KRAWANG BEKASI
Karya : Chairil Anwar

Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
Tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
Terbayang kami maju dan berdegap hati?
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang-kenanglah kami.
Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum apa-apa
Kami sudah beri kami punya jiwa
Kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan
Arti 4 – 5 ribu nyawa
Kami Cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan


Ketekadan
Kabut putih mengepul di celah-celah pepohonan
Seusai gerimis di malam hari
Rasa hati gundah
Mimpi-mimpi seakan pergi
Bersamaan dengan engkau yang berlalu pergi
Ikhtiar yang harus ku lalui
Untuk menggapai indahnya masa  depan
Sebagai janji pasti
Dan itu adalah sebuah kebahagiaan.


Ombak pantai
Daun-daun melambai-lambai diterpa desiran ombak
Pori-pori tertembus hawa yang begitu dingin
Pasir yang terhampar luas
Menyelimuti tepian pantai
Angin semilir menyejukkan kalbu
Nyanyian ombak penyempurna
Seiring tibanya malam.

Perih
Harta yang paling berharga bagiku
Adalah kedua orang tuaku
Mungkin aku takkan seperti ini
Dan takkan tumbuh dewasa
Kalau tidak karena orang tuaku
Aku memiliki cinta karena kehidupanku
Tapi kenapa kini…..
Cinta tlah membuat aku tersakiti
Sakit yang tergores dalam hati.

Ketulusan hati
Dalam kesendirian
Yang ku rasa hanyalah sepi
Sepi yang begitu mencekam
Dan hidup serasa kehampaan yang kosong
Seiring waktu ini
Dan seiring detik ini
Akhirnya ku bisa merasakan cinta
Ketulusan cinta
Tlah mampu membuatku tersenyum
Mampu membuatku riang
Dan mampu membuatku tertawa

Harapan
Saat matahari mulai redup
Aku merasakan tenang
Saat udara taklagi kurasa panas
Aku merasakan tentram
          Saat meniti cita-cita dan yg kurasa
          Aku sudah semakin dekat padanya
          Itulah risalahdimana sebuah usaha
          Berbuah jadi suatu yang nyata
Saat semua menjauhi
Yang kuingin adalah keramaian
Saat sang angin berhembus  lirih
Seakan menyayat-nyayat hati sampai terasa perih sekali
          Sekian lama air disungai mengalir
          Begitupun kehidupan yang terus berjalan
          Bahkan airnya bermuara pada satu tujuan
          Yaitu lautan dan menemui satu titik inti kebenaran
Saat indah kenangan
Mungkin sangat saying di lepaskan
Tapi inti dari kehidupan
Kita harus maju kedepan
          Demi semua cita dan harapan
          Aku datang menyongsong hari
          Yang akan dipenuhi gemerlap bintang-bintang yang terang

PERTANYAAN

Wahai sang awan
Yang berjalan lamban dan tenang
Sang rumput yang bergoyang
Dihembus angin-angin yang bersahutan
          Saat itulah satu rindu
          Satu kata teguhku aku mengharap dirimu
          Tapi sejuta kata ragu
          Bergemuruh bagai halilintar yang menyambar-nyambar
Wahai sinaran rembulan dikala malam
Semoga cahyamuini bias menghantarkan
Wahai sang daun yang berjatuhan
Tolong sampaikan bahwa aku butuh jawaban
SATU YANG PASTI DAN ABADI
Satu kata sehidup semati
Janji sacral yang hanya di ucapkan
Oleh dua 2 orang yang yakin
          Satu kata satu rasa sajiwa dan raga



 TERLUPA TAPI TAKRELA
Wahai sang malam yang menutupi
Indahnya terang apakah ini kenyataan
          Berbohong sudah jadi kebiasaan
          Karena jarak dan waktu
Karena ingin menjadi suci
Didepanku
          Ketika sang hujan datang
untuk menyapa apa yang kau rasa
Entah karena kau terhanyut
Dengan suasana yang kurasa berbeda
          Ingin bertahan tapi kebohongan
          Berkata lain berbeda dari adanya
Inikan suci yang tak ternodai
Yang kurasa adalah benci dan caci.


 TERLEWAT
Cinta yang indah adalah
KEtika mekar di musim semi
          Cinta yang terbohongi
          Hanya akan layu tak disirami
Ketika semuanya sudah terlewat
Kau berpaling yah mungkin hanya sejenak
          Tapi rasa benci dan akan
          Segera berakhir dengan caci
Ketika semuanya sudah terlewat
Baru kamu sadar bahwa kamulah yang berhiyanat
          Sayang sama yang sudah di perbuat
          Hanya akan terlewat tanpa akhir yang nikmat
Sang bulan dan sang bintang
Yang bersinar dalam gelap
Yang tidak terlihat dikala siang datang
          Semoga akan timbul kesadaran
Bahwa hidup tak selamanya senang

Masa Lalu


Tergugah karena keangkuhan salah satu 
Coba mengalah tapi tetap terasa kalah masa indah
berganti dengan sebaliknya
kenangan terburuk lah yang sekarang menantang 
jalan pintas telah datang menemukan seseorang 
tetapi tetap salah 
damai indah terasa kala sangsaka purwa 
mendendangkan tentang mentari pagi yang indah 
Tersa hangat hinga mengalah kan sang dingin yang
menyengat sum-sum tulang 
terasa damai saat semuanya baru saja di mulai 
saat mata terlalu lemah untuk membuka 
saat menyakitkan saat kita terkenang terimpikan 
ingin ku tusuk-tusuk diri tapi pasti indah sekali 
karena itu bukan jalan dari suatu inti 
tapi hanyalah melarikan diri .



DAMAI

Angin yang menghembuskan sang awan katakan padanya cerita tentang 
hatiku yang suram dan terasa hanyalah dendam yang mendalam
ceritakan tentang kata sayang yang dihiyanati menjadi benci
katakan bahwahwa semuanya lupakan dan tingalkan 
dalam cerita sang malam yang mendengar aungan 
di desir angin yang berhembus waktu malam 
kukatakan bahnwa ku takan kembali untuk katakan sayang 
bahwa cinta ini bagaikan air suci yang kau nodai dengan darah 
Wahai sang pencipta segala rasa 
berikanlah rasa cinta ini untuk yang berhak 
untuk yang kauciptakan untuk setia sampai akhir nanti.




TENGELAM


Di dalam jurang yang dalam ku melihat 
arti dari kesungguhan dan arti 
indah seandainya ku bisa ke atas sana 
mimpi seakan membawa arti dari diri kita
yang sebenarnya
kumenengok keatas sana adakah 
yang akan mengulurkan talinya
ku rasa tidak 
dan ku membayang kan saat yang terlewatkan
indah nian bisa melihat awan 
yang bergerak karena hembusan
begitulah arti hudup seseorang yang terpuruk karena 
rasanya yang tak juga hilang. 
Wait while more posts are being loaded