Profile cover photo
Profile photo
Bambang Aroengbinang
87 followers
87 followers
About
Bambang's posts

Post has attachment

Post has attachment

Post has attachment

Post has attachment

Post has attachment

Post has attachment
Arca Totok Kerot adalah tempat pertama yang kami kunjungi di Kediri, setelah sebelumnya kami dijemput oleh Mas Sanusi di Stasiun Kediri pada sebuah pagi, beberapa saat setelah turun dari Kereta Api Gajayana yang berangkat dari Jakarta malam sebelumnya. Selama di Kediri, Mas Sanusi-lah yang menemani kami berkeliling ke banyak tempat di Kediri.

Adalah Myra Diarsi yang memperkenalkan kami dengan mas Sanusi, yang ternyata juga senang pergi berkelana ke tempat-tempat bersejarah di Kediri. Sebagian tempat itu belum sempat dikunjunginya meskipun ia telah cukup lama tinggal di kota itu sejak mengelola sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat yang berurusan dengan penyakit sosial.

Lokasi Arca Totok Kerot berada di tepian ladang jagung dan tanaman tebu, diletakkan di atas sebidang tanah terbuka yang dikelilingi oleh bilah pagar besi. Jalan di depan area Arca Totok Kerot Kediri ini sudah dibuat dengan cukup rapi dan lumayan lebar. Ada pula sebuah warung sederhana di dekat situs yang menjual minuman dan makanan ringan.

Post has attachment
Gedung Arsip Nasional yang berada di Jl Gajah Mada Jakarta saya kunjungi setelah beberapa hari sebelumnya sempat mencari-cari lokasinya dari dalam Bus TransJakarta ketika dalam perjalanan menuju ke Taman Fatahillah. Meskipun selintas, gedung tua elok itu terlihat dan memudahkan saya ketika berkunjung ke sana ditemani oleh Pak Dayat.

Gedung Arsip Nasional Republik Indonesia ini tampaknya satu-satunya gedung di sepanjang Jl Gajah Mada dan Jl Hayam Wuruk, yang memiliki halaman sangat luas, sebuah kemewahan luar biasa di Kota Jakarta yang harga tanahnya setinggi langit. Tak heran jika Gedung Arsip Nasional sempat akan dibongkar untuk dijadikan mal. Syukur gagal.

Petugas di pos jaga memberi tanda untuk langsung mengarah ke kanan, ke tempat parkir kendaraan. Setelah turun dan memasuki ruangan depan Gedung Arsip Nasional, saya menyapa Satpam yang sudah sepuh dan mengisi buku tamu. Karena sedang ada pameran lukisan yang disponsori Kedubes Italia, maka saya pun mencatat nama di dua buku tamu.

Post has attachment
Kompleks Makam Tumenggung Kalapaking atau Kolopaking berada di sebuah perbukitan kecil di Desa Kalijirek, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Makam ini saya kunjungi hanya beberapa saat setelah meninggalkan area Makam Tan Peng Nio Kalapaking yang berada di tengah sawah kering di Desa Jatimulyo.

Dari tepi jalan di pinggir sawah itu kami berkendara menuju arah ke selatan, ketika mentok belok kanan sedikit di Jl Letjen HM Sarbini dan lalu belok ke kiri dan terus berkendara hingga sampai di tanjakan pertigaan Desa Kalijirek dengan gerbang Makam Tumenggung Kalapaking ada di sebelah kanan. Jarak kedua makam itu hanya sekitar 350 meter.

Saya turun dari kendaraan di depan pintu gerbang Makam Tumenggung Kalapaking, sementara Bambang mencari informasi tentang kuncen dan mencari lokasi untuk parkir kendaraan yang lebih aman. Itu lantaran gerbang makamnya berada di pojokan jalan dengan dinding tinggi sehingga membatasi jarak pandang kendaraan yang akan berbelok.

Post has attachment
Pohon Beringin Trembesi Pekalongan kami ketahui saat melintas di jalanan di dekatnya, dan diberi tahu tentang keunikan pohon tua ini oleh Dodi (rental mobil Bima Sakti Pekalongan 0856 4004 5111). Dodi pula yang rajin mengantar kami saat berkeliling di sekitar Pekalongan. Pelayanan dan pengetahuan areanya bagus, sehingga merasa puas menyewa mobil darinya.

Meskipun telah melihatnya sebelum menyeberang jembatan Sungai Kupang saat tengah berkendara menuju ke Museum Batik Pekalongan, namun kami baru berhenti di pinggir jalan di dekat pohon Beringin Trembesi itu beberapa saat setelah berkunjung ke museum. Pohon itu ada di pinggiran Sungai Kupang, di ujung tanah lapang yang cukup luas.

Post has attachment
Sudah lama berkeinginan berkunjung ke Air Panas Gunung Pancar, baru beberapa minggu lalu niat itu akhirnya terpenuhi, ditemani Wied yang sedang libur semesteran. Lokasi Air Panas Gunung Pancar ini berada di Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, melewati kawasan Sentul City dan Taman Wisata Alam Gunung Pancar.

Keluar Klender kami masuk tol Prumpung, lanjut Tol Jagorawi. Biasanya saya masuk dari pintu tol Bintara, yang pagi itu saya hindari lantaran sering terjadi kepadatan jelang simpang ke Jalan Tol Cikampek. Cek ulang lokasi Air Panas Gunung Pancar dengan memplot data GPS di Google Map memberi kepastian bahwa kami keluar di Tol Sentul City.

Peralatan GPS saya nyalakan. Informasi Air Panas Gunung Pancar ternyata ada, meski data GPS tidak saya perbarui lebih dari empat tahun. Selesai membayar di pintu tol Sentul City, mentok di pertigaan kami belok kiri memasuki kawasan perumahan Sentul City. Jika kanan kita akan masuk Jalan Tol Lingkar Luar Bogor arah Kedung Halang.
Wait while more posts are being loaded