nn'?;;:eab^n::.hv

Post has shared content
Ulama ulama suk itu lebih ditakuti oleh rosululloh ketimbang DAJJAL.mereka menyeru dan menggiring ke pintu neraka jahannam..

Ternyata, Rosulullah SAW lebih mengkhawatiri (takut) kepada ulama suu’ daripada kepada dajjal.Dari Sahabat Abu dzar ra, dia berkata:
” Aku bersama Nabi suatu hari dan aku mendengar beliau bersabda : ” Ada hal yang aku takutkan pada ummatku melebihi dajjal “. Kemudian aku merasatakut, sehingga aku berkata, Yaa Rasululloh apa itu…? Beliau bersabda : Ulama yang sesat lagi menyesatkan. {Musnad Ahmad (5/145) no 21334 dan 21335}.

"Dan supaya Allah mengetahui siapa orang-orang munafik kepada mereka dikatakan: “Marilah berperang di jalan Allah atau pertahankanlah dirimu!” Mereka bertanya: “Sekiranya kami mengetahui akan terjadi peperangan, tentu kami akan mengikuti kamu”. Mereka lebih dekat kepada kekafiran daripada keimanan. Merka mengatakan dengab mulutnya apa yang tidak terkandung dalam hatinya. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan”(QS. Ali-Imron: 167).

“Yang menghancurkan Islamadalah orang alim yang menyimpang, orang munafik yang pandai mendebat A-Qur’an dan menggunakan Al-Qur’an untuk kepentingan pribadi, serta para pemimpin sesat.” (Umar bin Khattab Radiyallaahu ‘anhu)

Di dalam bukuBidayatul Hidayah, Hujjatul Islam Imam al-Ghazali mengutip sebuah riwayat yang menyebutkan tentang Dajjal yang bukanDajjal. Beliau menyebutkan bahwa Dajjal tersebut bukanlah Dajjal yang sesungguhnya, tetapi justru dinisbatkankepada sosok ulama.Siapakah yang dimaksud ulama ini? Mengapa mereka disamakan bahkan terkesan lebih berbahaya dari Dajjal?“Aku sangat menghkawatirkan kalian terhadap Dajjal yang bukan Dajjal.” sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam.Sebagian sahabat bertanya, “Siapakah yang engkau maksud, wahai Rasulullah?”Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam menjawab, “Ulama yang buruk.


“Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata, kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukkan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap mereka, semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan dari kebenaran?” (QS. Al-Munafiqun : 4)

“Apabila mereka menjumpai orang-orang mukmin, mereka berkata, ‘Kami telah beriman.’ Namun jika merekamenyendiri beserta dedengkot-dedengkotnya, mereka berkata, ‘Sesungguhnya kami di pihakkalian. Hanya saja kami hendak mengolok-olok kaummukmin.’ Allah akan mengolok-olok mereka dan menelantarkan mereka dalam kedurhakaan, sedangkan mereka dalam keadaan bimbang” (QS: 2: 14-15).


Ulama’ suu’ adalah ulama jahat.Dikatakan jahat, karena mereka bukannya menunjukkan jalan yang benar kepada umat, namun justru rakuskepada kehidupan dunia, dimana akhirnya mereka menjual agamanya untuk kemaslahatan dunianya.Tentang mereka ini, Rasululloh SAW bersabda

;,يَخْرُجُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ رِجَالٌ يَخْتَلُونَ الدُّنْيَابِالدِّينِ يَلْبَسُونَ لِلنَّاسِ جُلُودَ الضَّأْنِ مِنْاللِّينِ أَلْسِنَتُهُمْ أَحْلَى مِنْ السُّكَّرِ وَقُلُوبُهُمْ قُلُوبُ الذِّئَابِ يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ أَبِي يَغْتَرُّونَ أَمْ عَلَيَّ يَجْتَرِئُونَ فَبِي حَلَفْتُ لَأَبْعَثَنَّ عَلَى أُولَئِكَ مِنْهُمْ فِتْنَةً تَدَعُ الْحَلِيمَ مِنْهُمْ حَيْرَانًا
“Akan muncul di akhir zaman orang-orang yang mencari dunia dengan agama. Di hadapan manusia mereka memakai baju dari bulu domba untuk memberi kesan kerendahan hati mereka, lisan mereka lebih manis dari gula namun hati mereka adalah hati serigala (sangat menyukai harta dan kedudukan). Alloh berfirman, “Apakah dengan-Ku kalian tertipu ataukah kalianberani kepada-Ku. Demi Diriku, Aku bersumpah. Aku akan mengirim bencana dari antara mereka sendiri yang menjadikan orang-orang santun menjadi kebingungan (apalagi selain mereka) sehingga mereka tidak mampumelepaskan diri darinya.” (HR: Tirmidzi)

Ulama suu’ akan menyuguhkan keburukan dalam bentuk kebaikan. Mereka sanggup membungkus kebatilan dengan cover sebuah kebenaran. Ada kalanya, karena menjilat para penguasa dan orang-orang dzalim lainnya untuk mendapatkan kedudukan, pangkat, pengaruh, penghargaan atau apa saja dari perhiasan dunia yang ada di tangan mereka.Mereka senantiasa berada di pintu-pintu penguasa tiran, sebagaimana perkataan Sahabat Hudaifah ra

::إِذَا رَأَيْتُمُ الْعَالِمَ بِبَابِ الْسُلْطَانِ فَاتَّهَمُوْا دِيْنَهُ، فَإِنَّهُمْ لاَ يَأْخُذُوْنَ مِنْ دُنْيَاهُمْشَيْئاً أَخَذُوا مِنْ دِيْنِهِمْ ضِعْف
َJika kalian melihat seorang alim berada di pintu penguasa, maka tertuduhlah dinnya. Maka tidaklah mereka [para ulama’] mengambil sebagian dari dunia mereka [penguasa],kecuali pera penguasa tersebut akan mengambil dari din mereka [ ulama’] secara sebanding.Mereka Menyeru Ke Neraka JahannamCiri dan sifat khusus ulama jahat (suu’) adalah selalu menyeru umat ke pintu-pintu neraka jahannam.

Sebagaimana sebuah hadits panjang dari Sahabat Hudzaifah ra :;قُلْتُ فَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ قَالَ نَعَمْدُعَاةٌ إِلَى أَبْوَابِ جَهَنَّمَ مَنْ أَجَابَهُمْ إِلَيْهَا قَذَفُوهُ فِيهَا قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ صِفْهُمْ لَنَا فَقَالَ هُمْ مِنْ جِلْدَتِنَا وَيَتَكَلَّمُونَ بِأَلْسِنَتِنَا قُلْتُ فَمَا تَأْمُرُنِي إِنْ أَدْرَكَنِي ذَلِكَ قَالَ تَلْزَمُ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِينَ وَإِمَامَهُمْ قُلْتُ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُمْ جَمَاعَةٌ وَلَا إِمَامٌ قَالَ فَاعْتَزِلْ تِلْكَ الْفِرَقَ كُلَّهَا وَلَوْ أَنْ تَعَضَّ بِأَصْلِ شَجَرَةٍ حَتَّى يُدْرِكَكَ الْمَوْتُ وَأَنْتَ عَلَى ذَلِكَ

“…Aku bertanya : Apakah setelah kebaikan (yang ada kotorannya itu) akan timbul lagi keburukan?”. Beliau menjawab: “Ya, yaitu para penyeru yangmengajak ke pintu jahannam. Siapa yang memenuhi seruan mereka maka akan dilemparkan ke dalamnya”. Aku kembali bertanya; “Wahai Rasulullah, berikan sifat-sifat (ciri-ciri) mereka kepada kami?”. Beliau menjelaskan: “Mereka itu berasal dari kulit-kulit kalian dan berbicara dengan bahasa kalian”. Aku katakan; “Apa yang baginda perintahkan kepadaku bila aku menemui (zaman) keburukan itu?”. Beliau menjawab: “Kamu tetap berpegang (bergabung) kepada jama’atul miuslimin dan pemimpin mereka”. Aku kembali berkata; “Jika saat itu tidak ada jama’atul muslimin dan juga tidak ada pemimpin (Islam)?”. Beliau menjawab: “Kamu tinggalkan seluruh firqah (kelompok/golongan) sekalipun kamu harus memakan akar pohon hingga maut menjemputmu dan kamu tetap berada di dalam keadaan itu (berpegang kepada kebenaran) “.(HRal-Bukhari).

Semoga bermanfaat...jazakumulloh khoiron katsiroon..


Photo

Assalamualaikum dan salam sejahtera buat semua...

MANUSIA

Pada umumnya yang kita tahu manusia adalah diri kita saat ini, namun jika mengkaji siapa itu manusia bisa kita bedah pertama mulai dari surat Al-Insan ayat.1, (Manusia/Insan) yang sdh ada sebelum datangnya waktu, belum ada waktu untuk Insan namun Insan/manusia sudah ada, Waktu merupakan perwujudan yang memiliki batas, bisa dikatakan waktu adalah wujud/ruang yang zahir, dalam hal penciptaan manusia Tuhan menjelaskan "Setelah Ku sempurnakan ciptaanKu maka Kutiupkan SEBAGIAN Ruh Ku"
Ruang yang sempurna untuk Insan, terbentuk dari 3 unsur pendukungnya, JASAD, HAYAT/KEHIDUPAN, DORONGAN2/HAWA.. inilah 3 unsur pendukung.

Insan/manusia adalah karunia langsung dari Tuhan yang berwujud RUH, unsur yang sama langsung dari Tuhan, sebagai khalifah Alam semesta Raya ini. Karena hanya melalui Ruh itulah manusia bisa berkomunikasi kepada Tuhannya dari Dunia ini menembus alam Rabbani, dalam quran Tuhan berkata "Akulah Raja di Akhirat" Tuhan tidak pernah ada didalam unsure Duniawi, Dia berada dalam dimenai yang Suci. Oleh karenanya Ruh itu adalah Chanel untuk berhubungan langsung dengan Tuhan.

Itusebabnya Dia berpesan pada setiap Ruh yang diturunkan kedunia ini KEMBALILAH DALAM KEADAAN TENANG, RIDHO DAN DIRIDHOI. pergi dalam keadaan suci dan kembalilah dalam keadaan suci pula.

Ruh tidak ada hubungannya dg Ibadah amal perbuatan, namun Ruh wajib mengikuti aturan2 yang ditetapkan saat bertugas di Duniawi ini sebagai khalifah yang Rahmatan lil alamin, amal ibadah adalah biasan dari kemurnian Ruh yang tercerahkan selama ia berada dalam ruangnya, yang sering diaebut pengalaman sipiritual jika Nabi mendapatkan "Wahyu", kalau manusia biasa disebut mendapatkan "Ilham".
Itulah petunjuk langsung dari Tuhan kepada siapa saja yang Dia kehendaki.

Amal ibadah merupalan sebuah istilah untuk menggambarkan suatu perbuatan, dorongan melakukan perbuatan itu hanya ada dua;
1. Dari Tuhan
2. Dari Iblis

Jika dorongan Ibadah itu bersumber dari Tuhan maka segala perbuatannya tidak pernah mengharap Imbalan apapun, dia melakukan semata2 hanya karena tugasnya (faham siapa dia dan tujuan sebenarnya), semua perilaku didasarkan Cinta dan Pengabdian.

Jika dorongan ibadah itu bersumber dari Iblis, maka segala perbuatannya selalu dengan hitung-hitungan, mengharap Imbalan atas segala perbuatannya, (Surga, kenyamanan, kesehatan, kebaikan) semua harus sesuai kehendak keinginan semata.
Bahkan tanpa rasa malu untuk menolak semua ketentuan Tuhan melaui Doa-Doanya.

Tetapi bukan amal ibadah/perbuatan yang menjadi soal, karena semua itu hanyalah bias dari kemurnian Ruh itu sendiri, Jika Ruh itu bersih maka perbuatan zahiriyahpun akan bersih pula, jika Ruh itu kotor maka perbuatan zahiriyahnyapun akan kotor.

Saat manusia berbuat baik pada sesamanya diduni ini, maka ia kan mendapatkan kebaikan pula dari mereke yang diperlakukan baik, ini merupakan hukum alam, Ruh yang menunggangi Raganya mendapatkan berbeda hukumya, Ruh melakukannya karena pengabdian pada Tuhannya, sedangkan Raga mendapatkan kebaikan atas perbuatannya (Ganjaran perbuatan langsung diterima).

Tuhan berpesan segala sesuatu itu akan kembali pada Asalnya pula, ragawi/jasad/ruang akan kembali pada asalnya, sedangkan Ruh yang dikatakan SEBAGIAN DARI RUH-KU akan kembali pula pada-Nya, dengan ketentuan Ruh itu harus dalam keadaan "TENANG, RIDHO dan DIRIDHOI"

Tidak jarang kita melakukan perbuatan kebaikan, dengan memperbaiki Budi pekerti terhadap semesta alam ini, namun melupakan Pembersihan pada Ruh itu sendiri, dan saya percaya bahwa mereka yang selalu memperbaiki budi pekertinya maka iapun akan mendapatkan/menerima kebaikan yang serupa pula bahkan lebih dari yg mereka kerjakan, itu adalah Hukum Alam.

Jika kita kembali, segala perbuatan itu sedikitpun tidak akan dapat menolongnya kelak saat Ruh itu berakhir masa kontraknya dg Ragawinya, sedangkan saat ragawi tertidur saja Akal dan perbuatan tidak mampu menjaga apalagi menolong ragawinya, bagaimana nanti.

Hikum Fisika berkata; setiap unsur dapat bersatu dengan unsur yang sama pula, Air akan bersatu dg air pula, gas akan bersatu dg gas pula, ini adalah Hukum ketentuan.
Demikian pula dg Ruh, Ruh akan menyatu dg unsurnya yang sama (Unsur Ketuhanan), dan raga akan menyatu dg unsur yg sama pula dengannya.

"SEGALA SESUATU AKAN KEMBALI KE ASALNYA"

Silahkan menambahkan, maaf atas segala kekurangan..

Post has attachment
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Salam sejahtera buat kita semua..Sabda Nabi Shalallaahu ‘alaihi wa sallam pada hari Jum'at.” (Sahih Muslim: 854 ) : “Hari terbaik yang memancarkan sinar mataharinya ialah hari Jum'at. Padanya diciptakan Adam AS, padanya dimasukkan dia ke dalam syurga dan padanya dikeluarkan dia darinya. Dan tidak akan berlaku hari Kiamat kecuali hari Jum’at..
Selamat menunaikan ibadah sholat jum'at..
Photo

m😥vvvvj

Post has attachment
Semoga kita dipertemukan dgn Ramadhan tahun ini..Aamiin
Photo

Post has shared content
MAULID NABI BID'AH ???
~ Habib Ali Zaenal Abidin Al Hamid ~

Post has shared content
Aqidah Salafi Wahabi Menurut KH. Tengku Zulkarnain (Wasekjen MUI Pusat) & Aswaja


* Wajib di share

Post has shared content
Habib Novel Alaydrus - Inti dari Thoriqoh Alawiyah - Zuhudul Minah
Wait while more posts are being loaded