Post has attachment

Suatu hari aku beracara di Pengadilan Agama Surabaya. Karena aku sebagai kuasa dari Tergugat maka kuajukan eksepsi dan eksepsi diterima ... akhirnyaGugatan Penggugat dinyatakan tidak dapat diterima.

Lalu aku pakai Teori ULUR atau NGGANDOLI artinya aku melakukan Banding ... supaya Penggugat tidak bisa mengajukan gugatan baru. Lalu oleh Pengadilan Tinggi Agama tetap diputus tidak diterima karena syarat formal Gugatan memang tidak terpenuhi.

Untuk mengulur dengan TEORI ULUR ini ... aku selanjutnya melakukan Kasasi ... Putusannya tetap tidak diterima.

Hal ini makan waktu sampai 5 Tahun. Kemudian Penggugat mengajukan Gugatan baru lagi ... dan aku melakukan Peninjauan Kembali ... Gugatannya menjadi tidak diterima ... Akhirnya Penggugat memarahi kuasa hukumnya ... dengan mengatakan kenapa anda kok selalu kalah. Memang kamu PENGACARA GOBLOK !! ...

Dan Penggugat akhirnya sudah tidak melakukan Gugatan lagi karena biaya yang telah dikeluarkan sudah melebihi nilai obyek Gugatan yang diperebutkan.

Lalu Pengacara Penggugat tanya kepada saya ... kenapa sampean sudah menang (karena perkara tidak diterima) kok masih melakukan banding serta kasasi bahkan sampai melakukan Peninjauan Kembali ?? .. Lalu saya katakan ... dengan saya melakukan upaya hukum ... maka kamu tetap mendapatkan penghasilan ... IYA 'KAN ...dan dia manggut-manggut ...

Teori Bunglon ... akan mengalahkan musuh melalui peperangan ...

Teori bunglon ialah mengunakan cara-cara berdasarkan sifat prinsip dari bunglon.
Bunglon itu hewan yang bisa berubah warna, tergantung dimana dia berada. Pada waktu menempel di pohon yang berwarna hijau maka ia akan berwarna hijau ... sehingga lawan akan sulit mengenalinya.
Karena tidak dikenali maka dia akan menyerang lawan dengan tiba-tiba, sehingga lawan menjadi kelabakan ... dan akhirnya kalah.
Wait while more posts are being loaded