Profile cover photo
Profile photo
Felix Siauw
333,704 followers -
Penulis dan Pengemban Dakwah
Penulis dan Pengemban Dakwah

333,704 followers
About
Felix's posts

Post has attachment
Apakah Masalahnya Intoleransi

Tentu kita tidak asing lagi dengan kata 'intoleransi', hari-hari ini kata itu begitu laku berbarengan dengan 'persekusi', 'radikal', 'ekstrim', dan 'terorisme', selalu disebut

Bahkan, seringkali penguasa dan pejabatnya mengklaim bahwa sumber masalah negeri akhir-akhir ini adalah intoleransi ummat beragama, parahnya yang ditunjuk selalu Muslim

Bisa dilihat pada video yang baru-baru ini meresahkan ummat Muslim, yang diupload oleh salah satu akun pihak berwenang, nyata sekali yang ditunjuk adalah ummat Muslim

Video itu melengkapi tuduhan yang sedari dulu dialamatkan pada Muslim, yang dianggap bertanggung jawab atas ekskalasi suhu politik dan sosial di seluruh nusantara

Meninggalkan pertanyaan bagi kita, benarkah masalah negeri ini adalah intoleransi antarummat beragama? Sampai-sampai penguasa merasa perlu mempriorotaskan hal ini?

Sampai dirasa perlu kampanye masif 'Saya Pancasila', 'Saya Indonesia', sebagai obat intoleransi? Sampai penguasa perlu melakukan deradikalisasi bagi ummat Muslim?

Padahal bila dilihat, dari sejak Rasulullah, yang itu jelas sebelum ada Indonesia, Islam tak pernah berubah. Pun dalam sejarah Nusantara, Islam memainkan peran sentral

Dari zaman orde apapun, Indonesia tetap negeri yang sangat tinggi toleransinya, dan ini tak dimungkinkan bila mayoritasnya bukanlah Muslim yang diajarkan Islam

Di negeri yang Islam minoritas, tak ada libur hari raya Islam. Di Indonesia bahkan agama yang tak sampai 5% diberi hari libur. Bahkan minggu jadi hari libur, bukan Jum'at

Di negeri lain yang Islam minoritas, Anda takkan temukan di mal adakan takbiran, di negeri ini, bebas. Bahkan di negeri Muslim manapun tak pernah ada demo anti-Kristen

Jalinan toleransi di Indonesia sangat indah, karena di dalam Islam sendiri sudah termaktub penghormatan terhadap manusia dan ummat beragama lain, tak ada masalah

Lalu dimana masalah sebenaranya? Sedangkan Islam sedari dulu tak pernah berubah. Bila masalahnya ada pada Muslim dan Islam, tentu sudah sedari dulu masalahnya

Bersambung ke posting berikutnya.. ☺️☺️☺️
Photo

Post has attachment
Para Wali Allah Itu Taat Al-Quran

Allah menyampaikan kepada kita, bahwa ada diantara hamba-hamba-Nya yang senantiasa bersiteguh mengatakan bahwa Tuhan mereka adalah Allah, lalu beristiqamah

Lalu Allah akan turunkan pada mereka malaikat-malaikat-Nya yang mengatakan "Jangan khawatir dan jangan bersedih", Allah hibur mereka langsung dengan para malaikat

Para mufassir menyampaikan bahwa ini adalah sepenggal kisah masa depan bagi mereka yang beriman lalu beramal salih dengan ketaatan yang murni sesuai syariat

Yaitu ini adalah yang dikatakan malaikat saat mereka menemui maut, dan mugkin saat itu mereka merasa khawatir dan sedih akan tanggungan yang masih mereka tinggalkan

Maka datanglah malaikat menyampaikan hal itu, dan dilanjutkan dengan "Dan bergembiralah, inilah dia surga yang sedari dulu dijanjikan kepadamu", masyaAllah

Maka begitu melihat surga yang terjanji itu, hilanglah seluruh kekhawatiran dan kesedihan akan keluarga yang ditinggalkan, perniaagaan, atau tanggungan di dunia

Bahkan, mereka kalaupun bisa akan menyampaikan kepada keluarganya untuk segera menyusul, akan kenikmatan yang telah mereka dapatkan dari Allah

Tidak hanya itu, bahkan para malaikat-Nya akan menuntun mereka saat du kubur, saat hari berbangkit, di shirathal, sampai mengantarkan mereka di surga Allah

Kepada siapa kemuliaan itu? Dalam surah Yunus: 62 Allah sampaikan mereka itulah para "wali Allah" yaitu mereka yang sennatiasa beriman dan bertakwa

Dalam surah Al-Baqarah: 38, adalah mereka yang mengikuti tiap-tiap petunjuk dalam Al-Qur'an itu yang sama seperti wali Allah, itulah yang kita selalu perjuangkan

Tidak ada yang lebih indah dari ketaatan pada Al-Qur'an, di dunia Allah limpahkan ketenagan, dan di akhirat mereka tak akan khawatir dan juga takkan merasa sedih
Photo

Post has attachment
Dari keluarga besar @YukNgajiID juga mengucapkan selamat hari raya Iedul Fitri 1438 H :D

Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Semoga Allah terima semua ibadah dari kami dan dari sahabat semua, puasa kami dan puasa sahabat semuanya

Selamat Hari Raya Iedul Fitri, 1 Syawal 1438 H

Semoga ketakwaan kita meningkat setelah sebulan berpuasa, dan kerinduan kita akan penerapan Kitabullah dan Sunnah makin menetap. Semoga Allah segerakan pertolongan-Nya pada ummat Nabi Muhammad saw

Post has attachment
Perpisahan Itu Tiba

Usai sudah masa-masa penuh berkah itu, 29 malam dimana Allah berikan tambahan rakaat-rakaat untuk mengiba dan meminta kepada-Nya, mengemis ampunan

Allah kuatkan kaki-kaki kita untuk berdiri, dan lisan kita untuk melafadzkan ayat-ayat-Nya, diringankan bagi kita tangan kita untuk senantiasa berbagi, mencari keberkahan

Setelah ini, ada 11 bulan perjuangan sebelum kita berjumpa lagi dengan malam-malam itu, yang selalu kita rindukan, begitu cepat berlalu menyisakan dalamnya kerinduan

Belum lama ia pergi, tapi sudah menyisakan kenangan, akan syahdunya bacaan Fatihah tiap tarawih, senyapnya saat itikaf, serta alunan sayup tanpa putus dari Al-Quran

Airmata yang jatuh tiap-tiap doa dipanjatkan dengan penuh harap dan cemas, menjelang berbuka dan sesaat selepasnya, adzan maghrib yang ditunggu dengan kesabaran

Duhai indahnya malam-malam itu, dimana kaki-kaki berganti memasuki masjid, memenuhi shaf-shafnya, bertakbir bersama mengagungkan Allah, dengan pengharapan

Allah bukakan hati kita untuk memahami Al-Qur'an, tambahan tenaga untuk mengkhatamkannya, dan kelembutan jiwa untuk mampu menangis saat Al-Quran dibacakan

Kita tak tahu apakah Allah berkenan atas ibadah kita di malam-malam itu, bagaimanapun kita hanya bisa berharap. Semoga ada diantara malam itu dimana kita diampunkan

Semoga Allah jadikan lapar dan haus sebagai sebab kita boleh minum dari telaga Rasulullah. Berdirinya kita di malam-malam itu sebagai saksi saat kita berdiri di yaumil hisab

Semoga lelahnya kita mendaras Al-Quran jadi sebab Al-Quran memberi syafaat bagi kita saat lisan kita tak lagi mampu berikan pembelaan bagi kita di hadapan Allah Azza wa Jalla

Semoga mata yang terjaga di malam-malamnya diharamkan dari neraka, dan harta yang dibagikan itu menjadi penyuci dan pemberat amalan salih kita dan keluarga

Semoga di tahun depan kita berjumpa lagi dengan Ramadhan, bila tidak, semoga ini Ramadhan terbaik bagi kita, hingga kita bisa masuk surga bersama keluarga kita
Photo

Post has attachment
Asal Jangan Menyinggung Penguasa

Di negeri ini, Anda bebas berkata apa saja semau anda, asal jangan menyinggung penguasa, bila Anda tetap lakukan siap-siap menanggung segala konsekuensinya

Mulai dari dituduh makar sampai menggoyang negara, bisa jadi juga muncul kasus pencucian uang sampai perbuatan mesum, di negeri ini yang palsu bisa dianggap asli

Tak peduli Anda ulama, habaib, pendidik, tokoh masyarakat, yang sudah berjasa banyak bagi ummat dan negara, bila anda menyinggung penguasa, anda musuh negara

Dipastikan nama Anda akan laku di media, media mainstream juga media sosial. Para buzzer bayaran akan menghina, cela, dan membunuh karakter anda segera

Di negeri ini, Anda bebas berkata semau Anda, seekstrim atau sesesat apapun, mulai dari semua agama sama, atau hijab tidak wajib, atau LGBT itu karunia Allah

Terserah Anda, semua tidak mengapa, alasannya negeri ini menganggap semua itu sebagai HAM, kebebasan berbicara, yah selama itu tidak menyinggung penguasa

Bahkan kalau Anda juga menyertakan yang disukai penguasa dan bagian kampanye partainya, seperti pluralisme, agama itu warisan, toleransi dan keragaman, nasib Anda baik

Anda bakal dipuji-puji, digadang-gadang sebagai ulama yang paling hebat sepanjang abad, diundang ke istana, menghiasi media, dan biasanya dikasi jabatan dan tunjangan

Jadi yang namanya kebenaran, adalah apa yang dianggap penguasa benar. Bila tak sesuai dengan tafsir penguasa, siap-siap saja dianggap anti-Pancasila, anti-NKRI

Tak peduli apapun yang sudah Anda sumbangkan untuk negeri, semuanya dianggap tidak wujud, sebab satu-satunya peran yang dianggap apabila anda mendukung partainya

Bila kepentingannya terganggu sebab Anda, maka Anda radikal. Bila Anda menjegal kepentingan politiknya, maka Anda bukan Indonesia, Anda bukan juga Pancasila

Untungnya yang memberi pahala dan siksa bukan penguasa, sebab kita mencintai Islam, kita mencintai negeri ini. Sebab kita cinta pada negeri ini, jalan terbaiknya dengan taat

Suarakan terus dakwah dan ketaatan pada Allah, yang jadi sebab kita beramal adalah Allah. kebanaran itu tak pernah datang dari manusia, hanya dari Allah semata
Photo

Post has attachment
2 Hari Dan 1 Malam Tersisa

Hanya 1 malam lagi yang tersisa bagi kita, sebelum kita ditinggal pergi Ramadhan. Tahun depan ia akan hadir kembali, yang jadi pertanyaan, masihkah kita diberi kesempatan?

Karena kita sebenarnya sedang berpacu dengan maut, apakah kita mampu mendahuluinya dengan amal salih, ataukah maut yang mendahului kita bersama penyesalan

Di awal Ramadhan mungkin diantara kita ada yang berat dalam menyambutnya, terbayang makan yang kurang, tidur yang juga sedikit, dan tambahan-tambahan ibadah

Tapi di penghujungnya kita ingin kembali menambah waktu untuk bersama Ramadhan, itulah namanya penyesalan. Hidup pun bisa jadi begitu, sadar di ujung-ujungnya

Berpikirlah kedepan, hingga kita bisa menghidupi saat ini dengan maksimal. Jangan sampai kita baru berpikir tentang saat ini ketika sudah di masa depan, menyesal namanya

Amal salih memang tak sebatas Ramadhan, hanya bila sudah disediakan banyak hadiah saja kita masih tidak semangat, apalagi ketika menjalani bulan-bulan biasa?

Ramadhan itu memang bulan latihan, dan kita berharap bila latihannya sudah bagus, maka bulan-bulan berikutnya mampu kita jalani dengan lebih bagus lagi

Masih 2 hari dan 1 malam lagi tersisa untuk betul-betul dibuat maksimal. Mengapa di sisa-sisa waktu ini kita tidak menjadikan sebagai waktu terbaik dalam Ramadhan tahun ini?
Photo

Post has attachment
Apakah Surah Al-Baqarah 62 Berbicara Pluralisme?

Liberalis dan kaum munafik berusaha melaukan semua cara untuk membenarkan yang salah, termasuk membajak ayat-ayat Al-Quran dan diartikan dengan salah

Termasuk yang sering dipakai adalah surah Al-Baqarah 62, disitu seolah dikatakan liberalis dan kaum munafik, semua agama dan kepercayaan akan dapat pahala

Padahal tidak begitu, jsutru surah Al-Baqarah 62 ini menjadi penguat bahwasanya hanya yang taat pada Allah saja yang akan mendapat balasan, tidak semuanya

Secara ringkas, kesimpulan yang bisa kita ambil dari QS 2: 62 tersebut, kaum Yahudi, Nashrani dan Shabiin yg selamat di akhirat ada dua golongan

Pertama, yang masuk Islam setelah diutusnya Rasulullah saw, beriman kepada Islam, lalu beramal salih sesuai dengan syariat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad

Kedua, yang masih murni tauhidnya sebelum diutus Rasulullah, mereka ini yang beriman pada Nabi di masanya, Beramal sesuai syariat yang diturunkan pada Nabinya saat itu

Penjabaran makna surah Al-Baqarah 62 ini saya sampaikan dalam video dengan durasi sekitar 6 menit, di tautan berikut ini >> https://youtu.be/8e-yLuGhWPU

Post has attachment
Tak Ada Yang Lebih Tinggi Dari Islam

Ide "semua agama sama" ini adalah salah satu jualan liberalis dan munafik, yang termasuk dalam program de-radikalisasi yang sebenarnya adalah de-Islamisasi

Ummat Muslim dipaksa untuk meyakini ide yang bukan berasal dari mereka, tidak pernah diajarkan oleh Allah dan Rasulullah, bahkan ide ini bertentangan dengan Islam

Yang mereka inginkan, ummat Muslim tak lagi peduli agamanya, dan memandang kebenaran itu relatif, bukan lagi dari Allah, hingga beragama atau tidak sama saja

Di lapangan, yang teriak tentang pluralisme, yang promo semua agama sama, biasanya juga buzzer dan komplotan yang sama yang kemarin mendukung para penista agama

Sementara Muslim meyakini Islam itu tinggi dan tak ada yang lebih tinggi darinya, disaat yang sama kita pun mengasihi dan menghormati yang berbeda dengan kita

Tapi menghargai pluralitas atau keberagaman bukan berarti kita juga harus mengakui pluralisme atau konsep semua agama itu sama, itu dua hal yang berbeda

Meyakini Islam sebagai satu-satunya agama yang benar itu bagian aqidah, sedang bermuamalah yang baik dengan semua yang beragama lain itu juga diatur syariat

Alhamdulillah, inilah Islam, yang bisa tetap bertoleransi tanpa mengorbankan aqidah, yang menghormati pemeluk agama lain tanpa harus berkata semua agama sama

Video tentang tema ini, saya sampaikan dalam waktu kurang dari 7 menit, silakan klik tautan ini, semoga bermanfaat dan memberikan kebaikan >> https://youtu.be/orzAL8ij_JY

Post has attachment
Ada Keindahan Dibalik Ujian

Dalam tiap kesulitan tersimpan kemudahan yang sedemikian banyak, dalam tiap-tiap kesusahan juga tersedia ganjaran yang setara, itulah rumus dalam agama

Sebagaimana pelaut ulung ujiannya di samudera ganas, dan tembikar berkelas muncul dari proses pembakaran yang khas, prestasi itu mengharuskan pengorbanan

Untuk tiap-tiap doa yang dilisankan kepada Allah, sudahkan kita menyertainya dengan usaha yang sesuai? Sebagaimana Allah tegaskan dalam surah Al-Fatihah

Bagi permintaan yang kita sampaikan pada Allah, didahului ianya dengan ibadah yang sepadan. Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in. Itu rahasia dalam meminta

Maka semakin istimewa pinta kita pada Allah, seharusnya kita juga menyediakan ibadah yang tidak biasa. Sesuatu yang karena itu Allah memperhatikan kita

Sebagaimana dikisahkan kepada kita tentang Nabi Ibrahim yang menginginkan keturunan dari istrinya Sarah, setingkat Nabi saja harus melakukan hal yang istimewa

Kisah ini tertuang indah dalam QS 11: 69-73 dan QS 51: 24-30, bagaimana Nabi Ibrahim menjamu tamu yang tak biasa, di waktu yang tak biasa, dengan cara istimewa

Tapi seringkali kita inginkan hanya hasilnya saja, namun tak mau jalankan prosesnya. Mau prestasi tapi tak mau berkorban, mau jadi pelaut ulung tapi hanya di dermaga saja

Mau surga tapi tak mau taat, enggan sengsara tapi tak mau lepas dari maksiat, padahal kita tahu bahwa tak ada bahagia tanpa berlelah, tak ada nikmat tanpa usaha

Renungkanlah kisah-kisah para Nabi yang dikaruniakan nikmat oleh Allah, maka Allah menguji mereka terlebih dahulu. Maka kita pun sama, ada ujian juga bagi kita

Dan dibalik tiap ujian ada kebaikan dari Allah, asalkan kita mau menjalaninya dengan istiqamah dalam ketaatan, maka Allah akan balas dengan balasan terindah
Photo
Wait while more posts are being loaded