Profile cover photo
Profile photo
Bpk Palembang
1 follower
1 follower
About
Communities and Collections
Posts

Post has attachment
PILIHAN SUMBER ENERGI RUMAH TANGGA PEDESAAN (STUDI KASUS DI KOTA PAGAR ALAM)

Post has attachment
Tomentella sp: Promiscuos Species of Ectomycorrhizal for Dipterocarps Forest Rehabilitation

Terminology of Promiscuous species taken from promiscuity definition. Promiscuity is common in many animal species. Same species have promiscuous mating syste, ranging from polyansry and polygyny to mating system with no stable relationships where mating between two individuals is a one-time event. Many species form stable pair bands, but still mate with other individuals outside the pair (Wikipedia, 2016). In symbiosis association, promiscouous species is used to state symbiosis character that showed by associsted between symbiont with more than one symbiont. The research of symbiosis association between Dipterocarps with ectomycorhizal (2011-2015), that located in Sungai Telang forest, found promiscuous species on ectomycorrhizal Tomentella sp. This association character is found in various species of Dipterocarps, both mature tree and seedlings.

sumber: http://www.bpk-palembang.org/publikasi/poster/tomentella-sp-promiscuos-species-of-ectomycorrhizal-for-dipterocarps-forest-rehabilitation.html
Photo

Post has attachment

Post has attachment
Prosiding Lokakarya Teknisi Litkayasa



Teknisi Litkayasa merupakan jabatan fungsional yang sangat penting di lingkup Badan Litbang dan Inovasi, karena menjadi mitra bagi peneliti dan perekayasa dalam mengembangkan iptek yang berorientasi pada peningkatan nilai tambah serta sebagai pelaksana formula-formula yang telah dihasilkan oleh para peneliti. Untuk mendukung peran penting tersebut, perlu upaya peningkatan pengetahuan ilmiah Teknisi Litkayasa melalui penyelenggaraan lokakarya.

Lokakarya Teknisi Litkayasa yang dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 2015 di Ruang Rapat Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Palembang dengan tema “Peran Teknisi Litkayasa sebagai Mitra Penelitian Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan”, juga dilatarbelakangi masih minimnya wadah ilmiah bagi Teknisi Litkayasa di lingkup Badan Litbang dan Inovasi (BLI) untuk saling asah, asih dan asuh melalui diskusi, transfer pengetahuan dan sharing pengalaman, serta untuk mendapatkan umpan balik (feed back) bagi peningkatan kualitas penelitian dan pengembangan.

Lokakarya menampilkan presentasi serta sharing pengalaman 18 orang teknisi litkayasa dari hasil pendampingan beragam kegiatan litbang di instansi masing-masing. Peserta kokakarya meliputi Teknisi Litkayasa lingkup BLI, peneliti, penyuluh, Pengendali Ekosistem Hutan (PEH), perwakilan dari KPH lingkup Provinsi Sumsel, serta Prof. Dr. Gustan Pari, M.Si sebagai pembicara kunci dan motivator bagi teknisi litkayasa agar semakin semangat berkarya sebagai teknisi litkayasa.

Prosiding ini memuat semua makalah yang dipresentasikan, makalah penunjang serta proses sharing pengalaman dan transfer pengetahuan yang berlangsung pada lokakarya. Apresiasi dan ucapan terimakasih disampaikan kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan lokakarya dan dalam penyusunan prosiding ini.

Post has attachment

Post has attachment
Kolaborasi dengan BP2LHK Palembang, P3SEKPI gelar FGD Kesiapan Implementasi REDD+ di Sumsel



BP2LHK Palembang (24/10/2016). Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Palembang berkesempatan menjadi mitra Pusat Litbang Sosial Ekonomi Kebijakan dan Perubahan Iklim (P3SEKPI) dalam menyelenggarakan Workshop Penilaian Mandiri Kesiapan Implementasi REDD+ di Provinsi Sumatera Selatan. Acara tersebut dilaksanakan pada hari Senin (10/10/2016), di Hotel Aston Palembang.

Peserta workshop ini terdiri dari peneliti, akademisi, pemerintah daerah, praktisi, POKJA REDD+ Sumsel, dan organisasi non pemerintah. Sebelum penilaian mandiri dimulai peserta dibekali dengan gambaran tentang kesiapan REDD+ pada tingkat nasional dan perbandingan dengan negara lain yang disampaikan oleh Dr. Kristiana Tri Wahyudiyati yang menyampaikan materi Kesiapan Kerangka Penilaian REDD+: Review dan Pembelajaran dari Negara lain. Menurut Dr. Tri, penilaian mandiri terhadap kemajuan dan kesiapan implementasi REDD+ merupakan prasyarat bagi negara pengusul yang mengikuti skema pendanaan karbon (Carbon Fund) dari Forest Carbon partnership Facility (FCPF). Indonesia adalah salah satu negara yang memilih skema ini, oleh karena itu pelaksanaan workshop tersebut digelar.

Post has attachment

Post has attachment
KHDTK Benakat Mulai Dilirik Pemerintah PALI

Post has attachment
Pertumbuhan diameter & tinggi pohon gaharu
Photo

Post has attachment
Undang Para Pihak, ICRAF Paparkan Rencana Penyusunan Pertumbuhan Hijau Sumatera Selatan
Wait while more posts are being loaded