Post is pinned.Post has attachment
DIENG CULTURE FESTIVAL

Post has attachment
PhotoPhotoPhotoPhotoPhoto
3/13/18
10 Photos - View album

Post has attachment

Post has attachment

Kok sepii

Post has attachment
Melayani sewa Carter wisata dengan Armada Isuzu Elf Dutro long short untuk anda yang ingin berwisata ke dataran tinggi Dieng dengan meeting points di stasiun KA PURWOKERTO.
Segera hubungi kami di contacts persons:
085878626808(WA)
085329627738(phone)
PhotoPhotoPhotoPhotoPhoto
16/02/17
5 Photos - View album

Post has attachment

Post has attachment
DIENG CULTURE FESTIVAL ke V (lima) 2014 di jadwal kan akan digelar pada bulan Agustus 2014, Itulah mengapa bulan agustus menjadi bulan yang dinanti oleh para wisatawan yang berencana untuk berkunjung ke Dieng menyaksikan Prosesi Ruwatan Rambut Gimbal (Gembel), sebuah even budaya yang unik dan istimewa yang selalu di gelar tiap tahun di Dieng Plateau.

http://www.diengtrip.com/2014/04/dieng-culture-festival-v-2014-expedisi.html

Post has attachment
seputar wisata dieng
homestay -penginapan di dieng
paket wisata dieng
ulasan obyek wisata
lihat di www.pesonadieng.com

#dieng

Post has attachment
DIENG CULTURE FESTIVAL 2014
Kilas Balik Dieng Culture Festival 2013
menyambut dieng Culture Festival 2014. Berikut gambaran Catatan Kompas com  tentang meriahnya DF 2013 kemarin:

Tradisi ruwatan terhadap anak berambut gimbal menjadi puncak pergelaran "Dieng Culture Festival (DCF) di Kawasan Wisata Dataran Tinggi (KWDT) Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu (30/6/2013).

Ritual diawali dengan kirab dari halaman rumah pemangku adat masyarakat Dieng, Mbah Naryono, menuju lokasi ruwatan di kompleks Candi Arjuna. Ribuan wisatawan dalam dan luar negeri turut menyaksikan prosesi tersebut.

Ruwatan ini diikuti tujuh anak berambut gimbal, yakni Sri Nuria (7) dari Banjarnegara, Lista dari Wonosobo, Argifari Yulianto (7) dari Banjarnegara, Mazaya Filza Labibah (6) dari Bekasi, Alira (3) dari Wonosobo, Sasabila (6) dari Wonosobo, dan Tita (5) dari Wonosobo.

Ketujuh anak berambut gimbal tersebut menumpang dua delman dengan pengawal utama, yakni dua tokoh sesepuh "Cucuk Ing Ngayodya", dua orang pembawa tungku dupa penolak bala, para prajurit pembawa tombak, keris dan pusaka lainnya, serta dua orang pembawa bunga cucuk lampah (pembuka jalan).

Selain itu, barisan para pembawa permintaan (sesaji dan ubo rampe) anak gimbal, pembawa "buju abang", "buju putih", "buju ireng", "buju kuning", "buju robyang", "buju kelung", "buju sanggabuwana", "buju tulak", "buju panggang", "buju kupat", "rakan jajan pasar", "rakan buah", kelapa muda hijau, pisang raja emas, kinang, alat rias, berbagai cangkir dengan 14 jenis minuman, dan "bobo ronyang". 

Kirab yang dilakukan dengan berkeliling desa juga diikuti para sesepuh, tokoh masyarakat, kelompok paguyuban seni tradisional, dan masyarakat. 

Sesampainya di kompleks Candi Arjuna, tujuh anak berambut gimbal itu segera dibawa menuju ke Sendang Maerokotjo atau Sendang Sedayu untuk dilakukan penjamasan atau pencucian sebelum rambut gimbalnya dipotong.

Prosesi penjamasan tersebut dipimpin langsung oleh Mbah Naryono dengan menggunakan air jamasan yang ditambah kembang tujuh rupa serta air dari tuk (mata air) Bimalukar, Tuk Sendang Buana (Kali Bana), Tuk Kencen, Tuk Goa Sumur, Kali Pepek, dan tuk Sibido (tuk Pitu). 

Setelah prosesi penjamasan selesai, anak-anak berambut gimbal dikawal menuju tempat pencukuran di Candi Puntadewa, kompleks Candi Arjuna.

Sebelum ruwatan atau pencukuran rambut gimbal dimulai, Mbah Naryono terlebih dulu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa guna memohon keselamatan dan kesehatan bagi anak-anak berambut gimbal yang hendak diruwat.

Sementara prosesi ruwatan atau pemotongan rambut gimbal dilakukan oleh para pejabat dan tamu undangan yang telah ditunjuk oleh panitia, serta dengan iringan tembang macapat DandHanggula.

Pejabat dan tamu yang ditunjuk, di antara Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo yang memotong rambut gimbal Sri Nuria, Wakil Bupati Banjarnegara Hadi Supeno memotong rambut gimbal Lista, Duta Besar Slovakia Stefan Rozkopal memotong rambut gimbal Argifari Yulianto, Duta Besar Republik Seychelles Nico Barito memotong rambut gimbal Mazaya Filza Labibah.

Setelah prosesi pemotongan rambut gimbal selesai, acara dilanjutkan dengan tasyakuran, sedangkan potongan rambut-rambut gimbal selanjutnya dilarung di Telaga Balekambang. 

Salah seorang wisatawan dari Jakarta, Candra mengaku baru pertama kali menyaksikan prosesi ruwatan rambut gimbal.

"Kegiatan semacam ini sangat jarang digelar. Kalaupun ada di Jakarta, hanya ruwatan biasa, bukan ruwatan untuk anak-anak berambut gimbal," katanya.

Oleh karena itu, dia mengaku senang bisa menyaksikan secara langsung ruwatan anak berambut gimbal

#wisatadieng   #diengculturefestival   #dcf2014  
Wait while more posts are being loaded