Profile cover photo
Profile photo
Heri Syaifudin
20 followers
20 followers
About
Heri's posts

Post has attachment

Post has attachment
5 Fase Dunia Akhir Zaman Umat nabi Muhammad SAW

Post has attachment
Fase Kehidupan Umat Islam

Post has attachment

Post has attachment
Manfaat Tembakau Bagi Kesehatan (Mari Berfikir)

Post has attachment
Kebutuhan Biologis Suami Tidak Bisa Di Tunda - Khalid Basalamah

Post has attachment
Muhammad Rayyan Al Fatih.
Lahir 15 Februari 2016. Heri Syaifudin - Miswari Budi Prahesti

Post has attachment
Anak umur 6 – 12 bulan memiliki perkembangan yang pesat, sesuai dengan anjuran posyandu maka ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk merangsang perkembangan bayi umur 6 – 12 bulan ini. Tujuan meransang perkembangan ini agar dia dapat tumbuh secara maksimal. Disini diminta ketelatenan Ibu atau ayah yang selalu dekat dengan anak, beberapa hal yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut:
Bayi umur 6 bulan sudah bisa diajari untuk duduk tegak, bermain cilukba, dan lain-lain selengkapnya dapat dilihat di sini. adapun hal-hal yang perlu dilakukan untuk merangsang perkembangannya di masa ini:
Ajari anak untuk bisa duduk tegak tanpa bersandar.
Ajak anak bermain ci luk ba.. biasanya bayi akan tertawa bila kita ajak bermain cilukba ini.
Ajarkan dia memegang benda kecil dengan menggunakan 2 jari mereka hal ini akan berguna bagi anak untuk memegang makanan seperti biskuit.
Ajari juga cara makan biskuit pada anak, awasi mereka ketika memakan biskuit, terkadang bayi 6 –8 bulan masih suka tersedak karena menelan biskuit yang telalu besar ukurannya. Untuk itu pilihlah biskuit yang mudah larut.
1. Ajari dia berdiri dengan berpegangan, juga jalan berpegangan (dipapah).
2. Biasakan mengobrol dengan anak (mengajak mereka berbicara)
3. Latih mereka mengucapkan kata-kata sederhana seperti mama papa dan lain-lain.
4. perhatikan mainan yang anda beli untuk bayi umur 6 – 12 bulan, anak pada usia ini suka memukul-mukul mainan mereka jadi belilah mainan yang aman untuk dipukul-pukul.
Pada usia 9 bulan anak bayi sudah mampu melakukan beberapa hal seperti berikut ini:
1. Merayap dan berusaha berdiri dengan berpegangan pada meja dan kursi yang dapat mereka jangkau, jadi amankan daerah sekitar itu agar tidak terjadi bahaya pada anak bayi, seperti gelas, piring dan benda-benda lain yang mudah pecah dan berbahaya untuk anak kecil.
2. Memunguti benda kecil yang ada di lantai, jadi jangan sampai benda-benda kecil berbahaya beserakan di lantai.
3. Pada saat ini dia sudah bisa bermain tepuk tangan main ciluk ba juga mencari mainan mereka atau benda yang dijatuhkan, jadi jangan anda biasakan makan berdiri di sekitar bayi terutama makanan yang bisa menyebabkan remah-remah seperti kerupuk, mereka akan mengambil remahan tersebut dan memakannya.
4. Pada umur 9 – 12 bulan anak sudah bisa makan biskuitnya sendiri tanpa harus dilunakkan terlebih dahulu.
Jika pada usia 9 bulan bayi belum bisa melakukan hal tersebut diatas sebaiknya bawa ke bidan atau dokter anak untuk berkonsultasi. Itulah hal-hal yang perlu dilakukan untuk merangsang pertumbuhan pada umur 6 – 12 bulan semoga bermanfaat untuk kita semua. Tulisan ini berdasarkan pengalaman dan anjuran posyandu.


Muhammad Rayyan Al Fatih.
Lahir 15 Februari 2016. Heri Syaifudin - Miswari Budi Prahesti

Post has attachment
Anak umur 6 – 12 bulan memiliki perkembangan yang pesat, sesuai dengan anjuran posyandu maka ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk merangsang perkembangan bayi umur 6 – 12 bulan ini. Tujuan meransang perkembangan ini agar dia dapat tumbuh secara maksimal. Disini diminta ketelatenan Ibu atau ayah yang selalu dekat dengan anak, beberapa hal yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut:
Bayi umur 6 bulan sudah bisa diajari untuk duduk tegak, bermain cilukba, dan lain-lain selengkapnya dapat dilihat di sini. adapun hal-hal yang perlu dilakukan untuk merangsang perkembangannya di masa ini:
Ajari anak untuk bisa duduk tegak tanpa bersandar.
Ajak anak bermain ci luk ba.. biasanya bayi akan tertawa bila kita ajak bermain cilukba ini.
Ajarkan dia memegang benda kecil dengan menggunakan 2 jari mereka hal ini akan berguna bagi anak untuk memegang makanan seperti biskuit.
Ajari juga cara makan biskuit pada anak, awasi mereka ketika memakan biskuit, terkadang bayi 6 –8 bulan masih suka tersedak karena menelan biskuit yang telalu besar ukurannya. Untuk itu pilihlah biskuit yang mudah larut.
1. Ajari dia berdiri dengan berpegangan, juga jalan berpegangan (dipapah).
2. Biasakan mengobrol dengan anak (mengajak mereka berbicara)
3. Latih mereka mengucapkan kata-kata sederhana seperti mama papa dan lain-lain.
4. perhatikan mainan yang anda beli untuk bayi umur 6 – 12 bulan, anak pada usia ini suka memukul-mukul mainan mereka jadi belilah mainan yang aman untuk dipukul-pukul.
Pada usia 9 bulan anak bayi sudah mampu melakukan beberapa hal seperti berikut ini:
1. Merayap dan berusaha berdiri dengan berpegangan pada meja dan kursi yang dapat mereka jangkau, jadi amankan daerah sekitar itu agar tidak terjadi bahaya pada anak bayi, seperti gelas, piring dan benda-benda lain yang mudah pecah dan berbahaya untuk anak kecil.
2. Memunguti benda kecil yang ada di lantai, jadi jangan sampai benda-benda kecil berbahaya beserakan di lantai.
3. Pada saat ini dia sudah bisa bermain tepuk tangan main ciluk ba juga mencari mainan mereka atau benda yang dijatuhkan, jadi jangan anda biasakan makan berdiri di sekitar bayi terutama makanan yang bisa menyebabkan remah-remah seperti kerupuk, mereka akan mengambil remahan tersebut dan memakannya.
4. Pada umur 9 – 12 bulan anak sudah bisa makan biskuitnya sendiri tanpa harus dilunakkan terlebih dahulu.
Jika pada usia 9 bulan bayi belum bisa melakukan hal tersebut diatas sebaiknya bawa ke bidan atau dokter anak untuk berkonsultasi. Itulah hal-hal yang perlu dilakukan untuk merangsang pertumbuhan pada umur 6 – 12 bulan semoga bermanfaat untuk kita semua. Tulisan ini berdasarkan pengalaman dan anjuran posyandu.



Muhammad Rayyan Al Fatih.
Lahir 15 Februari 2016. Heri Syaifudin - Miswari Budi Prahesti

Post has attachment
Perkembangan bayi usia 6 bulan ini bayi mulai untuk berusaha duduk sendiri tanpa bantuan orang lain dan tanpa perlu sandaran. Pada tahapan awal memang sulit dilakukan. Bayi akan berusaha duduk dengan bantuan topangan oleh tangan/lenganya. Jika dibiasakan lama – lama bayi akan mampu untuk duduk dengan tanpa bantuan topangan tangan/lengan. Untuk itu, Ibu perlu melatihnya karena bayi usia 6 bulan belum mempunyai kekuatan punggung yang cukup.
Bantulah bayi berlatih duduk dengan memangkunya. Peganglah mainan yang menarik bagi mereka kemudian mainkan dengan menjauhkan dan mendekatkan mainan tersebut kepada bayi. Hal itu akan merangsang bayi untuk melakukan aktivitas sembari duduk dengan meraih mainannya. Setelah terbiasa, coba untuk meletakkan bayi di lantai yang empuk dan buat dia duduk. Sembari duduk di lantai, berikan dia mainan dengan cara yang sama seperti di atas.
Apabila tertarik dengan suatu benda, bayi akan menunjuk benda tersebut dengan mengangkat lengan seolah – olah dia bertanya “benda apa itu?”. Jika si bayi diberikan mainan di tangannya, dia akan memperhatikannya sejenak kemudian memasukkan mainan itu ke dalam mulut. Jika di awal dia memegangnya dengan tangan kanan maka setelah itu dia akan memindahkannya ke tangan kiri. Jika di hadapannya ada mainan lagi maka dia akan meraihnya dengan menggunakan tangan kanan, sehingga kedua tangannya memegang mainan.

Muhammad Rayyan Al Fatih.
Lahir 15 Februari 2016. Heri Syaifudin - Miswari Budi Prahesti
Wait while more posts are being loaded