Profile cover photo
Profile photo
shodik ahmad hasan
115 followers
115 followers
About
shodik's posts

Post has shared content
من فوائد الصفحة ٤٠٣:
١- استعجال الكافر بالعذاب دليل على حمقه.
٢- باب الهجرة من أجل سلامة الدين مفتوح.
٣- فضل الصبر والتوكل على الله.
٤- الإقرار بالربوبية دون الإقرار بالألوهية لا يحقق لصاحبه النجاة والإيمان.
Photo

Post has attachment
PhotoPhotoPhotoPhotoPhoto
20/03/17
20 Photos - View album

Post has attachment
PhotoPhotoPhotoPhotoPhoto
24/01/17
10 Photos - View album

Post has shared content
Ya Allah yg LIKE dan SHARE semoga bertambah Rizki-NYA...aamiin
Photo

Post has attachment

Post has attachment

Post has attachment
PhotoPhotoPhotoPhoto
2016-04-10
4 Photos - View album

Post has shared content
Inilah 5 Khasiat Surat Alam Nasyroh, No 2 Paling Dahsyat │ Surat Al Insyirah atau yang biasa disebut surat Alam Nasyroh seringkali kita dengar dan baca ketika melaksanakan shalat wajib. Ini karena surat tersebut tergolong pendek dan mudah untuk dihafal.

Tak hanya berbuah pahala, beragam surat dalam Al Quran juga mengandung keutamaan dan khasiat yang beragam. Surat Al Insyirah pun tentu saja memiliki keutamaan yang sangat dibutuhkan oleh manusia untuk menjalani kehidupan yang lebih baik dan ujung-ujungnya adalah untuk bisa lebih banyak beramal kepada Allah.


Tak banyak yang mengetahui tentang fadilah Al Insyiroh. Oleh karenanya berikut akan kami paparkan manfaat surat Al Insyirah yang sangat dahsyat tersebut.

1. Akan Diberi Kelapangan Dalam Hidup

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Barang siapa membaca surat Al Insyirah seperti ia mendatangi aku dan aku mengambil kesempatan maka menjadi suatu kelapangan dariku.”

Tentunya setiap orang menginginkan kelapangan dalam hidupnya baik itu dalam pekerjaan, rumah tangga ataupun kehidupan sosial. Karenanya dawamkan surat Al Insyirah ini sesering mungkin.

2. Dimudahkan Dan Dilancarkan Rezekinya

Agar bisa dimudahkan dan dilancarkan dalam menggapai rezeki, maka kita diharuskan membaca surat Al Insyirah ketika selesai shalat fardhu. Bacalah surat ini setelah berdzikir atau di sela-sela dzikir yang biasa kita lakukan. InsyaAllah pertolongan Allah akan segera mendekat.

3. Dilapangkan Hatinya

Masalah yang bertubi-tubi bisa membuat hati menjadi sempit dan berputus asa. Karenanya bagi seorang yang beriman diharuskan membaca surat ini ketika tengah mengalami kesulitan. Dalam salah satu ayatnya pun Allah berfirman, “Sesungguhnya bersama kesusahan ada kemudahan.” Oleh karenanya kita harus optimis bahwa Allah akan menolong hambaNya selagi kita terus memperbaiki diri dan memohon kepadaNya.

4. Dikaruniakan Kekayaan Yang Melimpah

Bagi yang ingin kehidupannya lebih baik, cobalah untuk mendawamkan surat Al Insyirah sebanyak 40 kali setelah shalat fardhu. Lakukan selama 7 hari berturut-turut setiap waktunya. InsyaAllah rezeki yang melimpah akan segera didapat.

5. Dimudahkan Memperoleh Pekerjaan

Bagi yang kesulitan mendapatkan pekerjaan, cobalah laksanakan shalat sunat mutlak dua rakaat. Bacaan surat di dalam shalat tersebut bebas sesuai dengan yang kita bisa. Kemudian setelah shalat, bacalah surat Al Insyirah sebanyak huruf dari surat tersebut. Setelah itu mohonkanlah apa yang menjadi keinginan kita.

Itulah beberapa fadilah, manfaat dan keutamaan dari surat Al Insyirah yang bisa diamalkan dengan mudah. Lakukan semuanya dengan mengharapkan pertolongan dari Allah Ta’ala. Selain itu pahami juga artinya agar keyakinan kita semakin bertambah kuat.

Wallahu A’lam
Photo

Post has shared content
MARHABAN YA RAJAB SYAHRULLOH

BISMILLAHIROHMANIRROHIM

semoga ada manfaatnya

PUASA SUNNAH BULAN RAJAB

Dalam hitungan kalender hijriyah, bulan rajab merupakan bulan ketujuh. Bulan ini termasuk salah satu bulan haram (suci) dan/atau bulan yang dimuliakan. Karena merupakan bulan haram, maka tidak heran jika dikalangan masyarakat muslim banyak yang melakukan amal-amalan ketaatan di bulan ini, termasuk menunaikan puasa sunnah rajab.  

Terdapat 4 (empat) bulan haram yang dikenal tradisi Islam, ketiganya secara berurutan adalah: Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan satunya adalah bulan Rajab. Beberapa alasan kenapa bulan-bulan tersebut dinamakan bulan haram adalah :
Pada bulan tersebut diharamkan berbagai pembunuhan. Orang-orang Jahiliyyah pun meyakini demikian.
Pada bulan tersebut larangan untuk melakukan perbuatan haram lebih ditekankan daripada bulan yang lainnya karena mulianya bulan itu. Demikian pula pada saat itu sangatlah baik untuk melakukan amalan ketaatan. (Lihat Zaadul Masiir, tafsir surat At Taubah ayat 36)


Allah SWT berfirman :
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

Artinya :
Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu Menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa. (QS. At-Taubah : 36)

Keutamaan Puasa Rajab

Hadis-hadis Nabi yang menganjurkan atau memerintahkan berpuasa dalam bulan- bulan haram (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab) itu cukup menjadi hujjah atau landasan mengenai keutamaan puasa di bulan Rajab.

Diriwayatkan dari Mujibah al-Bahiliyah, Rasulullah bersabda "Puasalah pada bulan-bulan haram." (Riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad). Hadis lainnya adalah riwayat al-Nasa'i dan Abu Dawud (dan disahihkan oleh Ibnu Huzaimah): "Usamah berkata pada Nabi Muhammad Saw, “Wahai Rasulallah, saya tak melihat Rasul melakukan puasa (sunnah) sebanyak yang Rasul lakukan dalam bulan Sya'ban. Rasul menjawab: 'Bulan Sya'ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan oleh kebanyakan orang.'"

Menurut as-Syaukani dalam Nailul Authar, dalam bahasan puasa sunnah, ungkapan Nabi, "Bulan Sya'ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan kebanyakan orang" itu secara implisit menunjukkan bahwa bulan Rajab juga disunnahkan melakukan puasa di dalamnya.

Keutamaan berpuasa pada bulan haram juga diriwayatkan dalam hadis sahih imam Muslim. Bahkan berpuasa di dalam bulan-bulan mulia ini disebut Rasulullah sebagai puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan. Nabi bersabda : “Seutama-utama puasa setelah Ramadan adalah puasa di bulan-bulan al-muharram (Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab).

Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumid-Din menyatakan bahwa kesunnahan berpuasa menjadi lebih kuat jika dilaksanakan pada hari-hari utama (al-ayyam al-fadhilah). Hari- hari utama ini dapat ditemukan pada tiap tahun, tiap bulan dan tiap minggu. Terkait siklus bulanan ini Al-Ghazali menyatakan bahwa Rajab terkategori al-asyhur al-fadhilah di samping dzulhijjah, muharram dan sya’ban. Rajab juga terkategori al-asyhur al-hurum di samping dzulqa’dah, dzul hijjah, dan muharram.

Disebutkan dalam Kifayah al-Akhyar, bahwa bulan yang paling utama untuk berpuasa setelah Ramadan adalah bulan- bulan haram yaitu dzulqa’dah, dzul hijjah, rajab dan muharram. Di antara keempat bulan itu yang paling utama untuk puasa adalah bulan al-muharram, kemudian Sya’ban. Namun menurut Syaikh Al-Rayani, bulan puasa yang utama setelah al-Muharram adalah Rajab.

Terkait hukum puasa dan ibadah pada Rajab, Imam Al-Nawawi menyatakan, telah jelas dan shahih riwayat bahwa Rasul SAW menyukai puasa dan memperbanyak ibadah di bulan haram, dan Rajab adalah salah satu dari bulan haram, maka selama tak ada pelarangan khusus puasa dan ibadah di bulan Rajab, maka tak ada satu kekuatan untuk melarang puasa Rajab dan ibadah lainnya di bulan Rajab” (Syarh Nawawi ‘ala Shahih Muslim).

Keistimewaan Bulan Rajab

Berikut beberapa hadis yang menerangkan keutamaan dan kekhususan puasa bulan Rajab:
Diriwayatkan bahwa apabila Rasulullah SAW memasuki bulan Rajab beliau berdo’a:“Ya, Allah berkahilah kami di bulan Rajab (ini) dan (juga) Sya’ban, dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan.” (HR. Imam Ahmad, dari Anas bin Malik).
"Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab sehari, maka laksana ia puasa selama sebulan, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya 7 pintu neraka Jahim, bila puasa 8 hari maka dibukakan untuknya 8 pintu surga, dan bila puasa 10 hari maka digantilah dosa-dosanya dengan kebaikan."
Riwayat al-Thabarani dari Sa'id bin Rasyid: “Barangsiapa berpuasa sehari di bulan Rajab, maka ia laksana berpuasa setahun, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya pintu-pintu neraka jahanam, bila puasa 8 hari dibukakan untuknya 8 pintu surga, bila puasa 10 hari, Allah akan mengabulkan semua permintaannya....."
"Sesungguhnya di surga terdapat sungai yang dinamakan Rajab, airnya lebih putih daripada susu dan rasanya lebih manis dari madu. Barangsiapa puasa sehari pada bulan Rajab, maka ia akan dikaruniai minum dari sungai tersebut".
Riwayat (secara mursal) Abul Fath dari al-Hasan, Nabi Muhammad SAW bersabda: "Rajab itu bulannya Allah, Sya'ban bulanku, dan Ramadan bulannya umatku."
Sabda Rasulullah SAW lagi : “Pada malam mi’raj, saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari air batu dan lebih harum dari minyak wangi, lalu saya bertanya pada Jibril a.s.: “Wahai Jibril untuk siapakan sungai ini ?”Maka berkata Jibrilb a.s.: “Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang membaca salawat untuk engkau di bulan Rajab ini”.

Photo

Post has shared content
GETARAN KALBU (SYEKH ABDUL QADIR JAILANI BAG. 2)
Adapun getaran kalbu yang dari setan dan dari hawa nafsu maka ia tidak mengandung cahaya. Bahkan sebaliknya, ia mengandung kegelapan, kekufuran, dan kesesatan. Maka, gelap akan bertemu gelap yaitu nafsu diperkuat oleh nafsu. Sesuai firman Allah SWT, “Wanita-wanita yang keji untuk laki-laki yang keji.” (QS. An-Nûr [24]: 26) Pada kegelapan itu, ruh tidak menimbulkan kekuatan.
Adapun gerakan dari getarahan kalbu ruhani ada dua macam. Getaran atas dasar kesadaran dan getaran di luar kesadaran. Getaran atas dasar kesadaran ini seperti gerakan badan manusia yang bukan disebabkan rasa sakit atau penyakit. Gerakan-gerakan seperti ini bukan gerakan yang dituntut. Adapun gerakan yang diluar kesadaran yang ditimbulkan oleh penyebab-penyebab lain, seperti kekuatan ruh, maka tidak mungkin hawa nafsu yang menciptakannya. Sebab, gerak ini mengalahkan gerakan badan, seperti gerakan panas. Jika panas memuncak, manusia tidak akan mampu menahannya. Pada saat itu, diri sudah tidak dapat memilih-milih lagi. Getaran kalbu jika sudah mengalahkan gerakan ruhani, maka ini merupakan hakikat dari ruhaniah.
Getaran kalbu dan pendengaran adalah dua alat yang bergerak pada kalbu orang-orang yang sangat merindukan Allah SWT dan orang-orang yang ahli makrifat. Getaran kalbu dan pendengaran adalah makanan orang-orang yang mencintai Allah SWT dan kekuatan bagi orang-orang yang sangat ingin dekat kepada Allah SWT.
Nabi SAW pernah menjelaskan bahwa mendengarkan (as-simâ’) itu bagi suatu golongan adalah fardhu, bagi golongan yang lain adalah sunah, bahkan bagi golongan lainnya adalah bid’ah. Fardhu bagi orang-orang yang khusus (khawwâsh); sunah bagi orang-orang yang sudah mencapai mahabbah; dan bid’ah bagi orang-orang yang masih sering lalai kepada Allah.
Nabi SAW bersabda, “Orang yang tidak tergerak karena mendengar suara indah dan puisi-puisi dengan bunganya, kayu dengan suara talu-taluannya, maka itu adalah percampuran yang rusak, tidak ada obatnya. Bahkan, ini lebih rendah dari keledai dan burung-burung, atau lebih rendah daripada sapi dan kerbau.” Keledai, burung, sapi dan kerbau dapat merasakan suatu nada yang berirama. Buktinya, burung-burung banyak yang hinggap di atas kepala Nabi Daud AS. hanya ingin mendengar suara Nabi Daud AS. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Orang yang tidak punya getaran kalbu berarti kurang beragama.”
Getaran kalbu itu ada dalam sepuluh bentuk. Sebagian jelas dan terlihat bekasnya di dalam gerakan. Sebagian lagi samar, bekasnya tidak terlihat di dalam jasad, seperti cenderungnya kalbu pada zikrullah, membaca Al-Qur’an, menangis, rintihan sakit, rasa takut, rasa sedih, keputusasaan, dan kebingungan ketika melaksanakan zikrullah. Termasuk pula, di antaranya ialah perasaan menanggung beban, penyesalan, perubahan pada lahiriah dan batiniah. Bentuk dari getaran kalbu yang lain adalah serta mencari ridha Allah SWT dan merindukannya. Termasuk juga di antaranya rasa panas dan sakit serta keluar keringat.

وَأَمَّا إِذَا كَانَ الْوَجْدُ شَيْطَانًا وَنَفْسَانِيًّا فَلَا يَكُوْنُ فِيْهِ نُوْرٌ بَلْ ظُلْمَةٌ وَكُفْرٌ وَضَلَالٌ فَالظُّلْمَةُ تَصِلُ إِلَى الظُّلْمَانِيَّةِ وَهِيَ النَّفْسُ فَيُقْوَى بِحُسْنِهِ كَمَا قَالَ اللهُ تَعَالَى اَلْخَبِيْثَاتُ لِلْخَبِيْثِيْنَ (سورة النور: 24\26) فَلَيْسَ لِلرُّوْحِ فِيْهَا قُوَّةٌ.
ثُمَّ حَرَكَاتُ الْوَجْدِ فَفِيْ وَجْدِ الرُّوْحَانِيَّةِ نَوْعَيْنِ نَوْعٌ اِخْتِيَارِيٌّ وَنَوْعٌ اِضْطِرَارِيٌّ فَالْإِخْتِيَارُ كَحَرَكَةِ الْإِنْسَانِ لَيْسَ فِيْ جَسَدِهِ أَلَمٌ وَلَا مَرَضٌ وَلَا سَقَمٌ فَهَذِهِ الْحَرَكَاتِ كُلِّهَا غَيْرَ مَشْرُوْعَةٍ. وَأَمَّا الْإِضْطِرَارِيُّ وَهُوَ الَّذِيْ يَحْصُلُ بِسَبَبٍ آخَرَ بِمِثْلِ قُوَّةِ الرُّوْحِ فَلَا تَقْدِرُ النَّفْسُ عَلَى صُنْعِهِ لِأَنَّ هَذِهِ الْحَرَكَاتِ غَالِبَةٌ عَلَى حَرَكَاتِ الْجِسْمَانِيَّةِ مِثْلِ حَرَكَاتِ الْحَمَى إِذَا غَلَبَتْ عَجَزَ الْإِنْسَانُ عَلَى تَحَمُّلِهَا فَلَا اخْتِيَارَ لَهَا حِيْنَئِذٍ فَالْوَجْدُ إِذَا غَلَبَ الْحَرَكَاتِ الرُّوْحَانِيَّةِ يَكُوْنُ حَقِيْقِيًّا وَرُوْحَانِيًّا.
وَالْوَجْدُ وَالسِّمَاعُ آلَتَانِ مُحَرَّكَتَانِ كَمَا فِيْ قُلُوْبِ الْعَشَّاقِ وَالْعَارِفِيْنَ وَهُمَا طَعَامُ الْمُحِبِّيْنَ وَمَقَوَى الطَّالِبِيْنَ وَعَنِ النَّبِيِّ أَنَّ السِّمَاعَ لِقَوْمٍ فَرْضٌ وَلِقَوْمٍ سُنَّةٌ وَلِقَوْمٍ بِدْعَةٌ. فَاْلفَرْضُ لِلْخَوَاصِّ وَالسُّنَّةُ لِلْمُحَبِّيْنَ وَالْبِدْعَةُ لِلْغَافِلِيْنَ وَقَالَ مَنْ لَمْ يَتَحَرَّكْ بِالسِّمَاعِ وَأَشْعَارِهِ وَالرَّبِيْعِ وَأَزْهَارِهِ وَالْعَوْدِ وَأَوْتَارِهِ فَهَذَا فَاسِدُ الْمِزَاحِ لَيْسَ لَهُ عِلَاجٌ فَهُوَ نَاقِصٌ عَنِ الْحِمَارِ وَالطُّيُوْرِ بَلْ عَنْ كُلِّ الْبَهَائِمِ فَإِنَّ جَمِيْعَ ذَلِكَ يَتَأَثَّرُ بِالنَّغَمَاتِ الْمَوْزُوْنَةِ وَلِذَلِكَ كَانَتِ الطُّيُوْرُ تَصْطَفُ عَلَى رَأْسِ دَاوُدَ لِاسْتِمَاعِ صَوْتِهِ كَمَا قَالَ رَسُوْلُ اللهِ مَنْ لَا وَجْدَ لَهُ لَا دِيْنَ لَهُ
وَالْوَجْدُ عَلَى عَشْرَةِ أَوْجُهٍ بَعْضِهَا جَلِّيٌّ وَيَظْهَرُ آثَرُهُ فِيْ الْحَرَكَاتِ وَبَعْضِهَا خَفِيٌّ لَا يَظْهَرُ آثَرُهَا مِنَ الْجَسَدِ كَمَثَلِ الْقَلْبِ إِلَى ذِكْرِ اللهِ تَعَالَى وَقِرَائَتِهِ الْقُرْآنِ وَمِنْهَا أَلْبُكَاءُ وَالتَّأَلُّمُ وَمِنْهَا اَلْخَوْفُ وَالْحَزَنُ وَمِنْهَا اَلتَّأَسُّفُ وَالْحِيَرَةُ عِنْدَ ذِكْرِ اللهِ تَعَالَى وَمِنْهَا اَلتَّحَسُّرُ وَالنَّدَامَةُ وَمِنْهَا اَلتَّغَيُّرُ فِيْ الظَّاهِرِ وَالْبَاطِنِ وَمِنْهَا اَلطَّلَبُ لِرِضَاءِ اللهِ تَعَالَى وَالشَّوْقُ وَمِنْهَا الْحَرَارَةُ وَالْمَرَضُ وَالْعِرْقُ.
--Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam kitab Sirrul-Asrar.
Photo
Wait while more posts are being loaded