnya yang akan anda dapatkan dalam buku ini. Di sertai dengan tafsir, asbabun nuzul, faedah, dan keutamaan dalam penjelasannya menambah penghayatan pada lafal-lafal doa yang kita penjatkan. Susunan yang berurutan mulai Al-Fatihah hinga An-Nass akan memudahkan anda dalam mempelajarinya.

#doamustajabdalamalquran #aqwam #tokobuku #bukuislam #bukubagus #bukuoriginal #bukubaru
Wait while more posts are being loaded