Post has attachment
pingin pesan dara manis usia !...17 an.....gabung fb ....Putri Kost
Photo
Photo
26/09/17
2 Photos - View album

Pgn bgt...

Post has shared content

5CA88A17... Bisa BO 24 jm surabaya

Post has attachment
         SELINGKUH
Cerita ini mengisahkan hubungan sex yang aku lakukuan dengan kakak iparku. Aku seorang laki-laki bernama Bobi dengan umur 31 tahun. Bila di liat dari umur dan segi ekonomi, aku sudah mampu untuk berumah tangga. Terkadang ibuku sering memaksaku untuk mencari pendamping hidup, malah.suatu hari aku pernah di ancam akan di jodohkan bila belum menemukan pujaan hatiku. Tentu saja ancaman ibuku tersebut mengundang gelak tawa dalam hatiku. Ibuku beralasan dengan umurnya yang sekarang dia takut tidak dapat menyaksikan putra kesayangannya ini bersanding di pelaminan. Sebenarnya, apa yang aku alami sekarang bukan di karenakan aku tak menarik di hadapan perempuan. Melainkan trauma masa laluku dari cinta pertama yang dikhianati oleh gadis pujaan hatiku. Yang sebut saja namanya Mawar, wanita cantik bertubuh sexy yang sudah kupacari dari awal bangku kuliah. Mawar bukanlah gadis pendiam seperti wanita kebanyakan. Dia begitu supel dan lincah dalam bergaul, karana sifatnya itulah yang bikin aku jatuh cinta kepadanya. Namun apa daya,cinta ku yang tulus dan suci ini harus menerima penghianatannya dengan menyaksikan Mawar bercinta dengan dosennya sendiri. Pemandangan itu membuatku merasa jijik bila mengingatnya. Hari itu tanpa sengaja aku mendapati Mawar sedang berdua dengan dosennya diruangan yang tidak ada orang melainkan hanya mereka berdua. Merasa penasaran aku mencoba mengintip apa yang sedang mereka lakukan, tiba-tiba kepala ku merasa pusing dengan apa yang kuliat. Dosen tua itu tanpa basa basi langsung melumat bibir mawar dengan begitu nafsunya, dengan ganas dosen tua itu menelanjangi mawar satu persatu sehingga tubuhnya tidak ditutupi oleh sehalai benangpun. Kakiku terasa lemas, tanpa terasa air mata ku pun jatuh di pipi meliat Mawar yang sama nafsunya melayani birahi dosen tua keparat itu. Kuliat tangan Mawar juga tak mau kalah ingin menelanjangi si Dosen tua hingga akhirnya diapun sama bugilnya dengan Mawar. Dengan tergesa-gesa Dosen tersebut meletakkan mawar pada sebuah meja dan mengangkangi paha Mawar, dengan rakus dia menjilat kewanitaan mawar tanpa henti-hentinya. mawar hanya bisa pasrah dan mendesah ketika menerima perlakukan tersebut. kemudian kuliat dosen itu mengocok kan senjatanya. setalah senjata itu keras dan siap bertempur, dihunuskannya kelubang m*m*k Mawar. kuliat mulut Mawar ternganga menerima benda asing yang masuk kedalam m*m*k. dan Dosen tua itu pun dengan semangat menggoyangkan pinggulnnya maju mundur. dengan nafsu yang sedang menyelimuti kedua insan tersebut, segera kutinggalkan tempat dimana aku mngintip mereka. dengan air mata yang jatuh di pipi. aku berjanji akan membalas rasa sakit hatiku kepada semua kaum hawa (Dendam yang tak boleh ditiru ya bro). Setelah apa yang kusaksikan, aku memutuskan hubungan dengan mawar. disinilah petualanganku terhadap wanita di mulai. tidak ada wanita yang tidak kutiduri bila dia sudah sah menjadi pacarku. namun kekecawaanku semakin beratamabah ketika aku semakin banyak meniduri wanita. diantara mereka tidak ad satupun yang virgin, akhirnya aku memutuskan apabila suatu saat aku mendapati wanita yang virgin maka dia lah yang akan menjadi pendamping hidupku. alasan ini aku ambil bukan karena ego ku. tapi tak lain dengan apa yang sudah di lakukan Mawar kepada ku. Tepat umurku 29 Tahun, abangku Mas Bram (32 tahun) menikahi seorang perempuan desa yang cantik. wajahnya begitu ayu dan keibuan, dengan penampilannya itu mebuat dia berbeda dengan wanita kota kebanyakan yang kukenal. sikapnya yang begitu santun membuat aku sangat menghargai kakak iparku ini walau umurnya jauh 4 tahun di bawahku, namun karena abang sulung ku telah mempersuntingnya aku pun memanggilnya dengan sebutan Mbak Yuli. semenjak menikahi Mbak Yuli, Mas Bram memutuskan untuk mengontrak rumah yang masih berada satu kota denganku. Sehingga membuat aktifitasku menjadi bertambah setiap paginya untuk mengantar ibuku kerumah Mas Bram, aku sendiri merasa heran dengan sikap ibu yang begitu sayang kepada mantunya tersebut. melihat sikap yang di tunjukan Mbak Yuli kepada keluarga ku (terutama kepada ibu) membuat dirinya menjadi salah satu kreteria wanita idamanku. Namun dijaman sekarng wanita seperti itu susah dicari, dan dengan tanpa di sadari aku menaruh simpati kepada kakak iparku ini. Tepat diusia pernikahannya menjelang 3 tahun, Mas Bram mengalami kemalangan ketika hendak berangkat ke tempat kerjanya. Mobil yang dikemudikannya mengalami kecelakaan tunggal, tidak ada luka yang fatal kepada diri Mas Bram apa lagi sampai merenggut jiwanya. Akan tetapi efek dari kecelakaan itu berakibat fatal buat Mas Bram, akibat benturan yang keras saat terjadinya kecelakaan membuat pinggang Mas Bram sering merasa ngilu yang teramat sangat. ketika dibawa berobat ke dokter psesialis saraf, dokter mengatakan beberapa saraf di pinggang Mas Bram putus dan berakibat juga pada kejantanan Mas Bram sendiri. tentu ini menjadi Petaka buat seorang laki-laki bila senjatanya tidak mampu berdiri. Berbagai cara telah kami lakukan, Mulai dari berobat secara tradisional sampai terapi ke Luar Negeri, namun tetep tidak ada hasil yang memuaskan. Mas Bram pun sudah putus asa, aku pun mulai merasakan keputus asaan Mbak Yuli. Maklum, di usia pernikahannya hubungan ranjang tentu sedang panas-panasnya. Kasihan juga abangku ini, percuma apa dengan semua yang di lakukannya. untuk apa membawa uang segudang tapi kepuasan batin wanitanya tak bisa di penuhinya. Pada suatu ketika, saat kegiatan rutinku untuk mengantar ibu kerumah Mas Bram. tidak biasanya pula ibu memintaku untuk menjemput ibu di siang harinya. ketika jam istirahat, akupun menjemput ibu karena tergesa-gesa dengan jam istrihat yang singkat aku meminta ibu segera menaiki kenderaan yang aku bawa. sesampainya dirumah aku kembali kekantor, tetapi saat di jalan Mbak Yuli menelponku. “Bob,,,Ibu meninggalkan masakan yang kami buat tadi pagi” “Waduh… tapi Ibu sudah dirumah mbak,, dan aku buru-buru harus balik kekantor” “Gimana yah…itu masakan kesukaan ibu, tadi ibu meminta Mbak untuk memasakkan buat ibu” Aku baru sadar, walo mbak aku nie sudah tiga tahun tinggal di kota tapi tetep aja Ndeso. bayangkan jangan kn bawa mobil, bawa motor saja dia tdk bisa. kuliat jam tangan ku, masih ada waktu 15 menit lagi untuk balik kekantor. dan aku putar kembali kemudi mobilku menuju rumah Mas Bram. “okey dech mbak aku ambil pesanan ibu” sesampainya dirumah aku langsung masuk kedalam dan mencari Mbak Yuli “Mbak……” “Ya Bob, aku di dapur” mendengar suara Mbak yuli aku langsung menuju ke dapur, aku terperanjat dan terpesona dengan apa yang kuliat di depa mata ku. Mbak Yuli mengenakan daster putih begitu transparan sehingga CD dan Branya yang berwarna ping dapat kuliat dengan jelas. spontan aku menelan air ludah ku, tubuh wanita yang berumur 27 tahun ini begitu seksi. dengan bongkahan pantatnya yang montok membuat mata benar-benar tak dapat berkedip kulit betisnya putih mulus, payudaranya terpampang begitu menantang betul-betul pemandangan yang tak pernah kuliat selama kakak iparku ini menikahi abangku. “Lho Bob… kok bingung..ini ambil masakan yang dipasan tadi sama ibu” “Akh…enggak mbak aku …” Mbak yuli pun menyadari betapa liarnya mataku ini mejilati tubuh nya yang seksi. “cepetan ntar kamu telat lho..” “eh.. iya Mbak” aku pun mengambil masakan yang sudang sipakan oleh mbak yuli, dengan curi-curi pandang kembali mataku menjilati lekuk tubuhnya. tanpa di sadari senjatu mengeras dengan sekeras-kerasnya. di mobil aku tak bisa konsen dengan apa yang barusan aku liat. wajah Mbak Yuli pun terus mebayangi lamunanku, ingin rasanya aku menikmati tubuh seksinya itu. dan aku pun mengetahu kalo mbak yuli pasti sudah haus akan nafsu birahinya. di kantor setiap aku ingin melakukan aktifita kerjaan kantor, lagi-lagi byangan mbak yuli menghatuiku. begitu manisnya iparku itu, dan aku harus mendapatkannya. begitu pikirna yang terlintas dalam benak ku. Malam harinya ketika aku sedang duduk santai di berenda rumah dengan menikmati secangkir kopi, ibu datang menghampiriku. “Bob..besok malam ibu mau menginap dirumah Mas mu” “Lho .. knapa buk,, ga baiasanya ibu tidur disana” “Mas Mu harus keluar kota ada urusan pekerjaan, jadi sayang Mbak Yulimu tinggal sendirian dirumah” spontan hatiku bersorak gembira mendapat informasi itu dari ibu, inilah saat ku menikmati kemolekkan tubuh iparku itu. “Mas Bram keluar kota berapa lama bu” “Katanya sama ibu sekitar dua minggu, dan dia meminta ibu agar menemani Yuli” Hatiku kembali bersorak ketika mendengar bahwa Mas Bram akan meninggalkan Mbak Yuli dalam waktu yg lumayan lama. aku pun terdiam sendiri di berenda dengan mengatur strategi apa yang akan kupakai buat menaklukkan mbak yuli. aku teringat sesuatu dan berlari kedalam kamarku, aku bersorak ketika mendapatkan obat perangsang yang biasa kugunakkan untuk meniduri wanita masih bersisa. Keesokan malamnya aku mengatar ibu ke rumah mas bram. dan aku meliat Mbak Yuli datang menghampiri menyambut kami dengan gaun yang tidak begitu seksi seperti kemrin siang. Mbak Yuli memakai baju kaos putih dengan celana panjang yang sedikit longgar. namun bagiku Mabk Yuli tetap paling seksi. “oh ya mbak aku ada bawa makan kesuakaan mbak nie” kuserahkan Bakso kesukaan mbak yuli, yang kubeli saat aku dalam perjalanan meuju kerumahnya. “duh,,,makasih ya bob. lho untuk ibu ga di beli bob” “ibu tadi udah mkan yul sebelum pergi kemari” sahut ibu ku kemudian kami bercengkrama dengan asyiknya diruang keluarga. ketika jam menujukkan pukul 21.30 wib, ibu Mohon diri ingin istrihat. maklum jam segitu emank udah jatahnya ibu ku untuk istirahat. “Mbak…udah pernah nonton film tsunami belum” tanyaku pada Mbak Yuli “belum bob,, kayaknya film baru yah” “iya … Mbak mau nonton ga” kataku sambil menuju ke televisi dan mengeluarkan plasdisch dari saku celanaku “Lho…kamu dapat dari mana ???” “tdi siank aku mendownloadnya di kantor” “ayo ketahuan ya kamu di kantor kerjaannya cuma nonton film” ejeknya buat diriku “ga akh mbak, kebetulan td siank aq lg nyantai jd ya.. gitu deh” tampikku Film barat yang bertajuk tentang tsunami ini benra-benar mebuat mbak yuli sangat serius mnegikuti alur cerita. film yang berdurasi 1 jam 45 menit ini telah menghipnotisnya sehingga kadang-kdang mebuatnya menjerit dan meberikanku bertubi-tubi pertanyaan tentang tsunami. dirunagan keluarga yang hanya tinggal aku berdua dengan mbak yuli membuat aku bebas kembali menjilati tuuhnya yang seksi itu. di tengah keseriusannya mengikuti alur cerita, aku tak habis-habisnya memandangi tiap lekuk tubuhnya. ketika film tersebut hendak habis. mulai kumainkan strategi ku. “duh.. Mbak aku haus. aku mau minim dulu, mbak mau ga ??” aku mencoba menawarinya “boleh bob,,sangking seriusnya mbak jd megap-megap juga ni nontonnya” yes… hatiku berteriak. satu langkah aku sudah menang. segera kumasukkan obat perangsang kedalam minuman mbak yuli dan menyodorkan minuman tersebut kepadanya. dan tanpa ragupun mbak yuli meminum air itu smapai habis. dan hatiku berteriak kembali, tinggal 15 menit film itu akan selesai dan akan disambung secara otomatis dengan film yang penuh dengan seks nya, yang sengaja aku download tadi siank. setealah fil baru di mulai. mbak yuli bertanya kepadaku. “Lho,,,ini Fim apaan lg Bob ???” “ini Film korea yang bercerita tentang pembunuhan mbak” “Ih…Film kamu kok yang sadis-sadis terus sih ???” “Tapi filmya seru lo mbak” kembali aku membela diri Film kedua yang ku tonton sebelumnya sudah aku tonton dulan waktu di kantor. jd aku tau dimana saat film tersebut akan melakukan adegan seks. sementara obat perangsang yang kuberikan terus bekerja. setelah film tersebut mendekati alu adegan seksnya, akupun pergi kebelakang dengan buang air besar. agar Mbak Yuli terangsang menonoton adegan tersebut ketika dia seorang diri. dan betul saja tebakanku, ketika adegan tersebut selesai aku pun berpura-pura selesai membuang hajatku “gimana mbak seru filmnya ???” “Seru juga ya Bob…” jawabnya sedikit malu, tapi aku pura-pura tidak tau bahwa film itu ada adegan mesumnya. kami diam sambil terus mengamati film tersebut, ketika adegan seks akan kembali dimulai mbak yuli tiba-tiba pamit dari acara nonton bareng itu. “Lho kenapa Mbak,,, filmnya kan belum habis. lagian filmnya masih seru” “Mbak udah ngantuk bob” apes dah niat ku, tp aku tak tinggal diam aku langsung melancarkan aksi ku yang berikutnya “Ngatuk apa malu sih Mbak ??? ya dah nyatai aja. Anggap aja aku tak ada” Mbak Yuli lama berdiri sambil menatap layar televisi “Udah ga pa-pa kok mbak ga sah malu” dengan ragu mbak yuli kembali duduk mengikuti alur cerita film kedua ini yang sedang beradegan mesum setelah adegan selesai mbak yuli malu ntuk berkata-kata, untuk mentapkupun mbak yuli juga malu. “ternyata proses membuat anak itu nikmat ya mbak” aku memberanikan diri untuk mencairkan suasana namun apa yang terjadi wajah mbak yuli memerah ketika mendengar perkataanku, dan akupun mendekati mbak yuli dengan perlahan, mbak yuli merasa sedikit risih dengan gelagat ku tersebut. namun entah pengaruh obat perangsang yang kuberikan dia menjadi jinak-jinak merpati. “Bob… ada film lain ga???” “lho knapa mbak, filmnya kan belum habis” “Iya tapi…” “tapi kenapa, mbak terangsang yah” aku langsung memojokkan mbak yuli aku tidak khawatir dengan sikap ku tersebut karna aku yakin dengan cara kerja obat perangsang yang sudah kuberikan “Jujur iya bob,,, mbak takut ntar ga tau gimana” mendengar jawaban mbak yuli aku dejati dirinya semakin dekat tanpa ada lagi jarak antara kami “kenapa takut mbak, kan ada aku” kuraih tangan mbak yuli dan berusaha megecup tangan itu dengan lembut, mbak yuli hanya diam meliat aksi ku itu. meliat tak ad protes dari kakak ipar akupun meberanikan diri megecup bibirnya. dan tanpa disangka-sangka mbak yuli mebalas kecupan ku. namun tiba-tiba saja setelah lumayan lama kami saling mengulum mbak yuli mendorong tubuhku. “sudah cukup bob” “Kenapa Mbak ??? apa Mbak ga mau merasa kan kelanjutannya ??” “bukan itu” “terus kenapa mbak ???” “aku takut diliat sama ibu” “kalau begitu kita pindah ke kamar mbak aja yah” tanpa menunggu persetujuan darinya segera kumatikan televisi dan menggendong mbak yuli ke kamarnya. dan kurebahkan tubuhnya yang seksi itu ke tempat tidur sambil ku kecup bibirnya. tanpa terasa permainan mbak yuli semakin liar, tubuhnya sudah tidak sabar menunggu kenikmatan dari diriku. kulepaskan oblong putih itu dan kulemparkan kelantai kamar, kutarik celana yang dipakainya dan itupun kulemparkan juga. sengaja aku tak membuka baju ku karna ingin meliat reaksi mbak yuli. mabk yuli yang kini hanya tinggal CD dan bra ternyata tidak mau menerima dengan kondisi ku yang masih utuh. dana dia pun membukakan bajuku. kupandangi tingkahnya itu memebuat aku semakin bersamangat untuk menyetubuhinya. setelah baju ku berhasil dilepaskannya, dia pun melanjutkan askinya itu kecelanaku. kini aku tinggal CD sama dengan dirinya, sekarang kami saling berpelukan dan kembali untuk bercumbu, tangan ku pun mulai kembali menjalar keseluruh tubuhnya. kumasukkan kedua tangan ku kedalam branya dan meremas-remas payudara yang berukuran 34 itu. mbak yuli tak mau kalah dia memegang senjataku yang dari tadi sudah berdiri dengan gagahnya. karna aku masih memakai CD membuat mbak yuli sedikit kesulitan sehingga dia membuka CD ku, kini bertelanjanglang aku di hadapannya “Mbak…Aku sayang sama mbak” kubisikkan kata-kata mesra ketelinganya, sambil kubuka bra putih yang menutupi bukit barisan itu. ku lumat puting susu yang begitu menantang dengan merah merekah. terdengar desissan mabk yuli seperti ular.. “sssssssssssssttttttt,,,,akh…bob..” hanya itu kata-kata yang keluar dari bibirnya, aksiku tidak disitu saja tangan ku mulai menurunkan CD yang di kenakannya, terasa bulu yang tidak begitu lebat tumbuh di sekitar m*m*k mabk yuli. kini CD itu berhasil kulepaskan dengan sedikit bantuan dari dirinya. “mbak Aku mau jilati punya mbak” mendengar apa yang barusan kukatakan mbak yuli hanya diam sambi memejamkan mata, dan akupun langsung menuju m*m*k nya itu. terlihat punya mbak yuli itu sudah berlendir, dan membuat aku langsung melahap gua kenikmatan itu. aksiku itu mendapat respon dari mbak yuli dengan menggoyangkan pinggulnya. dan akupun sejadinya-jadinya menelusuri gua itu dengan lidah ku. setelah cukup lama aku bermain dengan m*m*k mbak yuli aku pun segera mengambil posisi untuk menikamkan senjataku kedalam guanya “mbak kumasukkan sekarang ya” lagi-lagi mbak yuli hanya diam, kugesek-gesekkan pedangku dumulut gua itu, sambil kudekap tubuh indahnya dan mnyerang bibirnya dengan ciuman-ciuman yang mengairahkan. sleeeeeeeeeeeb… akhirnya senjatku dapat menikam masuk jauh kedalam lubang kenikmatan mbak yuli.. “akhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh…….” hanya itu kata-kata yang keluar dari mulut kami berdua, selanjutnya kembali kuciumi bibir itu sambil memompa M*m*k mbak yuli dengan perlahan ” akhhhhhh….bob.. geli…bob…” “iya sayang…akupun juga merasa geli” mbak yuli dengan kuat merangkul tubuhku sehinga kamibetul-betul bersatu dalam kenikmatan “bob…sssssssssssttttttttt….akhhhhhhh…teeekan yang kuat bob” “iya sayang” aku berusaha membenamkan senjataku semakin dalam. setiap kutekan, mbak yuli terus menerus merintih entah sudah berapa lama kami melakukannya aku pun tak tau. yang aku tau, aku ingin memuaskana mabk yuli malam ini “Sayang….akh…yuli mau sampai sayang akhhhh…stttt” “keluarkan terus sayang,,,aku ingin mebahagiakannmu malam ini akhhhh” goyanganku semakin cepat ketika aku tau mbak yuli mau orgasme… dan… “akkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkhhhhhhhhhhhhhhh Bob…. ” yuli mengejang tanpa di sadarinya dia juga mencakar bokongku ” aku sudah keluar sayang” mendengar perkataan mbak yuli aku berhenti menggoyangkan punyaku. aku mencium bibirnya sangat mesra sambil menyeka keringat di dahinya. sekali-kali kau juga mencium manis keningnya. dang tersa berdenyut-denyut punya ku dibuat M*M*k mbak yuli “kamu suka sayang” tanyaku sama mbak yuli “aku sangat suka, dan aku puas sayang” “kalo gitu aku akan memuaskanmu lagi” dengan senjataku yang masih berada di dalam kembali kugoyang dengan perlahan punya mbak yuli ternyata mbak yuli tak mau kalah dengan tempo irama goyanganku. yang awalnya tadi dia hanya diam kini dia pun ikut menggoyangkan pinggulnya sehingga terasasangat senjataku kian melesak masuk kedalam kami kembali berciuman dengan nafsu yang meledak-ledak “terus…terus..sayang….buat yuli melayang” “sayang,,,aku sudah hampir sampai, kita gantian yah” dengan balasan goyangan mabk yuli aku hampir saja KO di buatnya, tapi aku cepat bertindak mengambil alih agar posis ditukar… dan mbak yuli pun sekarang berada di atas dan aku di bawah. dengan perlahan dimengarahkan dan memasukkan punyaku kedalam guanya. dan blesssssss. punyaku kembali di telan gua yang sangat nikmat itu…. “akh…akh…sayang…” mbak yuli kembali meracau “sanyang….goyangan mu enak” aku meberikan pujian dengan apa yang dilakukan oleh mbak yuli, ternyata pujian ku itu membuta dia semakin menjadi-jadi menggoyangi punyaku “sayang yuli mau sampai lagi” benar saja kata orang kalo cewek diatas pasti cepat dapat kenikmatannya “iya sayang kita sama-sam yah” semakin kencang goyangan itu dan aku juga menghentakkan punyaku kedalamnya dan seeeeeeeeeeeeeerrrrrrr…serrrrrrrrrrrrr..serrrrrrrrrr punyaku meletus di dalam punya mbak yuli mbak yuli juga meledakkan birahi nafsunya yang keduan kami terkulai lemas sambil berpelukkan mabk yuli yang masih berad di atsku kepkeluk sekuat-kuatnya “sayang makasih ya” aku mengecup keningnya…. tempat tidur yang awalnya tertata rapi kini bagaikan kapal pecah yang diterjang ombak. ya … diterjang ombak nafsu antara aku dan mbak yuli.semenjak kejadian itu,,, aku dan mbak yuli tiap malam melakukannya selama mas bram masih berada di luar kota oh… mbak Yuli….dirimu benar-benar menaklukan diriku…
Photo

Post has attachment
 namaku Marwan seorang pengangguran. Aku pernah sekali menjadi gigolo (yah.. sebutan kasarnya). Ketika itu aku baru pertama kali merantau dari kampungku di pulau Jawa ke Banjarmasin. Seorang temanku bekerja di sana. Aku menyusul temanku itu ketika dia mengirimiku alamat yang cukup jelas, lagipula aku dengar Farid, nama temanku itu, sukses di perantauan. Dia bekerja di sebuah pabrik pengolahan kelapa sawit.“Daripada kamu nganggur di kampung, lebih baik ke Banjarmasin saja, Wan. Kebetulan lagi ada lowongan kerja.” begitu katanya suatu kali. Berbekal uang 700 ribu aku berangkat ke Banjarmasin. Setibanya di pelabuhan Farid menjemputku. Dari situlah aku tahu kehidupan Farid yang benar-benar kecukupan. Rumahnya tak besar, tapi cukup bagus, dan yang pasti rumahnya sendiri. “Wah.. kamu benar-benar hebat, Rid.” pujiku. “Pintar-pintar kita saja cari duit, Wan. Setidaknya punya obyakan sampingan.” jawab Farid dengan senyum yang misterius. Aku nggak langsung dapat kerja, tapi nunggu dulu karena ternyata lowongan di tempat kerja Farid sudah terisi. Karena nggak kerja semakin lama semakin habis uang yang kubawa dari kampung. Sebenarnya makanku ditanggung sama Farid, tapi nggak enak kan kalau setiap hari, sedangkan tahu sendiri kalau biaya hidup mahal di Banjarmasin. Foto Tante Jilbab Bu9il >>> www.orisex.com Setelah satu bulan numpang di rumah Farid aku mulai tahu apa sebenarnya obyekan sampingan Farid yang tak lain adalah melayani nafsu tante-tante girang (alias gigolo). Bergidik juga aku ketika suatu malam mendengar suara-suara gaduh yang janggal di kamar sebelah (kamarnya Farid). Ketika aku intip, ehh.. Si Farid lagi disepong sama seorang wanita stw. Habis itu aku melihat Farid dikasih beberapa lembar ratusan rupiah. Dan ketika Farid tahu kalau aku pergoki, dia cuman tersenyum kecut. “Kalau mengandalkan gaji buruh pabrik sih, nggak bisa kirim ke kampung.” itu dalihnya. Bahkan setelah aku tahu kalau Farid adalah seorang gigolo, dia malah semakin tak sungkan melakukan bisnis mesumnya itu di rumah. Iiih.. betapa tersiksanya aku mendengar deru-deru nafas mereka di kamar sebelah setiap malam. Walau sebenarnya aku ngiler juga. Bayangkan setiap malam Farid bisa mengeloni dua sampai tiga wanita, dan tidak semuanya stw. Ada juga yang sepertinya masih lajang. Setiap malam pula omsetnya bisa sampai dua juta. Ngiri banget aku. Malam itu aku tak menyia-nyiakan kepergian Farid. Dia nggak pulang malam ini, lembur katanya. Dan kebetulan sekali telpon berbunyi. Siapa tahu dari langganan Farid, karena biasanya transaksi mereka terjadi via telpon. “Halo Farid..aku Sandra.” terdengar suara mendesah di seberang begitu telepon diangkat. “Aku tunggu di Platinum 156, cepat yah.. aku sudah telanjang sekarang..” Glek! Aku telan air liurku berkali-kali. Job Farid datang. Bagaimana nih? Apa aku harus datang? Aku lihat isi dompetku, tinggal dua ratus ribu doang. OK deh, aku datang. Hotel Platinum, tak susah mencarinya. Kemarin malam aku diajak Farid keliling-keliling kota dan sempat makan di restoran hotel itu. Setelah bertanya letak kamar kepada resepsionis aku segera menuju kamar 156. Didepan kamar aku kembali ragu, masuk atau tidak ya? Masuk tidak masuk tidak, aku hitung kancing kemejaku. Masuk. Kreek.. Pintunya tak dikunci. Aku masuk dengan ragu-ragu. Kamar hotel itu seluas kamar Farid walau sedikit lebih bagus penataan ruangnya. Seorang wanita berumur 30 tahunan berada di atas ranjang. Dia agak terkejut ketika menyadari bukan Farid yang datang. Tapi kemudian dia tersenyum genit. “Siapapun kau aku ingin bercinta denganmu. Kemarilah..” Sandra beranjak dari ranjang. Glek. Kutelan liurku ketika hendak meleleh. Wanita yang hanya memakai stoking rajut tipis tanpa CD dan BH itu segera mendekatiku. Stokingnya hanya sebatas lutut, lengannya juga tertutup stoking tapi badannya polos sama sekali. Seekor kupu-kupu menghias di payudaranya sebelah kiri. Kedua gumpalan dadanya sekal dan besar banget, dan menantang banget. Begitu menantang sampai-sampai burungku bangun. Sandra mengitari tubuhku yang sedikit gemetaran. “Siapa namamu, sayang..” desah serak-serak seksi itu menyembur tipis di belakang telingaku. “Ss.. saya Marwan.” jawabku gemetaran. “Marwan? Hmm.. jangan panik, kamu baru pertama ya? Aku suka banget..” kata Sandra sambil menggosok-gosokkan kemaluannya yang gundul ke pahaku. Siir.. tiba-tiba saja penisku tegang. “Kalau gitu aku ajarin yah..” tambahnya sambil menggosokkan kemaluannya makin keras dan makin mepet di pahaku sampai celanaku sedikit basah oleh cairan yang keluar dari vaginanya. Lalu perlahan wanita yang sedikit jangkung itu mencium bibirku lalu berkata “Balaslah Wan, hisaplah bibirku”. Aku menghisap bibir tebalnya. Bibiritu terasa kenyal banget ditambah bau tubuhnya yang wangi. Tiba-tiba Sandra memegang kemaluanku, aku sangat kaget. ” Wah pistolmu sudah tegang Wan,” kata Sandra sambil tangannya dimasukkan kedalam celana jeansku. Darahku berdesir-desir, nafasku kembang kempis dirangsang sedemikian rupa. Sandra berusaha melepaskan celana jeansku, tapi bibirnya masih terus aku lumat dengan penuh nafsu hingga akhirnya aku tinggal memakai celdam saja. Kami masih saling melumat, tapi tanganku mulai menggerayangi dada sekal Sandra. Tanpa gemetar lagi aku memegang buah dadanya dan memelintir putingnya. Sandra mendesis-desis lirih merasakan kenikmatan belaianku. “Wan.. kamu memabukkan..ehgh..” Nafasnya memburu berpacu dengan nafasku. Aku menuruni leher mulus Sandra lalu berlabuh di kedua gundukan buah dadanya. Lalu dengan memberanikan diri aku menciumi putingnya, dan Sandra bertambah mendesis, “Teruslah Wan, terus.. ach.. nikmat banget..”. Tanganku meremas-remas kedua bokong Sandra yang padat dan sekal. Sesekali jemariku menyusuri belahan pantat itu terus sampai ke lubang vaginanya. Sandra yang semakin kegelian semakin merapatkan tubuhnya sehingga aku semakin leluasa mengenyot payudaranya. Aku hisap putingnya kuat-kuat membuat Sandra mendorong kepalaku semakin terbenam diantara belahan payudaranya. Aku sadari betul perubahan yang terjadi pada buah dada Sandra, semakin membengkak menggemaskan dan putingnya tegang, kenyal dan menantang. “Wan.. ach.. ehmm ehmm” Sandra kembali melenguh-lenguh ketika jemariku mengutak-utik klitorisnya. Entah sudah berapa kali vagina itu mengeluarkan lendir kenikmatan birahi Sandra. Panas birahinya sudah sampai di ubun-ubun. Setelah puas menghisap puting buah dada Sandra aku mencoba menciumi vaginanya, tapi Sandra berkelit. “Aku pengin pistolmu dulu, pangeranku..” katanya kemudian. Sandra mendorongku terlentang diatas kasur empuk kemudian dia menungging diatas tubuhku kemudian sibuk menciumi penisku yang masih tertutup celdam krem. Posisi Sandra yang menungging memunggungiku membuatku leluasa mengutak-atik klitorisnya kembali. Kemudian aku memasukkan jempol kiriku ke dalam lubang kawinnya. “Uach.. Marwaann..” Mudah sekali jempolku itu masuk ke dalam vaginanya. Lendir kental mengalir di selakangnya. Aku permainkan jempolku keluar masuk vaginanya, Sandra semakin bergelinjangan. Entah saking tak tahannya, Sandra segera mengeluarkan penisku dari CD lantas mengemutnya. “Egh.. ach..Sand..” Dadaku sesak menahan birahi yang meletup-letup didadaku. Baru pertama kali ini batang kemaluanku dihisap oleh seorang wanita. Sandra begitu terampil mengenyotnya. Semakin kuat Sandra menyedotnya dan Crot..crot.. aku tak tahan lagi. Spermaku keluar begitu saja. Tapi Sandra begitu menikmati spermaku yang muncrat seluruhnya ke dalam mulutnya. “Mhmm.. nikmat Wan.. aku suka, lagi dong..” Begitu Sandra hendak mengenyot penisku lagi, aku segera menarik bokongnya hingga hampir menduduki mukaku. Langsung saja aku sedot vaginanya “Aaach..” teriak Sandra tertahan. Sudah tak tahan aku, aku kerjain vagina Sandra habis-habisan. Aku ciumi, aku gigit-gigit klitorisnya bahkan aku sudah berhasil memasukkan tiga jari tengahku sekaligus. Sandra misuh-misuh tapi segera mendehem-dehem keenakan. Aku sudah tak terkendalikan. Kalau sejak tadi aku seperti diajari sama Sandra, kali ini aku bekerja dengan naluriku sendiri. Dan kurasa Sandra tak keberatan, karena sekarang dia mendengking-dengking keasyikan. Sruup..sruup.. Lendir kawin Sandra aku sedot dengan kekuatan penuh. Seluruh tubuhnya menggelinjang liar, lalu kembali lendir-lendir itu mengalir deras bagai sungai. “Ough.. Wan, aku nggak tahan lagi..” erang Sandra semakin melebarkan selakangnya. Lalu penisku dipegangnya dan dimasukkan kedalam vaginanya yang sudah licin berlendir. Perlahan-lahan batang pistolku amblas ke dalam lubang vagina Sandra, “Ach.. engh..” desisnya kemudian. Dan Sandra mulai menggoyang-goyangkan pinggulnya ketika aku mulai mengocok-ngocok penisku. Penisku terasa mengembang didalam vagina Sandra, Sandra pun semakin mendesis. “Ach.. Wan.. ehm.. ah..” Jemariku meremas-remas payudaanya. Sandra terus menggoyang-goyangkan pantatnya sambil berkata, “Aku mau datang nih.. “. “Hegh eh..” hanya itu yang aku jawab sebab aku masih sibuk menggenjot vaginanya. Dan tak lama kemudian Sandra menjerit histeris karena orgasme dan mengeluarkan lendir kawinnya disela-sela penisku yang masih tegang. Semakin liar aku remas-remas kedua buah dada Sandra hingga beberapa menit kemudian aku berbisik “San.. sedikit lagi aku juga mau keluar”. Kemudian aku semakin memperkuat tekanan batang penisku keliang vagina Sandra, sehingga tidak lama setelah itu aku memuncratkan air maniku kedalam vagina Sandra bersamaan dengan keluarnya cairan kawinnya untuk kedua kalinya. “Uwah..” pekik kami bersamaan. Belum puas aku memompa penisku yang masih haus, aku meminta Sandra menungging. Dari belakang aku segera menekan masuk penisku diantara pantatnya. Sandra mengejang beberapa saat. Tampaknya lubang pantatnya masih sangat sempit hingga penisku sedikit kesulitan menembusnya. “Egh.. ach.. sakit Wan..” erang Sandra. Akhirnya seluruh batang penisku sanggup menembus masuk ke lubang pantat Sandra. Bagai remuk penisku digencet lubang yang masih sempit itu. Tapi sedikit tertolong karena spermaku kembali keluar membasahi liangnya. Kembali aku kocok-kocok penisku maju mundur. Sandra mengerang panjang merasakan sesuatu yang sebelumnya belum pernah dirasakannya. Tangannya meremas-remas payudaranya sendiri yang sudah sangat bengkak, bagai mau meledak. Aku pompa penisku sampai lima balas menit, setelah itu aku mengerang kembali mendapatkan puncak libidoku. Penisku aku cabut dari dubur Sandra. Terasa tubuh ini sangat lemas, Sandra berbaring di sampingku. Kami saling berpelukkan dan berciuman. Ranjang itu sudah berantakan sekali. “Wan.. kamu hebat, bahkan lebih hebat dari Farid. Sepertinya aku mencintaimu.” bisik Sandra sambil terus menciumiku. “Kamu mencintaiku atau mencintai pistolku?” sindirku. “Hi.. hi.. kamu ini bisa saja..” Sandra mengikik lirih sambil menyentil-nyentil batang penisku yang belum lemas benar. “Kamu masih mau berlayar lagi, San?” tanyaku kemudian karena merasakan libidoku sedikit bangkit. “Ah.. tidak sekarang, aku sudah tak kuat. Tapi aku puas banget say..” “Kalau begitu jangan coba-coba membangunkannya, atau kita akan kembali melayang di atas angin.” bisikku membuat Sandra semakin geli. Ketika aku hendak pergi mandi aku lihat tubuh Sandra yang full naked itu. Kedua buah dadanya merah membengkak sedikit menguatirkan. Bekas-bekas remasan tangan-tangan kami menghias di kegua gundukan bengkak itu. Putingnya sedikit menghitam, mungkin karena aku terlalu kuat menyedotnya. Wajah Sandra terlihat kusut, tapi masih cantik. Keringatnya masih membasahi tubuh jangkung nan langsing itu. Beberapa kali terdengan gumaman dari bibir tipisnya, mungkin masih menikmati sisa-sisa pelayaran kami. Aku tersenyum tipis lalu masuk ke kamar mandi. Begitulah, aku menjadi pemuas nafsu Sandra. Kami sama-sama puas dengan permainan kami barusan. Setelah itu Sandra menceritakan tentang sisi kehidupannya kepadaku. Dan tak lupa di akhir perjumpaan kami, di tengah malam buta, Sandra menyelipkan sebuah amplop ke dalam CD-ku. Kami berpelukan sebelum aku pergi, dan berjanji akan memanggilku lagi kalau dia sewaktu-waktu dia membutuhkan.
Photo

Post has attachment
 Dibutuhkan segera Agen pemasaran Kaos Distro ,Syarat mudah yg penting punya jiwa bisnis  & berkemauan keras . hub Kami email :gadiskotakembang@gmail.com
Photo

sex on line ?? I aint even   had a  wank here yet

cuma bisa bisa blang thank"s

lam knal smua q dr surabaya yang dr surabaya bisa invt pin ku ya bwt tamba tmn 56c338e5 makasi
Wait while more posts are being loaded