Orang dapat termotivasi karena kepercayaan, nilai, minat, rasa takut, dan sebagainya. Diantaranya adalah faktor internal seperti kebutuhan, minat, dan kepercayaan. Faktor lainnya adalah faktor eksternal, misalnya bahaya, lingkungan, atau tekanan dari orang yang dikasihi. Tak ada proses yang mudah dalam motivasi -- kita harus selalu terbuka dalam memandang orang lain.

Menjadi Motivator yang Baik -- Adalah penting bagi seorang pemimpin untuk mengetahui bagaimana cara memotivasi anggota. MM Feinberg menjabarkan beberapa tindakan yang tidak memotivasi orang lain.

1. Meremehkan anggota. Tindakan ini bisa membunuh rasa percaya diri dan inisiatif anggota.

2. Mengkritik anggota di depan anggota lain. Tindakan ini pun bisa merusak hubungan yang sudah terbina baik.

3. Memberi perhatian setengah-setengah atau tidak memerhatikan anggota. Kalau seorang pemimpin tidak memedulikan anggotanya, maka rasa percaya dirinya akan luntur.

4. Memerhatikan diri sendiri. Pemimpin yang seperti ini dianggap egois dan hanya memanipulasi anggota untuk kepentingannya sendiri.

5. Menganak emaskan seorang anggota. Tindakan ini sebaiknya juga tidak dilakukan, karena bisa merusak moral anggota lain.

6. Tidak mendorong anggota untuk berkembang. Kalau anggota merasa bahwa pemimpin juga ikut berjuang bersama, mereka akan sangat termotivasi. Informasikan kesempatan yang ada dan jangan pernah mengekang minat para anggotan.

7. Tidak memedulikan hal-hal kecil. Apa yang nampaknya kecil bagi Anda, mungkin saja sangat penting untuk anggota.

8. Merendahkan anggota yang kurang terampil. Seorang pemimpin memang wajib menolerir ketidakmampuan anggotanya, namun harus hati-hati dalam menangani permasalahan yang ditimbulkan agar tidak sampai mempermalukan anggotanya.

9. Ragu-ragu dalam mengambil keputusan. pemimpin yang ragu-ragu mengakibatkan kebimbangan di seluruh organisasi.
Wait while more posts are being loaded