Post has attachment
Kelebihan POKERVITA :
* Proses deposit dan withdraw
* Layanan Customer Service 24 Jam
* Dapat dimainkan di ANDROID dan IPHONE
* Permainan Fair (1000% No Robot No Admin)
* Tersedia Ribuan meja untuk anda pilih
* Akan di bantu oleh customer servis 24 jam full dan berpengalaman

Hot Promo Bonus POKERVITA :
* DEPOSIT MINIMAL 10000
* WITHDRAW MINIMAL 25000
* BONUS CASHBACK 0.5 % SETIAP SELASA
* FREECHIP setiap hari
Contact Us Person :
? LIVECHAT P`0`K`E`R`V`1`T`A
? BBM : D88B0154
TERIMA KASIH
Photo

Post has attachment
Artikel:
Orang Yang Mendapat Gelar Pahlawan Nasional Pertama

Sejak 1959 dan diikuti penetapan 10 November sebagai Hari Pahlawan Nasional. Hampir setiap tahunnya, Indonesia mengukuh dan menetapkan beberapa nama pejuang dengan gelar pahlawan nasional. Gelar tersebut diberikan kepada mereka yang dianggap memiliki peran maupun kontribusi penting, dalam proses dan mempertahankan kemerdekaan bangsa. Hingga saat ini, ada lebih dari 165 nama tokoh yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Data itu berdasarkan situs Pahlawan Center (pahlawancenter.com), yang dimiliki Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI).

Begitu banyak sudah gelar pahlawan nasional dikukuhkan oleh pemerintah, namun apakah para pembaca tahu, siapa tokoh pertama yang diberi gelar tersebut?

Post has attachment
Pernahkah kawan-kawan mendengar kata sanger? Pernahkah kawan-kawan meminumnya? Jika pernah, di manakah tempat menikmatinya?

Post has attachment
Sarekat Islam (SI) - Menulis Sejarah
Sarekat Islam (SI) - Menulis Sejarah
menulissejarah1.blogspot.co.id

Post has attachment
History:

Orang Indonesia Yang Menjadi Pahlawan di Negeri Belanda

Pada saat Jerman menduduki Belanda, di sana ada terdapat orang Indonesia yang hidup kurang lebih sekitar 800 orang. Sebagian besar dari mereka adalah orang-orang yang berasal dari Pulau Jawa, dan sisanya dari Pulau Sumatera, Maluku (Ambon), dan pulau-pulau di Indonesia lainnya. Mereka yang ada di sana kebanyakan bekerja sebagai pelajar, pelaut, seniman, dan pembantu. Kehidupan mereka di negeri yang dijuluki Kincir Angin tersebut begitu sengsara, mulai dari kekurangan kedinginan, kekurangan makanan, diserang penyakit atau tewas ditangan rezim yang berkuasa. Selama perang berlangsung, diperkirakan sebanyak 86 orang Indonesia atau lebih dari 10 persen meninggal dunia di Belanda.

Meskipun bukan di negeri sendiri, pada masa perlawanan Belanda terhadap pendudukan Nazi (Jerman), ada banyak orang Indonesia yang terlibat dalam melakukan perlawanan. Sebagaimana layaknya penduduk lokal yang sedang berjuang mempertahankan negerinya dari penjajah. Mereka yang terlibat dan didemobilisasi setelah pendudukan, sebagian besar merupakan bekas kader di Royal Military Academie (KMA) di Breda. Salah satunya bernama Eduard Alexander Latuperisa, bekas seorang kapten Koninklijke Nederlands(ch)-Indische Leger (KNIL) atau tentara Kerajaan Hindia Belanda.

Eduard Alexander Latuperisa merupakan orang Indonesia asli bersuku Ambon yang lahir di Kudus, Jawa Tengah, 9 April 1902. Dia diterima sebagai pasukan infanteri pada tahun 1924 di Hoofdcrusus yang pada saat itu berada di Breda yang sebelumnya berada di Kampen. Selama kurang lebih 4 tahun dia mendapatkan pendidikan militer di KMA Breda, dan pada tahun 1926 dia lulus dengan pangkat letnan dua. Sejak saat itu, dia bertugas sebagai tentara dari Kerajaan Hindia Belanda hingga mencapai pangkat kapten. (Baca selengkapnya....https://menulissejarah1.blogspot.co.id/2017/07/kisah-sebuah-pesawat-nazi-yang-singgah.html)

Kontak Email:
redaksi.menulissejarah@gmail.com.

Menulis Sejarah (MS) menerima kiriman tulisan terkait dengan sejarah dari para pembaca. Tulisan berupa sejarah lokal, sejarah nasional, dan sejarah internasional maupun sejarah tokoh serta sejarah lembaga atau organisasi.

Kirimkan ke editor: redaksi.menulissejarah@gmail.com dengan menyertakan biodata diri (Bagi sejarah tokoh dan lembaga atau organisasi disertai dengan foto). Agar artikel tulisan sejarah yang dikirim dapat lebih terpercaya, mohon disertakan dengan sumber kutipan tulisan.

Terima kasih sudah mau membaca artikel sejarah dan berkunjung ke Menulis Sejarah.
Wait while more posts are being loaded