Profile cover photo
Profile photo
Rohmat Saputra
31 followers -
Editlah hidupmu
Editlah hidupmu

31 followers
About
Posts

Post has attachment
Jalani, Nikmati, Syukuri Hidupmu, Karena Kamu Berhak Untuk Bahagia
Kita punya hak
untuk bahagia. Ya, kita berhak mendapatkannya. Sebab bahagia tak menjadi hak
orang tertentu. Pun tak perlu syarat materi, yang terkadang menjadi sumber
malapetaka. Bagi orang yang
bersyukur, bahagia itu sederhana. Sesederhana mengolah rasa da...
Add a comment...

Post has attachment
Ternyata Baik Saja Belum Cukup
Semua sepakat kalau kebaikan adalah sesuatu yang disenangi manusia. Sebagaimana kitapun sepakat sangat benci dengan keburukan. Kita suka jika diperlakukan baik oleh teman, tetangga, dan sanak family. Orang lainpun begitu. Namun sebenarnya kebaikan saja tern...
Ternyata Baik Saja Belum Cukup
Ternyata Baik Saja Belum Cukup
jejakhikmah.blogspot.com
Add a comment...

Post has attachment
Jangan Jadi Taubat Sambal
"Taubat terkumpul dalam empat perkara: istighfar dengan lisan,
meninggalkan (perbuatan itu) dengan badannya, dan bertekad tidak akan
mengulanginya dengan hati serta menjauhi kawan yang buruk." Muhammad bin Ka'ab Al-Quradli Tentu tahu
bagaimana reaksi oran...
Jangan Jadi Taubat Sambal
Jangan Jadi Taubat Sambal
jejakhikmah.blogspot.com
Add a comment...

Post has attachment
Fisik yang kurang tak menjadi penghalang
Photo

Post has attachment
Kisah 1 Pohon Kurma Di Barter Dengan 1 Kebun Kurma
Terdapat satu pohon kurma milik salah seorang sahabat, Abu Lubabah yang buahnya berjatuhan ke dalam rumah anak yatim. Setiap hari anak-anak yatim tersebut memunguti dan memakannya. Suatu hari Abu Lubabah mengetahui mereka sedang makan kurma dari pohon milik...
Add a comment...

Post has attachment
Jangan Terlalu Waspada
Pernah seorang ustadz di pesantren bercerita di depan santri-santrinya. Di suatu malam ketika hendak pulang dari mengisi pengajian, ia melewati jalan yang cukup lengang dan sepi. Tidak ada motor atau mobil yang lewat. Disekitarnya pun hanya ada beberapa rum...
Jangan Terlalu Waspada
Jangan Terlalu Waspada
jejakhikmah.blogspot.com
Add a comment...

Post has attachment
Akibatnya amalan sia sia karena beramal tanpa ilmu.
Photo

Post has attachment
🐧 Si Gila Yang Cerdas 🐧

Suatu waktu di Yaman, ada pasar yang banyak sekali orang-orang gila. Para pedagang dan pembeli merasa risih. Mereka pun mengusirnya.

Namun tetap saja mereka kembali ke pasar, justru membawa teman. Ini yang membuat para pedagang gemez.

Mereka pun hendak menguji orang-orang gila, manakah yang paling berakal.

Merekapun memasukkan orang-orang gila ke dalam sebuah ruangan. Lalu semua pintu ditutup. Merekapun membuat gambar pintu yang besar di tembok. Sehingga terlihat itu seperti pintu.

Orang-orang gila pun,, satu persatu mendorong gambar ditembok ini. Namun tetap saja tidak bisa. Namanya juga tembok πŸ˜….

Hanya satu orang yg tidak mendorong. Ia mentertawakan teman-temannya yang membuka gambar pintu di tembok itu. πŸ˜…

Para pedagang berkesimpulan, yang tertawa ini sudah waras. Akalnya telah normal πŸ˜‡.

Mereka pun bertanya kepada si gila yg tertawa. "Kenapa kamu tertawa."

Ia menjawab seraya tertawa, "Lucu, bagaimana mereka membuka pintu itu. Kan kuncinya masih saya pegang. πŸ˜‚πŸ€£πŸ€£πŸ˜‚."

Yah ternyata dia paling gila... πŸ˜„

πŸ‚Hikmah:: Jangan berdiskusi dengan orang gila, kamu akan gila juga.πŸ‚

Dikisahkan Oleh Syaikh Muhammad Su'uud alJuddhiy - حفظه Ψ§Ω„Ω„Ω‡ ΩˆΨ±ΨΉΨ§Ω‡ - dalam dauroh MADINA di Cisarua, Bogor


Share from: @AkromSyahid
Photo

Post has attachment
Ternyata Cinta Tak Sekedar Memandang Rupa, Tapi Ini Rahasianya
Saya dari dulu menganggap cinta itu berstatus setara. Maksudnya cinta akan didapat kalau misalnya orang tampan jodohnya cantik. Kaya dengan kaya. Pikiran saya seperti itu. Namun setelah saya perhatikan lagi, anggapan itu makin lama makin menyusut.Β  Spekulas...
Add a comment...

Post has attachment
Pemudi Hafidz Qur'an Itu Menghembuskan Nafas Terakhir Di Penghujung Malam

Ada seorang pemudi hafidz qur'an (hafal Qur'an 30 juz) mengajar di salah satu pesantren tahfidz di Jawa Tengah. Selain mengajar, ia dikenal kuat dalam muroja'ah/mengulang hafalan. Sebab baginya hafalan Qur'an harus terus dijaga agar tidak lupa. Ayat Qur'an tidak seperti bacaan lainnya yang awet di ingat. Jika hafalan Qur'an tidak di ulang maka lambat laun akan lupa.

Ia diuji oleh Allah dengan mengidap kanker otak. Saat kambuh ia sulit beraktifitas. Hanya terbaring lemas diatas ranjang dan menahan rasa sakit yang tak terkira. Apalagi ketiadaan kedua orang tua yang telah lama meninggal makin perih perasaannya saat itu.

Pernah ada seorang ikhwan sholeh (Insya Allah) datang untuk mengkhitbah meski sudah tahu bahwa akhwat itu mengidap penyakit yang tidak ringan. Tapi Ikhwan tesebut menerima apa adanya karena dalam segi agama dan kemampuan, ia masuk pada kriteria si ikhwan.

Selanjutnya ikhwan itu memohon restu kepada orang tua untuk melamar akhwat tersebut. Namun ditolak disebabkan sakit yang diderita. Si ikhwan ingin tetap melanjutkan proses itu meski orang tua tidak menerima. Tapi setelah di pikir kembali, penolakan itu tak bermaksud buruk kepadanya. Sikap orang tuanya bisa saja sebagai bentuk kekhawatiran karena begitu peduli terhadap masa depan anaknya.

Orang tua siapa yang tidak berat jika mendengar bahwa calon mantunya ternyata mengidap penyakit kanker otak? Pasti akan dipertimbangkan matang-matang menerima kabar seperti itu.

Kemudian dengan baik-baik akhirnya si ikhwan mundur.
Selang beberapa waktu akhwat ini pergi ke Singapura untuk berobat. Selesai pengobatan kambuh yang sering terjadi sudah menurun. Tidak sesering dulu. Ia kembali mengajar sebagaimana biasanya. Pada suatu hari atas takdir Allah terjadi kecelakaan. Ia terjatuh dari motor yang mengakibatkan luka parah pada bagian kepala.

Saat dibawa ke rumah sakit dalam keadaan setengah sadar, ia melantunkan ayat qur'an tanpa henti. Tentu ucapan tersebut keluar dari alam bawah sadar karena ia berada dalam kondisi yang kritis. Sangat mungkin kebiasaan menjaga hafalan dengan mengulangnya membuat mulutnya reflek mengucapkan kalimat mulia itu.

Ketika sadar sepenuhnya, beberapa keluarga angkat dan teman sudah berkumpul mengelilingi ranjang dimana ia berbaring. Ia lupa semua siapa menjenguknya saat itu. Ternyata ia mengalami gegar otak. Namun uniknya hafalan Qur'an masih dia ingat seperti sebelum kecelakaan.
Setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit, ia kembali ke pesantren sebagaimana aktifitas biasanya. Termasuk kembali tahajud dan muroja'ah hafalan di tengah malam.

Di penghujung malam setelah shalat tahajud, ia memuroja'ah hafalan-hafalannya. Asyik sibuk berduaan dengan al-Quran dan menikmati setiap ayat ditengah terlelapnya manusia. Namun ia tak mengira, jika malam itu adalah tahajud dan murojaah terakhir baginya. Mungkin Allah telah rindu ingin menemui hamba yang sholehah itu. Malaikat maut mendatanginya setelah mengulang-ulang kalam suci dari mulutnya.

Ia menghembuskan nafas terakhir pada saat itu juga. Maka selesai sudah kehidupannya di dunia. Allah istirahatkan dari penatnya cobaan yang terus mendera. Cukuplah aktifitas baik di penghujung malamnya itu menjadi persiapan dalam menyambut kematian dengan cara yang baik.

Semoga kisah nyata ini menjadi renungan akan pentingnya membangun istiqomah dalam kebaikan. Perhatikanlah kehidupannya. Meski ia seakan hidup sendiri karena berstatus anak semata wayang dan telah ditinggal kedua orang tua, ditambah pula mengidap dua penyakit berat, tapi ia memiliki teman sekaligus tempat curhat yang tak pernah berkhianat. Apa itu? Hafalan qur'an 30 juz yang selalu di ulang dan tahajud yang senantiasa ditegakkan.

Disaat hari ini banyak yang curhat ke sosial media, terlebih curhat ke orang yang bukan muhrim, tapi akhwat tersebut lebih memilih ibadah sebagai tempat membuang semua kegundahan. Tidak ada tempat bersandar paling aman melainkan hanya kepada-Nya.

Dan keistiqomahan itulah yang tanpa sadar menyampaikannya pada kematian yang sangat didamba orang-orang sholeh, yaitu husnul khatimah.

Sumber: Kisahnya sebagaimana dituturkan oleh kerabat dekatnya
Wait while more posts are being loaded