Profile

Cover photo
fatur rohman
17,592 views
AboutPostsPhotosVideos

Stream

fatur rohman

Shared publicly  - 
2

fatur rohman

Shared publicly  - 
 
Pagi terlalu pagi,selamat pagi :)
 ·  Translate
1

fatur rohman

Shared publicly  - 
 
 
ERDOGAN: “IF MUSLIMS HAVE KILLED, WHY OBAMA IS NOT TALK?”


Ankara-Turkish President Recep Tayyip Erdogan criticized the US President Barrack Obama, who did not comment on the killing of three Muslim students in North Carolina, Tuesday (9/2).

"If you say anything when he saw the incident as it was, and did not make a statement, the world also will not say anything to you," Erdogan said in a press conference with Mexican President Enrique Pena Nieto in Mexico City.

Until the fourth day after the murder, Obama, Vice President Joe Biden, and Secretary of State John Kerry, DID NOT SPEAK. ALL THREE DID NOT CONSIDER MURDER AS RACIST AND RELIGIOUS HATRED THAT NEVER EXISTED.

Shaddy Deah Deah spousal Barakat (23) and Mohammad Abu-Salha Yusor, and Razan Mohammad Abu-Salha (19), was shot dead in the head by Craig Stephen Hicks in student apartments in *Chapel Hill, North Carolina.

Mohammad Abu-Salha, Yusor and Razan's father, said the killing was motivated hatred against Muslims. Police earlier said the killing was motivated by a dispute in the parking lot.

"Hicks interfere with my daughter and her husband several times. He spoke as he handed me the gun," said Abu Salha.

The shooting caused outrage among Muslims around the world. Many have claimed the incident was getting more attention if the assailant was a Muslim and non-Muslim victims. (inilah.com)


==================================
INDONESIA
==================================

ERDOGAN: “MUSLIM DIBUNUH, MENGAPA OBAMA DIAM?”


Ankara-Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam Presiden AS Barrack Obama yang sama sekali tidak berkomentar atas pembunuhan tiga pelajar Muslim di North Carolina, Selasa (9/2).

"Jika Anda diam saja ketika melihat insiden seperti itu, dan tidak membuat pernyataan, dunia juga akan diam saja pada Anda," ujar Erdogan dalam konferensi pers bersama Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto di Mexico City.

Sampai hari keempat sejak pembunuhan itu, Obama, wapres Joe Biden, dan Menlu John Kerry, SAMA SEKALI TIDAK BERBICARA. KETIGANYA SEOLAH TIDAK MENGANGGAP PEMBUNUHAN BERBAU RASIS DAN KEBENCIAN AGAMA ITU TIDAK PERNAH ADA.

Suami-istri Deah Deah Shaddy Barakat (23) dan Yusor Mohammad Abu-Salha, dan Razan Mohammad Abu-Salha (19), *tewas ditembak di kepala oleh Craig Stephen Hicks di apartemen pelajar di Chapel Hill, North Carolina.

Mohammad Abu-Salha, ayah Yusor dan Razan, mengatakan pembunuhan tersebut dimotivasi kebenciannya terhadap umat Islam. Polisi sebelumnya mengatakan pembunuhan itu dimotivasi sengketa di halaman parkir.

"Hicks mengganggu putri saya dan suaminya beberapa kali. Ia bicara seraya menyodorkan pistol," ujar Abu Salha.

Penembakan menyebabkan kemarahan kalangan umat Islam di seluruh dunia. Banyak yang mengklaim insiden itu mendapatkan perhatian lebih jika penyerangnya seorang Muslim dan korbannya non-Muslim. (inilah.com)


 ·  Translate
104 comments on original post
1

fatur rohman

Shared publicly  - 
 
Pagi dunia :)
 ·  Translate
1

fatur rohman

Shared publicly  - 
 
Lama gak main G+ :D
1

fatur rohman

Shared publicly  - 
 
 
TNI AU Ancam Tembak Jatuh Bomber Australia

Tanggal 4 September 1999, menjadi peristiwa bersejarah bagi rakyat Timor Leste. Tepat pada hari itu pula, negeri yang terletak di Pulau Timor ini melepaskan diri dari Indonesia. Di mana dalam hasil jajak pendapat memperlihatkan 78,5 persen warganya ingin berpisah dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Namun, tidak semua orang mau menerima hasil itu, kelompok pro-integrasi malah menyerang kelompok anti-integrasi hingga membuat Dili, ibu kota Timor Leste, mencekam. Kekacauan yang terjadi di kota tersebut membuat Indonesia mendapat kecaman, bahkan Australia mengambil tindakan dengan mengusulkan pembentukan The International Force of East Timor (Interfet).

Pasukan ini terpaksa diterima Indonesia setelah serangkaian tekanan dan kritik keras dari Amerika Serikat, Australia, Inggris, Prancis, Jepang hingga PBB terhadap upaya pengamanan. Padahal, dalam perjanjian New York, Indonesia berjanji memberikan pengamanan selama berlangsungnya jajak pendapat.

Kehadiran Interfet justru membuat publik Tanah Air merasa gerah, rakyat merasa Indonesia sedang ditelanjangi habis-habisan oleh pasukan asing. Meski dikritik sana sini, pemerintah hanya diam. Namun, TNI saat itu masih bertindak tegas terhadap pasukan asing, terutama Australia yang ingin membawa pesawat pembomnya ke Timor Leste.

Ketika media sedang gencar memberitakan kedatangan pasukan Interfet, AU Australia meminta izin untuk membawa masuk pesawat pembom strategis jenis F-111C ke Timor Leste. Mendengar itu, Panglima Komando Operasi TNI-AU 2, Marsekal Madya Ian Santoso Perdanakusuma naik pitam, dia tidak memberikan izin pesawat tersebut untuk masuk.

“If you cross our border, I’ll shoot you down,” ancam Ian dengan tegas dan singkat, seperti disandur dalam buku ‘Mengawali Integrasi Mengusung Reformasi: Pengabdian Alumni Akabri Pertama 1970′, Cetakan Pertama, September 2012.

Ian yakin Australia tak akan berani menyeberangkan pesawat tersebut hingga ke Timor Leste. Tak mau disebut gertak sambal, dia pun memerintahkan 12 jet tempur, yakni A-4 Skyhawk, Hawk 200 serta F-16 Fighting Falcon lengkap dengan rudal, radar deteksi disiagakan. Bahkan, dia juga mempersiapkan Lanud di Makassar, Kupang, Surabaya, Malang dan Madiun sebagai tempat pendaratan alternatif.

Ian juga mempersiapkan pesawat Hercules C-130 di Lanud Abdurrahman Saleh di Malang agar bisa mendukung penerbangan A-4 Skyhawk. Selama mempersiapkan mesin perang tersebut, Ian juga telah memperhitungkan untung ruginya jika memang terjadi pertempuran di udara.

“Dua kali gempur. Saya yakin tidak akan ada yang ketiga, karena pasti sudah sama-sama habis,” ucap putra pahlawan nasional Halim Perdanakusuma ini.

Mendapat ancaman itu, nyali Australia ciut juga. Mereka membatalkan pengiriman pesawat-pesawat tersebut ke Timor Leste. Meski begitu, TNI beberapa kali mendapati penerbangan gelap (black flight) di dekat wilayah udara Indonesia, diduga dilakukan militer Australia
sumber: merdeka

Mudah-mudahan peristiwa kelam tersebut tidak akan terjadi, NKRI harga mati ayo jaga bersama.

#tniau   #timorleste   #pbb   #australia  
ads: http://www.bosacemaxs.web.id
 ·  Translate
178 comments on original post
1

fatur rohman

Shared publicly  - 
 
 
Kodim Aceh Utara Temukan 13 Hektare Ganja

Tanaman ganja
Banda Aceh- Sebanyak 13 hektare ladang ganja setinggi 40 cm hingga 1 meter ditemukan personil TNI dari Kodim 0103 Aceh Utara. Tanaman ganja ini berada di kawasan perbukitan Desa Alue Garut, Kecamatan Sawang Aceh Utara, Selasa (10/2) petang.

Dandim Aceh Utara Letkol Inf Iwan Rosandriyanto kepada wartawan mengatakan penemuan lahan ganja seluas 13 haktare di kawasan Kecamatan Sawang ini berawal dari informasi yang didapatkan anggota Koramil 19 Kapten Inf Roni Mahendra, informasi tersebut didapatkan saat menggelar pertemuan dengan masyarakat untuk membuka lahan tidur di wilayah itu.

Pada pertemuan tersebut, muncul informasi dari masyarakat bahwa ada ladang ganja di beberapa titik di kawasan perbukitan di Desa Alue Garut Kecamatan Sawang. Informasi ini kemudian diteruskan oleh Danramil kepada Dandim 0103. Begitu mendapatkan laporan tersebut, Dandim 0103/Aceh Utara langsung memerintahkan Dan Unit Intel Kodim Lettu lnf Gunawan Siregar untuk melaksanakan penyelidikan terkait kebenaran informasi tersebut.

Setelah dicek kebenarannya, Dan Unit langsung melaporkan kepada Dandim yang kebetulan sedang meninjau lahan kedelai di kecamatan Banda Baro. Tanpa menunggu waktu lama, Dandim beserta 30 anggota langsung menuju lokasi dan melaksanakan pembersihan di lokasi tanaman ganja yang tersebar di beberapa titik seluas 13 ha yang telah tumbuh dengan ketinggian bervariasi antara 40 cm hingga 200 cm dengan jumlah pohon sebanyak 6.000 lebih.

Terkait penemuan kebun ganja itu, aparat TNI dari Kodim Aceh Utara masih berada di lokasi penemuan ganja. Sejumlah barang bukti yang ditemukan TNI selanjutnya akan diserahkan kepada Kapolres setempat untuk pengusutan lebih lanjut, papar Dandim.(

Penulis: Muhammad Hamzah/PCN

Sumber:Suara Pembaruan
 ·  Translate
View original post
1
Story
Tagline
Takut hidup mati sekalian!
Bragging rights
Belum ada sekarang,tapi besok pasti ada😊
Links