Ridwan Kamil Akui Diminta Parpol Jadi Pilgub DKI


BANDUNG - Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, mengakui ada partai politik yang medekati dirinya untuk maju dalam pemilihan gubernur DKI.
"Bukan menghubungi, hanya memberi sinyal, tapi menghubungi (saya) juga sih," ujar Ridwan di Pendopo Kota Bandung, Jumat (22/1/2016).
Dari banyaknya parpol, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) diketahui menjadi yang yang terdepan untuk menggaetnya.
Salah satu bukti, Emil—panggilannya—diundang untuk hadir dalam penjaringan bakal calon gubernur DKI dari Gerindra yang akan digelar 27 Januari di Jakarta.
Meski begitu, ia belum memastikan untuk memenuhi undangan tersebut. Sebab hal itu harus disesuaikan dengan tugasnya sebagai wali kota.
"Saya lihat jadwal dulu. Kan enggak harus datang secara fisik, bisa via telefon. Kan saya ada urusan kedinasan (yang harus diproritaskan)," ungkapnya.

(fzy)
Add a comment...

Post has attachment
Darojat Temukan 33 Mortir Peninggalan Perang di Bawah Pohon Nangka

TASIKMALAYA - Sebanyak 33 mortir peninggalan perang yang diduga masih aktif, ditemukan warga di Kampung Cisalam, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
Warga yang penasaran ingin melihat dari dekat, berkerumun di sekitar lokasi kejadian untuk menyaksikan 33 mortir yang diduga diproduksi sekitar tahun 1960 an itu.
Bahan peledak itu ditemukan warga setempat, Ace Darojat, saat sedang menggali tanah di bawah pohon nangka yang berada di depan depan rumah Adang Suryana, warga lainnya.
“Pada kedalaman 40 sentimeter tiba-tiba ditemukan sebuah mortir. Karena penasaran, warga ini kembali menggali dan ditemukan sebanyak 32 mortir lainnya,” ujar Kapolsek Manonjaya, AKP Gunarto, Sabtu (23/1/2016).
Pihak kepolisian yang datang ke lokasi lalu memasang garis polisi agar warga tak mendekat. Selanjutnya mortir itu akan dibawa oleh tim Jihandak Polda Jawa Barat.
Sementara menurut Darojat, mortir-mortir itu ditemukan di satu lokasi dalam kondisi menumpuk. Saat itu dirinya tidak merasa takut, dan langsung melaporkan kejadian tersebut kepada petugas.

(ris)
Photo
Add a comment...

Bang Yos Komit Bangun Intelijen Tangguh dan Profesional

JAKARTA - Setelah resmi dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Sutiyoso mengaku, dalam waktu dekat dirinya akan mengenali BIN lebih dalam.
Tujuannya agar lebih mengetahui seluk beluk organisasi intelijen, mulai dari SDM hingga perlengkapan yang dimiliki.

"Apa yang telah dirintis oleh Pak Marciano, akan saya lanjutkan. Pastinya sasaran kita ke depan akan membangun intelijen yang tangguh dan profesional. Jadi, ke depan banyak sekali pekerjaan yang menghadang kita," ujar Sutiyoso di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/7/2015).

Pekerjaan intelijen, kata pria yang akrab disapa Bang Yos itu, memerlukan banyak sekali informasi dari berbagai sumber. Oleh karenanya, ke depan BIN akan lebih terbuka alias transparan.

"Artinya, akan memberikan peluang kepada masyarakat untuk memberikan informasi apa saja, berpartisipasi yang ada kaitannya dengan keamanan negara," terangnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menjelaskan, salah satu permasalahan yang bakal menghadang ke depannya adalah paham radikalisme.

"Salah satunya itu yang perlu kita waspadai, radikalisme, juga terorisme, karena mereka bisa melakukan doktrin lewat dunia maya," ucap Bang Yos.

"Sementara pengguna internet, IT, maupun teknologi komunikasi itu terbesar nomor enam di dunia, Indonesia itu. Dan dari sekian puluh juta yang menggunakan itu, mayoritasnya adalah anak-anak muda yang masih labil, yang mudah untuk didoktrin," terangnya.

Karena itu, Bang Yos ingin ke depan BIN harus melakukan counter terhadap persoalan tersebut.
"Untuk melakukan itu, kita harus memiliki alat yang super canggih. Seperti apa, tentu ini masalah teknis yang enggak bisa saya jelaskan kepada kalian," tutup Bang Yos.(put)
Add a comment...
Wait while more posts are being loaded